تسجيل الدخولShelia Rosental, seorang ilmuwan jenius yang dibunuh organisasi misterius karena tuduhan sederet pembunuhan kejam. Namun, alih-alih mati, ia terbangun dalam diri Evelyn Laurent—wanita lemah dan sakit-sakitan yang tak pernah mendapat kasih sayang dari keluarga angkatnya. Dengan otak jenius dan mental baja milik Shelia, Evelyn bangkit membalas semua penghinaan. Ia merebut Ashran, tunangan saudarinya, sebagai langkah awal balas dendam. Tanpa disangka, Ashran ternyata terhubung dengan organisasi yang dulu membunuh Shelia. Apakah ia ancaman baru? Atau justru kunci menuju kebenaran yang selama ini dicari?
عرض المزيد"Nona, Anda yakin tidak mau menemui dokter dulu? Bagaimana jika nanti demam Nona semakin parah?" tanya Sandy dengan nada khawatir.Shelia di sampingnya menghembuskan napas panjang, entah sudah berapa kali Sandy menanyakan hal itu sampai mereka tiba di area parkiran rumah sakit."Jangan banyak bertanya, Sandy. Kubilang aku baik-baik saja, jadi ayo pulang," jawabnya sambil memijat kepalanya.Shelia melangkah lebih dulu, namun malah ke arah sebaliknya. "Ayo naik kuda bes— eh, motomu.""Ke sebelah sini, Nona," seru Sandy, dia langsung berteriak. "Awas!"Shelia langsung berhenti jalan saat mendengar suara klakson. Sebuah mobil putih berhenti tepat di sampingnya.Tiin!Shelia terdiam sesaat, terkejut."Astaga, Nona!" Sandy mengejar. Pemilik mobil putih itupun keluar, menghampiri Shelia."Kau tidak apa-apa, Nona? Apa kau terluka?"Shelia mendongak, tersenyum tipis. "Aku baik-baik saja. Maaf aku tak lihat sekitar."Pria di hadapannya menatap Shelia sesaat, memperhatikan."Kau Evelyn, kan? Ka
"Ho? Kau kesal?" sahut Ashran dengan santainya, usai mengejek seseorang.'Apa dia sedang melotot padaku?' gumamnya pada diri sendiri, seolah tertarik untuk melihat reaksi Shelia berikutnya.Rahang Shelia mengeras, tampak semakin jengkel. Namun dia tetap berusaha menahannya."Ada urusan apa kemari?" tanyanya, mengalihkan pembicaraan.Pandangan Shelia beralih kembali pada tanaman floan, sambil mencabutinya."Aku bekerja di sini, Evelyn." Ashran memperhatikan gerakan itu. Tanpa basa-basi, dia mengulurkan tangan dan menempelkannya ke dahi Shelia."Kau terlihat pucat, apa kau sakit?" lanjutnya balik bertanya.Shelia sedikit tersentak. Refleks ia langsung bangkit dan menghindar dari tangan pria itu."Apa-apaan kau!" desisnya. Namun kepalanya tiba-tiba berkunang-kunang karena berdiri terlalu cepat.Ashran ikut berdiri sambil hela napas panjang."Kau demam tinggi, kenapa malah di sini dan memakan rumput?"Shelia menggeleng pelan, meredakan rasa peningnya dan kembali fokus."Apa pedulimu?" bal
Beberapa saat sebelumnya, di ruang makan, anggota keluarga Laurent tengah berbincang ringan sambil menyantap makanan. Nala langsung pergi setelah tugasnya menyajikan makanan selesai.Sambil mengunyah makanan, Monica tampak ceria membicarakan tentang tunangannya."Ini pertama kalinya Kak Ashran akan berkunjung ke rumah kita. Kira-kira apa dia mau meresmikan pertunangan?"Dona, yang juga terlihat senang, ikut mengangguk sambil mengusap rambut putrinya."Mungkin saja. Selama ini ayahmu dan Tuan Muda Ashran tak punya jadwal yang pas. Jadi malam ini waktu yang pas untuk membicarakannya dengan serius."Milton, dengan wajah tegas namun tatapan lembut, menambahkan, "Kamu harus berdandan cantik malam ini, Monica."Monica mengangguk cepat. "Tentu saja. Aku sudah memesan gaun di butik—"Tapi kalimatnya terhenti dan ekspresinya berubah mengerut. Dia memeluk perutnya dengan kedua tangan."Aduh, perutku sakit," keluhnya meringis.Dona mengernyit heran."Sakit perut? Apa karena datang bulan?"Monica
"Pembunuh? Sadis?" desis Shelia. Dia kembali menggulir layar ponsel.Semakin lama Shelia membaca, sejarah masa lalu tentangnya benar-benar jauh dari fakta yang sebenarnya."Murid-muridku memang banyak yang memanggilku gila," gerutunya, mengakui yang satu itu. "Tapi sejak kapan aku jadi pembunuh massal?!"Shelia tak terima, namun sejarah tak bisa diubah kembali.Melampiaskan kejengkelannya, dia melempar ponsel di tangannya ke atas kasur.Namun saat hendak bangkit, Shelia sedikit oleng dan kepalanya berdenyut keras. Tubuh lemah Evelyn membuat Shelia tak bisa berbuat apa-apa.Akhirnya, Shelia memilih berbaring sambil meredakan emosi. Jari-jarinya memijat pangkal hidung, berusaha meringankan rasa pening di kepala.'Mereka bilang aku menghilang. Apa mungkin, organisasi sialan itu, yang menyembunyikan fakta ini?' gumamnya dalam hati. 'Tapi untuk apa?'Semakin memikirkan hal itu, membuat Shelia semakin pening. Sampai akhirnya dia tak sadar dan tertidur semalaman.Menjelang pagi, Shelia tersen












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
المراجعات