author-banner
AraVika
AraVika
Author

Novels by AraVika

Awas Cakar! Bodyguard-ku Menjelma Kucing Manja

Awas Cakar! Bodyguard-ku Menjelma Kucing Manja

Juno bukanlah manusia biasa; ia adalah seorang Hybrid manusia-kucing dengan kemampuan predator yang luar biasa, hasil rekayasa genetik klan kuno Lunar Guardian. Hidupnya yang liar berubah drastis saat ia bertemu dengan Arina Kirana, seorang aktris terkenal yang menjadi saksi rahasia dunianya. Demi melindungi Arina dari kejaran organisasi Syndicate, Juno membawanya melarikan diri ke hutan-hutan terdalam Indonesia. Cinta mereka diuji saat Arina sekarat akibat serangan musuh. Dalam keputusasaan, Juno membagikan darahnya melalui transfusi mistis yang menyelamatkan Arina, namun mengubah gadis itu menjadi manusia dengan kekuatan perak yang misterius. Keduanya kini terikat dalam satu nadi yang sama. ​
Read
Chapter: Bab 19. Memburu Ular di Alam Mimpi
Ketegangan di dalam griya tawang itu berubah menjadi keheningan yang menyakitkan. Arina meringkuk di sudut ruangan, tubuhnya gemetar hebat. Setiap kali Juno mencoba mendekat, Arina akan menjerit seolah-olah melihat maut di depan matanya. Racun "Lidah Ular" bukan sekadar merusak saraf, ia membelit logika dan menggantinya dengan delusi purba yang mengerikan. "Efek racunnya akan menetap secara permanen dalam enam jam jika tidak segera dinetralkan dari pusat sarafnya," ucap Lady Elara sambil menatap layar monitor yang menunjukkan aktivitas otak Arina yang kacau. "Masalahnya, penawar fisiknya berada di tangan The Serpent’s Eye. Kita tidak punya waktu untuk menyerbu mereka sekarang." Juno berdiri di depan kaca besar, menatap bayangannya sendiri. Mata emasnya berkilat penuh tekad yang suram. "Ada cara lain. Ritual Anima Nexus." Neon terbelalak. "Juno, itu gila! Itu teknik kuno klanmu yang sudah dilarang. Kamu harus melepaskan kesadaran manusiamu sepenuhnya dan masuk ke dalam alam ba
Last Updated: 2026-06-24
Chapter: Bab 18. Dunia yang Terbelah
Badai media yang pecah setelah insiden di gedung kolonial benar-benar mengubah peta kehidupan mereka. Arina dan Juno kini bukan lagi sekadar selebriti dan pengawal, melainkan pusat dari teori konspirasi global. Pagi itu, cahaya matahari yang masuk lewat jendela griya tawang Neon terasa lebih tajam dari biasanya. Di atas meja kaca, belasan tablet menampilkan tajuk berita yang sama dalam berbagai bahasa. "THE CAT-MAN OF JAKARTA: SIHIR ATAU EKSPERIMEN BIOLOGIS?" "ARINA KIRANA: RATU DI BALIK MONSTER?" "SAHAM RAKSASA HIBURAN ANJLOK SETELAH INSIDEN KOTA TUA" Arina duduk di sofa sambil menyesap kopi pahit, matanya sembab karena kurang tidur. Di sampingnya, Juno berdiri mematung menatap layar TV yang menyiarkan perdebatan para ahli biologi dan okultisme tentang keberadaannya. "Tiga kontrak iklan diputus pagi ini," ucap Arina datar, meletakkan ponselnya yang terus bergetar. "Manajerku bilang, citraku sekarang terlalu 'berisiko'. Mereka takut pada apa yang tidak mereka mengerti." Juno be
Last Updated: 2026-06-24
Chapter: Bab 17. Transformasi di Depan Mata
Ketegangan di aula gedung kolonial itu mencapai titik didih. Suara musik klasik yang tadinya mengalun lembut kini terhenti, digantikan oleh bisikan panik para tamu yang melihat sang megabintang, Arina Kirana, disudutkan oleh para penjaga bersenjata. Arina merasakan cengkeraman Hendrick di lengannya semakin menguat. Ujung pistol dingin menekan pinggangnya di balik gaun mahalnya. Namun, alih-alih gemetar, Arina menatap Hendrick dengan tatapan menantang yang belum pernah dilihat publik sebelumnya. "Kalian membuat kesalahan besar," bisik Arina, suaranya tetap stabil meskipun jantungnya berdegup kencang. "Kalian membawa monster ke dalam rumah kalian, dan sekarang kalian baru saja menutup semua pintu keluarnya." Hendrick tertawa sinis. "Monster? Maksudmu kucing abu-abu itu? Kami akan menjadikannya spesimen pajangan setelah kami membedah otaknya." Tepat saat itu, suara geraman rendah yang tidak terdengar seperti hewan apa pun bergema di seluruh aula. Cahaya lampu gantung kristal mula
Last Updated: 2026-06-23
Chapter: Bab 16. Pesta di Sarang Ular
Gedung kolonial di kawasan Kota Tua itu tampak megah dengan pilar-pilar putih yang menjulang tinggi, diterangi oleh lampu-lampu gantung kristal yang memancarkan cahaya kekuningan yang hangat. Di luar, karpet merah membentang, namun suasananya berbeda dengan Premiere Film. Di sini, tamunya adalah orang-orang dengan setelan jas seharga ribuan dolar dan gaun yang memancarkan aroma kekuasaan lama. Ini adalah acara amal yang diadakan oleh The Golden Scale Foundation—sebuah nama samaran yang sangat rapi untuk sekte The Serpent’s Eye. Sebuah mobil Rolls-Royce hitam berhenti tepat di depan lobi. Pintu dibuka, dan Arina Kirana melangkah keluar. Ia tampak menakjubkan dalam gaun Haute Couture berwarna emas pucat yang memeluk tubuhnya dengan sempurna. Di lengan kanannya, ia menenteng sebuah tas desainer berukuran cukup besar dengan aksen transparan di bagian samping yang dihiasi ukiran laser. Di dalam tas itu, beralaskan kain sutra yang lembut, duduklah seekor kucing persia abu-abu den
Last Updated: 2026-06-23
Chapter: Bab 15. Latihan di Antara Bayang-Bayang
Markas rahasia Lady Elara terletak di sebuah gedung tua yang tampak terbengkalai di pinggiran Jakarta, namun di dalamnya terdapat teknologi militer paling mutakhir. Di ruang latihan yang luas dengan dinding berlapis peredam suara, udara terasa panas oleh keringat dan ketegangan. "Lambat! Terlalu lambat!" Elara berteriak dari balkon pemantau. Di bawah, Juno sedang bertarung melawan tiga instruktur terbaik klan sekaligus. Gerakannya sangat cepat, namun ia terlihat berusaha menahan diri. Ia tidak ingin sepenuhnya melepaskan insting predatornya di depan ibunya. "Gunakan cakarmu, Juno! Berhenti bertarung seperti manusia lemah!" Elara memukul pagar besi dengan keras. Juno menggeram rendah, matanya berkilat emas. Dalam satu gerakan melanting, ia menjatuhkan ketiga instruktur itu hanya dengan sapuan kaki dan tekanan titik saraf. Ia berdiri tegak, napasnya memburu, menatap ibunya dengan kebencian yang mendalam. "Aku bertarung dengan cara yang kupilih," ucap Juno dingin. Sementara itu, di
Last Updated: 2026-06-22
Chapter: Bab 14. Aliansi yang Tak Terduga
Setelah insiden di malam Premiere, nama Juno menjadi buah bibir nasional. Foto-fotonya saat membimbing Arina menembus kegelapan—dengan sorot mata yang tampak berkilat aneh karena pantulan lampu darurat—menghiasi setiap headline berita. Media menyebutnya sebagai "Pangeran Bayangan," namun bagi Juno, popularitas ini adalah kutukan baru yang harus ia kelola. Mereka tidak kembali ke apartemen mewah Arina yang kini sudah dikepung oleh paparazzi dan kemungkinan mata-mata The Serpent’s Eye. Sebaliknya, mereka bersembunyi di sebuah griya tawang (penthouse) milik seorang sahabat lama Arina, seorang peretas jenius yang dikenal dengan nama kode Neon. "Koin perak dengan ukiran ular melilit kucing?" Neon memutar koin itu di bawah mikroskop digitalnya. Layar besar di dinding ruangan menampilkan detail ukiran yang sangat halus. "Juno, ini bukan sekadar organisasi. Ini adalah The Ophidia, sekte kuno yang merupakan 'penjaga' dari kutukan keluargamu. Mereka percaya bahwa jika mereka bisa membun
Last Updated: 2026-06-19
You may also like
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status