Beranda / Romansa / BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA / BAB 58 Masih Tersembunyi

Share

BAB 58 Masih Tersembunyi

Penulis: Endah Tanty
last update Tanggal publikasi: 2026-05-19 20:10:44

Salma tertawa kecil,”Kamu tak pernah berubah, selalu ikut campur dengan rumah tanggaku,”jawab Salma

“Benarkan dugaanku, waktu pertama kali kita bertemu di super market,aku bisa melihat matamu jika kamu ketakutan,”Laras pun ikut tertawa kecil

“Lantas apa rencanamu, apa kamu akan memberitahukan suamiku tentang Nazha?”

“Beri aku 100 juta, aku akan tutup mulut,”pinta Laras sambil terus mengunyah menu di piringnya

“Heummm…”Salma bernapas panjang dan berat. lalu menatap Laras tajam

“Bagaimana kamu
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 83 Bersedia Menjadi Istri Kedua

    Devon menghempaskan tubuhnya di bangku, disampingnya duduk Vidya .“Tak seharusnya kamu berada di tempat ini, Vid?”“Iya seharusnya aku menikah denganmu, Meira sangat beruntung menikah denganmu,”sahut vidya“Bahkan Meira pun tak seberuntung kamu, setidaknya mentalmu terguncang tapi kamu masih kuat menghadapi hidup sedangkan Meira entah beban apa yang ia tanggung sampai akhirnya memilih mengahkhiri dirinya sendiri,”ungkap Devon pelan“Maksudmu, Meira bunuh diri?”“Betul, Meira mengakhiri hidupnya sebelum kami menikah,”jawab DevonVidya tertunduk, sesaat ia terlihat sedih, lalu menatap dalam ke arah Devon“Lalu kenapa kamu menemuiku?”Devon menoleh ke arah Vidya, bibirnya terasa kelu.”Heumm aku ingin kamu sembuh Vid,”jawab Devon“Aku sembuh jika kamu mau menikah denganku,”Helaan naps terdengar dari bibir Devon.”kamu masih terobsesi padaku Vid?”“Entah itu obsesi atau cinta aku menginginkan dirimu,”jawab VidyaSesaat mereka terdiam, tanpa sepengetahuan Vidya,dokter dan seorang perawat s

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 82 Kesepakatan

    Devon berdecak kesal, sambil membuang muka“Permintaan Anda sungguh di luar batas, menikahi Vidya sama saja membangun gunung es yang pasti akan mencair , itu sama saja sia-sia,”jawab Devon“Hanya itu tawaranku Devon, atau Bara akan menjadi anak angkatku selamanya, lihatlah aku sudah mengadopsi Bara, secara legal, perlu waktu lama untukmu mengugatnya dan selama dia masih dalam gengamanku, aku bisa berbuat apa saja pada bayi mungil itu, akan sangat mudah melenyapkannya, dengan dalih sakit, iya kan?”“Anda sungguh biadap jika melakukan hal itu,”“Aku tak peduli, aku hanya pria tua yang menginginkan putri satu-satu sembuh, “timpal Mahesa serius.Devon terlihat marah tatapan menajam, tiba-tiba ia dikejutkan oleh suara ponselnya yang bergetar dan berdering.Devon memgangkat ponsel, pangilan dari mbok War“Hallo mbok,”sapa Devon“Tuan, Non Nazha pingsan, saya sangat khawatir , keadaan memburuk, “jawab mbok War bernada cemas.“Aku akan segera pulang,”Devon dengan cepat menutup ponsel dan ba

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 81 Tuntutan

    Bibi Ratmi mengendong Bara.”Bagaimana ini tuan, apa kita harus mengembalikan Bara?”“Tidak Bi Ratmi, aku tidak akan mengembalikan Bara, setidaknya tidak semudah itu Bara kembali pada orang tuannya. Lihatlah siapa ayah dari Bara, apa kamu lupa pria itu?”Ratmi menajamkan penglihatanya di layar televisi, ia langsung membelalakan matanya“Ya ampun itu tuan Devon, pria yang membuat non Vidya depresi berat,”ujar Ratmi“Ini kesempatanku untuk membalas Devon, dia harus bertanggung jawab gara-gara dia Vidya puriku mengalami depresi.”Mehesa berkata dengan nada tegas.Mahesa melangkah menuju ruang kerjanya, lalu menelepon seorang pengacara, ia berencana, mengadopsi Bara, secara legal.Senyum kemenangan timbul di bibir Mahesa, pria tengah baya itu merencanakan sesuatu.“Mungkin ini saatnya Vidya sembuh dari depresinya,”gumam Mahesa menatap foto didrinya dan VidyaMahesa pun memutuskan untuk mengunjugi rumah sakit jiwa , tempat selama tujuh tahun ini Vidya dirawat.“Bagaimana perkembangan putrik

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 80 Ada Dendam Seseorang

    Devon dan Yuni pergi meninggalkan perkebunan karet, menuju sebuah pemukiman yang berjarak 200 meter dari perkebunan, Devon turun dari mobil, dan mulai menanyakan pada warga.“Apa warga disini, ada yang menemukan bayi, siang tadi diperkebunan karet?”tanya Devon“Para pekerja satu minggu ini libur, jadi disana sepi, aku rasa jika ada seseorang yang menemukan pasti sudah lapor pada ketua RT setempat,”jawab warga dengan sangat yakin“Heumm “desahan kecil, Devon putus asa, apa yang dikatakan warga ada benarnya, jika ada yang menemukan pasti sudah diserahkan ke kantor polisi.Yuni terdiam, merasa bersalah, apalagi melihat Devon yang sedih dan cemas, deringan ponsel, terdengar membuat Devon enggan mengangkat pangilan dari Nazha“Haloo Naz…kami belum menemukan Bara,”ucap Devon“Dev..kamu harus menemukan Bara,”mohon Nazha terdengar tangisan yang menyayat hati“Aku akan berusaha, “jawab Devon“Aku bisa mati jika kamu tak bisa menemukan anakku,”rengek Nazha“Maafkan aku Naz, aku pasti akan berus

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 79 Menghilang

    BAB 79 MenghilangYuni duduk di jok belakang taksi, sambil memangku Bara yang kini terlelap.“Baguslah kamu tidur, lebih memudahkan aku untuk membuangmu, kamu tak pantas menjadi bagian dari keluargaku, anak haram, bahkan kami tak tahu benih apa yang ada didalam dirimu,’batin Yuni dengan kebencian yang teramat sangat.Sementara itu baby sister yang sudah selesai makan, mencari keberadan Bara dan Yuni, semua ruang dalam rumah dicarinya tapi Yuni tak didapatinya, hingga langkahnya menuju luar rumah, halaman depan ,halaman samping dan belakang tetap saja tak didapatinya Yuni dan Bara, lalu baby sister itu menuju pos security depan.“Apa kamu melihat Nyonya Yuni?”“Ohh..setengah jam lalu ia keluar dengan Bara, naik taksi,”jawab sang security“Kemana?”“Katanya mau berobat , Bara, lagi demam,”jawab security dengan tenang“Demam? Bara tidak demam,”sahut baby sitter bingung“Coba aku hubungi Nyonya Yuni dan menanyakannnya,”Security meraih ponsel, dan menghubungi Yuni, tapi ponsel Yuni tida

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 78 Bara Harus Pergi

    Nazha tersenyum bahagia. Dimana Dia, aku ingin melihatnya,”pinta Nazha“Aku akan meminta perawat untuk membawanya ke kamar,”Devon berdiri lalu berjalan keluar kamar, tak lama ia masuk bersama, seorang perawat yang mendorong box bayi kedalam ruangan“Bayi Bu Nazha sehat,, besok pagi sudah bisa dibawa pulang, tapi untuk Bu Nazha mungkin masih menalani perawatan di rumah sakit,”jelas perawat“Terima kasih suster, nanti saya akan memperkerjakan baby sister,”timpal Devon“Oke, saya tinggal dulu,”pamit perawatDevon mengendong bayi,lalu mendekatkannya pada Nazha, jemari Nazha mengusap lembut kepala sang bayi, lalu menciumnya dengan penuh kasih sayang.“Kita akan beri mana siapa bayi tampan ini?”tanya DevonNazha terdiam, lalu menatap nanar kearah Devon.”Seandainya bayi ini darah dagingmu, mungkin kebahagiaan kita sempurna, “suara Nazha pelan dan ragu“Kita keluarga yang sempurna, kenapa kamu masih ragu?”“Maafkan aku Dev…”“Bagaimana jika kita memberinya nama Bara yang artinya Api,”Devon b

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 49 Badai Semakin Kencang

    Nazha terdiam di dalam kamarnya, menyakinkan dirinya jika Sheren memang merencanakan hal buruk.’Kamu berhasil Sheren, tapi aku tak menyerah, selama Devon menyangkalnya aku tak menyerah pada tipu muslihatmu, kamu mengunakan taktik yang sama seperti ibumu ,’batin NazhaSementara itu Devon menghubungi

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 45 Perseteruan

    Tarikan napas keluar dari bibir Salma di hadapannya Dimas memperlihatkan berkas pengambilalihan kepemilikan S’kontruksi atas namanya beralih atas nama Nazha.“Anda tanda tangan di berkas ini Bu Salma, aku sudah berbicara dengan Nazha, tentu saja dengan dalih pendirian yayasan dan dia setuju,”jelas

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 41 Akhirnya Terungkap

    “Boleh aku masuk “pinta NazhaWanita renta dengan daster yang kusut dan sedikit berlubang sesaat terlihat bingung, ada gurat rasa cemas di wajah tuanya.“Heumm lebih baik kamu segera pergi dari sini, tidak ada yang bisa kami bicarakan tentang kejadian delapan tahun yang lalu,”jawabnya menolak kehad

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 39 Pengakuan Tentang Cinta

    Pagi masih berselimut kabut, suasana disekitar apartemen masih sepi, beberapa penghuni apartemen berjalan -jalan menyusuri taman dan saat ini Nazha juga jalan santai di sekitaran taman, sebuah panggilan yang tak asing suaranya terdengar di telinga Nazha, dengan malas Ia membalikan badannya“Nazha

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status