Share

Bab 54

last update Petsa ng paglalathala: 2026-07-25 16:29:36

"Mulai!" teriak Ki Bawak dan bergeser ke samping.

"Aku mulai!" teriak Bohia.

Hiatttttt!!

Pemuda itu maju dengan serangan yang kuat, dan langsung menekan Pradana dari awal. Serangan itu gambarkan kalau dia ingin kalahkan Pradana secepatnya.

"Tapak anggrek!" ucap Pradana.

Plakkkkkk!!

Pradana memapak serangan tapak tangan Bohia, dan dia kaget saat merasakan kemampuan Bohia ada di atasnya.

Huppppp!!

Pradana dengan perhitungan yang matang, memilih untuk mundur. Dia tahu, jika terus beradu kekuatan,
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Bangkitnya Pendekar Petir    Bab 181

    Panji Sanjaya dan naga Surika yang baru sebentar berada di dalam ruangan, harus berdiri saat raja naga Rakha, dan naga Paruka datang ke kamar itu."Panji, kau mengatakan bahwa kalau kau memiliki kemampuan memanipulasi kemampuan hingga ke titik nol, coba tunjukkan padaku!" pinta naga Paruka.Panji tahu kalau naga Paruka ingin meyakinkan raja naga Rakha, jadi Panji angguk kepala dan tak ragu untuk tunjukkan kemampuan yang ia miliki.Haaaaaaaaaaa!!Panji lakukan apa yang diminta oleh naga Paruka, dan aura kehidupan di tubuh Panji langsung hilang, dan itu membuat mata raja naga Rakha melotot tak percaya."Bagaimana bisa ada kemampuan seperti itu?" kata raja naga Rakha."Bukankah sudah aku katakan, kalau Panji memiliki kemampuan yang istimewa!" kata naga Paruka."Jika seperti ini kita mungkin akan bisa bebaskan putri Andini!" kata raja naga Rakha."Iya!""Tapi aku juga memiliki satu permintaan!" kata Panji."Apa itu?" tanya raja naga Rakha."Baik, tanpa kalian katakan, aku sudah mampu mene

  • Bangkitnya Pendekar Petir    Bab 180

    "Jadi jika kau jauh lebih sehat dari yang sekarang, maka kau akan membunuhku?" tanya Panji dan sudah mulai alirkan tenaga dalam ke seluruh tubuhnya."Surika, kenapa kau menakuti anak manusia itu?" ucap satu suara.Suara itu dari rekannya, yang juga sudah sadarkan diri. Dan ia tersenyum pada Panji Sanjaya."Anak muda, jangan hiraukan ucapan si bodoh itu, terima kasih sudah menyelamatkan kami, aku naga Paruka!" kata sosok yang baru bangun itu."Alah kakak, aku baru saja ingin mengerjai manusia!" kata Surika yang merupakan juga bangsa siluman naga, dia adalah naga Surika.Panji merasa lega, itu jika ucapan dari naga Paruka benar, maka naga Surika sungguh-sungguh mengerjai dirinya.Naga Paruka segera melipat kedua kakinya, dan bersemadi untuk memulihkan kondisi tubuhnya, dan melihat itu, naga Surika juga lakukan hal yang sama. Dia juga memulihkan kondisinya dengan bersemadi.Tak berapa lama, aura naga dari tubuh mereka keluar, dan memancar di dalam gua itu, sesuatu yang hangatkan tubuh Pa

  • Bangkitnya Pendekar Petir    Bab 179

    "Cih, sejak kapan siluman harimau memiliki sahabat bangsa manusia?" kata raja siluman beruang sinis."Apa kalian tidak melihat cincin di tangan anak muda itu? Dia tunangan putri Anita, putri raja di raja bangsa siluman harimau!" ucap raja siluman harimau pulau buangan itu."Aku tak perduli, yang jelas ia akan jadi budak siluman beruang!""Benarkah?" kata Panji.Jledaar!!Di langit terdengar suara ledakan, dan suara itu ledakan dari keluarnya pedang urat petir dari cincin surga, yang mana pedang itu sudah ada di genggaman tangan Panji Sanjaya."Kau ingin jadikan aku budak, majulah!" tantang Panji Sanjaya."Sungguh berani!"Haaaaaaaaaaa!!Raja siluman beruang itu maju dengan gerakan yang cepat, dan ayunkan satu cakaran ke wajah Panji Sanjaya.Tranggggg!!Panji ayunkan pedang urat petir dan beradu kuat dengan cakar tajam raja siluman beruang itu.Haaaaaaaaaaa!!Dan setelah itu, Panji melepaskan tenaga dalamnya, hal itu kagetkan raja siluman beruang itu.Huppppp!!Raja siluman itu mundur

  • Bangkitnya Pendekar Petir    Bab 178

    Panji menatap ke arah orang yang sebutkan nama dan julukan Ki Gura, padanya. "Apa kau tahu sesuatu tentang pulau buangan itu?" tanya Panji. "Tidak," jawab orang itu. "Kalau begitu diam saja, jika tak tahu apa-apa, aku akan percaya padanya!" kata Panji Sanjaya. Setelah itu Panji memasuki kedai kemana Ki Gura masuk, dan melihat orang tua itu minum dengan tenang. "Kau datang juga anak muda!" kata Ki Gura. "Aku tak memiliki pilihan lain, aku harus bicara denganmu tentang pulau buangan itu!" kata Panji Sanjaya. "Bagus jika kau percaya padaku, minumlah! Baru kita bicara!" kata Ki Gura dan meminta minum untuk Panji Sanjaya. "Baik!" Tak berapa lama, teh untuk Panji datang, dan keduanya minum dengan tenang. Tidak ada yang penting mereka bicarakan. "Kau sudah selesai?" tanya Ki Gura. "Iya." "Ikuti aku!" kata Ki Gura dan membayar sendiri minuman yang mereka pesan. "Dia tak terlihat seperti yang mereka katakan!" gumam Panji dan ikuti langkah Ki Gura. "Masuk!" kata Ki Gu

  • Bangkitnya Pendekar Petir    Bab 177

    Panji Sanjaya berdiri di depan gerbang perguruan Anggrek putih, dan mengenang sejenak masa indah yang ia lalui di perguruan itu.Panji memang sempat datang ke perguruan itu, namun ia tak mampir, hanya datang untuk obati guru Sanjaya, guru pertama Panji untuk berlatih ilmu kanuragan.Banyak murid perguruan yang berdiri di halaman perguruan, dan menatap Panji dengan tatapan yang bingung.Namun, Panji tak hiraukan itu, Panji terus berjalan ke pondok guru Sanjaya, dan Panji cukup kaget karena Panji melihat banyak bunga-bunga yang tumbuh di pekarangan pondok itu."Tuan Sanjaya!" teriak satu suara.Panji kaget, karena suara itu berasal dari dalam pondok Sanjaya, dan satu tubuh berlari cepat, dan menubruk tubuh Panji, sekalian memeluk erat tubuh Panji Sanjaya."Aku yakin kau akan datang kemari!" kata gadis yang tak lain adalah putri Lembayung Senja."Tuan putri!" ucap Panji tak percaya."Iya, ini aku tuan Sanjaya!" kata Putri Lembayung.Dan tak berapa lama, guru Sanjaya keluar dari dalam po

  • Bangkitnya Pendekar Petir    Bab 176

    Pertemuan dengan Mayang, membuat Panji memiliki semangat yang baru. Belum lagi pelukan dari Mayang, itu membuat Panji semakin bertenaga.Panji menatap mata Mayang dengan sangat dalam, dan menemukan kalau gadis itu juga sama bahagianya dengan Panji."Aku tak ingin kehilangan dirimu lagi, Mayang!" kata Panji.Gadis itu terdiam, dia ingin bicara, namun suaranya hilang dan tertahan oleh tenggorokan. Hanya senyuman yang bisa bisa ia berikan pada Panji Sanjaya."Ada apa dengan wajahmu?" tanya Panji dan sentuh gelembung yang membengkak di wajah Mayang"Sttttt, sakit. Jangan sentuh itu!" rintih gadis itu."Kenapa bisa seperti ini?" tanya Panji."Dia diracuni oleh si raja racun!" jawab nyai Kasih."Aku akan obati dia setelah aku sembuhkan racun di dalam diriku!" kata Panji."Kau yakin?""Iya, tapi untuk saat ini aku ingin memiliki ruangan sendiri. Aku ingin membuat pil penyembuh racun!" kata Panji."Ikuti aku!" kata nyai Kasih.Panji angguk kepala, dan ikuti nyai kasih untuk memasuki sebuah ru

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status