Share

Bab 224

Penulis: Rizu Key
last update Tanggal publikasi: 2026-04-21 23:23:32

Dokumen digital yang diklaim sebagai bukti oleh New World Development kini terpampang jelas di layar. Semuanya fokus menatap ke arah layar yang kini juga tersorot oleh kamera. Dokumen-dokumen itu terlihat begitu jelas, nyata, dan terlihat sesuai dengan proyek baru yang sedang menjadi pembicaraan hangat di dunia bisnis.

"Kami sudah membawa bukti bahwa proyek yang kami buat ini sudah ada sejak dua tahun lalu. Kami sendiri tidak mengira jika Bagaskara Group juga membuat konsep proyek yang sama," u
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 239

    Kedua mata Aya membulat. Sekitar tiga puluh meter di depannya, tepatnya di pinggir jalan raya yang sepi, ada sebuah mobil mewah yang rusak parah karena menghantam pohon besar yang kokoh. Di dalamnya ada seorang pria yang terluka dan sedang mencoba menyelamatkan diri."Sssstt...." suara desisan pelan itu kembali membuat Aya menoleh pada sang ibu yang juga tengah menonton."Tolong aku!" teriak pria yang ada di dalam mobil. Pintunya memang sudah terbuka lebar, sehingga seharusnya ia bisa langsung berlari, namun, kedua kakinya tampak terluka cukup parah."Bu... kita harus menolongnya," bisik Aya seolah mulutnya berbicara sendiri tanpa ia suruh.Sang ibu diam dengan perasaan bingung. "Bu? Orang itu terluka parah karena kecelakaan...." bisik Aya lagi.Ningsih kembali membungkam mulut putrinya dan memeluk Aya erat. "Ibu sebenarnya juga pengen menolong, tapi orang itu menakutkan. Hape juga dibawa Bapak kerja," sahutnya sembari masih berbisik.Aya diam. 'Bapak?' tanya dalam hati. Ia ingat bet

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 238

    Aya mengusap lembut rambut Ibra. "Mas, bukti fisik bisa dimanipulasi, tapi kemampuan dan jasa seseorang yang sudah tiada tertanam dalam ingatan orang-orang yang mencintainya. Mamah percaya pada Papah, kamu percaya pada Papah. Itu hal terpenting yang kita miliki. Kebenaran tidak pernah benar-benar terkubur, Mas. Aku yakin kebenaran akan segera terungkap. Dan aku juga percaya almarhum Papah nggak mungkin melakukan hal tersebut meski aku sendiri belum pernah bertemu beliau."Ibra mengangkat kepalanya sedikit, menatap mata istrinya yang jernih. "Terima kasih, Aya... Kamu benar-benar istri terbaik," pujinya dengan tatapan sendu.Aya tersenyum lembut. "Sebaiknya kita istirahat saja , Mas. Sudah malam.""Iya, Istriku." Ibra mengangguk lemah. Tekadnya kembali sedikit mengeras karena dukungan dan perhatian Aya. Ia mengecup kening istrinya cukup lama, sebuah tanda terima kasih yang tak terucapkan lagi, sebelum akhirnya mereka berdua merebahkan diri di bawah selimut tebal. Ibra mem

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 237

    Mereka bertiga akhirnya duduk melingkar di ruang tengah. Putra, anak mereka, sudah tertidur lelap di dalam kamarnya, tidak sadar bahwa dunia orang tuanya sedang runtuh."Om Hengki punya bukti yang sangat kuat, Mah." Suara Ibra terdengar parau. "Nomor referensinya sama persis dengan bukti yang kita miliki, tapi tujuan transfernya tertuju pada rekening pribadi Papah di luar negeri. Ini benar-benar jebakan yang dirancang dengan sangat rapi. Sangat mustahil bagi mereka memiliki dokumen itu jika tidak ada orang dalam yang membantu... atau jika itu memang benar terjadi.""Itu fitnah, Ibra! Ayahmu orang yang jujur!" Dewi memukul dadanya sendiri, menahan sesak. "Keluarga Pramana itu...kenapa mereka berubah mencari selicik ini?" Ia kembali terisak.Aya memeluk ibu mertuanya. Wanita itu tak menyangka jika masalah akan berubah menjadi semakin rumit."Apa mereka belum puas menghancurkan perusahaan yang dibangun ayahmu dulu? Sekarang... mereka ingin menghancurkan namanya bahkan setelah dia telah l

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 236

    "Kedua bukti ini memiliki nomor referensi yang sama, namun tujuan transfernya berbeda. Ini sangat tidak lazim."Hengki tetap diam, tidak mengucapkan satu patah kata pun. Ia membiarkan kuasa hukumnya menjalankan tugasnya dengan sempurna. Liam di sampingnya mulai menyeringai puas melihat wajah Ibra yang memucat. Opini publik mulai berganti menatap lain ke arah Ibra sebagai anak kandung mendiang Ronal Bagaskara.Ibra merasa dunianya berputar. Bagaimana bisa ada dua bukti yang identik namun berlawanan? Ia teringat kembali pada mimpi buruk Aya semalam, tentang ibunya yang membungkam mulutnya karena ketakutan. Ia juga teringat dengan ucapan Aya dan ia sadar bahwa Aya memiliki ingatan yang sangat tajam.'Apa mungkin mimpi buruk Aya ada kaitannya dengan masalah ini? Tapi... sepertinya itu muatahil. Aku baru bertemu dengannya enam tahun lalu dan bahkan belum pernah bertemu ibunya....' gumam Ibra dalam hati. Menepis kemungkinan yang terasa mustahil itu."Yang Mulia...." Kuasa hukum Hengki melan

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 235

    "Apa kamu baik-baik saja?" tanya Ibra sembari menatap sang istri yang kini duduk di depan meja makan."Aku baik-baik saja, Mas," jawab Aya sembari mencoba tersenyum. Meski ia masih saja merasa bingung dengan mimpi buruk yang semalam ia alami. Mimpi itu terasa begitu nyata, seolah pernah terjadi di masa lalu. Namun, mengapa mimpi itu tiba-tiba muncul?Ibra tidak tega meninggalkan Aya. Sementara ia harus segera pergi menghadiri sidang."Aku harus pergi. Jadi kamu baik-baik saja di rumah," ucap Ibra lembut.Aya kembali tersenyum. "Iya, Mas. Aku akan baik-baik saja."Sinar matahari pagi yang menerobos masuk melalui jendela besar ruang makan nyatanya tidak mampu mengusir kegelisahan yang menggelayut di pundak Ibra. Hari ini adalah puncaknya. Hari di mana kecurangan Hengki akan dibedah di depan meja hijau. Namun ia juga tidak ingin meninggalkan Aya.Pria itu segera berangkat dengan Samuel dan Sinta, serta tim IT ahli yang dipercaya. Tak lupa seorang pengacara ternama juga akan ikut mendamp

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 234

    Suara itu terdengar berat, penuh penekanan, dan terdengar sangat mendesak. Aya mencoba mencari sumber suara itu, namun pandangannya kabur.Di tengah kegelapan, ia tiba-tiba melihat sosok ibunya. Namun, sang ibu tidak tersenyum. Wajah ibunya pucat pasi, seperti kertas yang kehilangan warna, dengan butiran keringat dingin sebesar biji jagung mengucur di pelipisnya."Ibu...." lirih Aya penuh rasa kerinduan. Ibunya yang telah lama tiada, kini duduk di sebelahnya dan terlihat nyata.Saat menyadari Aya memanggilnya, sang ibu menoleh lalu tiba-tiba menerjang ke arahnya. Bukan untuk menyerang, melainkan memeluk Aya dengan sangat erat, begitu erat hingga Aya sulit bernapas.Tangan ibunya yang gemetar membungkam mulut Aya dengan rapat. Mata sang ibu membelalak ketakutan, menatap ke arah kegelapan di belakang mereka, seolah ada monster yang sedang mengintai mereka.Aya ingin berteriak, bertanya apa yang terjadi, namun suaranya tertahan di tenggorokan. Jantungnya berdegup ke

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 88

    Ibra kembali membuka kedua matanya dan menatapnya tajam. "Untuk apa?""Aku mau mengelap tubuhmu supaya panasnya turun. Kamu berkeringat dingin dan piyamamu basah," jelas Aya.Dengan gerakan pelan, Ibra membiarkan Aya membantunya membuka kancing baju. Saat handuk basah dan hangat itu menyentuh dada

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-27
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 91

    Aya hanya mendengus melihat tingkah Ibra yang sok kuat, padahal tangannya masih sedikit gemetar saat memegang sendok. Ia memilih beranjak untuk mengambil gelas teh hangat yang ia bawa tadi."Minum ini setelah buburnya habis," ujar Aya sembari meletakkan gelas di meja nakas yang dekat dengan posisi

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-27
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 90

    Pintu kamar mandi terbuka perlahan. Aya keluar dengan tubuh segar. Dan ia sudah mengenakan kaos dan celana pendek yang menampilkan kaki jenjangnya.Wanita itu melangkah keluar. Rambutnya yang panjang digelung tinggi sehingga leher jenjangnya terlihat. Dan saat menutup pintu kembali, Aya melihat ke

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-27
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 87

    "Emmmhhh...." Lenguhan pelan itu terdengar. Aya membuka kedua matanya dan menoleh ke arah suaminya.Pagi itu, cahaya matahari merayap masuk melalui celah gorden yang sedikit terbuka, menerangi kamar yang mewah. Aya baru saja bangun. Tubuhnya memang terasa pegal luar biasa, namun tanggung jawabnya s

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-26
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status