Mag-log inBelum lama bekerja sebagai perawat pribadi majikannya, Mira tak sengaja memergoki suami majikannya sedang menuntaskan hasratnya seorang diri. Pria yang selama ini dikenal sabar rupanya menyimpan kesepian. Dan kini Mira dalam masalah besar!
view moreDi ruang kerjanya, Brata mengamuk membabi buta, menghancurkan segala benda yang ada di atas meja kerjanya hingga hingga berjatuhan dan berserakan di atas karpet. Tumpukan dokumen beterbangan, lampu baca terjungkal, bahkan laptop mahalnya ikut terhempas ketika tangannya menghantam meja dengan kasar. Napas Brata memburu, dadanya naik turun dengan keras, sampai akhirnya tubuhnya terasa kehilangan tenaga dan ia menjatuhkan diri ke kursi, lalu menenggelamkan wajah di kedua telapak tangannya. Namun, di tengah keputusasaan yang menggelapkan akal sehatnya, memori Brata kembali berputar pada detik-detik saat ia berdiri di depan brankas besi yang setengah terbuka itu. Ada sesuatu yang janggal. Di atas lantai safe house yang seharusnya berdebu dan lama tak tersentuh, ia melihat jejak basah sepatu bot dengan sol bergerigi, serta secercah abu cerutu langka yang baunya masih menguar tipis di udara. Haryo
Satu jam kemudian, rumah itu kembali riuh oleh jeritan panik Ratna yang mengaku liontin berlian peninggalan ibunya hilang. Para pelayan segera berhamburan mencari ke berbagai sudut rumah, membuka laci, memeriksa kamar, bahkan menggeledah ruangan-ruangan yang jarang digunakan. Suasana rumah mendadak kacau, masing-masing orang sibuk mencari tanpa tahu di mana sebenarnya benda berharga itu terakhir kali terlihat. Tepat di tengah kekacauan tersebut, pintu utama mendadak didorong terbuka dengan kasar. Brata pulang dengan wajah merah padam dan napas memburu. Kemejanya kusut, rambutnya sedikit berantakan, sementara urat di pelipisnya menonjol jelas. Wajah pria itu menunjukkan bahwa sesuatu yang buruk baru saja terjadi. "Ada apa ini?!" bentak Brata begitu melihat para pelayan mondar-mandir tanpa arah. Ratna segera memutar kursi rodanya dan menghampiri sang suami. Wajahnya tampak panik, matanya berkaca-kaca, seolah benar-benar berada dalam keadaan terdesak. "Mass... liontin berlian penin
Begitu Brata pergi, Ratna masih terpaku di kursi rodanya, pikirannya dipenuhi tuduhan yang baru saja dilontarkan suaminya sebelum berangkat mengecek langsung ke lokasi tersebut.Menjebaknya ke safe house yang diawasi polisi?Ratna sama sekali tidak mengerti dari mana tuduhan itu berasal. Ia memang menyimpan alamat tempat tersebut sebagai alat tawar, tetapi tidak pernah sedikit pun berniat mengirim Brata ke sana dengan tujuan mencelakakannya. Jika Brata sampai tertangkap polisi, rencananya untuk mendapatkan kembali saham perusahaan justru akan berantakan. Ia masih membutuhkan suaminya untuk menandatangani pengalihan saham itu.Untuk apa ia menghancurkan rencananya sendiri?Rahang Ratna mengeras. Satu kemungkinan mulai memenuhi pikirannya.Seseorang sudah membisikkan hal itu kepada Brata. Dan di rumah ini, hanya ada satu orang yang cukup dekat dengan suaminya sekaligus cukup pandai mempengaruhi pikirannya.Mira.Amarah dan rasa terhina bercampur jadi satu di dadanya. Ia difitnah atas se
Keesokan harinya, Ratna duduk kaku di kursi rodanya dengan paspor bersampul hijau dan tumpukan dokumen usang peninggalan ayahnya di pangkuan. Matanya menatap tajam ke arah Brata yang baru saja keluar dari kamar tidurnya. Pria itu tampak sangat kacau– kantung matanya menghitam dan ia hanya mengenakan pakaian rumahan yang kusut"Aku sudah menelepon pengacara dan notaris kenalan Bapak," ucap Ratna tanpa basa-basi, suaranya terdengar mendesak. "Mereka bersedia datang ke rumah ini siang ini juga. Pengalihan saham bisa diproses menggunakan paspor ku sebagai pengganti KTP yang dicuri pelayan kesayanganmu itu. Siapkan dirimu, Mas. Waktu dari bank tinggal empat hari."Ratna mengira Brata akan menunjukkan kepanikan yang sama, tetapi pria itu justru terdiam. Matanya perlahan turun menatap paspor di pangkuan istrinya sebelum kembali terangkat dengan sorot yang jauh lebih dingin daripada yang Ratna duga. Brata kemudian berjalan mendekat dan berhenti tepat di hadapannya."Batalkan kedatangan merek






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Rebyu