Aduh Ndoro, Ini Sudah Berlebihan

Aduh Ndoro, Ini Sudah Berlebihan

last updateLast Updated : 2026-09-01
By:  ToyusaUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
3 ratings. 3 reviews
118Chapters
2.7Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Belum lama bekerja sebagai perawat pribadi majikannya, Mira tak sengaja memergoki suami majikannya sedang menuntaskan hasratnya seorang diri. Pria yang selama ini dikenal sabar rupanya menyimpan kesepian. Dan kini Mira dalam masalah besar!

View More

Chapter 1

Bab 1

​"Aahh... pelan, Ndoro... pelan...." Mira meringis, jemarinya mencengkram erat pinggiran pintu.

Tadi, kaki kirinya baru saja terkilir saat membawa baskom air panas.

Percikan air panas sempat mengenai kebaya katun tipisnya, membuat kebayanya menjiplak siluet tubuhnya. Ia berusaha mencoba melangkah, namun kakinya benar-benar menyerah. Ia limbung, nyaris jatuh ke lantai.

Namun, Brata Yuda, majikannya menuntunnya ke sofa. “Makanya, jalan itu pakai mata, jangan melamun,"

Begitu terduduk, Brata menarik kaki Mira yang terkilir ke atas pangkuannya.

Ia menyingkap sedikit kain kebaya yang membalut kaki jenjang Mira. “Saya bantu pijat.”

Jemarinya yang kasar mulai mengurut titik-titik nyeri di pergelangan kaki gadis itu.

​"Ndoro... pelan..." rintih Mira. Refleks, ia menarik kakinya hingga kainnya tersingkap lebih tinggi.

Namun saat pakaian dalamnya terlihat, Brata menahan nafas. Brata tidak bicara. Dia justru menarik kaki itu kembali, menekan lebih dalam pada titik saraf yang tepat.

"Ahh... Ndoro..." Suara Mira berubah. Ada erangan halus di antara rasa sakit yang luar biasa dan sensasi panas yang menjalar ke pangkal paha.

Mira menatap lurus ke arah kemeja Brata.

Hangat minyak urut berpadu dengan sentuhan tangan Brata yang dominan membuat bulu kuduknya meremang. Atmosfer di ruangan itu mendadak menyesakkan.

​"Ah... Ndoro, sudah... sudah. Sepertinya sudah lebih baik," ujar Mira cepat, menarik kakinya dan menyingkirkan tangan Brata.

Pipinya memerah, bukan karena malu, melainkan karena ia harus segera memutus kontak fisik sebelum ia benar-benar kehilangan kendali atas aktingnya.

​"Mira, bisa tidak jangan mendesah?" desis Brata pada akhirnya.

Mata pria itu sempat tertuju pada tubuh Mira yang basah sebelum ia buru-buru membuang muka, menjaga jarak layaknya seorang majikan.

"Kalau nyonyamu dengar, dia akan menendangmu keluar malam ini juga karena menganggapmu menggoda saya.”

Mira menunduk, menyembunyikan getaran di hatinya.

"Maaf, Ndoro. Saya ceroboh..." bisik Mira pelan. Tatapannya yang redup kini berubah tajam.

Sudah seminggu Mira menginjakkan kaki di rumah besar ini. Awalnya, dia direkrut sebagai pengasuh untuk bayi yang sangat dinantikan majikannya itu.

Namun, takdir berkata lain bayi itu lahir tak bernyawa. Kematian sang buah hati menghancurkan mental Ratna. Dokter Hans telah menegaskan bahwa saraf tulang belakangnya tidak rusak sedikitpun, kelumpuhannya murni psikosomatis akibat otak yang menolak mengirimkan sinyal ke kakinya pasca-trauma. Terkadang, luapan emosi ekstrem bisa memaksanya bergerak sesaat, namun selalu dibayar dengan kelelahan dan nyeri otot yang menyiksa. Kondisi ini membuatnya terus terkurung di kamar, memaksa Mira yang seharusnya merawat bayi, kini terjebak melayani Nyonya besar yang emosinya seringkali tidak stabil.

​"Ganti bajumu," perintah Brata, suaranya serak. "Jangan pakai kain seperti itu, pakai saja daster supaya lebih leluasa bergerak."

​"Saya tidak punya, Ndoro. Pakaian saya hanya ini," jawab Mira pelan, sengaja membiarkan dadanya turun-naik dengan ritme yang teratur. Ia beralasan bahwa dari kampung tak ada baju yang seperti itu.

​Brata mendengus, lalu masuk ke kamar utama. Tak lama, ia kembali membawa tumpukan baju milik istrinya. "Pakai ini. Setelah itu, urus istri saya."

​Mira menerima pakaian itu dengan senyum tipis. Ia segera mengganti kebaya basahnya dengan dress katun milik Ratna.

Karena tubuh Mira lebih tinggi dan berisi, dress itu jatuh tepat di atas lututnya, dengan kerah rendah yang memperlihatkan leher jenjang dan belahan dada yang menantang.

Setiap gerakannya memicu lekuk tubuh yang terbungkus ketat, membuat tubuhnya lebih provokatif daripada penampilan sebelumnya.

​Ketika Mira melangkah masuk ke kamar majikannya dengan ember air hangat yang masih mengepul, suasana di dalam ruangan langsung mencekam.

Brata Yuda berdiri mematung di sudut kamar, jakunnya naik-turun memperhatikan bagaimana dress itu memeluk lekuk tubuh Mira dengan begitu liar.

​Ratna, yang terbaring lemah di ranjang, melotot tajam.

Wajahnya memucat, amarahnya meluap melihat pelayan itu mengenakan pakaian kesayangannya di depan suaminya sendiri.

​"Kenapa dia memakai pakaianku, Mas?!" teriak Ratna parau.

Dengan sisa tenaga, ia meraih vas bunga di meja samping tempat tidur dan melemparkannya ke arah Brata Yuda.

​Praangg!!!

Vas itu menghantam lantai, hancur berkeping-keping. Mira tersentak, menjatuhkan embernya sedikit hingga air hangat membasahi kakinya.

"Maaf nyonya. Maaf nyonya!” seru Mira dengan nada penuh keterkejutan dan ketakutan yang dibuat-buat, ia segera berjongkok dengan panik di dekat pecahan kaca.

​Brata Yuda mengabaikan pecahan kaca itu, ia justru melangkah maju dan meraih lengan Mira, menariknya berdiri dengan kasar. "Kamu tidak apa-apa? Ada yang terluka?"

​"Saya... saya tidak apa-apa, Ndoro," bisik Mira dengan suara bergetar dan tatapan menunduk yang tampak polos sekaligus rapuh.

​Lalu, dengan sisa tenaga dan suara yang bergetar hebat menahan tangis, Ratna kembali memekik.

​"Brengsek! Kamu selingkuh di depan mataku?!"

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

reviews

Wijaya Cell
Wijaya Cell
Ayo balaskann dendam mu miraaa
2026-08-30 06:57:09
1
0
Smilegummy
Smilegummy
dari bab 1 aja udah seru, wajib baca gaiis
2026-08-04 17:18:03
1
0
Strawberry
Strawberry
Semangat, Ndoro!!!!
2026-07-16 17:24:39
1
0
118 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status