LOGINElena, pembunuh bayaran terbaik dari Klan Bayangan, terpaksa menikahi Pangeran Arlon yang dikenal lemah demi sebuah misi rahasia. Rencananya sederhana, yaitu menyamar, selesaikan misi, lalu menghilang. Namun, semua berubah saat serangan terjadi di malam pertama mereka. Elena tertegun melihat sang Pangeran Tak Berguna justru menghabisi musuh dengan tangan kosong secepat kilat. Kini, keduanya terjebak dalam sandiwara besar. Di siang hari mereka adalah pasangan yang malang, namun di malam hari, mereka adalah duet maut paling mematikan.
View More"El, coba kamu lihat ini," panggil Arlon dengan suara setengah berbisik, memanggil Elena tanpa menoleh ke belakang.Elena membuka matanya perlahan, mengusap pelipisnya yang masih berdenyut, lalu berjalan mendekati Arlon dengan langkah yang agak limbung."Ada apa? Kamu menemukan jejak anak buah Arkan?" tanya Elena masih sedikit lemas."Bukan. Lihat ukiran kuno ini," jawab Arlon menunjuk ke arah permukaan batu yang sudah dia bersihkan.Di sana, terukir sebuah simbol kuno berbentuk bunga matahari besar yang mekar sempurna, dengan detail kelopak yang sangat rapi.Ukiran itu tampak sangat tua, namun polanya benar-benar persis dengan gambar bunga matahari yang selalu disukai Elena, bahkan mirip dengan simbol pada kotak misterius dari pria bertudung hitam itu.DegElena terpaku di tempatnya berdiri, matanya menatap lekat-lekat ke arah ukiran batu tersebut.Jantungnya berdegup dua kali lebih cepat, dan ada rasa hangat yang aneh kembali menjalar dari ujung jarinya hingga ke seluruh tubuh, perl
Sinar matahari pagi menerobos masuk melalui celah jendela kamar, tepat mengenai wajah Arlon. Pangeran itu mengerjap-erjap, lalu meregangkan otot lehernya yang terasa kaku karena semalaman tidur dengan posisi bersandar di tepi ranjang.Begitu matanya terbuka sempurna, hal pertama yang dia lihat adalah kasur jerami di sampingnya yang sudah kosong dan rapi."El?" panggil Arlon setengah berbisik, suaranya masih serak khas orang baru bangun tidur.Tidak ada jawaban, seketika Arlon langsung menegakkan tubuhnya dengan panik, mengira terjadi sesuatu pada istrinya. Namun, pintu kamar mendadak terbuka pelan dan sosok Elena masuk sambil membawa sebuah bungkusan kain kecil."Jangan teriak-teriak, ini masih terlalu pagi untuk ukuran pedagang bangkrut yang pemalas," ucap Elena ketus, sambil menutup pintu kembali dengan sikutnya."Astaga, kamu membuatku jantungan, aku kira kamu diculik oleh anak buah Arkan saat aku ketiduran," ucap Arlon mengembuskan napas lega, lalu kembali duduk lemas di lantai.
Mendengar frasa Klan Penyembuh Matahari, Elena mendadak merasa dadanya sangat sesak, kepalanya mendadak berdenyut menyengat, membuat gadis itu refleks memegangi pelipisnya dengan tangan yang sedikit gemetar."Elena? Kamu kenapa?" tanya Arlon panik, wajah jahilnya langsung hilang total berganti kekhawatiran, bahkan dia lupa dengan nama samaran mereka."Kepalaku... mendadak pusing sekali," bisik Elena jujur, suaranya agak melemah, sebuah pemandangan yang sangat langka bagi seorang pembunuh bayaran berdarah dingin."Ada rasa hangat yang aneh di dadaku, rasanya seperti tempat itu memanggilku..." ucap Elena lirih.Arlon meremas pelan jemari Elena, menyalurkan kehangatan tubuhnya untuk menenangkan istrinya."Tenang, El, atur napas mu perlahan, kita tidak bisa menarik perhatian mereka sekarang," ucap Arlon, khawatir.Elena memejamkan matanya selama beberapa detik, menghirup napas dalam-dalam lalu mengembuskan nya perlahan sampai denyut di kepalanya agak mereda.Begitu dia membuka mata, dia l
"Aktingku lumayan bagus kan tadi, Elna? Pria itu langsung percaya kalau aku ini pedagang miskin," tanya Arlon, melirik Elena.Elena mengikat tali kudanya dengan kencang, lalu menoleh ke arah Arlon dengan senyuman miring yang tipis."Lumayan untuk ukuran pangeran yang selama ingin tidak pernah tahu dunia luar, tapi jangan senang dulu, kamar di atas pasti sangat kotor, dan tugas kita yang sebenarnya adalah menguping pembicaraan orang-orang di dalam kedai nanti saat makan malam," ucap Elena, menatap Arlon.Arlon mengusap tengkuknya sambil menatap bangunan kedai kayu yang tampak reyot itu."Iya, aku tahu. Tapi jujur, Elna, bau kotoran kuda di samping sini benar-benar menguji penciumanku. Ayo cepat masuk sebelum aku pingsan duluan," ajak Arlon, sudah mulai rewel.Pangeran buangan yang belum terbiasa dengan dunia luar itu, terlihat kurang nyaman dengan keadaan di luar, yang ternyata lebih kotor dari pada Paviliun Bintang tempat dia tinggal selama ini."Manja sekali, pdahal tadi di hutan gay
"Alasan apa lagi?" tanya Elena curiga, dia menyipitkan matanya menatap Arlon yang kini duduk lebih dekat ke arahnya."Aku ingin melihat tempat tinggal masa kecilmu, dan Aku juga ingin tahu, ramuan apa yang sebenarnya diberikan oleh Ayah Raven-mu sampai darahmu bisa se-ajaib ini." jawab Arlon pelan,
Hari Festival Musim Semi akhirnya tiba. Lapangan besar istana Belmont penuh sesak dengan rakyat yang ingin melihat persembahan api suci.Raja Alaric duduk di tahta emasnya dengan wajah dingin, sementara di sampingnya, Ratu Selena dan Arkan tampak sangat tenang, terlalu tenang bagi Elena.Elena berd
Elena terdiam cukup lama, lalu dia menarik tangannya pelan dari genggaman Arlon."Aku ini pembunuh bayaran Arlon, tempatku di bayangan, bukan di bawah lampu aula pesta yang terang benderang. Aku tidak cocok pakai gaun mewah dan senyum palsu di depan para bangsawan munafik itu," jawab Elena, mengali
"Kamu tahu tidak? Tadi itu pemandangan paling aneh yang pernah kulihat, penjaga hutan itu, dia seperti melihat dewa, bukan melihat pangeran yang sekarat," ucap Arlon tertawa kecil, suara seraknya terdengar sangat dekat di telinga Elena."Darah naga itu langka, Arlon, wajar kalau pria seperti dia me






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews