LOGINBelum lama bekerja sebagai perawat pribadi majikannya, Mira tak sengaja memergoki suami majikannya sedang menuntaskan hasratnya seorang diri. Pria yang selama ini dikenal sabar rupanya menyimpan kesepian. Dan kini Mira dalam masalah besar!
View Moreゆずりは・すみの
落ち着いた黒髪を持つ、清楚で品のある女性。
水篝館で働き始めると、藍鼠の着物や白い割烹着がよく似合うようになる。
久世昌親の妻。
朝食を整え、親族付き合いをこなし、義母の機嫌を読み、義父の来客対応にも気を配り、夫の体裁を守る。贈答、慶弔、季節の挨拶、食卓、衣類、家の空気まで、久世家が「勝手に整っている」と思い込むものを、澄乃がひとつずつ支えている。
けれど久世家では、その働きに感謝が向けられない。
そんな澄乃に、夫の不倫相手・汐見瑠璃花が告げる。
「妻の座を譲ってください」
澄乃は泣き縋らない。
ならば、本当に譲る。
家事も、気遣いも、親族対応も、贈答も、食卓も、夫の生活の後始末も、久世家を支えるために背負っているものすべてを置いていく。
澄乃が向かう先は、老舗旅館・水篝館。
久世家で当たり前のように消費されている気配り、段取り、季節を読む力、人をもてなす力は、水篝館で少しずつ花開いていく。
澄乃は、捨てられる妻ではない。
終盤、追いかけてくる昌親に向けて、澄乃は静かに線を引く。
「私が譲るのは妻の座だけです。人生まで渡すつもりはありません」
この物語は、澄乃が誰かに選ばれる話ではない。
さぎさか・いおり
すらりと背が高く、落ち着いた雰囲気をまとう水篝館の若旦那。
笑う時は柔らかい。
老舗旅館・水篝館の若旦那。
伊織は、澄乃を「かわいそうな妻」として扱わない。
久世家では「当然」とされている澄乃の気遣いを、伊織はきちんと価値として見る。
それらを、伊織は澄乃自身の力として認める。
澄乃は少しずつ、自分が無価値ではないことに気づいていく。
伊織は、澄乃の人生を勝手に塗り替える王子様ではない。
昌親が水篝館へ追いかけてくる時も、伊織は澄乃の代わりにすべてを決めない。
澄乃にとって伊織は、逃げ場所の主ではない。
くぜ・まさちか
整った顔立ちで、外では感じのいい夫に見える男。
けれど、その清潔感や体裁は、澄乃が陰で生活を整えているから保たれている。
澄乃の夫。
昌親は、澄乃の献身を当然のものとして受け取っている。
その一方で、若く華やかな汐見瑠璃花との関係に溺れていく。
瑠璃花が澄乃に「妻の座を譲って」と迫る時、昌親は本気で思っている。
けれど、澄乃が本当にすべてを置いていくことで、久世家は崩れ始める。
食卓は乱れ、義母は苛立ち、義父は体裁を失い、親族対応は滞り、会社関係の気遣いも抜け落ちる。
昌親が取り戻したいものは、澄乃という女性なのか。
彼自身も、その違いを最後まで正しく理解できない。
終盤、昌親は澄乃を追って水篝館へ現れる。
昌親は、妻を失う男ではない。
しおみ・るりか
華やかで、目を引く可愛らしさを持つ若い女性。
笑うと無邪気に見える。
久世昌親の不倫相手。
瑠璃花は、昌親に愛されている自分こそが本物だと信じている。
けれど、瑠璃花が欲しがるものは昌親だけではない。
彼女は知らない。
妻の座は、きれいな椅子ではない。
澄乃がすべてを置いていくことで、瑠璃花はようやく現実に触れる。
瑠璃花は、完全な悪女というより、浅はかで、自分に都合のいい夢だけを見ている女性である。
彼女が望む“妻の座”は、澄乃が抜けた瞬間、ただの重荷へ変わっていく。
きちんとした身なりを崩さない、上品ぶった雰囲気の女性。
しかし、表情にはいつも薄い不満が滲む。
澄乃を嫁として使い倒している人物。
義母にとって澄乃は、家を整えるための嫁である。
澄乃がいる間、久世家は整っている。
けれど実際には、澄乃が誰にも見えない場所で支えているだけである。
澄乃が去ることで、義母は思い知る。
瑠璃花に不満をぶつけても、昌親を責めても、澄乃は戻らない。
義母は、嫁を失う人ではない。
白いものが混じる髪に、落ち着いた服装をしている。
しかし、その穏やかさは優しさではない。
久世家の義父。
義母が澄乃に家のことを押しつけていること。
知っていて、深く踏み込まない。
「まあまあ」
そんな曖昧な言葉で問題を流し、最後には澄乃の我慢に押しつける。
義父は、澄乃に直接ひどい言葉を浴びせる人物ではない。
澄乃がいる間、義父は家の空気が自然に整っていると思い込んでいる。
それらは自然に存在しているのではない。
澄乃がすべてを置いていくことで、義父もまた久世家の崩れ方を見ることになる。
義父は、澄乃にとって直接傷つけてくる相手ではない。
Gerakan tangan Brata yang hendak meraih gelas mendadak kaku di udara. Napasnya tercekat, seolah oksigen di meja makan mendadak lenyap. Ia tahu pasti dari mana asalnya tanda merah di leher jenjang itu. Itu adalah bekas cengkeramannya yang terlalu kuat semalam, saat ia kehilangan akal sehatnya di dinding gudang.Mira berdiri mematung. Dengan gerakan pelan yang seolah dipenuhi kepanikan, tangannya refleks naik menutupi kerah bajunya. Matanya membola, memancarkan ketakutan yang begitu meyakinkan."M–merah apa, Nyonya? S-saya tidak mengerti..." cicit Mira, suaranya sengaja dibuat bergetar hebat."Jangan pura-pura bodoh!" Ratna menggebrak meja kaca dengan keras, mengabaikan kakinya yang masih sakit. Wanita itu berdiri dengan napas memburu, matanya menatap liar ke arah pelayan barunya."Sini kamu! Kudekatkan matamu ke cermin supaya kamu bisa lihat sendiri!""Ratna, cukup! Kamu ini kenapa lagi, sih?!" tegur Brata, suaranya meninggi menutupi kepanikannya sendiri. Ia berusaha bangkit dari k
Tubuh Mira menegang. Sentuhan ibu jari Brata di rahangnya terasa membakar, namun lebih dari itu, pertanyaan pria itu membunyikan alarm bahaya di kepalanya.Jika ia mengangguk atau membalas sentuhan itu, topeng kepolosan yang ia bangun dengan susah payah akan hancur seketika. Brata akan melihatnya sebagai wanita gampangan, bukan gadis malang yang terjebak dalam situasi yang salah. Mira tahu betul, ia harus mempertahankan kendali psikologis atas pria ini.Dengan gerakan pelan namun sengaja dibuat gemetar, Mira menepis tangan Brata. Ia mundur selangkah, membiarkan punggungnya menabrak dinding kayu gudang yang dingin."Ndoro... jangan..." bisik Mira. Suaranya sengaja dibuat serak, diiringi setetes air mata buatan yang meluncur di sudut matanya. Ia merapatkan handuknya hingga buku-buku jarinya memutih, menutupi tubuhnya seolah merasa sangat terhina. "Saya... saya sadar diri siapa saya di rumah ini."Brata tertegun. Gairah liar di matanya yang tadi menyala terang, perlahan memudar, digant
“S-saya tidak mengerti, Ndoro. Apa yang bisa saya bantu?” cicit Mira dengan suara bergetar. Tatapannya mendongak memperlihatkan raut lugu yang begitu meyakinkan, meski di dalam hatinya ia bersorak penuh kemenangan. Rencananya benar-benar bekerja dengan sempurna. “Jangan pura-pura tidak tahu, Mira.” geram Brata. Rahangnya mengeras menahan gejolak yang semakin memuncak. Tanpa membuang waktu, Brata meraih sebelah tangan Mira yang bebas dan menariknya turun, menempelkannya tepat di atas pusat gairahnya yang mengeras menyakitkan di balik resleting celana. Mira terkesiap pelan, matanya membelalak lebar. "Ndoro..." "Bantu saya, Mira. Sentuh," geram Brata parau. Tangannya yang besar menutupi punggung tangan gadis itu, memaksanya untuk merasakan seberapa putus asa dirinya malam ini. "Saya tidak tahan lagi." "T-tapi Ndoro... bagaimana kalau ada yang lihat?" cicit Mira, masih mempertahankan ekspresi lugunya. "Tidak akan ada yang kemari." Tangan besar Brata perlahan turun, meraih perg
Mira baru saja keluar dari kamar mandi diluar– bangunan semen tua yang dingin dan lembab di ujung area pekerja. Tubuhnya hanya dibalut selembar handuk putih yang dililitkan seadanya, sementara rambutnya yang masih basah meneteskan butiran air ke bahu dan lehernya. Baru beberapa langkah menuju kamarnya, ia mendadak menghentikan langkah ketika mendengar suara desahan.“Ah… ahh… ahh..”Siapa disana?!Ini kamar mandi luar. Berada di pekarangan belakang rumah Brata. Seperti biasa, hanya bunyi nyaring jangkrik yang saling bersahutan di antara pepohonan. Area itu merupakan wilayah yang nyaris tak pernah didatangi keluarga inti, hanya para pelayan dan pekerja kasar yang beraktivitas di sana. Karena itulah, Mira sama sekali tidak menyangka akan ada suara.Apalagi sampai suara desahan.Mira mengendap-endap. Pria itu… Brata Yuda. Majikannya itu tampaknya menyandar ke tembok, kemejanya terbuka di bagian atas. Napasnya memburu tidak teratur, disertai desahan rendah yang tertahan di tenggoroka






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews