Share

Bab 276

Penulis: Rizu Key
last update Tanggal publikasi: 2026-05-24 21:17:09

"Baik, Pak. Perintah Anda akan segera saya laksanakan dan saya beri tahu ke bagian keamanan dalam waktu sepuluh menit," jawab Samuel sambil mengetik cepat di tablet kerjanya.

Pintu lift pun terbuka secara otomatis dengan dentingan halus. Ibra masuk ke dalam, diikuti oleh Samuel. Begitu pintu lift tertutup dan lift mulai bergerak naik menuju lantai teratas tempat ruang Presdir berada, atmosfer di dalam lift itu terasa sedikit merenggang, meski ketegangan di wajah Ibra belum sepenuhnya hilang.

Ib
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 276

    "Baik, Pak. Perintah Anda akan segera saya laksanakan dan saya beri tahu ke bagian keamanan dalam waktu sepuluh menit," jawab Samuel sambil mengetik cepat di tablet kerjanya.Pintu lift pun terbuka secara otomatis dengan dentingan halus. Ibra masuk ke dalam, diikuti oleh Samuel. Begitu pintu lift tertutup dan lift mulai bergerak naik menuju lantai teratas tempat ruang Presdir berada, atmosfer di dalam lift itu terasa sedikit merenggang, meski ketegangan di wajah Ibra belum sepenuhnya hilang.Ibra melonggarkan sedikit dasinya, memberikan ruang bagi napasnya yang terasa panas setelah meladeni Kaila. Pikirannya langsung beralih kembali ke fokus utamanya yang paling mendesak."Bagaimana perkembangan proyek kita di lapangan?" tanya Ibra, memulai pembahasan bisnis seolah insiden dengan Kaila beberapa menit lalu tidak pernah terjadi."Semua berjalan sesuai jadwal, Pak. Tim di lapangan sudah menyelesaikan pembebasan lahan tahap pertama, dan logistik untuk material utama akan tiba di tempat be

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 275

    "Tidak," tolak Ibra. Singkat, padat, tegas, dan sama sekali tidak menyisakan ruang untuk negosiasi.Senyum di wajah Kaila sempat membeku sesaat, namun ia dengan cepat menguasai diri. Wanita itu mencoba tertawa kecil, melangkah satu kali lagi lebih dekat hingga aroma parfumnya kian menusuk hidung Ibra yang membuat pria itu mengernyitkan dahi tanda jijik."Kenapa, Pak Ibra? Ini hanya makan siang bisnis biasa. Lagipula, bukankah kita perlu membangun chemistry yang baik agar proyek ratusan miliar ini berjalan lancar? Anda tidak perlu sekaku itu, Pak," ucap Kaila sambil mencoba mengulurkan tangannya, berniat menyentuh lengan jas Ibra.PlakIbra menepis tangan Kaila dengan gerakan kasar sebelum jemari wanita itu sempat menyentuh kain jasnya. Gerakan itu begitu tiba-tiba hingga membuat Kaila terpekik pelan dan mundur selangkah karena terkejut. Sementara Samuel yang berdiri di belakangnya juga kaget."Jaga batasan Anda, Bu Kaila," desis Ibra, suaranya begitu rendah namun sarat akan ancaman ya

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 274

    Suara proyektor di ujung ruang rapat berdesis pelan, memproyeksikan angka-angka grafik, diagram batang, dan estimasi keuntungan kuartal kedua yang tampak begitu megah di atas layar putih.Di sekeliling meja panjang yang dipoles mengkilap itu, belasan kepala saling berbisik, berdebat, dan sesekali melemparkan argumen sengit. Ini adalah rapat koordinasi tingkat tinggi antara jajaran direksi eksekutif perusahaan milik Ibra dengan tim delegasi dari Perusahaan KL, yang baru saja menandatangani kerja sama investasi bernilai ratusan miliar rupiah.Namun, di tengah hiruk-pikuk perdebatan tentang keuntungan tersebut, Ibra yang merupakan seorang Presdir muda yang terkenal bertangan dingin hanya diam membisu di tempat duduknya.Ibra duduk di kursi kebesarannya di ujung meja. Tubuhnya yang tegap dibalut setelan jas hitam sempurna, dengan kemeja putih kaku dan dasi senada. Sikap tubuhnya begitu tenang, bersandar pada sandaran kursi dengan kedua tangan yang sesekali bertaut di atas meja.Tatapan ma

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 273

    Jantung Aya berdegup dua kali lebih cepat. Tangan kanannya yang sedikit gemetar perlahan membuka lembar pertama dari map abu-abu tersebut. Begitu matanya membaca baris-baris kalimat di dalamnya, napas Aya seolah tercekat di tenggorokan. Itu bukan dokumen perusahaan. Itu adalah laporan investigasi siber dan hukum.Lembar demi lembar menampilkan cetakan layar atau screenshot dari beberapa forum diskusi daring tersembunyi, blog-blog gosip lama, serta draf artikel berita digital yang siap tayang. Judul-judul di sana sangat mengerikan, membawa kembali bayang-bayang masa lalu yang paling ingin Aya lupakan.[Skandal Masa Lalu Istri Presdir Bagaskara Group: Benarkah Mantan Wanita Malam?][Rekam Jejak Kelam Istri Presdir Terkemuka, Manipulasi Presdir demi Mendapatkan Kekuasaan dan Cinta.]Aya menutup mulutnya sendiri dengan satu tangarn, sementara kedua matanya mulai kembali berkaca-kaca. Seluruh tubuhnya mendadak lemas. Berita-berita lama itu merupakan kasus yang sudah sempat muncul karena ma

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 272

    Aya merasa dibohongi. Ia merasa tidak dipercayai dan dikhianati oleh suaminya sendiri. Sikap Ibra yang dingin, larangan membaca map abu-abu, pesan misterius dari Kaila yang tiba-tiba hilang, semuanya seperti potongan teka-teki yang mengarah pada satu kesimpulan menyakitkan. 'Apa Mas Ibra sedang bermain gila di belakangku dengan wanita lain setelah kurang puas padaku?' Aya bertanya-tanya dalam hati.Di tengah tangisannya, ingatan Aya melayang pada bulan-bulan terakhir kehamilannya. Sebuah kenyataan pahit menghampiri kesadarannya, membuat dadanya semakin sesak.Selama ia hamil anak kedua ini, Ibra benar-benar menyentuhnya hanya sekali saja. Itu pun terjadi dengan begitu dingin dan terasa seperti sebuah kewajiban yang terpaksa dipenuhi, bukan karena landasan cinta atau gairah seorang suami kepada istrinya. Bahkan karena itu, sikap Ibra malah berubah menjauhinya.Lalu Aya teringat dengan isi postingan yang tak sengaja ia temukan. Di mana ia teringat bahwa selama ini Ibra tak pernah meman

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 271

    Ibra mengernyitkan dahi. Ekspresi wajahnya tampak terkejut, namun bukan terkejut karena ketahuan, melainkan karena bingung. Ia segera meletakkan map abu-abu itu di atas meja rias, lalu menyambar ponselnya yang terletak di samping ponsel Aya.Dengan cepat, jemarinya membuka kunci layar dan memeriksa notifikasi serta aplikasi pesan singkatnya. Aya diam memerhatikan setiap pergerakan suaminya dengan napas memburu, berharap ada penjelasan logis, namun sekaligus takut jika Ibra akan membenarkan segalanya.Setelah beberapa saat memeriksa, Ibra menurunkan ponselnya. Ia menatap Aya dengan tatapan dingin dan lelah."Nggak ada pesan apa pun di sini, Aya. Kamu pasti salah lihat," kata Ibra datar. Ia bahkan menunjukkan layar ponselnya pada sang istri."Salah lihat?" Aya tertawa sinis. "Aku belum buta, Mas... Aku membaca dengan mata kepalaku sendiri! Nama pengirimnya 'CEO Kaila'. Isinya sangat jelas kalau dia suka padamu. Jangan mencoba membohongiku lagi, Mas....""Aku tidak

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 79

    "Apa ini?" tanya Ibra."Putra juga nggak tahu. Nanti minta tolong kasihin ke Bunda, ya, Yah?" jawab Putra."Memangnya bukan dari kamu?"Putra menggeleng pelan. "Bukan, Ayah. Ini hadiah dari Om Hendra."Ibra menatap hadiah kecil yang muat dalam genggaman tangannya itu dengan tatapa

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-25
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 77

    Terdengar helaan napas berat di belakang tubuh Aya. Wanita itu merasa takut. Ia takut pertanyaannya memancing emosi sang Presdir dan membuatnya tersiksa dengan percintaan kasar seperti beberapa waktu yang lalu."Ya," jawab Ibra. "Memang begitu. Di setiap generasi di keluargaku hanya akan terlahir s

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-25
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 66

    Aya mendengus pelan mendengar hinaan tersebut. "Tenang saja, Tu-an. Aku mungkin tidak punya uang sebanyak dirimu, tapi aku tahu cara memanusiakan manusia," sindirnya sengaja.Ibra hanya membalas dengan tatapan tajam sebelum mereka bertiga diarahkan oleh pelayan menuju ruang VIP yang telah dip

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-24
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 69

    Ibra masih terdiam. Ia menerima cacian ibunya tanpa membela diri. Untuk pertama kalinya, ego sang Presdir yang arogan itu terusik oleh kenyataan pahit yang ia paparkan sendiri."Aku tidak tahu dia hamil, Mah," gumam Ibra pelan."Itu bukan alasan!" potong Dewi. "Seorang pria sejati akan memastikan w

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-24
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status