author-banner
AraVika
AraVika
Author

Novels by AraVika

Awas Cakar! Bodyguard-ku Menjelma Kucing Manja

Awas Cakar! Bodyguard-ku Menjelma Kucing Manja

Juno bukanlah manusia biasa; ia adalah seorang Hybrid manusia-kucing dengan kemampuan predator yang luar biasa, hasil rekayasa genetik klan kuno Lunar Guardian. Hidupnya yang liar berubah drastis saat ia bertemu dengan Arina Kirana, seorang aktris terkenal yang menjadi saksi rahasia dunianya. Demi melindungi Arina dari kejaran organisasi Syndicate, Juno membawanya melarikan diri ke hutan-hutan terdalam Indonesia. Cinta mereka diuji saat Arina sekarat akibat serangan musuh. Dalam keputusasaan, Juno membagikan darahnya melalui transfusi mistis yang menyelamatkan Arina, namun mengubah gadis itu menjadi manusia dengan kekuatan perak yang misterius. Keduanya kini terikat dalam satu nadi yang sama. ​
Read
Chapter: Bab 126. Ikrar Suci di Bawah Kanopi Hutan Pinus
Pagi pertengahan juni menyapa lereng Pegunungan Salak dengan keindahan yang seolah direncanakan oleh alam semesta. Langit biru jernih tanpa sehelai pun awan kelabu membentang luas, membiarkan pendaran cahaya keemasan matahari pagi menembus celah-celah dedaunan pinus dan menyinari hamparan halaman belakang rumah keluarga Lunar Guardian. Udara pegunungan terasa sejuk, membawa aroma pinus, wangi melati, dan semerbak mawar putih yang dirangkai rapi di sepanjang altar pernikahan terbuka.Pukul sembilan tepat, para tamu undangan mulai berdatangan. Kursi-kursi kayu jati berukir halus di atas rumput hijau terisi penuh oleh keluarga besar, kerabat dekat dari Jakarta, rekan-rekan akademisi universitas, serta anak-anak panti asuhan Tirta Harapan bersama Dr. Elena dan Rian. Suasana di tempat itu tidak kaku layaknya resepsi kenegaraan atau perhelatan kaum elite ibu kota. Suasananya justru terasa begitu hangat, sakral, dan penuh kekeluargaan yang tulus. Di sisi kiri altar, Danu dan Sol berd
Last Updated: 2026-11-05
Chapter: Bab 125. Fajar Persiapan dan Debar Menjelang Hari Suci
Tinggal menghitung hari menuju pertengahan Juni, suasana di lereng Pegunungan Salak berubah menjadi sebuah simfoni kesibukan yang sarat kehangatan. Pagi itu, kabut tipis khas Bogor berangsur menipis seiring semburat cahaya keemasan matahari yang menyapu pucuk-pucuk pohon pinus. Halaman belakang rumah Lunar Guardian yang telah dihias sedemikian rupa kini tampak seperti sebuah altar alam yang sakral, deretan kursi kayu jati tersusun rapi di atas rumput hijau, dibingkai oleh lengkungan bunga-bunga putih segar, lavender, dan dedaunan pakis liar yang dirangkai langsung oleh tangan terampil Lyra dan Maya. Di dalam rumah, ketegangan manis yang menggelayuti perasaan mulai terasa. Aries berdiri di depan cermin besar kamarnya, mengenakan kemeja linen putih bersih dengan jas luar berwarna abu-abu arang berpotongan klasik. Di balik kerah bajunya, liontin kristal hitam Paman Neon tidak lagi memancarkan denyut energi pertarungan, melainkan bergetar dalam frekuensi hangat yang tenang—menjad
Last Updated: 2026-11-01
Chapter: Bab 124. Persiapan di Bawah Kanopi Hutan Pinus
Dua minggu menjelang hari pernikahan, kawasan lereng Pegunungan Salak di sekitar rumah baru keluarga Lunar Guardian bertransformasi menjadi lokasi yang amat sibuk namun dipenuhi kegembiraan. Udara pagi bulan Juni membawa kesejukan pegunungan yang berpadu dengan aroma harum ratusan tangkai bunga segar yang mulai berdatangan dari rumah kaca penangkaran lokal di Bogor. Di halaman belakang rumah yang dinaungi rindang pohon-pohon pinus tinggi, struktur kerangka panggung kayu terbuka berhiaskan kain putih transparan dan lilitan daun-daun pakis mulai berdiri tegak. Di bawah arahan Maya dan Lyra, para pemuda Karang Taruna setempat dan rekan-rekan relawan dari panti asuhan Tirta Harapan bekerja sama merangkai dekorasi alami. Tidak ada kesan mewah berlebihan yang kaku; yang tampak adalah keindahan organik yang menyatu sempurna dengan alam pegunungan—mencerminkan karakter jiwa Sarah yang lembut dan kecintaan Aries pada kesederhanaan yang bermakna. Di dalam rumah, ruang tamu utama dipe
Last Updated: 2026-10-28
Chapter: Bab 123. Fajar Baru di Teluk Seribu dan Persiapan Wisuda
Memasuki bulan-bulan awal semester akhir, atmosfer di sekitar tempat tinggal lereng Pegunungan Salak dan kampus Jakarta dipenuhi oleh antusiasme yang membubung. Tanggal di pertengahan Juni yang diresmikan oleh kedua keluarga kini menjadi mercusuar utama yang mengarahkan setiap energi, karya, dan doa anak-anak Lunar Guardian. Sebelum jadwal ujian akhir dan penulisan naskah komprehensif skripsi menyita seluruh waktu mereka, Aries memutuskan untuk mengorganisasi satu perjalanan singkat ke Kepulauan Seribu—kembali ke markas lama dan rumah masa kecil mereka. Perjalanan kali ini bukan untuk melakukan evaluasi taktis atau pertahanan pesisir, melainkan sebuah ziarah rasa syukur dan pengikatan janji di tanah tempat mereka dibesarkan. Kapal motor berhaluan kayu jati yang dikemudikan Aries merapat mulus di dermaga kayu pulau pribadi keluarga. Sinar matahari pagi membias bening menembus air laut teluk yang hijau kebiruan. Angin laut yang segar menyambut kedatangan Aries, Sarah, Lyra, Danu,
Last Updated: 2026-10-24
Chapter: Bab 122. Malam Pertemuan di Kota dan Restu Abadi
Sebuah sedan hitam elegan meluncur halus membelah rintik hujan gerimis yang menyiram kawasan elit Menteng, Jakarta Pusat. Di dalam kabin mobil yang hening dan hangat, Juno duduk tegap di sebelah Arina di kursi belakang. Kemeja batik tulis sutra bernuansa tembaga membalut tubuh tegap Juno, sementara Arina tampak amat anggun dalam balutan kebaya modern warna gading yang dipadukan dengan selendang batik senada. Di kursi kemudi, Aries mengendalikan kemudi dengan ketenangan sempurna. Di sampingnya, Sarah terus memperhatikan koordinat jalan seraya sesekali membetulkan letak bros mutiara di blazernya. Di barisan kursi tengah, Lyra, Danu, Sol, dan Maya duduk rapi dengan pakaian formal terbaik mereka—membawa bungkusan bingkisan kue tradisional dan cenderamata kayu jati ukir buatan tangan dari Bogor. "Tenanglah, Sarah," bisik Aries lembut saat mobil berhenti di depan gerbang berornamen besi tempa sebuah rumah bergaya kolonial yang megah. Aries mengulurkan tangan kirinya, menggenggam jem
Last Updated: 2026-10-20
Chapter: Bab 121. Undangan di Meja Makan dan Bayang-Bayang Fajar
Aroma daun pandan, parutan kelapa gurih, dan ikan gurame bakar bumbu kecap memenuhi seluruh penjuru dapur rumah lereng Pegunungan Salak pada pertengahan bulan Desember. Pagi itu, sinar matahari menembus jendela-jendela kaca besar tanpa halangan kabut, membiaskan garis-garis cahaya keemasan di atas meja kayu jati panjang yang telah tertata rapi dengan piring-piring keramik putih. Di ujung meja, Juno dan Arina duduk berdampingan. Juno mengenakan kemeja batik katun bernuansa cokelat tanah dengan lengan tergulung rapi, sementara Arina tampil anggun dalam balutan selendang sutra tipis yang menyelimuti bahunya. Tatapan mata emas Juno—yang dulunya selalu dipenuhi kecurigaan dan naluri bertarung Alpha yang tak pernah padam—kini memancarkan ketenangan seorang kepala keluarga yang melihat impian terbesarnya terwujud. Aries melangkah masuk dari arah halaman belakang, membawakan mangkuk porselen berisi sup iga hangat yang asapnya masih mengepul halus. Di belakangnya, Sarah menyusul seraya m
Last Updated: 2026-10-17
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status