Mag-log inUtusan kekaisaran tiba di kota Naga Biru dengan cepat. Selain ditugaskan menyelidiki kematian putra mahkota, mereka juga ditugaskan mencari pemilik elemen cahaya di kota itu. Sayangnya, hingga matahari terbit keesokan harinya, mereka tidak menemukan petunjuk apa pun.
"Lama-lama bosan juga melihat prajurit yang lalu-lalang." Shen Liang berkomentar. "Tuan Putri, Yang Mulia meminta Anda kembali ke istana bersama Tuan Muda Shen!" ucap seorang prajurit. "Baiklah, kami akan ke sana!" Walaupun enggan, tapi Jiang Mei tetap saja memenuhi perintah ayahnya. Dia bisa menebak sambutan yang akan didapatnya saat sampai di istana kekaisaran yang megah. "Silahkan masuk ke portal!" pinta prajurit itu dengan sopan. Jiang Mei dan Shen Liang memasuki portal. Perjalanan dengan lebih dari 5 bulan dilalui hanya dengan waktu kurang dari 5 menit. Saat tiba di istana, lonceng suci berdentang tanpa henti. Suara yang keras dan berulang dari lonceng suci menarik perhatian orang-orang istana. Setelah berdentang berkali-kali, suara lonceng menghilang. Di saat yang bersamaan, dua orang keluar dari portal. Keduanya adalah Jiang Lingxiao dan Wu Qingyi. "Lihat siapa yang datang!" ucap Jiang Lingxiao dengan nada mengejek. "Jiang Mei, kamu itu putri kekaisaran. Meski tidak bisa berlatih, setidaknya menikahlah dengan orang yang berguna," ledeknya. "Tidak usah dihina! Tanpa dihina pun, mereka sudah hina!" Wu Qingyi menimpali. Dua orang itu berjalan sambil tertawa. Saat tiba di hadapan Shen Liang dan Jiang Mei, mereka langsung mengeluarkan senjata. Sembari tertawa jahat, dua orang itu mengalirkan petir ke senjata yang dipegang untuk menakuti sekaligus mengancam. Baaammm Detik berikutnya, Jiang Lingxiao terlempar puluhan meter. Ia berdiri dan menatap Shen Liang dengan tatapan tak percaya. Keningnya berkerut saat melihat petir yang digunakan untuk menyerangnya. "Jiang Mei, kenapa kamu masih hidup?" tanyanya, pertanyaan serupa ditanyakan oleh Jiang Li tanyakan sebelum kehilangan nyawa. "Kenapa aku harus mati?" tanya Jiang Mei. "Kakek mengatakan kondisi tubuhmu sangat aneh. Seharusnya kamu sudah mati," jawab Jiang Lingxiao. Jiang Mei yang mengerti arah pembicaraan Lingxiao hanya memutar bola matanya dengan kesal. Sejak kecil, kondisi tubuhnya memang aneh. Diwaktu tertentu, ia akan kepanasan untuk waktu yang sangat lama. Sampai sekarang pun tidak ada yang tahu penyebabnya. "Jiang Mei, semua orang di istana ini tidak menyukaimu. Seharusnya kamu tetap bersembunyi di kota kecil saja!" ledek Wu Qingyi. "Kenapa bukan kamu saja yang bersembunyi? Kalau perlu kultivasimu akan kuhancurkan hari ini juga!" ujar Shen Liang dengan amarah yang tertahan. "Kamu!" Wu Qingyi geram. Ia mengeluarkan pedangnya yang diselimuti petir kuning. "Kamu akan gila jika meladeni sampah seperti mereka," ucap Jiang Lingxiao. Gadis itu menyimpan pedangnya. Meski begitu, tatapannya masih dipenuhi amarah. Perlahan, ia menghampiri dua orang itu dengan niat membunuh yang membentuk kabut hitam yang berputar disekitarnya. "Hari ini, di istana kekaisaran, jiwa kalian akan kuhancurkan!" ungkapnya. Wuuuussss Petir muncul di kedua tangannya. Sebelum petir menyerang, serangan lain sudah mengenainya lebih dulu. Bukan hanya sekali, tapi beberapa kali ia terkena serangan yang sama. "Diam bukan berarti lemah! Hari ini, akan kutunjukkan padamu siapa sampah sebenarnya!" Shen Liang mengumpulkan elemen petir di telapak tangannya. Tak beberapa lama, petir berbentuk telepak tangan melesat ke arah Wu Qingyi dengan sangat cepat. Di saat genting, seorang pemuda muncul dan menyelamatkan gadis itu. "Sampah, kamu mau membunuh cucu Kaisar?" tanya pemuda itu dengan marah. "Kalau kau berani, lakukan saja!" Pemuda itu menyingkir sambil tersenyum. Senyumnya seketika menghilang saat Shen Liang muncul dihadapan Wu Qingyi. "Kamu hamil atau hanya pura-pura?" Shen Liang berjongkok di hadapan Wu Qingyi. Gadis itu panik dan mengalihkan pandangannya. Sekali lihat, ia tahu gadis di depannya tidak hamil sama sekali. "Apa hukuman untuk orang yang pura-pura hamil?" Shen Liang bertanya kepada pemuda yang berdiri tak jauh darinya. "Hukuman mati!" jawabnya tanpa ragu. "Saranku, bawa gadis ini ke tabib. Pastikan sendiri dia bohong atau tidak!" Karena masih kesal, ia menyegel dantian gadis itu dengan segel berlapis. Segel itu dapat dikendalikannya dari jauh. Bukan hanya itu, segel tersebut tidak bisa dibuka oleh siapapun selain dirinya. "Sebaiknya kita pergi saja!" pinta Jiang Mei. "Aku juga tidak mau lama-lama di sini!" Shen Liang menimpali. "Kalau tidak sayang nyawa, silahkan pergi!" ancam Jiang Lingxiao. "Sampah, kalian berani kembali?" tanya Jiang Bei. "Ini terakhir kalinya!" jelas Jiang Mei. Kesal dengan pernyataan itu, Kaisar langsung menyerang putrinya sendiri. Saat serangan itu semakin dekat, gelombang cahaya muncul dan membentuk kubah pelindung. Kemunculan kubah cahaya itu membuat Kaisar dan seluruh petinggi Kekaisaran terkejut. "Bagaimana mungkin?" tanya Kaisar tak percaya. "Jiang Yue, seharusnya dia yang mewarisi elemen cahaya!" Kaisar masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya. "Ayah, jangan salah paham!" Jiang Yue muncul di samping kubah cahaya. Gadis itu bersikap seolah dialah yang menciptakan kubah cahaya tersebut. Semua orang percaya karena telapak tangannya diselimuti elemen cahaya. "Sistem, mengapa Jiang Yue memiliki elemen cahaya?" tanya Shen Liang dalam hati. "Ding, sistem memindai!" "Ditemukan, Jiang Yue punya tubuh yang sangat unik. Meski tidak punya elemen, dia bisa mengubah energi spiritualnya menjadi elemen yang diinginkannya," jelas sistem. "Pergilah! Istana kekaisaran tidak menerima sampah seperti kalian!" hardik Kaisar Jiang Bei. "Yang Mulia! Sesuai tradisi turun temurun, Putri Jiang Mei diharuskan tinggal di istana atau di klan Jiang bersama suaminya. Satu hari pun tidak masalah, yang penting klan Jiang tidak dihukum oleh Leluhur!" jelas Kasim Ming. "Baiklah, Jiang Mei boleh tinggal di sini, tapi dengan satu syarat, ia dan Shen Liang harus menjadi pelayan selama seminggu!" jelas Kaisar Jiang Bei. "Menjadikan kami pelayan, dalam mimpi pun aku tidak sudi!" tolak Shen Liang. "Sampah, kamu tidak punya hak untuk protes!" Kaisar Jiang mengeluarkan sebuah cambuk. Cambuk yang dilapisi racun diarahkan ke Shen Liang. Dengan mudah, cambuk itu ditahan menggunakan tangan kosong. Bukan hanya itu, di depan semua orang, cambuk tersebut berubah menjadi abu dalam hitungan detik. "Sialan, sejak kapan kamu punya elemen?" tanya Kaisar. "Anda tidak punya hak untuk bertanya seperti itu!" "Kalian kuizinkan tinggal di istana!" Kaisar berbalik lalu melangkah pergi. Para petinggi beberapa orang lainnya menyusul,hanya Jiang Yue yang tetap di sana. "Jiang Mei, sampai kapan pun, kamu tetaplah sampah! Manfaatkan sisa umurmu dengan baik!" Jiang Yue, gadis itu tersenyum sinis lalu pergi begitu saja. Samar-samar, asap hitam muncul dan berputar mengelilinginya. Asap hitam itu berarti satu hal, keturunan seorang kultivator kegelapan. "Kita mau ke mana sekarang?" tanya Jiang Mei. "Kembali ke kota Naga Biru adalah pilihan terbaik," jawab Shen Liang. "Bagaimana kalau kita menginap di kota saja?" Jiang Mei menyarankan. Shen Liang melihat sekelilingnya. Tiba-tiba saja, asap hitam melintas di depannya dengan sangat cepat. Asap hitam itu meninggalkan benih hitam di udara, tapi benih itu tiba-tiba saja menghilang entah kemana. "Ayo pergi!" pintanya. Shen Liang dan Jiang Mei meninggalkan area istana. Saat keduanya melewati gerbang, asap hitam muncul dan menyelimuti istana kekaisaran. Anehnya, para prajurit dan petinggi Kekaisaran tidak menyadarinya.Swiiiiizzzzzz Sreeeekk Satu per satu, para pria bertopeng terbunuh, menyisakan seorang yang memakai topeng bertaring. Kematian rekan-rekannya yang lain membuatnya marah. Taring pada topengnya bersinar lalu berubah menjadi sepasang pedang. "Tadi, aku terlalu meremehkanmu," ucapnya. Swuuuussss Traaangg Traaaanngggg Traaangg Dentingan logam terdengar saat pedang pria itu berbenturan dengan pedang naga langit. Benturan pedang tersebut menciptakan percikan api dan suara berisik yang memekakkan telinga. Swuuuussss Shen Liang menyerang pria itu dengan ratusan pedang sekaligus. Serangan tersebut membuat pria itu kewalahan, meski tidak terluka sama sekali. Dengan sekali tebas, dua sinar menyilang menyerang lawan dengan sangat cepat. Dhuaaarrrrrr Ledakan keras terdengar. Ledakan itu menyebabkan dua orang yang bertarung terpental beberapa meter. Pria bertopeng berdiri dengan kedua pedang yang jadi tumpuan. Noda darah menetes dari balik topengnya. Darah itu memb
"Kejam sekali!" Seorang wanita berkomentar. Dilihat dari pakaian yang dikenakannya, sudah jelas dia adalah seorang pelayan. Anehnya, dia hanya sendiri, tidak berjalan bersama majikannya. "Ini wilayahku, dan siapapun tidak boleh membunuh di sini!" Wanita yang hanfu dengan bordiran phoenix perak muncul dari ruang hampa. Wanita itu menghampiri Shen Liang dengan pedang terhunus. "Di sini, siapapun yang membunuh harus dihukum mati!" Dengan tatapan dingin, wanita itu mengayunkan pedangnya. Traaaanngggg Dentingan logam terdengar saat pedang wanita itu berbenturan dengan pedang naga langit. Ia sedikit terkejut, tapi keterkejutannya disembunyikan dengan sangat baik. "Sepertinya kamu meremehkanku!" ucap wanita itu dengan kesal. Ia menyerang menggunakan pedang lain, tapi serangannya ditepis dengan sangat mudah. Bahkan, pedang yang baru saja dikeluarkannya hancur begitu saja. "Kurang ajar!" Wanita itu melompat ke belakang. Ia menyalurkan elemen es ke pedangnya. Sekilas, bay
"Ding, taklukan sekte phoenix suci!" Notifikasi sistem terdengar di telinganya. Misi yang sistem berikan hampir saja membuatnya muntah darah. Pasalnya, sekte phoenix suci adalah sekte terkuat di benua naga. Selain mendapatkan predikat sekte terkuat, informasi tentang sekte itu tidak diketahui. Jangankan jumlah murid, letaknya pun diketahui, seolah sekte itu tidak pernah ada. "Sistem, misinya yang masuk akal sedikit!" Shen Liang protes. "Misi harus diselesaikan dalam waktu satu bulan!" Kata-kata sistem membuatnya semakin kesal. Meski diberi waktu setahun sekalipun, sekte phoenix suci tidak akan pernah ia temukan. "Jika misi gagal, kultivasi Tuan akan dihancurkan!" Sistem kembali bersuara. "Sistem ini benar-benar menjebakku!" kesalnya. Kesal dengan misi sistem, ia beranjak dan mengunjungi Jiang Mei yang sedang menyendiri di taman sekte. "Ada apa?" tanyanya. "Sejujurnya aku merindukan ibuku. Terakhir kali aku bertemu dengannya saat usiaku 7 tahun. Setelah itu, ibuku m
Ratusan elang langit menggubah suasana menjadi gelap. Satu per satu, ratusan murid sekte awan turun dari punggung elang. Pemimpin mereka adalah seorang raja langit tahap 7. Tentu saja kedatangan mereka disambut dengan tawa oleh Jiang Linghu. "Murid pengkhianat, mengapa kau tertawa?" tanya pemuda yang memimpin murid puncak Qing Long. Tawa Jiang Linghu terhenti, tatapan dinginnya membuat murid-murid sekte awan terkejut. Ia menanggapi pertanyaan murid sekte awan bukan dengan kata-kata, melainkan dengan pedangnya. Hanya dalam waktu singkat puluhan murid tumbang tak bernyawa. "Murid pengkhianat? Bukankah sekte awan sendiri yang mencampakkan kami?" tanyanya. "Diterima oleh sekte adalah kehormatan untuk kalian para sampah! Seharusnya kalian tunduk kepada sekte, bukan membelot!" Yu Hao, pemimpin pasukan puncak Qing Long menanggapi. "Akan kutunjukkan padamu siapa sampah sebenarnya!" Jiang Linghu menyimpan pedangnya. Tak lama kemudian, elemen kegelapan muncul entah dari mana. H
Di puncak bintang, dua orang menebang pohon yang tumbuh di tengah gunung. Sisanya, yaitu 7 orang lainnya membangun tempat tinggal, dan bangunan lain yang diperlukan. waktu 3 bulan, sebuah paviliun berdiri di tengah hutan. "Cukup melelahkan!" Yue Chen merebahkan bersandar di paviliun yang baru saja berdiri. "Meski jauh dari kata mewah, yang penting tidak tidur di alam liar!" Yue Hua berkomentar. Sementara itu, tanpa sepengatahuan orang lain, Shen Liang mengaktifkan formasi tersembunyi yang menutupi puncak. Saat formasi itu aktif, paviliun yang tadinya tampak biasa-biasa saja berubah menjadi paviliun besar dan mewah. Bukan hanya itu, puncak bintang yang wilayahnya sangat luas berubah menjadi kota. "Apa yang terjadi? Kenapa tempat ini berubah menjadi kota?" tanya Yue Xia. "Aku juga tidak tahu!" Yue Qing menimpali. Yue Qing, Yue Luo, Yue Chen, Yue Xia, dan Yue Zhang ada lima generasi muda klan Yue yang dipilih oleh Yan Shui. Di klan Yue, mereka termasuk jenius teratas. De
"Shen Liang, ada apa?" Yue Lan mengulang pertanyaannya. Sama seperti sebelumnya, Shen Liang tidak menjawab sama sekali. "Tidak ada apa-apa!" jawabnya, ya, meskipun sekarang dia tidak mau dekat-dekat dengan ibunya. "Diantara semua orang yang ada di sini, kalian bertiga yang paling layak menjadi murid sekte awan!" jelas Yue Lan. Shen Liang menatap ibunya untuk waktu yang lama, seolah sedang memastikan sesuatu. Hanya tiga orang, menurutnya jumlah itu membuatnya curiga. Pasalnya, banyak generasi muda klan Yue yang sangat jenius. "Karena kalian memiliki elemen yang terbilang langka, kalian akan ditempatkan di satu tempat, yaitu puncak bintang!" Pernyataan ibunya membuatnya kesal. Ternyata ibunya punya alasan tersendiri mengapa yang dipilih hanya Yue Hua. Tujuannya agar gadis itu selalu bersamanya setiap saat. "Ibumu sangat mencurigakan!" ucap Yue Hua berbisik. "Pengguna elemen kegelapan hanya aku seorang, kenapa tidak memilih beberapa orang lagi?" tanya Yue Hua. Bukan jawaba







