Raja Iblis Itu Terobsesi Padaku

Raja Iblis Itu Terobsesi Padaku

last updateLast Updated : 2026-06-11
By:  syffftrlyUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
Not enough ratings
6Chapters
8views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Serena Ashworth, putri bangsawan yang tidak bisa menggunakan sihir, selalu dianggap aib keluarga kerajaan. Hubungannya dengan sang ayah dingin sejak kematian ibunya, sementara kehidupan akademinya berubah kacau setelah seorang pria misterius bernama Lucifer mengetahui rahasia terbesar Serena, bahwa ia bukan berasal dari dunia ini.

View More

Chapter 1

CHAPTER 1

“Serena Ashworth.”

Itulah nama yang dipanggil di dalam kelas Akademi Arvendale. Suara guru terdengar datar, tanpa semangat. Beberapa siswa tidak menoleh, sibuk membuka buku atau berbicara pelan dengan teman di sebelah mereka.

Serena mengangkat tangannya pelan. “Hadir,” katanya singkat. Lalu tangannya kembali turun tanpa drama apa pun. 

Ia menghela napas panjang pelan, rupanya ia masih teringat ucapan ayah. 

“Jangan mempermalukanku,” kata ayahnya sebelum ia dikirim ke akademi ini.

Serena menatap papan tulis di depan kelas, tapi tidak benar-benar fokus mendengarkan penjelasan guru. Tangannya mengetuk meja pelan, masih ingat tatapan dingin ayahnya. Tidak ada pelukan, tidak ada ucapan hati-hati, hanya satu kalimat itu. 

“Jangan mempermalukanku.” Seolah keberadaannya memang hanya sebatas ancaman bagi nama keluarga mereka.

Pelajaran berjalan lambat. Guru menjelaskan teori sihir dasar, sementara beberapa siswa mulai menunjukkan kemampuan mereka satu per satu. Api kecil muncul di ujung jari, angin tipis berputar di atas meja, ada juga yang berhasil membuat cahaya kecil melayang di udara. 

Serena hanya diam di tempat duduknya, sudah terbiasa menjadi satu-satunya orang yang tidak melakukan apa pun saat praktik sederhana seperti ini dimulai.

Beberapa siswa melirik ke arahnya, ada yang kasihan, ada yang mengejek, ada juga yang terang-terangan tersenyum sinis. “Kalau tidak bisa sihir, kenapa masuk akademi?” bisikan itu terdengar pelan dari belakang. Serena pura-pura tidak mendengar, terlalu lelah untuk marah.

Ketika bel akhir kelas berbunyi, suara kursi bergeser dan percakapan kecil langsung memenuhi ruangan. Serena tidak langsung keluar, menunggu sampai sebagian besar siswa pergi dulu, baru bangkit dari kursinya. 

Namun bahkan saat ia berjalan menuju pintu kelas, beberapa tatapan masih mengikuti dirinya. Tatapan penasaran, tatapan merendahkan. Serena sudah hafal semuanya.

Saat ia melangkah keluar dari kelas, udara koridor akademi terasa lebih dingin dari biasanya. Dan di sana, sudah ada seseorang yang menunggunya. 

“Serena,” suara itu ringan, santai. Seorang pemuda berdiri tidak jauh dari pintu kelas, bersandar di dinding seperti sudah biasa menunggu. Oliver, pangeran ketiga dari keluarga kerajaan.

Oliver melambaikan tangan kecil. “Ke kantin bareng?” Serena menatapnya sebentar, “Kau tidak ada kelas?” 

“Ada,” jawab Oliver santai, “tapi aku lebih suka makan daripada mendengarkan teori membosankan itu.” 

“Kau benar-benar tidak niat belajar,” kata Serena. “Aku tetap lulus,” jawab Oliver. “Itu karena kau pangeran,” kata Serena. Oliver tertawa kecil mendengar itu. “Dan kau sepupuku yang terlalu serius."

Tanpa menunggu jawaban, Oliver langsung berjalan di samping Serena. Sangat natural, seolah memang tempatnya di sana. Di perjalanan menuju kantin, beberapa siswa mulai memperhatikan mereka. 

Bukan karena Oliver saja, tapi karena Serena. Bisik-bisik mulai terdengar pelan, tapi cukup jelas untuk ditangkap. “Itu dia… yang katanya tidak bisa sihir… aib keluarga kerajaan, kan?” “Kalau aku jadi dia sih malu keluar kamar."

Serena tetap berjalan tanpa menoleh sedikit pun. Ekspresinya datar. Namun Oliver menghela napas kecil di sampingnya. “Orang-orang ini benar-benar tidak punya kegiatan lain.” 

Serena tidak menjawab. Oliver tiba-tiba merangkul bahunya santai. “Jangan didengar.” 

“Aku tidak peduli,” kata Serena. “Kau bohong,” jawab Oliver. Serena melirik Oliver sebentar, “Kau terlalu santai.” “Dan kau terlalu memendam semuanya sendiri,” kata Oliver.

Langkah Serena sedikit melambat, tapi ia tetap tidak mengatakan apa pun lagi. Kantin akademi cukup ramai siang itu. Suara sendok, piring, dan percakapan bercampur jadi satu. Oliver menarik Serena ke meja kosong di sudut. 

“Duduk sini.” Serena duduk sementara Oliver mulai mengambil makanan tanpa banyak pikir.

Namun bahkan di dalam kantin, beberapa tatapan masih mengarah pada Serena. Beberapa siswa bangsawan berbisik sambil tertawa kecil. Serena pura-pura tidak melihat, sudah terlalu terbiasa. 

Oliver mendorong segelas minuman ke arahnya. “Minum.” “Kau seperti sedang menenangkan anak kecil,” kata Serena. “Kalau begitu berhenti terlihat menyedihkan,” jawab Oliver.

Serena mendengus pelan. Untuk pertama kalinya sejak pagi, ekspresinya sedikit melunak. Namun di tengah keramaian kantin itu, ada seseorang yang tidak ikut berbicara. Tidak ikut tertawa. Tidak ikut memperhatikan keributan lain. 

Di sudut paling jauh kantin, seorang pria duduk sendirian. Rambutnya berwarna perak, matanya merah tajam. Tatapannya lurus mengarah pada Serena sejak tadi. Diam, tenang, namun entah kenapa terasa mengintimidasi.

Ia tidak makan, tidak bergerak, hanya memperhatikan Serena tanpa berpaling sedikit pun. Dan Serena sama sekali tidak menyadari keberadaan pria itu.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
6 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status