Beranda / Romansa / Antara Kamu dan Putraku / Bab 101 Berharap Jalan Terbaik

Share

Bab 101 Berharap Jalan Terbaik

Penulis: Weneedta
last update Terakhir Diperbarui: 2026-03-05 00:28:52

Elena membeku seketika. Tak lama dia menoleh ke belakang, melihat putranya yang berbaring di ranjang.

“Belum.”

Justin tidak memberi balasan, akhirnya Elena meninggalkan kamar putranya. Namun pertanyaan Justin membuatnya berpikir. Apa yang akan dilakukannya jika bertemu Damar? Apakah Damar akan marah karena dia sempat meninggalkan rumah?

Elena juga berkesimpulan, sepertinya Justin bisa menerima Damar meskipun sudah mengetahui fakta bahwa Damar bukan ayah kandungnya. Buktinya, Justin ingin kembal
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Antara Kamu dan Putraku   Bab 103 Diusir

    Justin terdiam. Dia enggan membicarakan pertengkaran orang tuanya. Apalagi menceritakan pada neneknya.“Hmm, seharusnya Nenek tidak bertanya sama kamu,” ucap Ratih yang menyadari Justin tidak suka dengan pertanyaannya. “Sudah, kita lanjutkan makan.”Justin melanjutkan makan dalam diam. Begitu pun dengan Ratih. Namun benaknya penuh dengan kata-kata ancaman yang dilontarkan Avanti. Dia juga mengingat percakapan dengan anaknya.Beberapa menit berlalu. Ratih sudah tidak tahan menutup mulutnya.“Apa kamu tahu, Justin, Mama kamu punya pacar. Mama kamu selingkuh. Bahkan Nenek pernah melihat Mama kamu pulang diantar laki-laki lain.”“Waktu itu ‘kan Nenek sedang menginap di rumah Om Abram,” lanjut Ratih. “Jadi Nenek tidak tahu persis masalahnya. Sebenarnya Papa dan Mama ribut apa sih? Apa kamu tahu, Justin?”Justin menghentikan makannya yang tersisa sedikit. Wajahnya cemberut, dengan kedua alisnya menyatu.“Aku tidak tahu apa-apa,” jawabnya dengan suara dingin.“Lho, kamu ‘kan ada di rumah. Ma

  • Antara Kamu dan Putraku   Bab 102 Mengundurkan Diri

    “Apa yang ingin dibicarakan?” tanya Elena masih tetap berdiri. “Aku tidak bisa lama-lama karena harus datang lebih pagi. Sudah seminggu aku tidak masuk kerja.”Damar menatap Elena. Dia dapat melihat luka di wajah istrinya, meskipun bekasnya mulai memudar. Tebersit perasaan bersalah dalam hatinya. Namun hanya sesaat.“Bagaimana kondisi Justin?”“Sudah baik. Lusa dia bisa masuk sekolah. Apa ada lagi yang mau Mas tanyakan?”Suara Elena terdengar datar dan dingin, membuat Damar ragu untuk menanyakan sesuatu yang mengganggu pikirannya. Namun akhirnya dia memutuskan bertanya.“Kenapa semalam kamu tidur di kamar Justin?”Elena menekan bibir bawahnya sebelum menjawab. “Seandainya ada kamar kosong, aku pasti sudah tidur di sana.”“Jadi kamu sudah tidak mau tidur sekamar denganku?” Emosi Damar mulai naik. Egonya tersentil akibat ucapan Elena.“Apa Mas pikir aku bisa melupakan begitu saja atas apa yang telah terjadi?” Elena menjawab dengan sinis. “Sudahlah, ini masih pagi. Aku tidak mau suasana

  • Antara Kamu dan Putraku   Bab 101 Berharap Jalan Terbaik

    Elena membeku seketika. Tak lama dia menoleh ke belakang, melihat putranya yang berbaring di ranjang.“Belum.”Justin tidak memberi balasan, akhirnya Elena meninggalkan kamar putranya. Namun pertanyaan Justin membuatnya berpikir. Apa yang akan dilakukannya jika bertemu Damar? Apakah Damar akan marah karena dia sempat meninggalkan rumah?Elena juga berkesimpulan, sepertinya Justin bisa menerima Damar meskipun sudah mengetahui fakta bahwa Damar bukan ayah kandungnya. Buktinya, Justin ingin kembali ke rumah.Sikap Justin terhadap Damar, cukup mengganggu pikirannya. Bahkan membuat semangatnya turun. Sebelumnya Elena sudah bertekad akan mengajukan gugatan cerai, tetapi sekarang dia bimbang. Bagaimana jika Justin tidak menginginkan perceraian orang tuanya?‘Ya, Tuhan …. Aku berharap ada penyelesaian untuk masalah ini. Apa aku harus bertahan dengan Mas Damar selama sisa hidupku?’Elena menghela napas panjang. Seandainya dia sendiri, pasti tidak sulit baginya untuk menentukan sikap.***Damar

  • Antara Kamu dan Putraku   Bab 100 Ancaman Avanti

    “Apa Bu Ratih benar-benar tidak tahu perlakuan Damar terhadap Lena?”Ratih tidak menjawab. Wajahnya masih tampak tegang.“Apa Bu Ratih tahu kenapa Lena pergi dari rumah?” tanya Avanti lagi.Dia sengaja menjeda ucapannya untuk melihat reaksi besannya. Namun Ratih masih diam.“Damar melakukan KDRT pada Lena, itu sebabnya Lena pergi dari rumah.”Ratih tercengang. Mulutnya melongo seketika.“Tidak mungkin,” sangkalnya tak lama kemudian. “Damar tidak mungkin seperti itu. Kalau bertengkar biasa, mungkin ya. Namanya rumah tangga, tidak selalu berjalan mulus. Pasti ada saja pertengkaran.”Avanti mendengus. Salah satu sudut bibirnya terangkat, membentuk senyuman sinis.“Jes, coba tunjukkan foto-foto Lena yang ada di ponsel kamu!” perintahnya pada putri bungsunya.Jessica membuka galeri foto dan mencari foto yang dimaksud, kemudian memberikan ponselnya kepada sang ibu.“Jangan kasih ke Mama!” tolak Avanti. “Tunjukkan foto-fotonya pada Bu Ratih!”Jessica menuruti perintah ibunya. Siapa juga yang

  • Antara Kamu dan Putraku   Bab 99 Menemui Besan

    Sesaat Elena memalingkan wajahnya. Dia tidak tahan dengan tatapan putranya.“Justin, Mama―”“Aku tahu,” potong Justin cepat. “Aku tahu Papa memukuli Mama. Aku lihat semuanya.”Elena menghela napas. Sesungguhnya dia tidak ingin putranya melihat kekerasan yang dilakukan Damar padanya. Selain itu, dia juga malu.“Mama tidak tahu kalau kamu melihat semuanya, Justin. Sekarang Mama tanya kamu, apakah kita akan kembali ke rumah atau ke rumah Eyang?”“Aku ingin pulang ke rumah.”Diam-diam Elena kecewa dengan jawaban putranya. Namun dia tidak menunjukkannya.“Kenapa?” tanyanya dengan suara senormal mungkin.“Selama ini Papa baik padaku,” sahut Justin tanpa melihatnya. “Tapi aku tidak ingin melihat Papa dan Mama bertengkar lagi.”Elena memejamkan mata. Jika ini yang diinginkan putranya, dia harus menekan egonya.“Baiklah. Mama akan usahakan tidak ribut lagi dengan Papa. Tapi ada satu hal yang Mama minta dari kamu.”Justin kembali menatap ibunya.“Bisakah Mama tidur di kamar kamu? Untuk sementar

  • Antara Kamu dan Putraku   Bab 98 Mempertahankan Pernikahan

    “Kak Lena sedang menjaga Justin di rumah sakit, makanya dia minta tolong saya ke sini.”Kedua alis Ratih sudah terangkat dan mulutnya terbuka hendak menanyakan kondisi Justin. Tiba-tiba dia teringat Damar yang keceplosan mengatakan Justin bukan putra kandungnya. Seketika ekspresinya berubah.“Bagaimana kondisi anak itu?” tanyanya kemudian. “Apa kecelakaannya parah?”Jessica terkesiap dengan nada bicara Ratih yang dingin. Namun dia tetap menjawab dengan ramah.“Justin sudah baikkan, Bu. Mungkin besok atau lusa diizinkan pulang.”“Oh.” “Ehm, maaf Bu ... saya ….”Jessica tampak ragu dan canggung. Bagaimana tidak? Wajah Ratih sangat tidak bersahabat.‘Aku heran, kok bisa ya Kak Lena tinggal satu rumah dengan ibu mertuanya? Hih! Mukanya saja horor begitu. Untung saja gemuk. Kalau kurus, pasti sudah mirip Valak. Jika punya mertua seperti ini, pasti aku sudah merengek pada Mas Yoga untuk tinggal sendiri.’“Bu, boleh saya masuk?” Jessica memutuskan segera menyelesaikan tugasnya agar bisa cep

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status