Se connecter" tanpa waktu yang panjang mereka berdua kembali sudah bergulat."
" arif terus memainkan lidah nya di lubang sang istri dan membuat ida menggelinjang nikmat." " uh... uh....." ida kembali bergumam merasakan sensani kenikmatan di lubang nya " ida semakin kuat meremas kepala sang suami." " ida mengubah posisi pinggul nya dan menekuk kedua kaki nya sehin" tanpa waktu yang panjang mereka berdua kembali sudah bergulat." " arif terus memainkan lidah nya di lubang sang istri dan membuat ida menggelinjang nikmat." " uh... uh....." ida kembali bergumam merasakan sensani kenikmatan di lubang nya " ida semakin kuat meremas kepala sang suami." " ida mengubah posisi pinggul nya dan menekuk kedua kaki nya sehingga arif bisa melihat jelas lubang kemerahan sang menggemaskan dengan kl**o*lis berwarna merah muda." " arif tidak bisa menahan gejolak nya, dia memainkan jemari nya di pinggir va**na dengan lidah yang terus mengusap kli***is." " ida semakin erat meremas kepala sang suami di iringi desahan tanpa henti yang keluar dari mulut nya." "arrrrgghhh........" desahan panjang keluar dari mulut ida di iringi l
" mas , hari sabtu kita lihat ruko nya jam berapa?" tanya ida " jam 7 pagi yang, sekalian kita jalan pagi." jelas arif " mudah mudahan kamu cocok." lanjut arif " tapi nanti aku yang bayar yakk, nyicil" cicit ida " siap bu bos..." arif mengelus rambut sang istri " mas,kalau aku kuliah lagi boleh ga?" ida bertanya hati hati pada sang suami " kamu mau kuliah apa yang?" " lanjut S2 gitu mas... biar tambah pengalaman sama ilmu juga " aku sih boleh aja tapi nanti kamu capek ga? kamu kan kerja terus nant
" Terima kasih atas kerjasama nya pak arif. nanti asisten saya akan kirim kontrak kerja nya." ucap sang rekan kerja " sama sama pak reyhan. selanjutnya bisa kontak asisten saya ini untuk membicarakan masalah kontrak nya." ucap arif sambil melirik ke arah sang istri " ida tersenyum sambil mengangguk " " setelah berjabat tangan, arif dan ida pun masuk ke dalam mobil." " pak toto langsung pulang aja." arif memberi instruksi " siap bos." " kamu lagi ngapain yang?" arif melirik sang istri " lagi wa sisil.... aku kan bawain tas itu tapi malah ketinggal di mobil.." sesal ida " emang tadi pagi ga kamu bawa turun?"
" bos, ada yang mau di bawain lagi atau titip beli.. biar sekalian nanti habis ini saya balik ke rumah." " tar di kabarin... pak toto habis drop.kita langsung balik ke rumah. soalnya nanti jam 3 saya ada meeting." jelas arif " siap bos." " aku ikut meeting ga mas? tanya ida " boleh, ikut aja yang sambil belajar." jawab arif " pagi pak, bu..." sapa reseptionis di lobi " arif dan ida mengangguk kan kepala. sambil berjalan menuju lift khusus." " sesampai di ruangan, mereka sibuk dengan pekerjaan masing masing " " aku mau
" aida terbangun karena suara alarm dari HP sang suami." " dia mematikan nya sambil melihat jam tertera di Hp." " OMG udah jam 5 pagi aja. karena hukuman itu gue jadi tidur pulas." batin ida " aku mandi aja dulu mumpung mas arif belum bangun, kalau dia keburu bangun pasti akan minta jatah pagi." ida beranjak dari tempat tidur pelan pelan hampir tidak menimbulkan suara " dia langsung menuju kamar mandi." " setelah selesai shalat subuh, dia membangunkan suami nya." " mas bangun udah jam setengah 6 loh... kamu belum shalat subuh keburu waktu nya habis." " arif menggeliat" " kamu kok ga bangunin aku? kok shalat duluan?" tanya arif " kamu pulas banget tidur nya. jadi aku bangun duluan aja.". id
" aduh mas, pelan pelan napa..." protes ida saat sang suami terus menarik nya " aku mau kasih hukuman sama kamu!" " hah hukuman apa?" " karena kamu ga bilang kasian sama aku. itu arti nya kamu menghina jomblo berkualitas ini" sentak arif " ya ampun kirain apa? gitu aja tantrum" jawab ida enteng " arif mengunci pintu sesampai nya di kamar." " nikmatilah hukuman kamu sayang....." bisik nya di telinga ida sambil merangkul pinggang sang istri " itu kan emang kenyataan nya honey, kalau ga nikah sama aku pasti masih jomblo sampe sekarang." jawab ida sambil mengecup bibir suami nya " nakal ya.... masih merasa menang ya...." arif menggelitik istri nya







