Mawar Berduri untuk Raja Lycan

Mawar Berduri untuk Raja Lycan

Par:  Luna NovaMis à jour à l'instant
Langue: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Notes insuffisantes
50Chapitres
2Vues
Lire
Bibliothèque

Partager:  

Report
Overview
Catalog
Scanner le code pour lire sur l'application

Selama tiga tahun, aku menunggu untuk menjadi Luna yang sempurna bagi klanku dan memberikan pewaris kepada Sang Alpha. Tiga tahun penuh kebohongan, menjadi penyusup dalam cinta orang lain. Lalu tiga tahun menderita karena kematian bayiku dan membalas dendam terhadap pria yang merusak wajahku serta menghancurkan rahimku. Setelah itu aku dihadapkan pada dua pilihan, mati ditangkap oleh klanku sendiri atau melarikan diri dan bertahan hidup. Dan, aku memilih untuk bersembunyi dan hidup. Raja Bangsa Lycan, Adrian Tarore, adalah penguasa paling haus darah dan kejam yang memimpin manusia serigala dengan tangan besi. Aku menjadi pelayan pribadinya, posisi paling berbahaya karena aku bisa kehilangan kepalaku kapan saja karena kesalahan sekecil apa pun. Tetapi tidak ada seorang pun dari masa lalu akan berani mencariku di sini. "Selalu patuh. Jangan bicara, jangan mendengarkan, jangan melihat apa pun, dan jangan pernah mengganggu Raja Lycan itu, atau kau akan mati." Aturan sederhana untuk diikuti. Kupikir aku bisa melakukannya dengan baik, sampai suatu hari Raja memberiku tawaran yang tidak bisa kutolak. "Kau ingin aku menyelamatkan orang-orang itu? Kalau begitu, menyerahlah padaku malam ini. Jadilah milikku. Aku menginginkanmu, dan aku tahu kau merasakan hal yang sama. Hanya sekali, Valerie ... hanya sekali." Tetapi, itu bukan hanya terjadi sekali. Dan gairah itu berubah menjadi cinta. Pria dingin dan tak terkendali itu juga berhasil menaklukkan hatiku. Namun, ketika masa lalu kembali menghantuiku dan kebenaran tentang asal-usulku terungkap, aku harus membuat pilihan sekali lagi, melarikan diri dari Raja Lycan atau menunggu belas kasihannya. "Maaf, tapi kali ini, aku tidak mau kehilangan anak-anakku lagi. Walau demi kau, Adrian." Namaku Valerie Corsena, dan ini adalah kisah cintaku yang rumit dengan Sang Raja Lycan.

Voir plus

Chapitre 1

Bab 1: Hidupku Penuh Kebohongan

Sudut Pandang Valeria

"Apa ... apa kau yakin, Viona?" tanyaku dengan suara tercekat.

Jantungku berdebar kencang, dipenuhi rasa bahagia yang membuncah.

"Sangat yakin, Luna. Kau memang sedang hamil."

"Mengapa aku dan ayahnya belum bisa mencium baunya?" tanyaku khawatir.

"Usianya masih sangat muda, mungkin itu sebabnya. Beri waktu beberapa hari lagi, kau seharusnya akan bisa merasakan feromonnya."

Setelah Viona berkata seperti itu, aku mengangguk, dan mataku langsung berkaca-kaca.

Aku adalah Luna dari Klan Hutan Musim Gugur.

Tiga tahun yang lalu, aku menikah dengan pria yang sangat kucintai, meskipun kami bukanlah pasangan yang ditakdirkan oleh Dewi Bulan. Dia adalah Alpha-ku, Damian.

Aku berusaha sebaik mungkin untuk menjadi Luna yang sempurna, pilar yang bisa dia andalkan. Namun, sebuah bayangan kelam masih menghantui pernikahanku, yaitu masalah pewaris tahta.

Aku belum pernah bisa hamil, dan aku akui, aku juga jarang tidur bersama Damian. Tetapi aku tahu tugasnya sebagai Alpha membuatnya sangat sibuk dan tertekan.

"Tolong jangan beri tahu siapa pun di klan ini. Aku ingin memberi kejutan pada suamiku."

"Jangan khawatir, Luna. Aku tidak akan mengatakan apa pun. Selamat!" Viona tersenyum padaku, aku pun membalas senyumannya dengan penuh rasa bahagia.

Meskipun aku adalah serigala asing yang awalnya bukan berasal dari klan ini, namun sejak orang tuaku meninggal dan Alpha terdahulu menerimaku, aku tidak pernah merasa ditolak atau diremehkan di sini.

Itulah mengapa aku sepenuhnya mengabdikan diri pada tugas-tugas sebagai Luna.

Aku bersyukur atas hidupku dan pria hebat yang menjadi suamiku.

...

"Kenapa ada banyak makanan? Apa akan ada pesta?"

"Jauhkan tanganmu!" Aku menepis tangan rakus Sofia, sahabatku yang menyelinap masuk melalui pintu belakang dapur.

"Tetapi ini meriah sekali, ada kue, tar, semuanya!" katanya sambil duduk di bangku.

Sejujurnya, mungkin aku sedikit berlebihan untuk hidangan kali ini, tetapi aku sangat bahagia hingga ingin semuanya berjalan sempurna.

Semua makanan favorit Alpha-ku sudah siap!

"Hari ini adalah hari jadi pernikahanku dan Damian. Aku ingin merayakannya dengan makan malam yang mesra," kataku sambil kembali mengaduk karamel di atas kompor.

Karena tidak mendengar jawabannya, jadi aku menoleh padanya karena merasa penasaran.

"Ada apa?"

"T-tidak, tidak ada masalah .... Aku hanya mendengar Alpha mengalami keadaan darurat hari ini. Apa dia tidak memberitahumu?" tanyanya, yang membuatku mengerutkan kening.

Sebenarnya, Damian memang biasanya tidak banyak bercerita tentang pekerjaannya.

Kurasa itu agar tidak membuatku khawatir.

"Tidak, tapi dia pasti akan tetap pulang. Dia tahu hari ini hari yang istimewa." Aku menjawab dengan penuh keyakinan.

Sofia memandangku dengan tatapan aneh.

Akhir-akhir ini, aku agak sulit mengerti dirinya, tetapi Sofia adalah orang pertama yang mendekatiku di klan ini dan selalu mendukungku.

Aku sangat menghargainya sebagai teman.

"Sofia, ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu, tapi ... besok saja ya. Ini sangat penting buatku," kataku tiba-tiba, ingin berbagi kabar baik itu dengannya, tetapi tentu saja setelah aku mengatakannya terlebih dahulu kepada Damian.

"Apa? Apa kau tidak bisa memberitahuku sekarang saja?" tanyanya dengan mode bergosip yang langsung aktif. Dia mencondongkan tubuh di atas meja sambil mengunyah kue buatanku.

"Jangan, nggak boleh. Besok saja. Aku janji kau akan menjadi orang kedua yang tahu soal itu," jawabku. Aku bisa merasakan kebahagiaan terpancar nyata dari tubuhku.

"Ya sudah, kalau begitu aku akan membiarkanmu dengan misterimu itu. Aku masih ada urusan. Selamat menikmati hari jadi kalian," gerutunya kesal. Dia frustrasi karena gagal mengetahui rahasia, lalu pergi lewat jalan dia datang tadi.

Aku melihat jam, masih ada waktu.

Aku pun melepas celemekku dan bergegas menuju ke lantai dua untuk mandi dan berdandan cantik.

Semuanya harus sempurna malam ini untuk merayakan bersama pasangan tercintaku.

...

Aku melirik jam untuk kesekian kalinya sambil duduk di sofa. Sudah lewat tengah malam, Damian belum juga pulang.

Aku melihat hidangan yang sudah mulai dingin di meja makan, lalu bangkit, dan pasrah untuk menghangatkannya kembali.

Saat sedang melakukannya, aku mendengar suara pintu depan terbuka dan tertutup.

Aroma tubuhnya yang menggoda menggelitik hidungku, seketika langsung menghangatkan hatiku.

Aku melirik gaun merah marunku, merapikannya dan membenahi rambut di cermin lorong.

Rambut hitam legamku diikat tinggi, dan mata biruku yang tajam semakin dipertegas dengan riasan. Diriku tampak balas menatapku dari cermin.

Aku melangkah ke ruang depan, memperhatikan Alpha-ku yang gagah melangkah masuk.

"Sayang, bagaimana harimu? Banyak pekerjaan, ya?" Aku mengambil mantel yang dipegangnya dan menggantungnya.

Aku melihatnya memegang beberapa dokumen, tetapi kupikir itu hanyalah urusan dalam klan.

Aku mendekat untuk menciumnya, tetapi dia melangkah mundur.

"Aku berkeringat dan kotor karena perjalanan jauh. Jangan sampai kau jadi kotor," katanya. Mata yang tajam menatapku, mata yang sangat kusukai meskipun selalu memancarkan aura dingin.

Itu memang bagian dari sifatnya.

Dia memikul terlalu banyak tanggung jawab setelah mewarisi tahta di usia muda ketika ayahnya meninggal.

Rambut pirangnya tampak berantakan tetapi tetap seksi, dan entah kenapa, terasa lembap.

Aku bahkan bisa mencium aroma sabun mandi yang asing.

Mengapa dia mandi sebelum pulang ke rumah? Kenapa dia bilang dia kotor, padahal jelas-jelas dia baru saja mandi?

"O …. Oke. Kalau begitu, aku hangatkan makan malamnya dulu. Kau pasti lapar ...."

"Aku tidak lapar. Valerie, kita perlu bicara."

"Tapi makan malamnya …."

"Lupakan makan malam. Ayo kita ke ruang tamu. Aku perlu memberitahumu sesuatu." Suaranya yang berat penuh wibawa membuatku tegang.

Aku mengikutinya, dan mulai merasa sangat khawatir.

Tanganku menyelip ke saku rok, menggenggam erat dokumen terlipat yang menyatakan kalau aku hamil.

"Kenapa ada banyak hidangan? Apa kau berencana mengadakan pesta?" tanyanya sambil melirik ke ruang makan. Jantungku langsung berdebar kencang.

"Sayang, aku tahu kau sangat sibuk dengan urusan klan. Tapi ... jangan bilang kalau kau lupa tentang hari ini? Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kita yang ketiga." Aku berkata sambil duduk di sofa.

Aku berharap dia akan duduk di sampingku, tetapi dia malah memilih kursi berlengan di seberangku.

Damian memang tidak pernah terlalu mesra, tetapi malam ini dia terlalu jauh, bahkan terlalu dingin.

Sebuah alarm berbunyi di dalam diriku.

"Tentu saja aku ingat. Kau tidak tahu berapa lama aku sudah menunggu hari jadi kita yang ketiga," jawabnya. Tetapi aku tidak melihat sedikit pun kegembiraan di wajahnya.

Aku tahu semuanya akan berubah dengan kabar kehamilan ini.

Hubungan kami tidak berjalan baik karena masalah ini. Para tetua klan terus mendesaknya untuk segera memiliki pewaris.

Ketika aku memberitahunya tentang bayi itu, dia pasti akan bahagia.

"Aku akan bicara cepat dan langsung ke intinya, aku sudah tidak tahan …."

"Tunggu! Tunggu, Damian. Biarkan aku menunjukkan sesuatu dulu, lalu kau bisa memberitahuku apa yang ingin kau katakan." Aku menyela, merasakan firasat buruk yang kuat bahwa aku tidak akan suka apa yang akan dia katakan nanti.

Sambil menundukkan kepala, aku mengeluarkan kertas yang terlipat itu dan memberikannya kepada Damian, jantungku berdebar kencang karena emosi yang meluap.

Dia mengambilnya, lalu membaca dalam diam. Sementara aku terus memperhatikannya dengan perasaan cemas, menunggu kegembiraannya menyamai rasaku.

"Aku hamil! Aku mengandung anakmu! Kita akan memiliki pewaris untuk klan ini. Aku yakin Dewi Bulan telah memberkati kita dengan seorang putra!"

Aku tidak bisa menahan diri dan langsung mengatakannya begitu saja.

Dengan air mata yang mengalir, aku bangkit dan melangkah ke arahnya, ingin memeluknya.

Tetapi meskipun aku sangat mencintainya, aku masih bisa melihat bahwa ini bukanlah reaksi yang kuharapkan dari ayah anakku.

"Apa kau yakin tentang ini atau ini hanya trik untuk membuatku tetap terikat padamu?" Tiba-tiba dia berkata sambil berdiri dan mendorongku menjauh ketika aku mencoba memeluknya.

"Damian .... Tentu saja aku yakin. Lihat, itu tulisan tangan dokter. Kenapa aku harus berbohong tentang sesuatu yang sepenting ini? Sayang, ada apa? Apa yang terjadi, Alpha-ku?"

"Tidak, tidak. Sialan!" Aku melihatnya mondar-mandir dengan ekspresi panik. "Ini tidak boleh terjadi. Tidak sekarang!"

"Damian ...."

"Apa kau sudah memberi tahu ibuku? Atau orang lain?" tanyanya tiba-tiba. Dia lalu mendekatiku dan mencengkeram bahuku erat-erat.

"Ti … tidak, Sayang. Aku menunggu untuk memberitahumu yang pertama. Kupikir ... kau akan senang. Aku tahu mereka terus mendesakmu. Damian, kau tidak perlu tegang lagi. Kita akan memiliki keluarga lengkap sekarang."

Aku mengangkat tangan yang gemetar untuk membelai pipinya, tetapi dia hanya menatapku tanpa suara.

Aku tidak bisa memahami apa yang sedang berkecamuk di kepalanya.

"Kau benar .... Aku hanya sangat tertekan. Maafkan aku." Dia tiba-tiba menarikku ke dalam pelukannya, akhirnya aku pun menghela napas lega dan membalas pelukannya dengan lembut.

Untuk sesaat, aku sempat takut kalau dia tidak senang.

"Kita akan melewati ini bersama-sama, Alpha-ku. Aku akan menjadi Luna yang sempurna sehingga tidak akan ada yang bisa menghakimimu lagi," bisikku sambil mendongak menatapnya.

Aku ingin dia menciumku, atau bercinta denganku seperti yang sudah lama tidak kami lakukan.

"Ayo kita berlari. Menikmati malam istimewa ini dengan liar dan tanpa batasan."

Tiba-tiba dia menyarankan hal itu, menggandeng tanganku dan menarikku ke belakang rumah kami yang berbatasan langsung dengan hutan klan.

"Berubahlah," perintahnya. Aku memperhatikannya melepaskan pakaian.

Dia terlihat sangat seksi dan kuat.

Rambutnya berkilau di bawah sinar bulan, dan aku pun mulai bertransformasi menjadi wujud serigalaku. Itu adalah salah satu kebohongan dan rahasia terbesar dalam hidupku, sesuatu yang bahkan Damian pun tidak mengetahuinya.

....

Kami berlari bebas melintasi wilayah kekuasaan klan.

Namun, aku menyadari bahwa kami terus berlari semakin jauh, bahkan melewati perbatasan. Meskipun begitu, aku tetap mengikuti serigala putih besar milik Damian yang berlari kencang dan liar di depanku.

Kami sampai di tempat terpencil, di tepi sebuah tebing yang curam. Di atas kami, bulan bersinar dengan terang, dan pemandangan hutan tampak membentang jauh di bawah.

"Di mana ini? Kita berada di luar wilayah klan .... Bukannya kita sudah melanggar wilayah kekuasaan klan lain?"

Aku menatap ke kejauhan dari tepi tebing, terpesona oleh pemandangan indah di depan mataku, aku pun sudah kembali berubah ke wujud manusia, tetapi tidak ada respon apa pun.

Aku merasa gelisah dan mulai berbalik badan. Namun, sesuatu di dalam diriku bergejolak memberi sinyal bahaya. Seekor gagak terdengar berkicau di kejauhan, tetapi semuanya sudah terlambat.

"Da ... Damian, apa …? Aaaahhh!" teriakku saat merasakan cakar serigala mencabik perutku, merobeknya dengan sangat dalam.

Merasa ketakutan dan terkejut oleh serangan mendadak itu, aku pun mencoba berlari.

Aku berusaha berubah kembali menjadi wujud serigala untuk melarikan diri ke hutan, menjauh dari apa pun yang sedang terjadi, menjauh dari serigala Alpha yang ganas itu, yang mata merah darahnya menatapku dengan penuh kebencian, tetapi tidak mungkin bagiku untuk bisa melarikan diri.

"Ahh! Lepaskan aku! Damian, apa yang kau lakukan? Kau kenapa? Ahhh! Tolong! Tolong!" teriakku saat dia melompat menerkam tubuhku ketika aku mencoba melarikan diri.

Déplier
Chapitre suivant
Télécharger

Dernier chapitre

Plus de chapitres

Aux lecteurs

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Pas de commentaire
50
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status