Obsesi Gila Suamiku

Obsesi Gila Suamiku

last updateLast Updated : 2026-07-16
By:  Elsa MahesaUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
1 rating. 1 review
9Chapters
17views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

"Rating televisimu terus turun. Sudahlah, tutup saja." Demi menyelamatkan stasiun televisi warisan keluarganya, Ellena rela mempertaruhkan segalanya. Namun, di balik perhatian dan kasih sayang sang suami, tersembunyi rencana yang perlahan menghancurkan mimpinya.

View More

Chapter 1

Bab 1. Suami yang Selalu Ada

"Sayang, aku udah sering bilang sama kamu, lepasin aja NTV. Nggak usah takut, toh aku bakal jamin hidup kamu, kok."

Suara Mahesa memang tidak meninggi, tetapi setiap untai kalimatnya terdengar sangat tegas, seolah-olah tidak memberikan celah sedikit pun bagi istrinya untuk membantah.

"Aku tidak bisa, Mas," sahut Ellena sembari menggelengkan kepala pelan. "Perusahaan itu milik keluargaku. Aku adalah satu-satunya penerus yang mereka punya saat ini."

"Iya, aku paham. Tapi coba lihat keadaanmu sekarang." Tangannya terangkat, menunjuk ke arah tubuh Ellena yang masih tampak lemas. "Kamu jadi sering sakit-sakitan, bahkan sampai keluar masuk rumah sakit begini. Bagaimana aku tidak khawatir?"

Ellena hanya bisa menundukkan kepala. Bibirnya tergigit pelan. Ada begitu banyak bantahan yang ingin ia ucapkan, tetapi tubuhnya yang masih lemah membuatnya tak sanggup mengeluarkan sepatah kata pun.

Untuk sesaat, pandangannya jatuh pada selang infus yang menempel di lengannya. Pemandangan itu saja sudah cukup menjadi jawaban atas semua kekhawatiran Mahesa.

Melihat istrinya hanya terdiam dengan raut sedih, Mahesa langsung melunakkan sikapnya. Ia merengkuh tubuh Ellena ke dalam pelukannya, lalu mengusap punggung wanita itu dengan gerakan lembut. "Sudah, tidak apa-apa, Sayang. Maafkan aku... aku bicaranya terlalu keras sama kamu."

Ellena membalas dekapan itu dengan sangat erat. Bagi Ellena, Mahesa adalah satu-satunya tempat ia bisa bersandar dengan aman. Di hadapan rekan kerja dan keluarganya, Ellena selalu dituntut untuk terlihat tegar dan mandiri. Hanya di depan suaminya inilah ia berani menumpahkan segala rasa lelah dan kerapuhan yang selama ini ia sembunyikan rapat-rapat.

Beberapa saat kemudian, Mahesa perlahan merenggangkan pelukan mereka. "Aku berangkat ke kantor dulu, ya? Kamu benar-benar tidak apa-apa aku tinggal sendirian di rumah sakit?" tanya Mahesa dengan nada suara yang terdengar berat.

"Tidak apa-apa, Mas. Di sini kan banyak dokter dan perawat yang berjaga. Kalau terjadi apa-apa, nanti aku pasti langsung mengabari kamu," tutur Ellena menenangkan.

Mahesa mengangguk pelan. "Baiklah. Aku pergi dulu, ya."

Sebelum berbalik langkah, ia mengecup lembut kening Ellena, lalu jemarinya bergerak mengusap puncak rambut istrinya dengan penuh kasih sayang. "Dah, Sayang."

Mahesa melambaikan tangan sekilas sebelum akhirnya melangkah keluar dari ruang rawat VIP tersebut. Sosok tegapnya perlahan menjauh hingga benar-benar menghilang di balik pintu yang tertutup rapat. Setelah kepergian suaminya, Ellena kembali menyandarkan punggungnya ke ranjang. Tatapannya mendadak kosong, seakan seluruh kekuatan yang ia paksakan muncul tadi ikut menguap pergi bersama langkah kaki Mahesa.

Sekitar tiga puluh menit berselang, Mahesa akhirnya tiba di area kantornya. Sebuah gedung pencakar langit yang megah berdiri kokoh menyambut kedatangan pria itu. Mobil mewah yang ditumpanginya berhenti tepat di depan lobi utama gedung.

Mahesa turun dari kendaraan dengan langkah kaki yang begitu mantap. Setelan jas hitam yang dikenakannya tampak melekat rapi, membungkus proporsi tubuh tegapnya dengan sempurna. Begitu ia melangkah memasuki area dalam gedung, aura dingin dan berwibawa seorang pemimpin langsung terpancar kuat, membuat para karyawan yang kebetulan berpapasan spontan menundukkan kepala demi memberikan salam hormat.

Telepon berdering tanpa henti dari berbagai meja. Beberapa staf tampak setengah berlari membawa tumpukan kertas rundown. Di sudut lain, para editor bergerak cepat di depan monitor, berkejaran dengan ketukan keyboard yang saling bersahutan. Dari ruang audio, terdengar suara kru yang sedang melakukan sound check.

"Segmen tiga pindah ke menit dua belas! Geser bumper-nya sekarang!" teriak seorang produser dari ujung ruangan.

Mahesa menyusuri lorong panjang yang dipenuhi papan jadwal produksi dan monitor yang menampilkan tayangan live. Kru dengan headset sibuk memberi instruksi, sementara tim kreatif berkumpul di depan papan tulis, berdebat seru soal storyboard baru.

Menjelang sore, Mahesa berdiri di dalam control room. Di depannya, deretan layar besar menampilkan grafik performa acara secara real-time, lengkap dengan pergerakan angka penonton yang terus naik-turun.

Matanya tertuju pada satu garis grafik yang perlahan-lahan merangkak naik, melewati angka kompetitor.

Mahesa menaikkan sebelah alisnya, senyum puas tipis muncul di sudut bibirnya. "Bagus. Pertahankan posisinya, apa pun programnya, jaga ritme. Kita harus tetap stabil."

Suaranya terdengar tenang, namun ambisi besar di dalamnya tidak bisa disembunyikan. Para staf mengangguk cepat, langsung kembali fokus ke layar komputer masing-masing.

Langkah Mahesa baru saja mencapai pintu keluar ketika seorang pria berjas menghampirinya.

"Pak Mahesa."

Mahesa menghentikan langkahnya, lalu menoleh tenang ke arah pria yang baru saja memanggilnya.

Dia adalah Dito, Direktur Akuisisi dan Investasi di MH Group.

"Soal Bu Ellena," ucap Dito dengan suara rendah. "Apa penekanannya kita teruskan? Sejauh ini semuanya berjalan sesuai rencana. Tinggal selangkah lagi NTV jatuh ke tangan Anda."

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

reviews

Ernhy Er II
Ernhy Er II
keren,keren ,keren
2026-07-16 10:08:55
1
0
9 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status