FAZER LOGIN"Cih, sejak kapan siluman harimau memiliki sahabat bangsa manusia?" kata raja siluman beruang sinis."Apa kalian tidak melihat cincin di tangan anak muda itu? Dia tunangan putri Anita, putri raja di raja bangsa siluman harimau!" ucap raja siluman harimau pulau buangan itu."Aku tak perduli, yang jelas ia akan jadi budak siluman beruang!""Benarkah?" kata Panji.Jledaar!!Di langit terdengar suara ledakan, dan suara itu ledakan dari keluarnya pedang urat petir dari cincin surga, yang mana pedang itu sudah ada di genggaman tangan Panji Sanjaya."Kau ingin jadikan aku budak, majulah!" tantang Panji Sanjaya."Sungguh berani!"Haaaaaaaaaaa!!Raja siluman beruang itu maju dengan gerakan yang cepat, dan ayunkan satu cakaran ke wajah Panji Sanjaya.Tranggggg!!Panji ayunkan pedang urat petir dan beradu kuat dengan cakar tajam raja siluman beruang itu.Haaaaaaaaaaa!!Dan setelah itu, Panji melepaskan tenaga dalamnya, hal itu kagetkan raja siluman beruang itu.Huppppp!!Raja siluman itu mundur
Panji menatap ke arah orang yang sebutkan nama dan julukan Ki Gura, padanya."Apa kau tahu sesuatu tentang pulau buangan itu?" tanya Panji."Tidak," jawab orang itu."Kalau begitu diam saja, jika tak tahu apa-apa, aku akan percaya padanya!" kata Panji Sanjaya.Setelah itu Panji memasuki kedai kemana Ki Gura masuk, dan melihat orang tua itu minum dengan tenang."Kau datang juga anak muda!" kata Ki Gura."Aku tak memiliki pilihan lain, aku harus bicara denganmu tentang pulau buangan itu!" kata Panji Sanjaya."Bagus jika kau percaya padaku, minumlah! Baru kita bicara!" kata Ki Gura dan meminta minum untuk Panji Sanjaya."Baik!"Tak berapa lama, teh untuk Panji datang, dan keduanya minum dengan tenang. Tidak ada yang penting mereka bicarakan."Kau sudah selesai?" tanya Ki Gura."Iya.""Ikuti aku!" kata Ki Gura dan membayar sendiri minuman yang mereka pesan."Dia tak terlihat seperti yang mereka katakan!" gumam Panji dan ikuti langkah Ki Gura."Masuk!" kata Ki Gura ke dalam sebuah rumah ke
Panji Sanjaya berdiri di depan gerbang perguruan Anggrek putih, dan mengenang sejenak masa indah yang ia lalui di perguruan itu.Panji memang sempat datang ke perguruan itu, namun ia tak mampir, hanya datang untuk obati guru Sanjaya, guru pertama Panji untuk berlatih ilmu kanuragan.Banyak murid perguruan yang berdiri di halaman perguruan, dan menatap Panji dengan tatapan yang bingung.Namun, Panji tak hiraukan itu, Panji terus berjalan ke pondok guru Sanjaya, dan Panji cukup kaget karena Panji melihat banyak bunga-bunga yang tumbuh di pekarangan pondok itu."Tuan Sanjaya!" teriak satu suara.Panji kaget, karena suara itu berasal dari dalam pondok Sanjaya, dan satu tubuh berlari cepat, dan menubruk tubuh Panji, sekalian memeluk erat tubuh Panji Sanjaya."Aku yakin kau akan datang kemari!" kata gadis yang tak lain adalah putri Lembayung Senja."Tuan putri!" ucap Panji tak percaya."Iya, ini aku tuan Sanjaya!" kata Putri Lembayung.Dan tak berapa lama, guru Sanjaya keluar dari dalam po
Pertemuan dengan Mayang, membuat Panji memiliki semangat yang baru. Belum lagi pelukan dari Mayang, itu membuat Panji semakin bertenaga.Panji menatap mata Mayang dengan sangat dalam, dan menemukan kalau gadis itu juga sama bahagianya dengan Panji."Aku tak ingin kehilangan dirimu lagi, Mayang!" kata Panji.Gadis itu terdiam, dia ingin bicara, namun suaranya hilang dan tertahan oleh tenggorokan. Hanya senyuman yang bisa bisa ia berikan pada Panji Sanjaya."Ada apa dengan wajahmu?" tanya Panji dan sentuh gelembung yang membengkak di wajah Mayang"Sttttt, sakit. Jangan sentuh itu!" rintih gadis itu."Kenapa bisa seperti ini?" tanya Panji."Dia diracuni oleh si raja racun!" jawab nyai Kasih."Aku akan obati dia setelah aku sembuhkan racun di dalam diriku!" kata Panji."Kau yakin?""Iya, tapi untuk saat ini aku ingin memiliki ruangan sendiri. Aku ingin membuat pil penyembuh racun!" kata Panji."Ikuti aku!" kata nyai Kasih.Panji angguk kepala, dan ikuti nyai kasih untuk memasuki sebuah ru
Sementara itu, pertarungan lain juga terjadi di belakang Panji Sanjaya. Pertarungan antara para ahli racun melawan raksasa racun yang Panji Sanjaya panggil untuk membantunya.Aaaaaaa!!Kematian nyai racun kagetkan semua ahli racun, dan saat mereka menoleh ternyata nyai racun sudah tewas di tangan Panji Sanjaya."Tidak mungkin!" kata mereka tak percaya.Roaaarrrr!!Namun suara keras raksasa racun itu kagetkan mereka, dan membuat mereka lupakan tentang kematian nyai racun.Bammmmmmm!!Tangan raksasa itu bergerak, dan membunuh beberapa ahli racun, yang membuat rasa takut di hati para ahli racun itu semakin menguasai diri mereka.Huppppp!!Satu ahli racun memilih untuk menjauh, dan mengambil jarak yang jauh dari raksasa racun itu."Raja racun, aku tak ingin mati disini. Aku pergi!" teriaknya.Huppppp!!Dia memilih untuk kabur, dan tinggalkan area lembah itu, kabur dengan sangat cepat."Keparat kau!" teriak si Raja Racun dan melompat untuk serang ahli racun yang kabur itu."Biarkan saja di
Nyai racun kaget, padahal ia sangat yakin kalau serangan selendang hijau miliknya sudah hantam tubuh Panji Sanjaya.Itu adalah senjata andalan nyai racun, dan jarang bisa selamat jika selendang itu sudah hanya sesuatu, bahkan bukit besar pun akan rata dengan tanah jika dihantam selendang hijau itu."Apa lagi ini?" ucap nyai racun saat ia mencoba menarik selendang hijau itu.Ia merasakan kalau selendang itu ditahan oleh kekuatan yang besar, dan ia memaksa untuk memiliki selendang itu.Haaaaaaaaaaa!!Teriakan yang keras terdengar, dan tubuh nyai racun tertarik ke arah Panji Sanjaya yang berada di dalam debu yang tebal."Tidak akan aku biarkan!" teriak si Raja Racun.Tappppp!!Si Raja Racun menangkap lengan nyai racun, dan menahan agar nyai racun tak tertarik ke dalam debu itu, yang mana ia yakini kalau itu adalah perbuatan Panji Sanjaya.Haaaaaaaaaaa!!Dan tidak hanya itu, dia juga lepaskan satu pukulan jarak jauh ke arah Panji, dan barulah pegangan pada selendang itu lepas, dan bersam







