Share

Bab 31. Menara yang Runtuh

Penulis: AraVika
last update Tanggal publikasi: 2026-06-30 12:46:02

Menara Lonceng itu bergetar hebat di bawah kaki Arina Kirana. Di puncak struktur batu kuno yang telah berdiri selama berabad-abad itu, angin gunung bertiup kencang, membawa aroma mesiu dan kematian.

Arina terengah-engah, jemarinya yang gemetar masih menggenggam tang potong kabel dan tablet yang layarnya mulai retak. Di bawah sana, ia bisa melihat helikopter Syndicate bermanuver seperti burung pemangsa di antara tebing-tebing curam, melepaskan rentetan peluru yang menghancurkan fasad batu mena
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Awas Cakar! Bodyguard-ku Menjelma Kucing Manja   Bab 90. Riak di Luar Gelombang

    Cahaya keemasan fajar perlahan berubah menjadi sinar matahari pagi yang terik. Udara laut yang asin membelai wajah Aries saat ia berdiri di atas lambung Nautilus-02, mengawasi laut tenang tempat Pulau Nirwana pernah berdiri beberapa jam yang lalu. Di permukaan air, hanya tersisa pusaran buih tipis dan sisa-sisa jelaga hitam yang perlahan hanyut ditelan arus samudra. Di dalam palka kapal selam mini, Juno baru saja menyelesaikan pemusnahan total sampel serum dari koper baja milik Broto Wicaksana. Dengan menyuntikkan larutan penetralisir asam buatan Neon, cairan hijau yang menjadi sumber penderitaan puluhan tahun itu luluh menjadi air jernih tak berbahaya yang kemudian dibuang ke dasar laut. Arina keluar dari palka membawa dua cangkir kopi hangat, menyerahkan salah satunya kepada Juno yang duduk di geladak kecil dekat menara komando. "Kau memikirkan sesuatu, Juno?" tanya Arina lembut, melihat pandangan suaminya yang tertuju jauh ke horizon utara—ke arah perairan internasional yang b

  • Awas Cakar! Bodyguard-ku Menjelma Kucing Manja   Bab 89. Resonansi Puncak dan Runtuhnya Benteng Laut

    Suara deru angin badai yang menghempas dinding luar pulau buatan berpadu dengan raungan mesin reaktor bawah tanah yang kian tidak stabil. Getaran hebat merambat dari fondasi beton di kedalaman lima puluh meter, menjalar ke seluruh dinding, dan memicu jatuhnya serpihan material dari langit-langit Pusat Komando Utama. Lampu-lampu indikator darurat di sepanjang aula melingkar itu tak lagi berkedip secara teratur, seluruh panel kendali telah memancarkan warna merah pekat bersimbol peringatan kehancuran struktural. Di tengah kekacauan itu, SIFAR-0 melayang maju dengan kecepatan ekstrem. Cakar baja siberetik di tangan kanannya bergetar dalam frekuensi tinggi, membelah uap dingin dan meninggalkan jejak alur udara yang membara. "Sekarang, Aries!" seru Juno. Juno tidak mencoba menghindar. Sang Alpha tua melangkah maju satu meter, membiarkan cakar baja SIFAR-0 menghantam dan menembus pelindung bahu kiri Aegis-Null Suit-nya. Darah segar menetes dari luka sabetan itu, namun wajah Juno tid

  • Awas Cakar! Bodyguard-ku Menjelma Kucing Manja   Bab 88. Kebangkitan Inang SIFAR-0

    Cahaya lampu darurat merah berkedip kian cepat, membiaskan pendaran temaram yang memotong pekatnya uap pendingin di dalam Pusat Komando Utama Pulau Nirwana. Retakan pada tabung reaksi raksasa bermaterial kaca tebal tiga lapis itu merambat cepat bagaikan jaring laba-laba, memancarkan garis-garis cahaya merah pekat dari dalam cairan nutrisi biosintetik yang mulai bocor dan menetes deras ke lantai beton. KRRRRRRK... PYAR! Tabung raksasa itu akhirnya hancur lebur. Ribuan liter cairan nutrisi hijau membeku menyembur keluar bersama serpihan kaca tebal, membasahi podium komando utama. Dari balik kabut uap dingin yang membumbung tinggi, sesosok figur jangkung berukuran dua meter melangkah keluar dengan perlahan. Tubuhnya dilapisi oleh zirah siberetik hitam berkilau yang menyatu sempurna dengan jalinan serat otot biologis hasil kloning sampel sel Juno. Di bagian dada dan lehernya, saluran-saluran mikro memancarkan pendaran merah menyala yang berdenyut seirama dengan detak jantung buat

  • Awas Cakar! Bodyguard-ku Menjelma Kucing Manja   Bab 87. Gemuruh Plasma di Bawah Laut

    Dengung berfrekuensi tinggi dari meriam plasma pada lengan dua algojo Prototype Mark-IV makin melengking, membakar udara di lorong steril Tingkat B-2 hingga terasa menyengat. Gelombang panas yang dipancarkan dari moncong senjata berat itu membuat uap air pendingin di sekitarnya seketika menguap menjadi kabut tipis. WUSSSSH... BOOM! Tembakan plasma pertama meletup. Tembakan bola energi biru kebiruan meluncur dengan kecepatan luar biasa, membelah kegelapan lorong dan menghantam dinding beton berlapis baja tepat di tempat Juno berdiri sedetik sebelumnya. Ledakan dahsyat terjadi. Serpihan beton membara dan lelehan baja cair beterbangan ke udara, memicu raungan sistem alarm darurat yang kian memekakkan telinga. "Menjauh dari garis tembak lurus!" seru Juno melalui saluran komunikasi helm. Juno berguling ke kanan, mendarat dengan mulus di balik pilar penyangga reaktor, sementara Aries dan Lyra memencarkan diri ke sisi kiri koridor. Algojo raksasa pertama—dengan kode Unit Alpha-01 me

  • Awas Cakar! Bodyguard-ku Menjelma Kucing Manja   Bab 86. Pembantaian di Lorong Steril

    Lampu indikator merah di sepanjang plafon Tingkat B-2 berkedip dalam interval tiga detik, membiaskan bayangan panjang pada dinding-dinding baja galvanis yang dingin. Suara dengung pendingin udara bertekanan tinggi berpadu dengan desis uap hidrolik dari pintu-pintu kedap udara, menciptakan atmosfer steril yang mencekam. Di sudut lorong utama, sebuah kubah kamera pemindai bergerak melingkar seratus delapan puluh derajat. Namun, sebelum sensor optiknya selesai mencatat perubahan suhu ruangan, sesosok bayangan berbalut Aegis-Null Suit meluncur dari bayang-bayang atap. CTAK! Sebuah pisau lempar taktis bertip polimer hitam menancap tepat di pusat lensa kamera, memutus kabel serat optik di dalamnya tanpa menimbulkan percikan api atau suara gaduh. Aries mendarat kembali di atas lantai baja berdenting halus. Ia menarik pisaunya dengan sekali sentakan lincah, lalu memberi isyarat tangan ke arah belakang. Juno dan Lyra melangkah maju dengan cepat, bergerak menyusuri koridor yang membelah

  • Awas Cakar! Bodyguard-ku Menjelma Kucing Manja   Bab 85. Penyusupan di Dasar Laut

    Kedalaman Laut Jawa pada tengah malam terasa pekat, dingin, dan nyaris tak bertepi. Di bawah gumpalan ombak permukaan yang bergemuruh pelan, Nautilus-02 meluncur bagaikan bayangan baja hitam yang membelah kegelapan bawah air. Hanya pendaran redup dari panel instrumen di ruang kendali kapal selam mini yang menerangi wajah kelima anggota keluarga Guardian. TUK... TUK... TUK... Suara ketukan halus dari tekanan hidrostatis yang menghantam lambung kapal terdengar secara berkala. Di kedalaman empat puluh meter di bawah permukaan laut, udara di dalam palka terasa makin rapat, diisi oleh napas-napas teratur dari para petarung yang siap memasuki arena kematian. Sol menatap layar pemindai sonar pasif beresolusi tinggi di hadapannya. Jarinya menari lincah, menyesuaikan frekuensi penerima agar tidak tertangkap oleh sensor pertahanan pantai musuh. "Jarak kita tiga mil laut dari lingkaran perimeter luar Pulau Nirwana," bisik Sol, suaranya terdengar jernih melalui sistem komunikasi internal

  • Awas Cakar! Bodyguard-ku Menjelma Kucing Manja   Bab 5. Permainan Kucing dan Ponsel

    Dering ponsel itu terdengar seperti suara bom waktu bagi Juno. Di bawah sofa yang hanya berjarak dua meter dari kaki Arina, benda digital itu terus bergetar hebat, mengeluarkan melodi standar yang seharusnya dijawab oleh sang bodyguard. Arina menghentikan usapannya pada bulu Mochi. Dahinya berker

  • Awas Cakar! Bodyguard-ku Menjelma Kucing Manja   Bab 4. Dilema Di Atas Pangkuan

    Pagi harinya, apartemen Arina kembali tenang setelah sisa-sisa pesta dibersihkan oleh staf. Namun, bagi Juno, ketenangan itu adalah awal dari siksaan baru. Ia terbangun tepat pukul enam pagi di balik sofa, dengan rasa pegal di sekujur tubuhnya akibat tidur meringkuk dalam wujud kucing. Begitu beru

  • Awas Cakar! Bodyguard-ku Menjelma Kucing Manja   Bab 3. Diplomasi Tuna dan Jas Hitam

    Hari itu, suasana di lokasi syuting iklan produk kecantikan terasa sangat tegang. Arina Kirana, yang biasanya dikenal profesional, kali ini terlihat tidak fokus. Ia berulang kali melakukan kesalahan pada dialognya yang sebenarnya sederhana. Penyebabnya hanya satu: ia masih memikirkan hilangnya "Moc

  • Awas Cakar! Bodyguard-ku Menjelma Kucing Manja   Bab 2. Rahasia di Balik Bulu Abu-Abu

    Apartemen Arina adalah sebuah istana kaca di lantai empat puluh lima. Semuanya tampak minimalis, dingin, dan terlalu rapi untuk tempat yang disebut rumah. Namun, bagi Juno yang kini berada dalam wujud seekor kucing persia abu-abu, tempat ini terasa seperti labirin raksasa yang penuh dengan bahay

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status