Home / Romansa / Antara Kamu dan Putraku / Bab 23 Kebohongan Damar

Share

Bab 23 Kebohongan Damar

Author: Weneedta
last update Last Updated: 2025-12-21 16:17:16

Aldo mendengus tanpa sepengetahuan siapa pun. Dia muak dengan pria yang tampak sok akrab dengannya.

“Mulai bulan depan.” Aldo tetap menjawab meskipun enggan.

Damar langsung menoleh pada anaknya. “Tuh dengar, Justin! Kamu harus siap ya!”

“Iya, Pa.”

Aldo melirik Elena. Wanita itu tampak gugup. Meskipun tersorot cahaya lampu jalan, tetap saja wajahnya terlihat pucat.

Tak ingin berlama-lama di sana, Aldo menatap Damar yang masih berdiri di samping mobilnya.

“Sudah malam, aku juga masih ada urusan. Pamit ya!”

“Oke. Hati-hati, Bro!” balas Damar sambil mundur selangkah dari mobil Aldo.

Aldo melirik Elena sekali lagi, sebelum mengemudikan mobilnya meninggalkan rumah itu. Tangan kirinya mengusap kasar wajahnya.

Untung saja dia masih bisa menjaga kewarasannya. Jika tidak, sudah dia tarik Elena dan membawanya pergi dari pria brengsek itu.

***

Saat ini Elena sedang menemani Damar duduk di meja makan. Dia memerhatikan suaminya yang sedang menikmati makan malamnya. Ada banyak pertanyaan yang berkel
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Antara Kamu dan Putraku   Bab 52 Sudah Tidur Bersama

    Mereka tiba di sebuah restoran yang menyajikan masakan setempat, meskipun jaraknya cukup jauh. Ini pun hasil perdebatan kecil antara Irene dan ibunya. Susan maunya masakan Indonesia.‘Hmm, ternyata selera makan Aldo menurun dari ibunya,’ ucap Elena dalam hati.Di tengah-tengah acara makan, keluarga Aldo lebih banyak membicarakan kemajuan resort, karena memang tujuan mereka datang ke sini. Sekali lagi Elena bersyukur, terhindar dari pertanyaan pribadi yang dilontarkan kepadanya.Selesai makan, terjadi perdebatan lagi di mobil. Johan dan Irene meminta Susan beristirahat di bungalow.“Betul kata Papa dan Irene, Ma.” Aldo ikut menimpali karena ibunya ingin kembali ke resort. “Nanti Mama kecapekan, malah gawat urusannya.”Dari spion tengah, pria itu bertatapan lagi dengan Elena. Dia berharap, semoga kekasihnya dapat memaklumi sifat ibunya yang terlihat keras kepala.“Iya, iya. Mama istirahat di bungalow.” Akhinya Susan mengalah setelah ‘diserang’ suami dan kedua anaknya.“Mama tidak sendir

  • Antara Kamu dan Putraku   Bab 51 Perkenalan

    Elena merasa gelisah. Wajahnya terlihat tegang, terlebih ketika secara tak sengaja matanya bersinggungan dengan ibunya Aldo. Tak kuat menatapnya, dia mengalihkan pandangan pada Aldo yang sedang berbicara dengan pria tua―yang diyakininya sebagai ayah Aldo.“Itu siapa?” bisik Susan pada putrinya. “Apa kamu kenal dia?”“Tidak,” balas Irene singkat sambil melihat Elena.“Apa pacarnya Aldo?”“Mungkin. Tapi aku juga tidak tahu sih, Ma.”Tiba-tiba Susan teringat dengan ucapan Aldo pada acara ulang tahunnya, di mana putranya itu mengatakan tidak memiliki perasaan terhadap Raellyn.“Hmm, Mama yakin itu pacarnya Aldo.”“Mama sok yakin nih.” Irene menatap ibunya sambil tertawa kecil.” Kita tunggu saja apa kata Kak Aldo nanti.”“Ck, Mama yakin dengan pendapat Mama.” Susan beralih pada suami dan putranya. “Kenapa tidak masuk dulu? Malah ngobrol di sini.”Johan tertawa mendengar gerutuan istrinya. “Kita teruskan ngobrol di dalam, Do. Lagipula Papa juga mau lihat sudah sampai mana pekerjaan di sini.

  • Antara Kamu dan Putraku   Bab 50 Orang Tua Aldo

    “Tidak. Aku sudah biasa melihat ini.”“Oya? Siapa? Suami kamu?”Elena mengangguk. “Aku tidak masalah dengan minuman alkohol. Aku juga beberapa kali minum cocktail. Yang penting bagiku, jangan sampai mabuk.”Kening Aldo berkerut. “Suami kamu sering pulang dalam keadaan mabuk?”“Hampir setiap minggu. Sabtu Mas Damar masuk kerja seperti biasa. Malamnya dia dan teman-temannya sering mampir ke bar. Tidak mabuk yang parah sih, karena Mas Damar masih bisa menyetir pulang.”“Hmm, tapi itu cukup bahaya. Kebetulan saja, sejauh ini dia masih beruntung.”Elena terdiam sesaat, sebelum membuka mulutnya. “Sudahlah, kita tidak perlu membahas dia lagi.”“Tentu, Sayang.” Aldo mengecup pipi Elena. “Apalagi aku. Saat ini aku hanya ingin kamu memikirkan kita berdua.”Elena melepaskan tangan Aldo yang berada di pinggangnya, lalu berbalik menatapnya. Jika itu keinginan Aldo, rasanya tidak mungkin. Bagaimanapun juga, dia tidak bisa menyingkirkan Justin dari pikirannya. Namun dia tidak ingin membahasnya denga

  • Antara Kamu dan Putraku   Bab 49 Sisi Lain dari Aldo

    Aldo yang juga mendengar suara perut Elena, spontan tertawa. “Iya, Sayang. Kita makan sekarang. Kasihan, sudah jauh-jauh dibawa ke sini, masa sampai kelaparan begitu?”Elena memukul lengan Aldo. “Betul. Kamu harus tanggung jawab, Do. Nanti aku makin kurus, kamu tidak suka. Terus cari perempuan lain!”“Hahahaha … tidak mungkin, Sayang. Cinta aku hanya buat kamu.”Cup!Aldo mencuri kecupan dari bibir Elena. “Tenang saja. Aku bisa bikin kamu gemukkan lagi.”Elena terkesiap, tak lama dia bangkit berdiri. “Ayo! Aku sudah lapar.”Tadi pagi dia tidak sempat sarapan karena terburu-terburu ke bandara. Mereka janjian bertemu di sana.Aldo ikut bangkit berdiri, kemudian mereka berjalan ke arah resort.“Kita makan di mana?” tanya Elena sambil mengelap keningnya dengan tisu. “Jangan jauh-jauh ya, Do. Aku tidak tahan panasnya.”“Kita mesti keluar dari sini. Ada beberapa resort yang sudah buka, jadi kita makan di sana.”Tidak sampai lima menit, mereka sudah tiba di resort.“Kamu tunggu sebentar ya,”

  • Antara Kamu dan Putraku   Bab 48 Bungalow

    “Tidak ada insentif, Mas. Aku pergi bersama atasanku. Semua biaya perjalanan dan untuk operasional di sana, dia yang urus.”“Jadi kamu tidak dibekali uang sama sekali?”“Iya.”Sesaat Damar terdiam. Dia tidak percaya begitu saja dengan ucapan istrinya. Elena bekerja di perusahaan itu sudah hampir lima tahun. Masa ditugaskan keluar kota tidak dikasih insentif?“Hmm, kantor kamu payah,” ucap Damar akhirnya, sambil berjalan keluar kamar.Elena memerhatikan suaminya sampai menghilang dari pandangan.“Kamu yang payah, Mas,” gumamnya dengan kesal. “Aku tinggal berapa hari saja, masih minta uang. Padahal untuk keperluan rumah, sudah aku siapkan semuanya.”Seandainya benar ditugaskan keluar kota dan diberi uang saku atau insentif, dia juga tidak akan mengakuinya pada Damar.Elena menghela napas panjang, lalu kembali menyiapkan segala keperluannya yang akan dibawa besok.Setengah jam kemudian, Elena mengetuk pintu kamar Justin. Setelah mendengar suara dari dalam kamar, dia membuka pintu dan men

  • Antara Kamu dan Putraku   Bab 47 Hanya Peduli pada Uang

    Perasaan bersalah kepada Justin, makin mendera Elena. Hatinya merasa sangat tidak enak.Jahat sekali kamu, Lena. Teganya kamu pada putramu sendiri .... Nuraninya berkata, menyalahkan dirinya. Ini pertama kali dia membohongi putranya.Elena mengangkat kembali wajahnya, menatap suami dan putranya. Namun hati kecilnya terus berbicara, hingga membuatnya bimbang.‘Apa aku batalkan saja? Tapi bagaimana dengan kantor? Aku keburu mengajukan cuti …. Lalu Mas Damar? Apa nantinya tidak jadi pertanyaan? Bisa-bisa Mas Damar curiga …. Belum dengan Ibu. Pasti Ibu akan bertanya macam-macam.’‘Ahhh … sepertinya tidak mungkin untuk mundur lagi. Aku salah, hanya memikirkan egoku sendiri. Aku berjanji, ini pertama dan terakhir kalinya aku meninggalkan Justin berhari-hari.’Elena menatap suaminya. Detik berganti detik, hingga menit pun terlewati. Dia heran sekaligus gelisah karena Damar tidak bertanya-tanya lagi.“Mas, bagaimana? Kok kamu diam saja aku akan pergi?”Pertanyaannya terlontar juga. Namun dia

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status