Ilmuwan Jenius, Terbangun Di Tubuh Gadis Lemah

Ilmuwan Jenius, Terbangun Di Tubuh Gadis Lemah

last updateLast Updated : 2026-10-03
By:  GekkoOngoing
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
5 ratings. 5 reviews
110Chapters
1.7Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Shelia Rosental, seorang ilmuwan jenius yang dibunuh organisasi misterius karena tuduhan sederet pembunuhan kejam. Namun, alih-alih mati, ia terbangun dalam diri Evelyn Laurent—wanita lemah dan sakit-sakitan yang tak pernah mendapat kasih sayang dari keluarga angkatnya. Dengan otak jenius dan mental baja milik Shelia, Evelyn bangkit membalas semua penghinaan. Ia merebut Ashran, tunangan saudarinya, sebagai langkah awal balas dendam. Tanpa disangka, Ashran ternyata terhubung dengan organisasi yang dulu membunuh Shelia. Apakah ia ancaman baru? Atau justru kunci menuju kebenaran yang selama ini dicari?

View More

Chapter 1

Bab 1 — Bangun Di Tubuh Baru

"Serahkan hasil penelitianmu atau kau akan mati, Shelia," ucap salah satu pria berjubah hitam dengan pedang tajam di tangannya.

Wanita berjas putih itu bahkan tidak menoleh. Tatapan Shelia tetap terpaku pada koran di tangannya, seolah puluhan pria berjubah hitam yang mengepungnya hanyalah bayangan.

Aroma alkohol memenuhi ruangan. Cairan bening mengkilap tipis di sela-sela lantai dan meja penelitian.

"Kukira pasukan kerajaan yang akan datang," gumam Shelia sambil melipat koran itu. "Ternyata hanya organisasi kroco."

Di halaman depan koran terpampang wajah Shelia serta berita tentangnya. Ilmuwan jenius Shelia Rosental resmi menjadi buronan kerajaan, diduga melakukan eksperimen ilegal dan pembunuhan.

Pandangan Shelia perlahan menyapu seluruh laboratorium. Deretan tabung reaksi, buku penelitian serta formula yang ia habiskan bertahun-tahun untuk menyusunnya.

"Jadi semua pengorbananku hanya berakhir seperti ini," katanya dengan suara pelan dan bergetar.

Shelia akhirnya berdiri tegak dan berbalik. Satu tangan di belakang, wajahnya tenang namun terpancar amarah serta kebencian. Dia menatap lambang ular melingkar di jubah orang-orang yang mengepungnya.

"Aku lebih baik mati daripada harus menyerahkan semua hasil penelitianku."

Jari Shelia bergerak pelan di balik punggungnya. Sebuah pemantik kecil terlepas dari genggamannya.

Saat tersadar, mata pria berjubah itu membelalak.

"Hentikan dia!"

Tapi terlambat, pemantik itu menyentuh lantai.

Wuussh!

Api langsung menyambar seluruh ruangan, melahap alkohol yang telah disebarkan sebelum mereka datang.

"Sial!"

Orang-orang berjubah hitam berhamburan. Sebagian menerobos kobaran api demi menangkap Shelia.

Wanita itu tetap berdiri. Rambutnya mulai terbakar, kulitnya melepuh. Namun ekspresinya tidak berubah.

Seorang pria berhasil menerobos api dan langsung menyerang Shelia.

Shelia tidak berteriak. Bukan karena dia tegar, tapi karena apinya mulai membakar tenggorokannya. Tubuhnya jatuh ke lantai yang panas, tapi dia hanya memejamkan mata.

Tusukan pedang di dadanya datang kemudian, menembus jantungnya. Darah merembes dari sela-sela luka.

'Bangsawan-bangsawan keparat. Lihat saja, akan kuhantui kalian semua dan akan kuseret kalian sampai ke neraka.' Shelia bertekad dalam hati.

Setelah menghembuskan nafas terakhir, bukannya pergi ke neraka atau alam lain setelah kematian, Shelia mengerjap. Rasa terbakar di kulitnya hilang.

Shelia meraba dada kirinya. Luka yang sedetik lalu masih terasa, kini tak berbekas. Yang ada hanya bau amis menyengat dan dingin yang merambat di sekujur tubuh.

'Ini, bukan api,' pikirnya kacau. 'Ini air. Tapi di mana? Apa aku sudah di neraka?'

Shelia mencoba menggerakkan tangan dan kakinya. Tapi semua terasa asing, seperti memakai baju orang lain.

Kemudian terdengar suara tawa serta ejekan. Shelia tersadar di tempat yang baru, di tengah-tengah gerombolan gadis muda dengan pakaian yang terlihat aneh baginya. Semua gadis-gadis itu menatap sinis sekaligus menertawakannya.

"Apa-apaan ini?" gumam Shelia. Kepalanya masih berdenyut, pandangannya sedikit buram.

Shelia menunduk dan mendapati kondisi tubuhnya basah kuyup, dari situlah bau amis itu berasal. Dan saat memperhatikan sekitar, dia semakin kebingungan dengan ruangan ini. Terdapat kursi-kursi yang menempel dengan meja kecil.

Salah satu gadis berkacamata yang menertawakan Shelia mendekat, lalu dengan kasar menjambak rambutnya hingga mendongak.

"Jangan kira punya nama keluarga yang sama dengan Monica, statusmu sama. Kau itu cuma anak angkat. Harusnya kau turuti perintah kami," desisnya penuh ejekan. Tak lama, terdengar suara dari belakangnya.

"Jangan terlalu kasar dengan kakakku, Vina. Dia kan lemah dan mudah sakit," ucap Monica, terdengar dermawan namun senyuman liciknya menunjukkan kepuasan.

Monica mendekat dengan rok di atas lutut, serta tas bermerek tersampir di pundaknya.

Gadis yang dipanggil Vina itu akhirnya melepaskan cengkeramannya di rambut Shelia. Tawa di sekitar mulai memudar namun tatapan teman-temannya pada Shelia masih jelas menghina.

Monica menatap dari ujung kepala sampai ujung kaki dengan sinis.

"Maaf ya, Kak Eve. Mereka hanya bercanda." Sudut bibir Monica terangkat perlahan. "Oh ya, tugas kuliahku jangan lupa selesaikan. Aku tidak mau mendengar alasan lagi."

Setelah mengatakan itu, Monica melempar tisu yang ia pegang ke wajah Shelia.

'Apa maksud bocah menyebalkan ini? Siapa yang dia panggil Eve?' pikir Shelia masih mencerna apa yang terjadi.

"Kau siapa? Bagaimana bisa gadis muda berpakaian tidak senonoh seperti ini?" tanya Shelia dengan tatapan penuh penilaian terhadap penampilan Monica yang menurutnya terlalu seksi.

Mendengar hal itu, Monica menutup mulut dan tertawa keras.

"Haha!"

Tak hanya Monica, Vina dan teman-teman di belakangnya pun demikian. Saat tawa Monica perlahan berhenti, dia menunjuk satu jari ke kepala Shelia.

"Terserah aku mau bagaimana penampilanku. Memangnya kau siapa, hah? Beraninya mengaturku!" ujar Monica dengan nada jengkel sambil menekan-nekan kepala Shelia.

Tapi bukan hanya Monica yang jengkel, Shelia pun demikian. Dia sudah tak tahan mendengar ocehan sok gadis-gadis muda ini.

'Kau memang harus diberi pelajaran,' geramnya dalam hati.

Di tengah Monica masih menekan-nekan kepala Shelia, Shelia menepis dengan kasar.

Monica mengerjap, kaget. "Apa? Apa maksud—"

Namun belum sempat mengutarakan kekesalannya, tangan Shelia sudah lebih dulu melayang tepat di pipi kanan Monica.

Plak!

Monica membeku dengan di wajahnya yang mulai memerah. Vina, bahkan teman-temannya pun terdiam saking terkejutnya.

Sementara Shelia, dia dengan santai mengibaskan tangannya.

"Dasar bocah-bocah ini. Hanya karena punya status, kalian pikir bisa menindasku?" ucapnya dengan dagu terangkat, seolah menantang.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

reviews

Edelweis Jingga
Edelweis Jingga
Kasih tunjuk mereka, Sheila! Tunjukan pesonamu
2026-08-13 12:49:48
1
0
Jac
Jac
Evelyn..... semangat. semoga penyakitnya bisa diatasi ma Sheila....
2026-08-12 12:00:13
1
0
Saggyryes
Saggyryes
Makin penasaran sama shelia.. gass update thor..
2026-08-08 22:50:53
1
0
Romero Un
Romero Un
Gila. ini berasa banget udiknya si sheila. ternyata dia nenek moyang segala moyang dong ya.. lanjut lah. 2 apa 3 bab gitu ...
2026-08-07 10:03:45
1
0
Black Magnolia
Black Magnolia
wah banyak plot twist-nya ini...
2026-08-04 16:57:33
2
0
110 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status