LOGINRatu Li Jing hidup kembali berkat keajaiban gelang Giok Bulan milik ibunya. Di kehidupan sebelumnya, dia disiksa, difitnah dan dijebak hingga mengidap penyakit kelamin oleh selir utama dan suaminya sendiriーWang Ming. Setelah Ratu Li Jing meninggal, Wang Ming diracuni oleh selir utama yang bersekongkol dengan kakak sulungnya. Ketika sedang sekarat, Wang Ming menemukan kebenaran yang tidak diduga sebelumnya. Dia akhirnya mati dengan membawa penyesalan hebat, telah mengabaikan Li Jing. Dia berdoa, supaya diberikan kesempatan kedua, agar bisa menebus kesalahannya di kehidupan berikutnya.
View MoreKeramaian di tengah pesta ulang tahun Raja Wang Ming di Kerajaan Langit begitu menyita perhatian banyak tamu undangan. Namun kegaduhan terjadi saat itu.
"Lapor, Baginda Raja!" seru seorang pelayan yang lari tergopoh-gopoh dan langsung tersungkur di depan tahta Raja. "Ada apa?" tanya Ibu Suri Rong Yue. "Katakan!" tegas Wang Ming yang sudah pasang wajah serius. "Ampun, Yang Mulia Baginda Raja, Yang Mulia Ibu Suri. Saya tadi melihat di halaman belakang Permaisuri Li Jing bersama banyak laki-laki penghibur di Rumah Hiburan Nirwana sedang ada di ruang ganti." "Apa! kau tahu memfitnah permaisuri hukuman mati sembilan keturunan!" bentak Wang Ming. "Benar, Yang Mulia, Hamba tidak bohong. Hamba melihat jelas Permaisuri sedang melakukan... melakukan... ampun Yang Mulia." "Raja, mari kita ikuti pelayan ini dan kita lihat apa yang sebenarnya terjadi disana!" ajak Ibu Suri Rong Yue yang langsung mengajak Wang Ming mengikuti langkahnya yang tergesa menuju tempat yang ditunjukkan oleh pelayan tadi. Semua orang akhirnya berdiri dan mengikuti arah mana si pelayan tadi bergegas menunjukkan bahwa Sang Ratu sedang selingkuh di acara ulang tahun Raja Wang Ming. Di sebuah tempat mirip dengan paviliun yang tidak dipakai, "Agh! siapa kalian! Mengapa kalian ada disini?" teriak Li Jing di dalam ruangan yang tadi dia gunakan untuk ganti pakaian. "Kau sudah melakukan kenikmatan bersama kami. Ternyata begini rasanya meniduri Ratu Kerajaan Langit yang disayangi rakyatnya." "Biadab kalian tiduri aku! Kalian akan mati!" "Bukankah Yang Mulia tadi yang begitu agresif pada kami? Bukankah Yang Mulia tadi yang menggoda kami dengan tubuh polos Yang Mulia?" ejek salah satu laki-laki penghibur yang tidak tahu dari mana datangnya. Li Jing begitu terpukul saat dia sadar sepenuhnya dia telah dinodai lima laki-laki asing yang tiba-tiba ada di ruang ganti tersebut. Saat Li Jing akan keluar, rombongan Ibu Suri datang. "Permaisuri!" seru Ibu Suri Rong Yue dengan terkejut. Ternyata berita itu benar adanya. Saat Wang Ming dan Ibu Suri melihat Li Jing keluar dari ruangan yang berisi lima laki-laki asing tapi mengenakan seragam khas dari Rumah Hiburan Nirwana. "Ratu! Apa yang telah Ratu lakukan dengan mereka!" bentak Wang Ming yang wajahnya sudah merah padam. Li Jing dan kelima laki-laki asing itu langsung tersungkur di kaki Wang Ming. "Ampun Yang Mulia, ampun, Hamba tidak tahu tadi saat Hamba merasa pusing dan diantar oleh pelayan Hamba, Hamba tidak sadar diri dan saat sadar... saat sadar... hamba sudah... dinodai lima laki-laki ini!" jelas Li Jing dengan tangisan yang memilukan. "Apa?Jadi Kakak sudah dinodai lima orang ini? Kakak tidak sadar?" sindir Mei Ling Selir Utama Kesayangan Raja Wang Ming, yang masih sepupu Li Jing. Putri dari paman Luo, kerabat Jendral Lie Hyung, Papa Li Jing. "Heh, kok bisa ya, Ratu yang katanya dikasihi rakyatnya malah berbuat mesum siang hari sama lima orang sekaligus?" bisik -bisik para wanita bangsawan yang diundang. "Ampun Yang Mulia, Hamba pasti dijebak. Anggur yang hamba minum tadi pasti tidak beres Yang Mulia." mohon Li Jing sekali lagi. "Iya, Yang Mulia Raja. Pasti Permaisuri dijebak.Tadi saat hamba mengambil baju ganti, hamba melihat mereka tiba-tiba masuk." jelas Xiao Xing pelayan pribadi Li Jing yang juga sudah tersungkur di kaki Raja Wang Ming. "Ampun, Yang Mulia, Hamba mohon berikan keadilan bagi Hamba," mohon Li Jing dengan sungguh-sungguh. "Bukti sudah di depan mata. Apalagi yang akan aku tegakkan!" bentak Wang Ming dengan sorot mata yang sangat tajam dan kejam pada Li Jing. Di sisi Raja Wnag Ming terlihat Selir Mei Ling sedang memeluk lengan Wang Ming sambil melihat ke arah Li Jing sinis. "Pelayan! Tulis titah ku." perintah Wang Ming pada sekretaris istana. "Ratu Li Jing telah melakukan perbuatan yang memalukan, membuat para menteri dan para tamu undangan terganggu, maka dengan ini jabatannya dilepas menjadi pelayan dan dihukum kurungan di Paviliun terbengkalai. Tidak boleh keluar dari sana tanpa titah dariku selamanya. Untuk para laki-laki ini hukum mati di tempat!" Wang Ming segera membalikkan badan dengan malu dan gusar, diikuti oleh Ibu Suri dan Mei Ling serta tanu undangan lainnya yang melihat kejadian itu. "Yang Mulia, Yang Mulia... mamagkan hamba terlambat menolong yang Mulia Ratu. Hingga akhirnya seperti ini." "Bukan, ini bukan salahmu. Siapa yang begitu jahat menjebak aku seperti ini?" air mata Li Jing tidak berhenti mengalir, hatinya hancur bagaikan debu, menerima kenyataan pahit yang tidak pernah dia bayangkan. "Kau, bangun! Segera ke paviliun terbengkalai! jangan coba-coba membantah!" bentak pengawal yang menyeret Li Jing ke paviliun terbengkalai. Tiga bulan kemudian. "Uhuk! Uhuk!" "Yang Mulia, Anda tidak apa-apa?" "Xiao Xing, kau lupa? aku sekarang hanya orang biasa. Aku bukan permaisuri lagi." lirih Li Jing dengan kondisi tubuh yang semakin melemah. "Nyonya, hamba akan panggilkan tabib istana. Nyonya harus berobat," ujar Xiao Ling tulus. "Jangan, itu menyalahi aturan." "Tidak, hamba akan tetap mencari obat untuk Yang Mulia." "Jangan!" Brakkk!! Pintu terbanting keras. Tampak Mei Ling dan pelayannya datang. "Heh! Mau kemana kau budak kecil!" bentak Mei Ling. "Yang Mulia, Permaisuri!" Xiao Xing langsung tersungkur di depan kaki Mei Ling yang kini menjadi Permaisuri menggantikan Li Jing. "Kakak, kau sekarang bau sekali! Apakah penyakit kotor mu itu sudah parah? Hahaha!" "Ada apa kau kemari!" "Lancang!" Plak! "Di hadapan Permaisuri kau tidak memberi hormat, bahkan langsung bertanya!" "Ada apa,katakan saja. Bukankah kau bahagia sekarang bisa mentertawakan aku?" "Aku kemari hanya cek kondisi mu saja. Yang Mulia Baginda Raja harus tahu kondisimu." "Kau sekarang sudah bau, kotor dan menjijikkan. Akhirnya aku bisa menggantikan posisimu sebagai Ratu di negeri ini, hahaha!" "Baiklah! kunjungan ini menyenangkan sekali melihat kau sudah lemah tak berdaya dan sudah terkena penyakit kotor yang bau ini!" Mei Ling meninggalkan Ling Jing dan Xiao Xing yang masih syok melihat kunjungan Mei Ling yang tiba-tiba. "Xiao Xing, maafkan aku. Gara-gara aku kau ikut terseret dalam masalah ini." "Tidak Nyonya, jangan katakan itu. Xiao Xing ikhlas ikut Nyonya kemanapun Nyonya dan bagaimana pun keadaan Nyonya. Hamba sudah diselamatkan Nyonya dari rumah bordil itu dulu. Sejak itu Hamba berjanji setia pada Nyonya seumur hidup," isak Xiao Xing yang begitu paham dan mengerti Li Jing. "Xiao Xing menjauhlah dariku, kau bisa tertular penyakit kotor ini," "Apakah sudah waktunya aku kembali ke Nirwana? Aku, tidak kuat lagi," gumam Li Jing lirih."Turunlah! Atau kau ingin melihat apa yang akan terjadi pada orang-orang yang kau tinggalkan di istana?"Raja Wang Ming melangkah keluar dari balik batu besar tanpa ragu sedikit pun. Pedang terhunus di tangan, matanya menatap tajam lurus ke arah pria bertopeng itu. Li Jing berusaha menahannya namun ia menggeleng pelan."Dia menantangku. Aku tak boleh bersembunyi."Ia turun perlahan menuju lembah. A Chen dan A Xiong hendak mengikuti namun ia mengangkat tangan menahan mereka."Tetap di sini. Lindungi Ratu Li Jing. Turun hanya jika aku memberi isyarat."Langkahnya berat dan mantap. Napasnya teratur meski jantungnya berpacu cepat. Ia berhenti sepuluh langkah di hadapan pria itu."Siapa kau?" tanyanya tegas. "Tunjukkan wajahmu."Pria itu tertawa pelan lalu tangannya terangkat perlahan melepas kain penutup wajahnya. Raja Wang Ming membelalakkan mata seketika, tubuhnya menegak kaku tak percaya pada apa yang dilihatnya."Kau... tidak mungkin."Wajah itu wajah yang sudah dikubur. Wajah yang ia
"Siapa yang ditinggalkan menjaga istana saat ini?"Tuan Chen Qi menunduk hormat, senyum licik tak lepas dari bibirnya. "Kasim Liang, Yang Mulia. Pengawal Wu Chen juga. Tak ada pejabat tinggi yang tersisa. Mereka semua ikut pergi mengejar kita."Pria yang wajahnya tertutup bayangan itu tertawa pelan. Suaranya berat dan dingin, menembus kegelapan di dalam kereta."Sempurna. Tak ada yang lebih bodoh daripada membiarkan benteng terkuat kosong begitu saja. Kirim pesan sekarang juga. Katakan pintu sudah terbuka. Waktunya menyerang.""Baik Yang Mulia." Tuan Chen Qi mengeluarkan burung merpati dari sangkar kecil, mengikat pesan di kakinya, lalu melepaskannya ke angin malam. Burung itu melesat cepat menghilang di antara dedaunan gelap.Di kejauhan, Raja Wang Ming menahan laju kudanya seketika. Ia menatap ke arah bayangan burung yang melintas tinggi di langit."Li Jing. Apakah kau melihatnya?"Li Jing mengeratkan pegangan pada tali kekang. Matanya mengikuti arah burung itu."Mereka mengirim pe
Ratu Li Jing berdiri di samping jendela, menatap cahaya keemasan yang membelah langit. Angin sore menyisir rambutnya pelan. Raja Wang Ming melangkah mendekat, meletakkan tangan di bahu istrinya."Kau lelah.""Sedikit saja. Bukan karena pertempuran. Melainkan karena menyadari betapa banyak orang yang bisa kita percaya ternyata memegang belati di balik punggung."Raja Wang Ming menghela napas. Ia menatap ke arah halaman istana yang kini dijaga ketat."Aku sudah memerintahkan pemeriksaan ulang seluruh catatan istana. Setiap nama yang masuk dan keluar dalam setahun terakhir diperiksa satu per satu. Tak ada yang terlewat.""Lalu hasilnya?""Sebagian besar sudah jelas. Tapi ada satu nama yang muncul berulang kali di catatan pengiriman barang dari Kerajaan Angin. Nama itu hilang tepat saat Tuan Kang ditangkap."Li Jing berbalik seketika. Matanya menatap tajam."Nama siapa itu?""Tuan Chen Qi. Bukan A Chen yang kita kenal. Pria yang mengurus persediaan kayu dan batu untuk perbaikan tembok ist
Ketika pintu tertutup kembali, hanya tinggal mereka berdua di ruangan itu. Wang Ming menarik Li Jing mendekat, memeluk pinggangnya dengan lembut namun kokoh, mendekatkan tubuh mereka hingga tak ada celah sedikit pun. "Jangan memikul semuanya sendirian, sayang," bisiknya di telinga istrinya, napas hangatnya menyentuh kulit leher Li Jing yang membuatnya merinding halus. "Aku tahu kau kuat. Aku tahu kau sudah melewati banyak hal bahkan kematian, untuk sampai ke sini. Tapi di sini, di sisiku, kau boleh berbagi beban itu." Li Jing menyandarkan kepalanya di dada suaminya, mendengarkan detak jantungnya yang tenang dan mantap. Ia meremas ujung jubahnya pelan. "Aku takut kehilangan orang-orang yang kucintai lagi... terutama Xiao Xing. Dia rela mati untukku di kehidupan yang lalu. Sekarang dia ada di sini, setia, bahkan tanpa tahu apa yang pernah terjadi. Aku berjanji pada diriku sendiri, kali ini aku akan melindunginya." Raja Wang Ming mengecup puncak kepalanya dengan lembut. "Kau tidak sen
“Pelayan, ada apa di luar ribut sekali?” Terdengar suara Li Jing dari dalam ruangan kamarnya. “Yang Mulia…” Xiao Xing langsung membuka pintu kamar Li Jing diikuti oleh Raja Wang Ming. “Yang Mulia, Baginda Raja mencari Yang Mulia,” jawab Xiao Xing pada Li Jing dengan tatapan yang sangat lega. “
“Pelayan! Tuliskan titahku!”“Selir Utama Mei Ling tidak tahu sopan santun, mempermalukan Kerajaan Langit, dan telah melakukan perbuatan terhina, dicabut gelarnya menjadi Pelayan Kamar dan dikurung di Paviliun terbengkalai. Selama tidak ada titah dariku, tidak ada yang boleh berkunjung atau pun
“Aaarrggghhh! Mei Ling, aku ini Permaisuri Kerajaan Langit. Berani-beraninya kau mencambukku seperti ini. Apa kau tidak takut langit menghukummu?” Ctaaarrr! Ctaaarrr! Suara tongkat cambuk besar memekakkan gendang telinga semua orang di halaman depan Paviliun Terbengkalai. Mei Ling mengejek Li Ji
Keramaian di tengah pesta ulang tahun Raja Wang Ming di Kerajaan Langit begitu menyita perhatian banyak tamu undangan. Namun kegaduhan terjadi saat itu. "Lapor, Baginda Raja!" seru seorang pelayan yang lari tergopoh-gopoh dan langsung tersungkur di depan tahta Raja. "Ada apa?" tanya Ibu Suri Ron












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore