LOGINShelia Rosental, seorang ilmuwan jenius yang dibunuh organisasi misterius karena tuduhan sederet pembunuhan kejam. Namun, alih-alih mati, ia terbangun dalam diri Evelyn Laurent—wanita lemah dan sakit-sakitan yang tak pernah mendapat kasih sayang dari keluarga angkatnya. Dengan otak jenius dan mental baja milik Shelia, Evelyn bangkit membalas semua penghinaan. Ia merebut Ashran, tunangan saudarinya, sebagai langkah awal balas dendam. Tanpa disangka, Ashran ternyata terhubung dengan organisasi yang dulu membunuh Shelia. Apakah ia ancaman baru? Atau justru kunci menuju kebenaran yang selama ini dicari?
View MorePria bertopeng itu mengeluarkan pisau, lalu mendekatkannya ke leher Shelia untuk mengancamnya.Shelia menatap bilah pisau itu masih dengan wajah datar, terlihat masih tenang. Tapi diamnya Shelia membuat pria bertopeng di depannya meremehkannya."Kau sudah berani mengusik—"Belum selesai bicara, Shelia segera menjauhkan kepalanya dan merunduk. Dia membalas dengan mencoba memproteksi area mata pria itu.Tapi, usaha itu gagal dan berhasil ditangkis."Aku sudah tahu bagaimana kau menyerang rekan kami di Esyla. Trik seperti ini tak mempan," ejeknya. Dengan cepat menangkap tangan Shelia yang memegang semprotan.Kedua tangan Shelia kini dicekal ke belakang."Sekarang diam dan ikut kami," bisik pria bertopeng itu dengan nada mengancam.Shelia terlihat meringis. Tubuhnya agak membungkuk karena tekanan pria itu. Tapi dia malah menyunggingkan senyuman."Lebih baik kalian yang ikut denganku, aku punya banyak pertanyaan pada kalian."Pria itu tertawa remeh. "Kau pikir—uhuk!"Perkataan pria itu terh
Di apartemen, pintu kamar mandi terbuka. Seorang gadis terbalut jubah handuk melangkah keluar."Hei, kau mau ke mana?" tanya Laurel tiba-tiba sambil mengusap rambutnya yang basah.Laurel mengernyit begitu melihat Shelia yang masih mengenakan gaun birunya tengah mengemas pakaian."Pulang ke rumahku," jawab Shelia tanpa menoleh, masih melipat beberapa pakaian.Laurel mendengus, tak senang."Kenapa? Orang tuamu jelas-jelas sudah mengusirmu," protesnya.Shelia akhirnya menoleh lalu menyunggingkan senyuman tipis, dan akhirnya menjelaskan dengan suara lembut."Laurel, apa yang kuhadapi ke depannya itu berbahaya. Kau lihat sendiri apartemenmu sampai dimasuki pencuri. Aku takut mereka mengincarmu juga semakin terlibat."Wajah Laurel masih terlihat kesal, seolah tak setuju dengan keputusan Shelia yang tiba-tiba.Shelia berjalan menghampiri Laurel lalu menepuk pundaknya. "Maaf selama ini sudah merepotkanmu, mulai sekarang lebih baik kita jaga jarak du—"Belum sempat menyelesaikan perkataannya,
"Ha?" Ashran mendelik tajam, rahangnya mengeras. "Jadi kau mau protes sekarang?"Bastian membalas dengan senyuman. "Tidak. Hanya saja, sepertinya aku terlambat satu langkah sebelum Nona Evelyn menunjukkan surat wasiat itu."Ashran menatap datar, nada suaranya terdengar ketus."Kalau kau mau, katakan saja pada Evelyn kau yang akan menggantikanku, itu pun jika dia tertarik padamu."Bastian akhirnya mengangkat kedua tangannya sambil terkekeh pelan."Tenanglah, jangan ketus begitu. Aku hanya bercanda."Namun Ashran tak menanggapi dan malah melangkahkan wajahnya kembali menatap jalanan dari jendela. Alfred yang mendengarkan obrolan mereka hanya menggeleng.'Tak kusangka mereka tertarik pada Evelyn,' pikir Alfred. 'Tapi dia memang gadis yang unik...'Bastian tak bersuara lagi dan mengalihkan perhatiannya pada ponsel, menekan-nekan tombol di sana. Wajah ramah dan senyumannya menghilang, berubah dingin. Dalam kepalanya, ia masih terpaku pada obat ramuan yang ditunjukkan Shelia.'Tidak kusangk
Milton kini mengantar kepergian keluarga Donovan. Istrinya juga yang kebetulan selesai mengurus tamu di lantai bawah."Hati-hati di jalan, Tuan. Sampai bertemu lagi," ucap Milton sambil sedikit membungkuk sopan, diikuti Dona di sampingnya.Kendaraan yang membawa keluarga Donovan menjauh dari halaman kediaman Laurent.Saat itulah, mereka kembali berdiri tegak. Tapi terlihat jelas wajah mereka menunjukkan kegelisahan dan kejengkelan.Milton mendengus kasar, rautnya tampak lelah, sambil memijat pangkal hidungnya yang pening."Kenapa semuanya jadi berantakan, ini benar-benar memalukan," gumamnya frustasi.Dona menoleh dengan wajah datar. "Sebenarnya siapa selingkuhanmu?"Milton langsung mendelik, rahangnya sedikit mengeras."Kenapa kau membahasnya lagi?!" ucapnya kesal.Dona menghela napas panjang. "Aku hanya ingin memastikan. Kau jadi bertingkah aneh saat membahasnya, pasti ada yang kau sembunyikan."Rahang Milton mengeras, tangannya mengepal."Sembunyikan apa?" ulangnya benar-benar jengk






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews