LOGIN" Terima kasih atas kerjasama nya pak arif. nanti asisten saya akan kirim kontrak kerja nya." ucap sang rekan kerja
" sama sama pak reyhan. selanjutnya bisa kontak asisten saya ini untuk membicarakan masalah kontrak nya." ucap arif sambil melirik ke arah sang istri " ida tersenyum sambil mengangguk " " setelah berjabat tangan, arif dan ida pun mas" sementara itu di dapur para wanita sedang sibuk menyiapkan masakan." " mbo tun sibuk membuat risol untuk isian soto mie" " ida sibuk mengiris iris kol dan seledri." " bu sofi sibuk mengecek rebusan daging untuk kuah soto " " mbo tun, ini mie kuning nya di cuci aja kan? ga perlu di rebus?" tanya ida " iya neng, cuci pake air panas setelah itu air dingin" jelas mbo tun " ini udah selesai semua? kurang apa mbo tun?" tanya ida " iris bawang merah neng, buat bikin bawang goreng" uvap mbo tun " enak banget mbo
" ini kita balik ke kantor apa ke rumah?" tanya deril sambil menjalankan mobil nya " ke rumah aja der, udah sore juga" perintah pak dirga " siap om" " loe nginep aja sih ngapain harus balik ke apart?" tawar arif " tar ga ada yang beresin apart rif!" " halah biasa juga nyuruh orang rapiin tuh apart. apa jangan jangan ada sugar baby!" tudah arif " enak aja loe ya. gue ga mau ganggu aja. loe sekeluarga kan punya privasi" elak deril " bullshit... kayak sama siapa aja lo! loe bukan anak kecil yang harus selalu di temanin!" sentak arif
" hai bro, ini notaris yang di tunjuk untuk bantu kita." ucap deril sesaat setelah masuk ke ruangan arif " selamat siang pak arif, saya rahman ppat yang di tunjuk pak daniel untuk mengurus pembelian properti bapak" rahman memperkenalkan diri " arif mengganguk dan mempersilakan mereka duduk." " bapak mau minum apa?" tawar Danu " apa aja nu, kopi juga boleh." jawab Deril " Der, loe mau ketemuan dimana sama owner nya?" tanya Arif " kita mau ketemuan di lokasi, sekalian dia kasih kunci dan jelasin kondisi properti nya." " gue perlu ikut? atau ida? tapi ida lagi sama bokap dia ga bisa di ganggu" jelas arif " kalau bisa sih yang nanti akan m
"pagi semua...." sapa ida "pagi sayang" jawab bu sofi " gimana udah siapkan tenaga buat belajar hari ini?" lanjut bu sofi " udah aku siapkan mental mah.. apa pun yang terjadi aku harus bisa! " jawab sisil dengan semangat " nah gitu, kita walaupun perempuan harus bisa mandiri.kita pasti bisa asal mau serius belajar." bu sofie memberikan semangat kepada mantu nya " siap mah" jawab ida sambil.menyiapkan minum " kamu ga boleh stress ya..ga usah dengerin orang. soal anak itu kententuan yang Di Atas. mama sama papa kalau bilang itu cuma becanda aja. nanti kalian mau ada anak atau tidak is no problem for us " jelas bu sofi " makasih ya mah, udah pengertian sama aku" ida memeluk sang mertua
" mereka melanjutkan obrolan dengan duduk santai lesehan." " kita hidup di lingkaran yang itu itu aja. selama ini, tahu nya sisil cuma karyawan kantor kita eh dia ponakan teman lama arif." " sil, loe punya nomer vano?" tanya Deril " ada om" " loe VC dia sil.." lanjut Deril " sisil pun mengambil HP nya dan mencoba menghubungi om nya." " iya sil, ada apa? emang kamu lagi di rumah tumben pake VC segaka!" Vano memberondong sisil dengan banyak pertanyaan " ada yang mau ngomong sama om... lihat baik baik ya.." sisil mengarahkan kamera HP nya " bro, apa kabar? " Deril muncul di layar Hp " Deril? how are you ? " " vano, how are you? are you still remember me?" arif berkata di samping Deril " oh my good !!!! Arif? its real
" mah , kita semua mau golf.." pamit arif " iya. der, nanti kamu balik kesini lagi kan?" tanya bu sofi " ya tan.. kan cuma bawa mobil satu." " da, kita jalan sekarang aja dulu yu? tuh para lelaki udah pada pergi" ajak bu sofi " oke mah, aku beres beres dulu kalau gitu." jawab ida " ayo mah, lets go..." ajak ida " mama mau ajak mbok tun, kasian dia di rumah mulu." ucap bu sofi " yup.. kota ngerujak bareng bareng" ucap ida " mbok tun, lets go" ida menarik tangan mbok tun
" terima kasih pak arif, kami suka dengan konsep anda" ucap pak Lukman sambil.berjabat tangan " nanti asisten saya akan mengirimkan kontrak kerjasama nya" lanjut pak lukman
jam sudah menunjukan pukul 9pagi saat aku terbangun. " aw...." aku merasakan sakit di seluruh tubuh ku karena permainan panas semalam bahkan m*ki ku terasa kaku. " sayang sudah bangun? mas arif memberikan ku segelas air
" sayang... kok lama bet di kamar mandi nya?" teriak mas arif " iya sebentar mas, aku mules." alasan ku " apa emang mau di kamar mandi aja biar nanti sekalian mandi ?" teriak nya lagi
" akhir nya kami sampai juga di hotel" " kami pun check in terlebih dahulu untuk menyimpan koper dan setelah nya langsung kembali ke taxi yang tadi kami naikin dari airport untuk pergi ke collesium"







