MasukHutan kelam menyimpan berbagai misteri. Meminta pengorbanan setiap setahun sekali. Opelia menjadi tumbal untuk hutan kelam. Di hutan Opelia memohon untuk diberikan keberuntungan, dan keberuntungan itu terwujud dengan menikahi manusia serigala. Opelia berganti nama menjadi Guinea, mengkhianati suamianya dengan menikah dengan orang yang dicintainya. Enzo manusia serigala baik yang berubah menjadi ganas saat mengetahui hal ini. Enzo langsung membunuh istrinya dengan taringnya sendiri dan menyebabkan kekacauan. Dikurung selama seabad lebih, Enzo dikeluarkan oleh seorang gadis beranjak dewasa bernama Grizell keturunan bangsawan yang tinggal di kastil. Grizell menjadi penyelamat sementara Enzo sebelum kembali pada istrinya Guinea. Istri Enzo, Guinea kembali hidup dan menjadi vampir. Guinea bersumpah akan balas dendam pada Enzo yang membunuh Anderson suami yang dicintainya hingga Enzo merasakan hal yang lebih pedih dibandingkan kematian. "Matilah menjadi abu bersama majikanmu!”
Lihat lebih banyakThe night was dark and quiet, like a thick, inky shadow. A woman dressed in black slipped silently through the shadows toward the castle ahead. The moonlight cast a faint glow on her slender figure, outlining her graceful shape even in the night. The castle was a classic piece of medieval European architecture, with tall, towering spires and thick stone walls that looked both grand and eerie. Alia smirked slightly, muttering to herself, “Doesn’t seem too hard. A place this big, and no guards in sight? This should be a piece of cake.”
Even though she felt relaxed, Alia’s movements were precise and careful. She pulled out a detailed map of the castle from her bag, studying it in the dim light. With a confident nod, she silently slipped inside. Her eyes were sharp, quickly memorizing every hallway and corner. There were no guards, but infrared sensors were everywhere. Trained from a young age, Alia was more than used to these challenges. She moved skillfully, evading every sensor like a shadow gliding through the darkness.
After passing through layer after layer of obstacles, she finally reached the treasure room marked on her map. She held her breath, hiding behind a bookshelf as she prepared to make her move—when suddenly, a low, angry voice broke the silence.
“Why did you betray me? Do you even understand why I did all this?” The man’s voice was cold and harsh, slicing through the stillness of the night. Alia froze, instinctively looking up to find the source of the voice.
A moment later, a soft voice answered, distant and calm, yet laced with bitterness. “You never understood what I needed. You never really knew me. This would have ended sooner or later, with or without this.”
“No, I won’t let you go!” the man shouted.
As he spoke, the air grew heavy and thick, and then—BANG! A gunshot rang out, sharp and startling. Alia stumbled back in shock, her heart racing. Her hand flew to the knife at her waist, but the tiny movement betrayed her.
“Who’s there?” The man’s voice cut through the room, sharp and cold. In an instant, the lights blazed on. Alia’s eyes widened at the scene in front of her, blood chilling—there, sprawled on the floor in a pool of blood, lay a beautiful young woman. Over her stood a tall, cold-faced man, gripping a pistol tightly.
Before Alia could react, another gunshot echoed. Pain shot through her chest as the world blurred, her consciousness slipping away.
“Miss? Miss, please wake up! How could you fall so deeply unconscious? This illness… why did it get so serious this time?” A gentle, worried voice floated into Alia’s ears. She opened her eyes to see a maid sitting beside an extravagant bed, watching her with concern. Alia’s pale face looked frail, but somehow even more beautiful in her weakness, like a delicate figure from a painting.
“Miss?” Alia heard the voice, stirring her from a deep, foggy sleep. She struggled to open her eyes. Warm sunlight poured through sheer curtains, casting a soft glow around her. She whispered, almost instinctively, “Where… am I?”
“Oh! Miss, you’re awake!” The maid’s eyes filled with tears of joy as she clung to Alia’s hand, hardly believing it. “I’m so glad! I’ll go fetch the master right away!” With that, the maid hurried out, her joyful voice fading into the distance.
Alia closed her eyes again, trying to steady her mind. “Where is this? How did I end up here?” She felt a faint ache in her chest, reminding her of the events before she blacked out—she had been on a mission, sneaking into a creepy old castle to steal a legendary “Holy Grail.” But just as she was about to succeed, she had seen the castle’s stern, handsome owner murder his wife in cold blood. She had witnessed the scene and tried to escape—only to be shot by him.
“Where am I now? Did someone save me?” Alia pressed a hand to her chest, trying to sit up, but her body felt weak and her head heavy. She gritted her teeth, taking a shaky breath as her mind swirled in confusion.
Before she could gather her thoughts, quick footsteps sounded from the hallway, and a tall, striking man rushed to her bedside. His features were sharp and defined, his eyes filled with worry and relief. He grasped Alia’s hand, his voice brimming with emotion, “My dear, you’re awake! Do you have any idea how worried I was?”
Alia’s eyes widened, her breath catching in shock. Her mind went blank, and for a moment, the pain in her chest vanished. She knew this man—she could never forget him. He was the very same man who, just last night, had murdered his wife and shot at her, the castle’s cold-blooded killer—Marcellus!
Malam sudah datang kembali, hari ini mereka bersenang-senang bersama dan pasa akhirnya besok mereka sudah harus kembali dan liburan singkat ini selesai. Tentunya kak Leon mengambil banyak sekali foto yang dapat dijadikan sebagai album kenangan mereka, dan juga Raka diam-diam meminta foto-foto yang sudah diambilnya, foto yang ada wajahnya Grizell di bagian foto manapun itu.“Kau senang hari ini?” tanya kak Raka duduk bersama Grizell saling bersandar satu sama lain dengan Grizell yang mendekatkan dirinya pada kak Raka sambil memperhatikan lautan yang indah.“Ya, ada banyak sekali ingatan bahagia mengenai hari ini, aki juga bersyukur berhasil bisa bersama dengan yang lainnya di sini,” kata Grizell menutup matanya dan membayangkan hal-hal yang menyenangkan mengenai sebuah hal yang tentunya bisa menjadi sebuah cerita nantinya.Sementara yang lainnya sedang menikmati kesibukan mereka sendiri dan tidak menganggu Grizell dan Raka yang sedang dudu
Grizell dan Raka keluar bersama dengan kak Serina yang masih saja tertidur, begitu juga dengan yang lainnya, sementara kak Angelina yang tadinya sudah mandi hanya duduk di depan komputer dan mendengarkan musik, sepertinya sedang berencana untuk membuat musik baru saat babak selanjutnya nanti. Kak Angelina memang orang yang sangat hebat, bahkan bisa membuat musik sendiri, itu sudah seperti produser musik yang terkenal.Grizell masuk ke toko pakaian dan di sini kebanyakan bikini yang dijual, mana mungkin Grizell mau mengenakan pakaian yang seperti itu. “Selamat datang, silakan memilih pakaian yang Anda sekalian sukai, selamat bersenang-senang.”“Rata-rata hanya bikini saja, mana mungkin aku mau memakainya,” gumam Grizell berkeliling dan naik ke lantai dua berharap mendapatkan pakaian santai setidaknya tidak terlalu terbuka walaupun rata-rata semuanya pakaian yang terbuka. Tidak boleh seperti itu, bisa-bisa Grizell akan memalukan dirinya sendiri.
Grizell sudah selesai berganti pakaian, memang benar pakaian kak Raka sangat besar untuk Grizell, tapi entah mengapa Grizell tetap senang memakainya walaupun ukurannya sama sekali tidak cocok untuknya, lagipula sekarang sedang tren menggunakan pakaian yang lebih besar untuk tubuh.Raka melihat Grizell dan wajahnya langsung tersenyum saat melihat Grizell memakai pakaiannya. Terlihat sangat menggemaskan dengan pakaian yang kebesaran tapi itu terlihat sangat cocok dengan Grizell, bahkan bisa menyembunyikan telinga kirinya bahkan saat tertidur, jadi tidak akan ada orang yang melihatnya secara langsung. Bajunya memang sangat cocok untuk Grizell yang memiliki tubuh imut seperti itu.“Grizell kemarilah gabung!” panggil kak Raka dengan tersenyum menyuruh Grizell untuk duduk di sampingnya dengan semua orang yang ada di sana juga ikut tersenyum dengan tingkah seseorang yang bahkan tidak pernah terlihat seperti seseorang yang ceria seperti itu. Sepertinya memang benar
Raka sangat senang mendengarkan jawaban yang seperti itu dan langsung memeluk Grizell dengan sangat erat hingga membuat Grizell dapat mendengarkan suara detak jantung kak Raka yang saat itu berdetak sangat kencang. Grizell senang dengan mendengarkan suara detak jantung seseorang seperti ini, dan juga Grizell merasa sudah saatnya untuk percaya kembali pada seseorang karena sekarang dirinya sudah dewasa dan mengetahui beberapa macam hal yang bisa membuat Grizell tahu dengan perasaan seseorang yang sebenarnya, walaupun dirinya kurang peka.Grizell membalas pelukan kak Raka dengan pelukan yang sama dan bisa merasakan sebuah kehangatan dari pelukan yang seperti ini. Walaupun Grizell memakai pakaian yang tipis, tapi terasa sangat hangat bahkan juga bisa merasakan beberapa hal yang sudah tidak pernah lagi dirasakannya.Sementara yang melihat mereka di villa, kak Serina sangat senang bahkan menyuruh Leon untuk mengambil gambar Grizell dan Raka yang sedang berpelukan. Yah mau b
Sebuah pesan dari grup, setidaknya jika sampai rumah Grizell harus langsung memakai dress yang sudah diambilnya dari dalam ruangan pakaian. Ruangan yang menyediakan banyak sekali pakaian, dan juga sebuah ruangan yang memiliki banyak sekali gaun pesta bergaya abad pertengahan tapi ada juga gaun pe
Di belakang kak Serina memegang tangan Grizell dengan hati-hati dan melihat luka yang terlihat dalam. Kak Serina mengatakan banyak hal yang membuat Grizell bersemangat dan juga menjadi lebih baik dengan sebuah perkataan yang menenangkan hati. Lalu Raka sendiri sangat ingin mengajak Grizell berbic
“Grizell ada apa? Mereka hanya datang untuk berkunjung, tolong letakkan kembali garpunya,” kata kak Raka dengan perlahan-lahan mendekati Grizell sementara itu Opelia memegang tangan Alex karena sedikit ketakutan dengan perubahan sikap yang Grizell tunjukkan hari ini.“Aku
Situasinya menjadi agak canggung walaupun Grizell tidak begitu peduli dengan situasi sekarang. Davian menatap Grizell masih dengan tatapan yang sama seperti saat SMA, dan juga ada banyak sekali perubahan pada diri Davian yang mana sekarang Davian terlihat lebih dewasa dengan menggunakan sebuah ke






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Peringkat
Ulasan-ulasanLebih banyak