Masuk"Ding"
"Hadiah sistem, pedang naga langit dan herbal langka!" Suara sistem terdengar di telinganya. Tak lama kemudian, seberkas cahaya masuk ke cincin ruangnya. "Kenapa senyum-senyum? Ada yang lucu?" tanya Jiang Mei. "Tidak ada apa-apa," jawab Shen Liang. "Oh, iya, ada yang harus kulakukan di halaman belakang!" Shen Liang ke halaman belakang paviliun bintang. Ia mengamati halaman sembari mencari tempat yang tepat untuk menanam herbal. Meski halaman paviliun sangat luas, tapi orang-orang bisa masuk ke sana dengan mudah. Bosan dan tak tahu harus apa, Shen Liang memeriksa cincin ruangnya dan mengeluarkan sebuah tungku. Bukan hanya tungku, ia juga mengeluarkan beberapa herbal yang dimilikinya. Api berkobar dan herbal-herbal itu dimasukkan ke dalam tungku. Dalam waktu singkat, herbal tersebut berubah menjadi cairan kental. Swuuuussss Di atas tungku, beberapa pil melayang dan mengeluarkan aroma semerbak. Pil tersebut merupakan pil kultivasi tingkat 5. Setelah menelan pil-pil tersebut, kultivasinya langsung menerobos ke tahap 7 ranah perunggu. "Ding" "Misi, membunuh pangeran Jiang Li!" Suara sistem membuatnya terkejut. Membunuh pangeran Jiang Li sama saja dengan menyerahkan nyawa kepada dewa kematian. "Ding, misi sedang berlangsung!" Sistem menampilkan informasi tentang Jiang Li, putra mahkota Kekaisaran Jiang. Informasi yang di berikan sistem menunjukkan bahwa Jiang Li orang yang baik, bukan penjahat. Saat melihat informasi selanjutnya, keningnya langsung berkerut. "Usia 18 tahun, kultivasi ranah bumi tahap 3, anggota organisasi naga hitam, dan seorang kultivator iblis kegelapan." Keterkejutan Shen Liang berubah menjadi amarah. Ingatan sang Shen Liang yang asli kembali muncul satu per satu. Naga hitam, organisasi itu yang membunuh ibunya 10 tahun lalu. "Jadi, dia orangnya." Tangannya mengepal hingga kuku-kukunya membuat telapak tangannya terluka dan berdarah. "Sistem, waktu penyelesaian misinya berapa hari?" tanyanya. "Hm, sebulan, Tuan!" jawab sistem. "Saat ini, Jiang Li dalam perjalanan ke paviliun. Sebentar lagi akan sampai!" lanjut sistem. Shen Liang beranjak dari posisinya. Setelah memasukkan tungku ke cincin ruangnya, ia kembali ke paviliun. Jiang Mei yang kebetulan melihat luka di telapak tangannya langsung menggunakan elemen cahayanya untuk menyembuhkan lukanya. "Ceroboh sekali, bisa-bisanya tanganmu terluka!" ucapnya. "Jangan khawatir, sebentar lagi lukanya akan sembuh." Shen Liang menimpali. "Hari ini, Jiang Li akan datang!" ungkap Jiang Mei. "Kamu tahu darimana kalau dia akan datang?" tanya Shen Liang dengan nada tidak suka. "Suratnya sudah sampai!" Jiang Mei memperlihatkan sebuah surat kecil. "Dia mengancammu?" tanya Shen Liang dengan mata yang sedikit menyipit. "Jiang Li membenciku! Aku tidak tahu penyebabnya, tapi saat bertemu dia selalu menyerangku dengan cambuk apinya," jelasnya. Kilatan kemarahan terlihat di mata Shen Liang. Ia menoleh ke pintu, dan di sana seorang pemuda melangkah masuk dengan cambuk di tangannya. Tanpa banyak bicara, pemuda itu langsung diserangnya. Meski serangannya meleset, tapi serangan kedua membuat pemuda tersebut mundur beberapa meter. "Yang kudengar, kamu Tuan Muda sampah. Ternyata informasi itu salah," ucap pemuda yang merupakan Jiang Li, sang pangeran mahkota. "Katakan saja maksud dan tujuanmu ke sini. Kalau tidak penting, silahkan pergi!" ucap Shen Liang. "Jiang Mei, kamu masih hidup? Kukira kamu sudah mati!" ledek Jiang Li. "Jiang Yue tidak mau menikah! Jadi, kamu yang harus menikahi Huang Long!" ungkapnya. "Tidak bisa! Jiang Li istriku, dan dia tidak boleh menikah dengan orang lain!" tolak Shen Liang. Kesal karena permintaan di tolak, Jiang Li langsung menyerang menggunakan cambuk apinya. Cambuknya dihalangi oleh kubah cahaya. Karena terkejut, ia langsung menarik kembali cambuknya, tapi elemen cahaya menyebabkan cambuk api miliknya berubah menjadi debu. "Elemen cahaya, kamu yang mewarisinya?" tanyanya dengan nada terkejut. "Memangnya kenapa? Keberatan?" Jiang Mei melambaikan tangannya sekali. Saat itu juga, pangeran mahkota langsung terpental. "Beraninya menyerang putra mahkota! Lihat saja, hari ini aku akan menghukummu!" Jiang Li mengeluarkan sebuah giok berbentuk spiral. Giok itu dilemparkan ke arah Jiang Mei. Sebelum giok itu mengenai target, Shen Liang menangkap dan menghancurkannya. "Ranah perunggu tahap 7 berani melawanku, cari mati!" Pangeran mahkota mengeluarkan pedangnya dan menebas udara kosong. Wuuuussss Shen Liang muncul di belakang Jiang Li. Sebelum pemuda itu berbalik, sebuah jarum cahaya menusuk sang pangeran mahkota hingga tembus ke dadanya. Jarum cahaya menciptakan reaksi ditubuh pemuda yang merupakan kultivator iblis kegelapan. "Pengguna cahaya! Ba–bagaimana mu–mungkin?" tanyanya sambil menahan sakit di sekujur tubuhnya. "Aku akan membalas luka ini!" Jiang Li mengeluarkan giok teleportasi. Giok tersebut sudah berpindah tangan sesaat sebelum digunakan. Dengan tubuh terluka, pangeran mahkota mencoba menyerang, tapi tapak cahaya langsung menghantam dadanya. "Untungnya aku mantan agen khusus di kehidupan sebelumnya. Kalau tidak, mungkin aku sudah mati," gumamnya. "Apakah dia dibunuh atau dibiarkan hidup?" Shen Liang bertanya kepada Jiang Li, tapi gadis itu tak menjawab. "Dibunuh atau dibiarkan hidup, terserah kamu saja!" Jiang Li menatap tajam kakaknya lalu pergi tanpa mengatakan sepatah kata pun. "Jangan coba-coba! Kalau kamu membunuhku, Kekaisaran tidak akan pernah memaafkanmu!" Jiang Li berusaha menjauh dan memberi peringatan, tapi Shen Liang tidak peduli sama sekali. "Kaisar tidak akan percaya kalau akulah yang membunuhmu. Biarlah Pak Tua itu kebingungan mencari petunjuk!" Shen Liang menciptakan ribuan pedang cahaya. Satu per satu, pedang tersebut langsung menyerang Jiang Li. Serangan beruntun tersebut membuat pemuda itu menghembuskan napas terakhirnya. "Sistem, hilangkan semua bukti yang berkaitan denganku!" pinta Shen Liang kepada sistem. "Dimengerti, Tuan!" Wuuuussss Peri kecil jelmaan sistem menghampiri mayat Jiang Li. Peri kecil itu menghilang semua bukti dan jejak, kecuali jejak elemen cahaya. Setelah melakukan tugasnya, peri kecil tersebut langsung menghilang. "Sebelum mayatnya dibuang, hancurkan lencana giok miliknya!" pinta Jiang Li dari lantai atas. "Lencana giok!" Shen Liang memeriksa cincin ruang milik pangeran mahkota. Di dalam cincin ruang tersebut ia menemukan sebuah lencana giok yang retak, tapi memancarkan cahaya. "Mei'er, apakah ada keturunan Kekaisaran yang tinggal di kota ini?" tanya Shen Liang. "Raja Kota dan pamanku sendiri, Tetua Jiang," jelas Jiang Mei. "Tepat sekali!" Shen Liang memadatkan elemen cahaya dan membentuknya menjadi topeng. Saat tiba di gerbang sekte, ia mengubah rencananya. Jiang Li dibawah ke gerbang kota dan diletakkan di sana. Sebelum pergi, ia mengeluarkan lencana organisasi naga hitam. Karena Jiang Li menyimpan tiga lencana, salah satu lencana diletakkan disamping mayat, sementara yang lainnya tetap disimpan di cincin ruang. "Ding, misi selesai! Hadiah teknik akupuntur bintang suci!" "Ding, hadiah kedua, peningkatan kultivasi ke ranah emas tahap 5!" Suara sistem menggema di telinganya. Bukan hanya itu, teknik akupuntur bintang suci mengalir ke otaknya seperti sungai yang mengalir deras. "Lumayan juga!" ujarnya lalu melesat ke paviliun bintang. Di istana kekaisaran, seorang pria paruh baya memasuki aula. Karena terburu-buru, ia lupa memberi hormat kepada kaisar. Hal itu membuat petinggi Kekaisaran marah. Hampir saja nyawanya melayang di tengah karena kesalahan yang tidak disengaja. "Yang Mulia, lampu jiwa pangeran mahkota padam!" ungkap pria paruh baya tersebut. "Apa?" Kaisar berdiri karena terkejut. Ia mengeluarkan giok putih dan menggunakannya untuk melacak pembunuh pangeran mahkota. Sayangnya giok itu tidak menunjukkan apa-apa selain asap berwarna putih. "Elemen cahaya!" gumamnya.Swiiiiizzzzzz Sreeeekk Satu per satu, para pria bertopeng terbunuh, menyisakan seorang yang memakai topeng bertaring. Kematian rekan-rekannya yang lain membuatnya marah. Taring pada topengnya bersinar lalu berubah menjadi sepasang pedang. "Tadi, aku terlalu meremehkanmu," ucapnya. Swuuuussss Traaangg Traaaanngggg Traaangg Dentingan logam terdengar saat pedang pria itu berbenturan dengan pedang naga langit. Benturan pedang tersebut menciptakan percikan api dan suara berisik yang memekakkan telinga. Swuuuussss Shen Liang menyerang pria itu dengan ratusan pedang sekaligus. Serangan tersebut membuat pria itu kewalahan, meski tidak terluka sama sekali. Dengan sekali tebas, dua sinar menyilang menyerang lawan dengan sangat cepat. Dhuaaarrrrrr Ledakan keras terdengar. Ledakan itu menyebabkan dua orang yang bertarung terpental beberapa meter. Pria bertopeng berdiri dengan kedua pedang yang jadi tumpuan. Noda darah menetes dari balik topengnya. Darah itu memb
"Kejam sekali!" Seorang wanita berkomentar. Dilihat dari pakaian yang dikenakannya, sudah jelas dia adalah seorang pelayan. Anehnya, dia hanya sendiri, tidak berjalan bersama majikannya. "Ini wilayahku, dan siapapun tidak boleh membunuh di sini!" Wanita yang hanfu dengan bordiran phoenix perak muncul dari ruang hampa. Wanita itu menghampiri Shen Liang dengan pedang terhunus. "Di sini, siapapun yang membunuh harus dihukum mati!" Dengan tatapan dingin, wanita itu mengayunkan pedangnya. Traaaanngggg Dentingan logam terdengar saat pedang wanita itu berbenturan dengan pedang naga langit. Ia sedikit terkejut, tapi keterkejutannya disembunyikan dengan sangat baik. "Sepertinya kamu meremehkanku!" ucap wanita itu dengan kesal. Ia menyerang menggunakan pedang lain, tapi serangannya ditepis dengan sangat mudah. Bahkan, pedang yang baru saja dikeluarkannya hancur begitu saja. "Kurang ajar!" Wanita itu melompat ke belakang. Ia menyalurkan elemen es ke pedangnya. Sekilas, bay
"Ding, taklukan sekte phoenix suci!" Notifikasi sistem terdengar di telinganya. Misi yang sistem berikan hampir saja membuatnya muntah darah. Pasalnya, sekte phoenix suci adalah sekte terkuat di benua naga. Selain mendapatkan predikat sekte terkuat, informasi tentang sekte itu tidak diketahui. Jangankan jumlah murid, letaknya pun diketahui, seolah sekte itu tidak pernah ada. "Sistem, misinya yang masuk akal sedikit!" Shen Liang protes. "Misi harus diselesaikan dalam waktu satu bulan!" Kata-kata sistem membuatnya semakin kesal. Meski diberi waktu setahun sekalipun, sekte phoenix suci tidak akan pernah ia temukan. "Jika misi gagal, kultivasi Tuan akan dihancurkan!" Sistem kembali bersuara. "Sistem ini benar-benar menjebakku!" kesalnya. Kesal dengan misi sistem, ia beranjak dan mengunjungi Jiang Mei yang sedang menyendiri di taman sekte. "Ada apa?" tanyanya. "Sejujurnya aku merindukan ibuku. Terakhir kali aku bertemu dengannya saat usiaku 7 tahun. Setelah itu, ibuku m
Ratusan elang langit menggubah suasana menjadi gelap. Satu per satu, ratusan murid sekte awan turun dari punggung elang. Pemimpin mereka adalah seorang raja langit tahap 7. Tentu saja kedatangan mereka disambut dengan tawa oleh Jiang Linghu. "Murid pengkhianat, mengapa kau tertawa?" tanya pemuda yang memimpin murid puncak Qing Long. Tawa Jiang Linghu terhenti, tatapan dinginnya membuat murid-murid sekte awan terkejut. Ia menanggapi pertanyaan murid sekte awan bukan dengan kata-kata, melainkan dengan pedangnya. Hanya dalam waktu singkat puluhan murid tumbang tak bernyawa. "Murid pengkhianat? Bukankah sekte awan sendiri yang mencampakkan kami?" tanyanya. "Diterima oleh sekte adalah kehormatan untuk kalian para sampah! Seharusnya kalian tunduk kepada sekte, bukan membelot!" Yu Hao, pemimpin pasukan puncak Qing Long menanggapi. "Akan kutunjukkan padamu siapa sampah sebenarnya!" Jiang Linghu menyimpan pedangnya. Tak lama kemudian, elemen kegelapan muncul entah dari mana. H
Di puncak bintang, dua orang menebang pohon yang tumbuh di tengah gunung. Sisanya, yaitu 7 orang lainnya membangun tempat tinggal, dan bangunan lain yang diperlukan. waktu 3 bulan, sebuah paviliun berdiri di tengah hutan. "Cukup melelahkan!" Yue Chen merebahkan bersandar di paviliun yang baru saja berdiri. "Meski jauh dari kata mewah, yang penting tidak tidur di alam liar!" Yue Hua berkomentar. Sementara itu, tanpa sepengatahuan orang lain, Shen Liang mengaktifkan formasi tersembunyi yang menutupi puncak. Saat formasi itu aktif, paviliun yang tadinya tampak biasa-biasa saja berubah menjadi paviliun besar dan mewah. Bukan hanya itu, puncak bintang yang wilayahnya sangat luas berubah menjadi kota. "Apa yang terjadi? Kenapa tempat ini berubah menjadi kota?" tanya Yue Xia. "Aku juga tidak tahu!" Yue Qing menimpali. Yue Qing, Yue Luo, Yue Chen, Yue Xia, dan Yue Zhang ada lima generasi muda klan Yue yang dipilih oleh Yan Shui. Di klan Yue, mereka termasuk jenius teratas. De
"Shen Liang, ada apa?" Yue Lan mengulang pertanyaannya. Sama seperti sebelumnya, Shen Liang tidak menjawab sama sekali. "Tidak ada apa-apa!" jawabnya, ya, meskipun sekarang dia tidak mau dekat-dekat dengan ibunya. "Diantara semua orang yang ada di sini, kalian bertiga yang paling layak menjadi murid sekte awan!" jelas Yue Lan. Shen Liang menatap ibunya untuk waktu yang lama, seolah sedang memastikan sesuatu. Hanya tiga orang, menurutnya jumlah itu membuatnya curiga. Pasalnya, banyak generasi muda klan Yue yang sangat jenius. "Karena kalian memiliki elemen yang terbilang langka, kalian akan ditempatkan di satu tempat, yaitu puncak bintang!" Pernyataan ibunya membuatnya kesal. Ternyata ibunya punya alasan tersendiri mengapa yang dipilih hanya Yue Hua. Tujuannya agar gadis itu selalu bersamanya setiap saat. "Ibumu sangat mencurigakan!" ucap Yue Hua berbisik. "Pengguna elemen kegelapan hanya aku seorang, kenapa tidak memilih beberapa orang lagi?" tanya Yue Hua. Bukan jawaba







