Share

Bab 162

Penulis: Russel
Siangnya, di Hotel Royal.

Di dalam ruang VIP, Afkar dan Felicia sudah tiba.

Pada saat itu, Felicia menerima telepon dari Jose. "Bu Felicia, kami sudah di depan hotel. Di mana kamu dan suamimu? Mau traktir orang untuk minta bantuan, tapi nggak bisa sambut tamu? Menurutku, makan siang ini nggak usah dilanjutkan lagi!"

Ekspresi Felicia sontak berubah mendengar ucapan itu. Meski hatinya dipenuhi amarah, dia tetap menahan diri dan berkata dengan sopan, "Maaf, Pak Jose. Aku akan segera turun untuk menjemputmu."

"Hmph, cepatlah! Kalau nggak ada yang menjemput, aku nggak tahu di mana ruangannya," jawab Jose dengan nada sombong.

Namun, saat itu juga, ponsel Felicia tiba-tiba direbut oleh Afkar. "Pak Jose, ya? Sepertinya kamu salah paham. Mengundangmu makan siang hari ini sebenarnya adalah memberikanmu sebuah kesempatan! Kalau mau, silakan naik sendiri! Kalau nggak, bersiaplah untuk menerima investigasi dari Dewan Pengawas Bank," ujar Afkar dengan nada mendominasi.

"Kamu pasti si pecundang itu,
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Bangkitnya Naga di dalam Tubuhku   Bab 1964

    Menghadapi pertanyaan tajam dari kedua tetua pengadilan, ekspresi Aidil terlihat sangat suram. Untuk sesaat, dia benar-benar tidak bisa menjawab apa pun. Dia ingin menyangkal, tetapi juga tahu bahwa tidak ada seorang pun yang bodoh di organisasi ini.Jika saat itu Emerson tidak muncul dan Aidil berhasil membunuh Afkar, masalah ini pasti sudah berlalu begitu saja. Namun sekarang, setelah semuanya diungkit kembali, jelas dia telah memberi orang lain pegangan untuk menyerangnya."Aidil, apakah masih ada yang ingin kamu katakan?" tanya Rezal dengan nada dingin. Sebenarnya, cara Aidil bertindak di Aula Banda sudah lama membuat banyak orang tidak senang. Kedua tetua dari Aula Pengadilan ini termasuk di antaranya.Setelah kata-kata itu diucapkan, Aidil tetap diam. Namun di balik matanya, terlihat jelas rasa tidak rela, kebencian, dan dendam yang mendalam. Terhadap Empat Utusan Penekan Iblis dari organisasi Penjaga Ketertiban, tentu saja dia tidak berani menyimpan kebencian.Terhadap Rezal dan

  • Bangkitnya Naga di dalam Tubuhku   Bab 1963

    Aidil menoleh ke arah dua Tetua Topeng Emas itu dan bertanya demikian. Rezal langsung membalas dengan nada datar, "Setelah Pak Collin membawamu kembali ke sini, dia langsung pergi."Aidil bertanya dengan nada mendesak, "Pergi? Gimana dengan Afkar? Apakah dia sudah mati? Apakah Pak Collin sudah mengeksekusinya?"Meskipun Aidil dipukul pingsan oleh pria berbaju putih yang tiba-tiba muncul itu, saat kejadian berlangsung Collin juga ada di tempat. Collin adalah seorang kultivator tingkat penyeberangan petaka tahap awal. Memang ada kemungkinan dia mampu mengalahkan pria berbaju putih itu, lalu langsung mengeksekusi Afkar.Sayangnya begitu pertanyaan Aidil selesai dilontarkan, yang terdengar justru tawa dingin dari Rivo. Dia bertanya balik, "Aidil, kamu masih saja berniat menargetkan Afkar?"Mendengar itu, ekspresi Aidil langsung berubah. Dia memelotot ke arah Rivo sambil membalas, "Pak Rivo, apa maksudmu? Kenapa kamu berbicara padaku dengan sikap seperti itu?"Rivo bahkan beraninya memanggi

  • Bangkitnya Naga di dalam Tubuhku   Bab 1962

    Emerson terdiam sejenak selama beberapa detik. Pada akhirnya, dia berucap sambil mengangguk, "Benar. Suatu hari nanti, mungkin kamu memang bisa membantuku. Di dalam dirimu, tersembunyi sebuah rahasia yang sangat besar.""Untuk sekarang, masih terlalu dini untuk menjelaskan terlalu banyak padamu. Kamu nggak perlu memikirkan hal-hal lain. Ingat saja satu hal, yaitu teruslah meningkatkan kekuatanmu secepat mungkin. Selain itu yang paling penting, kamu harus tetap hidup dengan baik!" tegas Emerson.Mendengar kata-kata itu, Afkar tidak bertanya lebih jauh. Kalau Emerson memang belum ingin mengungkapkan beberapa hal sekarang, percuma saja dia bertanya.Namun, kenyataan bahwa dirinya menyimpan sebuah rahasia besar tetap membuat Afkar berpikir. Rahasia apa sebenarnya itu? Sampai-sampai bisa membuat sosok sekuat Emerson yang berada di puncak tahap akhir tingkat penyeberangan petaka secara langsung mencarinya.Ketika Afkar mengira bahwa setelah menerima Perwujudan Dewa Pedang dan kediaman abadi

  • Bangkitnya Naga di dalam Tubuhku   Bab 1961

    Pada saat itu, Afkar berlutut menunduk di tanah, lalu berseru kepada Emerson, "Aku memberi hormat pada Guru!"Sejak melangkah ke jalan kultivasi, sebenarnya Afkar tidak pernah benar-benar memiliki seorang guru. Adnan yang dulu pernah memiliki hubungan guru dan murid dengannya, pada dasarnya hanya ingin memanfaatkan dirinya dan mengincar warisan yang ada di tubuhnya. Kini, mereka bahkan sudah berubah menjadi musuh.Afkar bisa sampai sejauh ini, sepenuhnya berkat warisan dari giok berbentuk naga. Pria itu melangkah maju selangkah demi selangkah dengan usahanya sendiri.Hingga saat ini, Afkar bahkan merasa bahwa dirinya sebenarnya sudah tidak membutuhkan seorang guru lagi. Hanya saja, karena Emerson berulang kali menyatakan keinginannya untuk menjalin hubungan guru dan murid dengannya, dia tentu tidak akan menolak.Emerson memiliki jasa menyelamatkan nyawa Afkar. Terlebih lagi, dia sendiri adalah tokoh besar yang berdiri di puncak tertinggi dunia ini. Dengan memiliki guru seperti itu, jel

  • Bangkitnya Naga di dalam Tubuhku   Bab 1960

    Wajah Collin berkedut beberapa kali. Puncak tahap akhir tingkat penyeberangan petaka. Kekuatan Emerson jelas telah mencapai puncak tahap akhir tingkat penyeberangan petaka.Sebagai seorang Pelindung Dunia, Collin hanya pernah merasakan aura setingkat ini dari pemimpin tertinggi organisasi Penjaga Ketertiban, yaitu "Utusan Kehendak". Bahkan, aura Emerson terasa lebih berbahaya dan lebih tajam dibandingkan Utusan Kehendak.Sampai-sampai Collin meragukan, kalau Utusan Kehendak benar-benar turun tangan, belum tentu dia bisa mengalahkan Emerson. Sama-sama berada di puncak tahap akhir tingkat penyeberangan petaka, kekuatan setiap orang tetap bisa berbeda jauh.Dalam legenda, Emerson dikabarkan telah menembus belenggu kehendak alam dan meninggalkan dunia ini. Kini tampaknya, kabar itu tidak benar. Emerson masih berada di dunia bumi ini. Meskipun dia juga belum menapaki Jalan Langit, kekuatannya jelas tidak perlu diragukan lagi.Collin menarik napas dalam-dalam. Dia menahan rasa malu dan ketid

  • Bangkitnya Naga di dalam Tubuhku   Bab 1959

    Bam!Pada saat ini, Aidil yang tadi ditampar terbang akhirnya menghantam tanah dengan keras. Pesilat puncak tahap akhir tingkat pencapaian agung itu terlihat sudah tak sadarkan diri, bahkan darah mengalir deras dari hidung dan mulutnya. Untungnya, pendekar pedang berjubah putih itu masih menahan diri. Kalau tidak, Aidil pasti sudah tewas seketika akibat tamparan tadi.Sesaat kemudian, Collin menarik napas dalam-dalam lalu segera turun ke tanah. Sepasang matanya menatap tajam pria berjubah putih yang membawa pedang di punggungnya. Bahkan dengan kekuatannya yang sudah mencapai tingkat penyeberangan petaka tahap awal, dia tetap merasakan bahwa orang di hadapannya ini sulit dipahami dan tak terukur.Collin bertanya dengan suara berat, "Siapa kamu sebenarnya? Kenapa kamu menyerang Pak Aidil dari organisasi Penjaga Ketertiban kami?"Berbeda jauh dari sikapnya yang arogan dan menekan saat menghadapi Afkar sebelumnya, kini sikap Collin jelas jauh lebih berhati-hati, bahkan mengandung unsur sop

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status