Chapter: Bab 39 Jaka Srenggi melawan Dewa NerakaBammmmmmm!!Adu kekuatan tenaga dalam langsung terjadi antara Jaka Srenggi melawan Dewa Neraka, pertarungan yang terjadi di dalam kubah energi ciptaan Dewa Ra. "Luar biasa!' kata Dewa Jasin. Jaka Srenggi yang menyerang terlebih dahulu, langsung menggunakan kekuatan api yang sudah dia kuasai dengan sempurna. Roh yang saat ini sedang berlatih untuk mencapai pendekar angel itu benar-benar mengerahkan seluruh kekuatan apinya pada Dewa neraka. Sementara itu Dewa neraka yang memang hanya menguasai satu elemen, yaitu elemen api berusaha keras untuk bertahan dari serangan-serangan berhawa panas yang dilepaskan oleh Jaka Srenggi. Semakin lama, serangan dari Jaka Srenggi semakin kuat dan berbahaya, yang mana itu benar-benar membuat Dewa neraka Hanya bisa bertahan dari setiap serangan Jaka Srenggi itu. Tentu saja dalam pertarungan itu Jaka Srenggi mampu mendominasi, bukan hanya dari kekuatan besar yang dimilikinya, tapi juga dari pengalaman bertarung anak muda itu. Semasa hidupnya, Jaka S
Last Updated: 2026-11-06
Chapter: Bab 38Tiga orang berjalan menuju ke arah bukit merah yang berada di neraka, dan tidak ada yang menyadari kalau ketiga orang itu menuju ke area pertarungan yang berada di neraka itu. Ketiga orang itu tak lain adalah Jaka Srenggi, Dewa Ra dan Dewa Jasin, yang sengaja mengantarkan anak muda itu untuk melakukan pertarungan melawan Dewa neraka. Tidak ada satu orang punya mengetahui tentang pertarungan itu, karena memang pertarungan itu sengaja dirahasiakan dari seluruh penghuni neraka. Namun tentu saja para penjaga neraka bisa mengetahui tentang pertarungan yang akan terjadi, dan bisa dipastikan kalau akan banyak menjaga neraka yang memilih menjadi penonton pertarungan itu. Dari arah Yang lain Dewa neraka dengan pakaian merah menyala yang merupakan pakaian perang miliknya berjalan menuju ke arah yang sama yaitu menuju ke bukit merah. Wajah Dewa neraka benar-benar menunjukkan ekspresi yang begitu serius, Karena untuk pertama kalinya dia akan bertarung setelah ratusan tahun menjadi pemimpin d
Last Updated: 2026-11-05
Chapter: Bab 37Begitu selesai menyusun rencana untuk Jaka Srenggi, Dewa Ra dan Dewa Jasin segera meninggalkan ruangan dari dewa neraka, dan langsung menjumpai Jaka Srenggi, yang saat ini masih menunggu dengan penuh harap di wilayah khusus untuk Dewa Ra. Melihat kedatangan dua Dewa itu, Jaka Srenggi langsung turun dari pondok dan menyambut kedatangan dua orang yang cukup penting baginya Di neraka itu. "Bagaimana Dewa Ra, Dewa Jasin? apa kata Dewa neraka?' tanya Jaka Srenggi. "Kami berdua Baru saja sampai, seharusnya kau membuatkan kami teh! paling tidak biarkan kami dulu duduk baru kita berbicara!' kata Dewa Ra."Baik, Aku akan segera persiapkan minuman untuk kalian berdua!' kata Jaka Srenggi.Dewa Jasin sampai melihat ke arah Dewa Ra, karena Dewa itu benar-benar mampu untuk mengendalikan Jaka Srenggi. Bagaimanapun juga, hampir seluruh Dewa yang ada di alam semesta mengetahui bagaimana keras kepalanya Jaka Srenggi. Namun ternyata di hadapan Dewa Ra, kekerasan kepala dari Jaka Srenggi semua itu t
Last Updated: 2026-11-04
Chapter: Pembicaraan Tiga DewaSeusai dengan saran dari Dewa Ra, Jaka Srenggi memilih untuk berbicara dengan Dewa Jasin, dan meminta pada Dewa pelindungnya Di neraka itu untuk berbicara dengan Dewa neraka. Dewa Jasin tentu saja tersenyum mendengar permintaan dari Jaka Srenggi itu, karena memang itu yang mereka harapkan, berharap kalau Jaka Srenggi akan terus melewati tahapan demi tahapan untuk mencapai pendekar angel. "Sebaiknya kau tunggu saja di kediaman Dewa Ra, aku sendiri akan berbicara dengan Dewa neraka!' kata Dewa Jasin. "Baiklah Dewa Jasin, Aku berharap besar padamu agar Dewa neraka membiarkan aku untuk terus berlatih di neraka ini!' kata Jaka Srenggi. Setelah berbicara dengan Dewa Jasin, Jaka Srenggi memiliki kembali ke kediaman Dewa Ra, yang mana kedatangan anak muda itu langsung disambut dengan dahi yang berkerut. "Kenapa kau kembali? Apakah kalian sudah selesai berbicara dengan Dewa neraka?' tanya Dewa Ra. "Dewa Jasin mengatakan kalau dia yang akan menemui langsung Dewa neraka, untuk sekarang ini
Last Updated: 2026-11-03
Chapter: Bab 35Dewa Ra tidak menjawab pertanyaan dari Jaka Srenggi, namun telapak tangan dari dewa itu langsung menyentuh dada dari Jaka Srenggi.Hanya dengan sentuhan yang sangat pelan di dada anak muda itu, tubuh dari Jaka Srenggi langsung terdorong, yang mana hal itu sangat mengejutkan bagi Jaka Srenggi. Sebelum Jaka Srenggi bereaksi, dirinya merasakan sesuatu bergejolak dari dalam tubuhnya, dan sesuatu yang selama ini berada di dalam tubuhnya memaksa untuk keluar. "Jangan dilawan, biarkan mustika itu keluar dari dalam tubuhmu! mustika itu sudah tidak kau butuhkan lagi!' kata Dewa Ra. Jaka Srenggi memilih untuk duduk dan bersila, karena dirinya menyadari kalau memang sesuatu yang berada di dalam tubuhnya itu memang harus dikeluarkan. Tidak berapa lama, sebuah benda bulat dengan cahaya berwarna-warni keluar dari tubuh anak muda itu, yang mana cahaya itu merupakan cahaya pencitraan dari setiap elemen yang selama ini berada di dalam tubuh Jaka Srenggi. Mustika yang baru keluar dari tubuh Jaka S
Last Updated: 2026-11-02
Chapter: Bab 34Beberapa hari telah berlalu semenjak Jaka Srenggi menyatukan seluruh elemen menjadi miliknya, dan bukan lagi sekedar elemen pelengkap di dalam diri anak muda itu. Sampai saat ini, Jaka Srenggi masih memilih untuk memikirkan pendekar angel yang memang menjadi tujuannya saat ini. Dua tahapan sudah diselesaikan oleh anak muda itu, yang mana itu merupakan hal yang tidak terduga oleh dirinya sama sekali ini kalau dia benar-benar akan menempuh suatu peningkatan yang hanya akan dimiliki oleh bangsa Dewa, ataupun malaikat. "Sebaiknya aku bertanya pada Dewa Ra, mungkin saja dia akan memberikan sebuah petunjuk untuk diriku!' kata Jaka Srenggi. Dewa perang bangsa manusia yang dipilih oleh Sang Penguasa itu, berjalan yang memasuki pondok yang berada di wilayah merah, wilayah yang merupakan wilayah khusus bagi Dewa Ra. "Dewa Ra, Apakah kau ada di dalam? Aku ingin bicara dengan?' teriak Jaka Srenggi, di depan pintu kamar lelaki Dewa itu. Tanpa diketahui oleh Jaka Srenggi, Dewa Ra yang berada
Last Updated: 2026-11-01
Chapter: Bab 271Tiga hari berlalu, dan ketua Lu Ba sendiri yang datang ke sekte matahari, dan mendatangi ketua sekte itu, ketua Su Yu.Ketua Su Yu sungguh pucat karena kedatangan ketua sekte gunung iblis itu, dan rasa takut kini menyelimuti seluruh tubuhnya. Bukkk!Ketua Su Yu berlutut pada ketua Lu Ba. Dan ia semakin menunjukkan rasa takut yang sangat dalam."Maafkan aku ketua Lu Ba! Aku sudah menangkap orang itu, namun ia melarikan diri!" kata ketua Su Yu."Jadi kau akui kalau anggota sekte ini yang membunuh sahabatku, Son An?" kata ketua Lu Ba dengan tekanan yang sangat kuat.Ketua Su Yu mencoba menahan kuatnya tekanan dari tetua Lu Ba, namun ia tak mampu bertahan, dan hanya bisa menundukkan kepalanya."Bukan anggota sekte ini yang membunuh ia ketua, dia hanya orang lain yang secara tak langsung ikut dengan salah satu anggota sekte ini, ketua!" kata ketua Su Yu."Aku tak perduli siapa yang membunuh Son An, aku hanya ingin tahu dimana dia?" bentak ketua Lu Ba. "Saat ini ia ada sedang menuju ke ko
Last Updated: 2026-11-06
Chapter: Bab 270Ketua Su Yu dan Bao Yu meninggalkan Panji Sanjaya yang sudah berada di bawah penjara bawah tanah sekte matahari. Ia akan dijadikan korban untuk selamatkan sekte Matahari, dan Panji jelas tak akan diam saja. Di bawah tanah, di belakang sekte matahari, Panji Sanjaya masih mencoba untuk lepas dari ikatan totokan ketua Su Yu yang memang sangat kuat. "Kekuatan orang-orang di negeri ini memang sangat tinggi. Aku bahkan tak sebanding dengan mereka!" kata Panji Sanjaya.Panji berusaha keras untuk lepas dari totokan itu, dengan cara alirkan tenaga dalam ke seluruh tubuhnya. Namun nyatanya, totokan itu sangat kuat hingga Panji tak mampu lepaskan totokan itu. "Apa yang harus aku lakukan?" tanya Panji Sanjaya dalam keadaan bingung. "Apa kau butuh bantuan?" teriak satu suara dari cincin ruang yang ada di tangan kiri Panji."Lisara, kau tahu apa yang terjadi padaku?" tanya Panji Sanjaya."Jelas aku tahu! Aku tak akan terkurung di dalam cincin ruang seperti ini. Aku bisa bebas sesukaku!" kata L
Last Updated: 2026-11-06
Chapter: Bab 269Wajah ketua Su Yu, pucat bukan main karena perkataan putrinya, Bao Yu. Dan ia hanya bisa melihat ke arah Panji yang hanya menundukkan kepalanya."Tapi ia melalukan itu karena membela Bao Yu, ayah!" kata gadis itu."Membela dirimu?" "Iya, ayah!" kata Bao Yu.Setelah itu Bao Yu menceritakan semua yang terjadi selama di perjalanan, bagaimana mereka dihadang selama di perjalanan, hingga mereka bertemu dengan Son An."Jadi dia inginkan dirimu?""Iya ayah! Bahkan ia sempat melukai Bao!" kata Bao Yu."Hhmmm! Masalah ini akan besar, dan mungkin saja akan memberikan kekacauan di sekte ini!" kata ketua Su Yu. "Jadi apa yang harus kita lakukan ayah?" tanya Bao Yu."Untuk saat ini kita lihat dulu apa yang terjadi selanjutnya. Kau bawa dia istirahat, Bao Yu! Kalian pasti sudah sangat lelah!" kata ketua Su Yu."Iya, ayah!" kata Bao Yu. Setelah itu, Bao Yu dan Panji masuk ke dalam sebuah rumah yang tak menyatu dengan bangunan sekte matahari."Kau bisa istirahat di dalam kamar itu, Panji! Kau bisa
Last Updated: 2026-11-06
Chapter: Bab 268Son An mundur saat mendengar ucapan Panji yang akan membunuhnya, karena ia bisa saja jadi masalah bagi Panji Sanjaya. "Kau tidak mungkin melakukan itu padaku!" katanya sambil mundur ke belakang."Kenapa tidak? Memangnya apa yang aku takuti?" kata Panji Sanjaya."Aku Son An, pendekar yang memiliki nama di dunia persilatan! Kau tidak bisa lakukan itu padaku!" teriak Son An."Kau salah. Aku terpaksa lakukan itu karena kau bisa jadi masalah bagiku!" kata Panji Sanjaya. Whusssssssss!!Panji Sanjaya maju ke arah Son An, dan menyerang Pendekar di negeri Tiongkok itu dengan serangan yang ganas dan mematikan. Son An mencoba untuk mundur dan menghindar dari tiap serangan Panji. Dia gunakan ilmu meringankan tubuh yang ia miliki. Namun, kemampuan Panji ada di atasnya, hingga ia tak mampu bertahan terlalu lama. Plakkk!Satu tapak petir Panji Sanjaya masuk ke bagian dada Son An, dan itu mendorong pendekar negeri Tiongkok itu hingga dua tombak jauhnya. Namun, Son An masih mampu bangkit, dan in
Last Updated: 2026-11-05
Chapter: Bab 267Cukup lama Panji berada di dalam perjalanan menuju ke kota Lihan, hingga Panji kini berada di sebuah sungai yang cukup luas. Sungai yang memiliki air sungai yang cukup deras, sungai Huangho, namanya.Saat ini Panji berada di wilayah tengah negeri Tiongkok, dan masih berada di wilayah kekaisaran Han."Kau mau kemana anak muda?" tanya seorang pemilik perahu. "Aku ingin ke seberang, paman!" jawab Panji."Naiklah, kau akan aku antarkan ke seberang!" kata Panji Sanjaya.Panji naik ke atas perahu, dan pemilik perahu itu akan mengayuh dayung yang ada di tangannya."Tunggu aku ikut!" teriak satu suara.Hupppp!Satu tubuh dengan pakaian kuning melayang di udara, dan mendarat di atas perahu, ia mendarat tanpa memperdengarkan sedikitpun suara. Sungguh satu kemampuan yang sangat tinggi."Ilmu meringankan tubuh yang sangat baik!" puji Panji dalam hatinya. Pemilik tubuh itu berdiri di atas perahu, dan sedikit pun ia tak oleng meskipun perahu digoyang oleh ombak sungai yang kuat. "Nona, perahu in
Last Updated: 2026-11-05
Chapter: Bab 266"Pembunuh? Siapa yang ia bunuh?" tanya Panji ingin tahu."Dia membunuh gubernur kota Lihan, dan saat ini ia berada di dalam penjara kota itu!" kata tetua Gu."Apa alasannya?" tanya Panji Sanjaya."Hingga saat ini tidak ada yang tahu apa alasan tetua Jun menyerang gubernur kota Lihan!" "Apakah mati?" "Tidak, namun puluhan prajurit tewas di tangan tetua Jun, dan karena itulah ia saat ini berada di dalam penjara. Dia dihukum berat, dan kemungkinan besar ia akan dihukum mati!" kata tetua Gu. "Tidak bisa, aku harus bertemu dengan tetua Jun sebelum dia dihukum mati!" kata Panji Sanjaya."Terserah padamu, Panji! Namun boleh aku bertanya?""Apa itu tetua?" tanya Panji."Satu tahun yang lalu aku bertemu dengan orang yang berasal dari negeri mu, dan ia seorang pandai besi. Apa kau kenal dia?" tanya tetua Gu. "Siapa namanya?" tanya Panji langsung bertanya. "Har ... Har ... Aku lupa!""Harlah!" kata Panji dengan cepat. "Iya, namanya Harlah!" kata tetua Gu."Tidak mungkin, ayah ternyata bena
Last Updated: 2026-11-05
Chapter: Kemunculan sang terkuat Iblis Son Chong kaget dengan kehadiran orang yang tidak dia kenal itu. Bahkan dia tidak tahu kapan orang itu ada di sana, kapan dia datang, dan dari mana dia datang, iblis Son Chong tak tahu.Tapi, iblis Son Chong merasakan tubuhnya bergetar hebat karena kekuatan dari orang itu.Tangannya yang sudah akan menebas putus kepala Arya dia tarik kembali, dan matanya menunjukkan rasa takut pada sosok yang berpakaian biru cerah dan melayang di atas udara itu.Dengan ringan lelaki itu turun dari udara, dan mendarat di dekat Arya."Kau tidak apa-apa, Arya?" ucap pemuda yang seumuran dengan Arya."Kau siapa?" tanya Arya."Kita usir dulu dia. Baru kita bicara," jawab pemuda itu."Dia tangguh. Sangat tangguh," kata Arya."Tidak. Dia tidak setangguh itu," kata pemuda itu."Kau akan kalah, jadi pergilah dari sini," usir pemuda yang baru datang itu."Lancang. Apa kau pikir aku akan takut?"Hiatttttt.Iblis Son Chong yang yakin pada kemampuan yang dia miliki menyerang orang misterius itu.Tappppp.Den
Last Updated: 2025-12-05
Chapter: Iblis yang tak bisa mati"Bagaimana mungkin?" kata Arya tidak percaya.Tepat saat Arya yakin kalau iblis Son Chong sudah terluka parah, pada saat itulah iblis yang merupakan putra kaisar iblis berdiri dan menunjukkan jika dia tidak alami luka apa pun."Bagaimana semua itu bisa terjadi?" ucap Arya."Kenapa? Apa kau belum yakin kalau kau tidak akan mampu membunuhku?" kata iblis Son Chong."Tidak mungkin. Kau pasti akan aku bunuh," kata Arya tetap pada jawaban awalnya."Bodoh. Sebaiknya kau menyerah saja dan berikan tubuh petir pada diriku," kata iblis Son Chong."Tidak akan pernah. Aku bukan milikmu, dan aku tercipta hanya untuk membunuhmu!""Lakukan jika kau mampu. Tapi itu jika kau masih memiliki kesempatan," kata iblis Son Chong.Iblis Son Chong menyentuh gagang pedang iblis, dan menatap Arya dengan mata yang tajam."Saatnya aku pastikan tubuhmu itu akan jadi milikku," kata iblis Son Chong.Begitu dia mengatakan itu, tangannya menarik pedang iblis dari sarungnya. Dan aura pekat iblis semakin kuat keluar dari
Last Updated: 2025-12-05
Chapter: Kekuatan Iblis Son Chong Suasana istana kerajaan Lingga kini penuh dengan aura yang menakutkan, itu dikarenakan dua tenaga dalam berbeda golongan sedang bergesekan beradu di udara.Tidak hanya itu, alam juga ikut jadi saksi akan terjadinya duel yang hebat antara dua pendekar beda generasi itu."Semuanya. Segera tinggalkan tempat ini. Biarkan kami disini hanya berdua saja!" teriak Arya.Teriakan Arya itu diisi dengan tenaga dalam yang besar, sehingga suara terdengar hampir di seluruh penjuru kerajaan itu."Kau sabar menunggu sampai mereka semua pergi, bukan?" kata Arya pada iblis Son Chong."Tidak apa-apa. Aku tidak akan membunuh satu manusia pun, sebelum aku membunuhmu!" kata iblis Son Chong."Bagus kalau begitu!""Lagian aku ingin kau bertarung sepenuh tenaga, tanpa ada yang halangi dirimu. Jika manusia-manusia itu ada disini, aku yakin perhatianmu malah akan teralihkan," kata iblis Son Chong lagi."Apalagi yang kalian tunggu! Segera tinggalkan wilayah istana ini!" teriak Arya.Barulah semua orang sadar kala
Last Updated: 2025-12-05
Chapter: Kehadiran Iblis Son ChongDi sebuah markas yang jauh dari negeri kerajaan Lingga, seorang lelaki dengan pakaian hitam bersemedi panjang untuk menemukan kekuatan yang lebih tinggi yang dia inginkan.Lelaki itu terlihat masih berusia tujuh puluhan tahun, tapi sesungguhnya usianya sudah lebih dari tiga ratus tahun.Saat semedi itu, dia merasakan ada kekuatan energi yang sangat besar, kekuatan maha kuat yang membuat dia hentikan semedinya itu."Ini dia yang aku tunggu. Akhirnya dia menujukkan dirinya," ucap lelaki itu.Mata lelaki tua itu berbinar karena merasakan kekuatan dari energi dari tempat yang sangat jauh."Tubuh petir itu akan jadi milikku. Dan aku akan menjadi yang terkuat di seluruh alam semesta ini mengalahkan Jaka Srenggi," ucapnya.Dia berjalan, dan tekanan dari tubuhnya mengeluarkan hawa yang menakutkan. Sungguh kekuatan yang sangat mengerikan."Tidak lama lagi, dia akan jadi milikku," katanya lagi.Dia keluar dari ruangan semedinya, dan pandangan matanya tajam melihat keluar."Aku tidak butuh semua
Last Updated: 2025-12-05
Chapter: Pertarungan berat sebelah Keringat dingin mulai mengucur dari dahi raja Ragajaya saat tahu kemampuan dari Arya. Sungguh tidak disangka kalau Arya mampu membuat dia tersudut begitu hebatnya."Kenapa? Apa aku ingin melihat kemampuan yang lebih hebat lagi?" kata Arya."Apa maksudmu kemampuan yang lebih hebat lagi?" tanya raja Ragajaya."Kau ingin lihat?" ucap Arya."Tidak mungkin kau masih memiliki kekuatan yang lebih dari yang kau tunjukkan itu," kata raja Ragajaya tidak percaya."Baik. Saksikan sendiri dengan matamu!" kata Arya.Arya angkat satu tangannya ke udara, dan di atas, Arya kepalkan tangan.Jledaaarrrrrrr.Petir menyambar kepalan tangan Arya. Dan itu adalah sebuah pertanda kalau Arya akan keluarkan tubuh petir yang dia miliki."Kekuatan apa ini?" kata raja Ragajaya.Tidak hanya raja Ragajaya. Tapi semua yang ada di sana, di area pertarungan dalam istana itu tidak mampu menahan untuk tidak melihat ke arah Arya."Bagaimana mungkin sang pemilik tubuh petir ada di sini? Tidak mungkin!" kata beberapa orang.
Last Updated: 2025-12-05
Chapter: Kekalahan Ki Renggo Raja Ragajaya dan Ki Renggo yang ada dalam istana kerajaan kaget karena suara keras dari Arya.Dengan segera keduanya berjalan keluar dari dalam istana, dan mendapati Arya sudah menunggu di luar."Sungguh lancang ucapanmu, apa kau belum sadar siapa aku?" bentak Ki Renggo yang masih yakin kalau yang ada dihadapannya saat ini adalah pangeran Badasa."Kau siapa? Aku tidak pernah ada hubungan denganmu. Dan satu lagi, kau akan mati!" ucap Arya."Mati? Apa kau yakin akan mampu melawan diriku?" ucap Ki Renggo."Maju Jika kau ingin mati lebih dahulu!" tantang Arya."Aku ingin lihat, apa kehebatan yang kau miliki?"Haaaaaaaaaaa.Ki Renggo mengeluarkan tenaga dalam yang besar, dan itu membuat tubuhnya bergetar kuat."Ragajaya! Kau tonton bagaimana aku akan membunuhnya" kata Ki Renggo."Bunuh dia. Kita akan kuasai seluruh negeri ini," kata raja Ragajaya.Whusssssssss.Ki Renggo datang dengan satu serangan pada Arya. Tapi Arya mundur dengan gunakan ilmu meringankan tubuh.Arya sengaja melakukan i
Last Updated: 2025-12-04
Chapter: Waktu Yang Tepat Untuk Istirahat Kedua Patriak yang melihat kuda Lin Jiang, memilih untuk mendekati ruangan terbuka dimana anak muda itu berada. "Lin Jiang!" kata Patriak Suhei tak percaya kalau yang berada di dalam ruangan terbuka itu memang adalah Lin Jiang."Patriak!" kata Lin Jiang dan tunjukkan rasa hormatnya pada lelaki itu. "Kenapa kau di sini?" "Aku sedang menunggu kedatanganmu, Patriak!""Kenapa kau tidak langsung masuk ke dalam Sekte?""Hahahaha! Aku bukan orang penting, jadi aku tidak bisa masuk!" jawab Lin Jiang.Wajah Patriak Suhei merah karena kata-kata Lin Jiang, dan itu jelas kata-kata yang cukup menyindir bagi ketua besar Sekte Matahari Emas itu. "Apakah mereka yang melarangmu untuk masuk, Lin Jiang?" tanya Patriak Suhei sambil menunjuk ke arah murid sekte yang berjaga di gerbang masuk. "Mereka hanya melakukan tugasnya, dan bukankah memang seperti itu cara kerja dunia persilatan?" kata Lin Jiang.Patriak Suhei hanya bisa menghal napas, dan pada akhirnya mengajak Lin Jiang untuk masuk ke dalam Se
Last Updated: 2024-09-28
Chapter: Rasa Bersalah Patriak Suhei Patriak Suhei hanya bisa menghela napas yang panjang saat Patriak Wang katakan tujuan dan juga sampaikan alasan dia ke Sekte Matahari Emas itu. "Bagaimana Patriak Suhei? Apakah kau bersedia membantu Sekte Pedang Tunggal?" tanya Patriak Wang."Bagaimana bisa aku menolak keinginan dan permintaanmu itu, Patriak Wang? Yang terjadi di Sekte Pedang Tunggal juga karena diriku! Jika aku tidak egois, mungkin Sekte Pedang Tunggal tidak akan sehancur seperti ini!" kata Patriak Suhei."Jika Patriak Suhei sungguh bersedia membantu, maka aku sungguh sangat berterima kasih!" kata Patriak Wang."Tunggulah beberapa hari di sini! Aku akan memutuskan hal ini, aku akan adakan rapat dengan semua petinggi Sekte ini, dan memastikan kalau akan ada yang akan ke Sekte Pedang Tunggal, termasuk diriku!" kata Patriak Suhei."Baik, aku akan tunggu sampai ada keputusan dari kalian!" kata Patriak Wang."Kalau begitu, ikuti aku! Akan bawa kau menuju kamarmu, dan selama kau berada di sini, murid sekte ini akan melaya
Last Updated: 2024-09-26
Chapter: Keputusan Patriak Wang Tiga hari dalam perjalanan, Qiau Yun dan Wan Suhei pun tiba di Sekte Matahari Emas, dan Patriak Wang langsung sambut kepulangan cucunya itu. "Lin Jiang sungguh penuhi janji yang dia katakan padaku!" kata Patriak Suhei."Tidak hanya itu kakek, Lin Jiang juga mengalahkan Ketua Bar Ha!" kata Wan Suhei."Benarkah itu? Sungguh pemuda yang luar biasa!" kata Patriak Suhei."Hhmmm! Seharusnya kita menjalin hubungan yang baik dengan dia, bukannya membuat masalah dengan dia!" kata Tetua Li."Masih ada waktu untuk memperbaiki semua ini, Tetua Li! Aku yakin, kita masih akan bertemu dengan pemuda itu!" kata Patriak Suhei.Saat mereka bicara, salah satu murid datang, dan melaporkan kedatangan seseorang ke Sekte itu, seseorang yang membuat wajah Patriak Suhei tak percaya. "Dia sungguh datang kemari?" kata Patriak Suhei."Iya, Patriak! Dan saat ini dia sudah menunggu di ruangan tunggu!""Aku akan segera temui dia!" kata Patriak Suhei.Patriak dari Sekte Matahari Emas itu buru-buru berjalan, untuk s
Last Updated: 2024-09-25
Chapter: Kemunduran Sekte Pedang Tunggal Satu hari berlalu, sejak penyerang Mata Iblis ke Sekte Pedang Tunggal, dan itu memang membuat Sekte itu kehilangan banyak anggotanya. Hal itu pastinya juga memberi pengaruh pada Sekte Pedang Tunggal, dan kedudukan mereka di dunia persilatan, pastinya akan jatuh. Mereka yang memiliki posisi tertinggi, dipastikan akan jatuh dan tak lagi memegang posisi di wilayah selatan kekaisaran Tang itu.Hal itu disadari dengan jelas oleh Patriak Wang, namun semuanya telah terjadi, dan dia tak bisa berbuat apa-apa lagi. "Mungkin satu-satunya cara agar Sekte ini bisa tetap bertahan hanya dengan menjalin hubungan baik dengan Sekte Matahari Emas, hanya itu satu-satunya cara!" kata Patriak Wang.Meskipun Patriak Wang sangat marah pada Patriak Suhei, namun ia tak memiliki cara lain, karena jika dia masih tetap bersikap seperti ini, maka Sekte yang dia pimpin itu akan berada di ambang kehancuran."Tidak ada cara lain!" ucap Patriak Wang dengan nada suara yang pelan. ***Sementara itu, Patriak Suhei ya
Last Updated: 2024-09-23
Chapter: Mengusir Secara Halus Pada akhirnya, pertarungan di Sekte Pedang Tunggal benar-benar berakhir, yang mana lebih dari tiga ratus anggota Mata Iblis itu tewas.Tidak hanya anggota mereka, namun ada beberapa Tetua Mata Iblis yang tewas, dan juga ketua dari Mata Iblis cabang selatan itu juga tewas karena dibunuh Lin Jiang.Namun, bukan berarti tidak ada korban dari pihak Sekte Pedang Tunggal, bahkan jumlah korban yang paling banyak berasal dari sekte itu. Hal itu karena, keterlambatan Lin Jiang datang, dan juga karena anggota mata iblis tidak memilih lawan untuk dibunuh. Hampir tiga perempat murid dan anggota Sekte Pedang Tunggal yang tewas, dan yang tersisa dari sekte itu tak kurang dari seratusan murid saja. Kedatangan Qiau Yun dan Wan Suhei tidak banyak membantu, karena memang kemampuan keduanya tidak terlalu kuat, meskipun demikian, kehadiran keduanya bersama Lin Jiang, itu membuat Patriak Wang hargai mereka. "Kalian berasal dari Sekte Matahari Emas, bukan?" kata Patriak Wang."Iya, kami memang berasal
Last Updated: 2024-09-22
Chapter: Kematian Ketua Bar Ha "Harimau Emas!" teriak Lin Jiang.Whusssssssss!!Cahaya kuning emas keluar dari cincin ruang di tangan Lin Jiang, dan cahaya itu merupakan cahaya yang berasal dari pedah harimau emas. Hiatttttt!!Dengan satu ayunan yang cepat, Lin Jiang menebas pedang itu, dan satu serangan balik itu membunuh lima tetua Mata Iblis cabang selatan, dan tewas dengan tubuh yang terpotong jadi dua. Huppppp!!Dan setelah itu, Lin Jiang melompat, dan melesat memburu Ketua Bar Ha yang sudah meninggalkan Sekte Pedang Tunggal, untuk kabur karena sadar akan kemampuan Lin Jiang."Kau tidak akan bisa kemana-mana, ketua Bar Ha!" kata Lin Jiang setelah Lin Jiang memotong jalan Ketua Bar Ha."Tidak mungkin!" kata Ketua Bar Ha.Ketua Mata Iblis cabang selatan itu sudah kerahkan ilmu meringankan tubuh terbaik yang ia miliki, hanya untuk kabur dari Sekte Pedang Tunggal, namun nyatanya Lin Jiang mampu mengejar dirinya. "Bukankah sudah aku katakan, saat aku tunjukkan kemampuan yang aku miliki, maka kau akan mati!" kata
Last Updated: 2024-09-21