Kiss The Antagonist

Kiss The Antagonist

last updateLast Updated : 2026-03-15
By:  Black AuroraUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
7Chapters
16views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

“Dari semua pria… kenapa kamu menciumku?” --Xeyren. “Karena kurasa, dunia ini telah salah menentukan tokoh antagonisnya.” --Lovelle. *** Lovelle White tewas setelah bunuh diri karena terjun dari jembatan, saat tiga orang pria hendak memperkosanya. Namun alih-alih mati, Lovelle justru masuk ke dalam dunia novel yang belum selesai ia baca, dan terbangun di dalam tubuh salah satu tokoh bernama Daniela. Daniela adalah pelayan sekaligus mata-mata yang bertugas mengawasi Xeyren Crow, sang tokoh antagonis sekaligus pria paling berbahaya dalam cerita. Namun masalahnya, Daniela pun mati di halaman ke-lima, dan di tangan Xeyren. Maka untuk mengubah takdir tragis itu, Lovelle pun melakukan sesuatu... Yaitu mencium Xeyren. Dan malam itu, Lovelle selamat dari kematian. Namun alur cerita yang semakin melenceng jauh membuat Lovelle terjebak bersama Xeyren dan dunianya yang gelap. Lalu apa yang terjadi saat Luca Montclair, sang tokoh protagonis sekaligus karakter utama dalam buku, juga menginginkan Lovelle? Terjebak dalam dunia novel, di antara penjahat dan pahlawan, Lovelle pun semakin yakin bahwa cerita ini memang sudah salah... Sejak awal mulanya. ***

View More

Chapter 1

1. Lompat Ke Dunia Yang Baru

Udara malam yang dingin di kota kecil itu terasa menggigit.

Setelah tengah malam, hampir tidak ada kehidupan yang tersisa di jalanan.

Namun saat itu, suara langkah kaki yang berlari cepat memecah kesunyian.

Lovelle White berlari sekuat tenaga.

Sepatu kerjanya menghantam aspal dengan ritme yang cepat.

Napasnya tersengal-sengal dan paru-parunya terasa seperti terbakar, setelah berlari tanpa henti sejak turun dari bus terakhir di halte yang berjarak beberapa blok dari apartemennya.

Ia seharusnya sudah berada di rumah sekarang.

Namun sejak turun dari bus, tiga pria mabuk mulai mengikutinya.

Awalnya mereka hanya bersiul menggoda dan tertawa keras, tapi langkah mereka semakin cepat ketika melihat Lovelle berjalan sendirian di trotoar yang sepi.

“Hey, tunggu sebentar, Cantik!” salah satu dari mereka berteriak dengan suara berat yang dipenuhi tawa menjijikkan.

Lovelle tidak menoleh. Ia mempercepat langkahnya, berharap mereka hanya iseng dan akan menyerah setelah beberapa meter.

Namun harapan itu pun segera hancur.

“Hei, jangan lari!” pria lain berteriak. “Kami cuma mau bersenang-senang sedikit!”

Tawa mereka kembali pecah, kasar dan kotor.

“Tenang saja, kami juga akan membuatmu menikmatinya!”

Kata-kata itu membuat darah Lovelle terasa membeku.

Sepanjang jalan yang sepi itu tidak ada satu pun mobil yang lewat.

Jendela-jendela rumah di kiri kanan jalan tertutup rapat, sebagian lampunya bahkan sudah padam.

Kota kecil ini selalu redup lebih cepat dari kota besar. Tidak ada orang yang berjalan di trotoar, tidak ada toko yang masih buka.

Hanya Lovelle dan tiga pria yang kini mengejarnya dengan langkah goyah namun cepat.

“Dia melarikan diri!” salah satu dari mereka berseru dengan nada gembira yang membuat perut Lovelle mual.

“Aku suka yang seperti ini. Lebih seru!”

Langkah kaki mereka semakin dekat.

Tanpa berpikir panjang, Lovelle berbelok ke arah jembatan tua yang melintasi sungai di pinggir kota.

Angin malam terasa semakin dingin di sana, menerpa wajahnya hingga membuat matanya berair.

Ia tahu tempat ini.

Jembatan itu jarang dilalui orang pada malam hari.

Namun Lovelle tidak punya pilihan lain.

Ketika ia sampai di tengah jembatan, napasnya sudah hampir habis. Kakinya gemetar, paru-parunya terasa seperti akan meledak.

Lalu suara langkah kaki di belakangnya berhenti.

Lovelle berbalik, dan menatap nanar pada tiga pria yang berdiri beberapa meter darinya dengan posisi menyebar perlahan seperti pemburu yang mengepung mangsa.

Salah satu dari mereka menyeringai lebar.

“Kamu telah membuat kami berlari jauh sekali,” katanya sambil menyeka mulutnya dengan punggung tangan.

“Tapi tidak apa-apa. Malam ini masih panjang.”

Pria lain memandangi tubuh Lovelle dengan tatapan penuh nafsu.

“Tidak ada orang di sini,” ucapnya santai. “Tidak ada yang akan mendengar kalau pun kamu berteriak.”

"Pergi!" Lovelle mundur selangkah hingga punggungnya menyentuh pagar besi jembatan yang dingin.

Lalu ia menoleh ke belakang.

Di bawah sana, sungai yang gelap mengalir dingin, memantulkan cahaya lampu jalan seperti pecahan kaca.

“Jangan takut,” pria pertama berkata sambil melangkah maju. “Kami hanya ingin bersenang-senang sedikit.”

Tawa mereka kembali pecah, sementara Lovelle merasakan jantungnya berdegup begitu keras hingga terasa sakit.

Ia tahu apa yang mereka inginkan, dan ia pun tahu bahwa ia tidak akan mampu melawan tiga pria dewasa sendirian.

Tangannya menggenggam pagar besi di belakangnya.

Dalam satu detik yang panjang dan sunyi, Lovelle pun telah membuat keputusan.

Ia lebih memilih mati, daripada disentuh oleh tangan menjijikkan mereka.

Tanpa berkata apa pun, Lovelle memanjat pagar jembatan itu.

“Hey!” salah satu pria berseru kaget, namun sudah terlambat.

Tubuh Lovelle telah terjun ke dalam kegelapan.

Air sungai menyambutnya dengan benturan keras yang langsung merenggut napasnya.

Dingin.

Sangat dingin.

Air itu terasa seperti ribuan jarum yang menghujam kulitnya sekaligus.

Tubuh Lovelle langsung kehilangan kendali ketika arus sungai menyeretnya.

Otot-ototnya kaku, paru-parunya yang terasa kejang mencoba menarik napas yang sia-sia.

Ia mencoba bergerak, namun tubuhnya seolah menolak.

Air yang membeku terasa menusuk ke dalam tulangnya, seketika membuatnya mati rasa.

Pandangan Lovelle mulai menggelap.

Namun di tengah kegelapan itu, ia melihat sesuatu.

Sebuah cahaya.

Cahaya putih yang menyilaukan, muncul entah dari mana di dalam air yang gelap.

Dan cahaya itu pun terlihat semakin terang, semakin dekat.

Detik berikutnya saat Lovelle membuka mata, tiba-tiba saja... ia sudah tidak lagi berada di dalam sungai.

***

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
7 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status