Chapter: Waktu Yang Tepat Untuk Istirahat Kedua Patriak yang melihat kuda Lin Jiang, memilih untuk mendekati ruangan terbuka dimana anak muda itu berada. "Lin Jiang!" kata Patriak Suhei tak percaya kalau yang berada di dalam ruangan terbuka itu memang adalah Lin Jiang."Patriak!" kata Lin Jiang dan tunjukkan rasa hormatnya pada lelaki itu. "Kenapa kau di sini?" "Aku sedang menunggu kedatanganmu, Patriak!""Kenapa kau tidak langsung masuk ke dalam Sekte?""Hahahaha! Aku bukan orang penting, jadi aku tidak bisa masuk!" jawab Lin Jiang.Wajah Patriak Suhei merah karena kata-kata Lin Jiang, dan itu jelas kata-kata yang cukup menyindir bagi ketua besar Sekte Matahari Emas itu. "Apakah mereka yang melarangmu untuk masuk, Lin Jiang?" tanya Patriak Suhei sambil menunjuk ke arah murid sekte yang berjaga di gerbang masuk. "Mereka hanya melakukan tugasnya, dan bukankah memang seperti itu cara kerja dunia persilatan?" kata Lin Jiang.Patriak Suhei hanya bisa menghal napas, dan pada akhirnya mengajak Lin Jiang untuk masuk ke dalam Se
Última actualización: 2024-09-28
Chapter: Rasa Bersalah Patriak Suhei Patriak Suhei hanya bisa menghela napas yang panjang saat Patriak Wang katakan tujuan dan juga sampaikan alasan dia ke Sekte Matahari Emas itu. "Bagaimana Patriak Suhei? Apakah kau bersedia membantu Sekte Pedang Tunggal?" tanya Patriak Wang."Bagaimana bisa aku menolak keinginan dan permintaanmu itu, Patriak Wang? Yang terjadi di Sekte Pedang Tunggal juga karena diriku! Jika aku tidak egois, mungkin Sekte Pedang Tunggal tidak akan sehancur seperti ini!" kata Patriak Suhei."Jika Patriak Suhei sungguh bersedia membantu, maka aku sungguh sangat berterima kasih!" kata Patriak Wang."Tunggulah beberapa hari di sini! Aku akan memutuskan hal ini, aku akan adakan rapat dengan semua petinggi Sekte ini, dan memastikan kalau akan ada yang akan ke Sekte Pedang Tunggal, termasuk diriku!" kata Patriak Suhei."Baik, aku akan tunggu sampai ada keputusan dari kalian!" kata Patriak Wang."Kalau begitu, ikuti aku! Akan bawa kau menuju kamarmu, dan selama kau berada di sini, murid sekte ini akan melaya
Última actualización: 2024-09-26
Chapter: Keputusan Patriak Wang Tiga hari dalam perjalanan, Qiau Yun dan Wan Suhei pun tiba di Sekte Matahari Emas, dan Patriak Wang langsung sambut kepulangan cucunya itu. "Lin Jiang sungguh penuhi janji yang dia katakan padaku!" kata Patriak Suhei."Tidak hanya itu kakek, Lin Jiang juga mengalahkan Ketua Bar Ha!" kata Wan Suhei."Benarkah itu? Sungguh pemuda yang luar biasa!" kata Patriak Suhei."Hhmmm! Seharusnya kita menjalin hubungan yang baik dengan dia, bukannya membuat masalah dengan dia!" kata Tetua Li."Masih ada waktu untuk memperbaiki semua ini, Tetua Li! Aku yakin, kita masih akan bertemu dengan pemuda itu!" kata Patriak Suhei.Saat mereka bicara, salah satu murid datang, dan melaporkan kedatangan seseorang ke Sekte itu, seseorang yang membuat wajah Patriak Suhei tak percaya. "Dia sungguh datang kemari?" kata Patriak Suhei."Iya, Patriak! Dan saat ini dia sudah menunggu di ruangan tunggu!""Aku akan segera temui dia!" kata Patriak Suhei.Patriak dari Sekte Matahari Emas itu buru-buru berjalan, untuk s
Última actualización: 2024-09-25
Chapter: Kemunduran Sekte Pedang Tunggal Satu hari berlalu, sejak penyerang Mata Iblis ke Sekte Pedang Tunggal, dan itu memang membuat Sekte itu kehilangan banyak anggotanya. Hal itu pastinya juga memberi pengaruh pada Sekte Pedang Tunggal, dan kedudukan mereka di dunia persilatan, pastinya akan jatuh. Mereka yang memiliki posisi tertinggi, dipastikan akan jatuh dan tak lagi memegang posisi di wilayah selatan kekaisaran Tang itu.Hal itu disadari dengan jelas oleh Patriak Wang, namun semuanya telah terjadi, dan dia tak bisa berbuat apa-apa lagi. "Mungkin satu-satunya cara agar Sekte ini bisa tetap bertahan hanya dengan menjalin hubungan baik dengan Sekte Matahari Emas, hanya itu satu-satunya cara!" kata Patriak Wang.Meskipun Patriak Wang sangat marah pada Patriak Suhei, namun ia tak memiliki cara lain, karena jika dia masih tetap bersikap seperti ini, maka Sekte yang dia pimpin itu akan berada di ambang kehancuran."Tidak ada cara lain!" ucap Patriak Wang dengan nada suara yang pelan. ***Sementara itu, Patriak Suhei ya
Última actualización: 2024-09-23
Chapter: Mengusir Secara Halus Pada akhirnya, pertarungan di Sekte Pedang Tunggal benar-benar berakhir, yang mana lebih dari tiga ratus anggota Mata Iblis itu tewas.Tidak hanya anggota mereka, namun ada beberapa Tetua Mata Iblis yang tewas, dan juga ketua dari Mata Iblis cabang selatan itu juga tewas karena dibunuh Lin Jiang.Namun, bukan berarti tidak ada korban dari pihak Sekte Pedang Tunggal, bahkan jumlah korban yang paling banyak berasal dari sekte itu. Hal itu karena, keterlambatan Lin Jiang datang, dan juga karena anggota mata iblis tidak memilih lawan untuk dibunuh. Hampir tiga perempat murid dan anggota Sekte Pedang Tunggal yang tewas, dan yang tersisa dari sekte itu tak kurang dari seratusan murid saja. Kedatangan Qiau Yun dan Wan Suhei tidak banyak membantu, karena memang kemampuan keduanya tidak terlalu kuat, meskipun demikian, kehadiran keduanya bersama Lin Jiang, itu membuat Patriak Wang hargai mereka. "Kalian berasal dari Sekte Matahari Emas, bukan?" kata Patriak Wang."Iya, kami memang berasal
Última actualización: 2024-09-22
Chapter: Kematian Ketua Bar Ha "Harimau Emas!" teriak Lin Jiang.Whusssssssss!!Cahaya kuning emas keluar dari cincin ruang di tangan Lin Jiang, dan cahaya itu merupakan cahaya yang berasal dari pedah harimau emas. Hiatttttt!!Dengan satu ayunan yang cepat, Lin Jiang menebas pedang itu, dan satu serangan balik itu membunuh lima tetua Mata Iblis cabang selatan, dan tewas dengan tubuh yang terpotong jadi dua. Huppppp!!Dan setelah itu, Lin Jiang melompat, dan melesat memburu Ketua Bar Ha yang sudah meninggalkan Sekte Pedang Tunggal, untuk kabur karena sadar akan kemampuan Lin Jiang."Kau tidak akan bisa kemana-mana, ketua Bar Ha!" kata Lin Jiang setelah Lin Jiang memotong jalan Ketua Bar Ha."Tidak mungkin!" kata Ketua Bar Ha.Ketua Mata Iblis cabang selatan itu sudah kerahkan ilmu meringankan tubuh terbaik yang ia miliki, hanya untuk kabur dari Sekte Pedang Tunggal, namun nyatanya Lin Jiang mampu mengejar dirinya. "Bukankah sudah aku katakan, saat aku tunjukkan kemampuan yang aku miliki, maka kau akan mati!" kata
Última actualización: 2024-09-21
Chapter: Bab 56Semua yang melihat pertandingan itu sangat tak menduga kalau Panji berhasil membuat Abanda terdesak dengan sangat hebatnya. Bahkan sampai membuat Abanda muntah darah."Kurang ajar!" maki Ki Askana yang melihat muridnya di ambang kekalahan.Hiatttttt!!Abanda memutar tubuhnya, dan menyerang kaki Panji. Tapi dengan ringan, Panji melayang ke udara, dan berputar-putar dengan cukup indah."Kau akan mati!" teriak Abanda.Haaaaaaaaaaa!!Abanda yang masih memiliki sisa tenaga dalam, melepaskan seluruhnya, dan gunakan jurus yang kuat."Terkaman singa gunung!" teriak Abanda.Dengan hentakan kaki yang kuat, Abanda melompat ke udara, dan mengejar Panji yang mengindari serangannya ke atas.Abanda menyilangkan kedua tangan di depan wajah dan cakar yang tajam dengan tenaga dalam yang dialiri ke jarinya siap melukai tubuh Panji.Crasssssss!!Pergelangan kaki Panji robek oleh tajamnya cakar tangan Abanda, tapi itu tak terlalu berpengaruh pada Panji."Mengaku kalah lah!" teriak Panji dengan suara keras
Última actualización: 2026-07-26
Chapter: Bab 55Intan Agni sungguh marah karena tuduhan Panji padanya, gadis muda itu sangat jelas tak suka pada perkataan Panji yang menuduhnya mendapatkan lawan yang lemah."Coba kau pikirkan sendiri, kau sudah bertanding dua kali, tapi kau belum menemukan lawan yang sepadan denganmu?" ucap Panji."Itu karena nomor undian ku sangat beruntung!" kata Intan Agni."Bukan, tapi kau digadang-gadang akan masuk ke delapan besar, dan itu juga untuk hargai kakekmu, jadi mereka buat undian yang menguntungkan dirimu!" kata Panji."Kakek!" kata Intan Agni meminta pembelaan dari kakeknya."Hahaha, apa yang dikatakan Panji itu benar Intan. Dia tak berdusta!""Jadi?""Tapi semua tak sepenuhnya benar!" kata Ki Sutopo."Dimana yang tak benar itu, sepuh?""Aku katakan padamu Panji, lawan pertama Intan, mungkin lemah, tapi lawan keduanya tak lemah, hanya saja kemampuan Intan memang yang tinggi!" kata Ki Sutopo.Panji memilih untuk tunggu penjelasan yang berikutnya."Dan, bukan kami yang menentukan lawan, tapi karena l
Última actualización: 2026-07-26
Chapter: Bab 54"Mulai!" teriak Ki Bawak dan bergeser ke samping."Aku mulai!" teriak Bohia.Hiatttttt!!Pemuda itu maju dengan serangan yang kuat, dan langsung menekan Pradana dari awal. Serangan itu gambarkan kalau dia ingin kalahkan Pradana secepatnya."Tapak anggrek!" ucap Pradana.Plakkkkkk!!Pradana memapak serangan tapak tangan Bohia, dan dia kaget saat merasakan kemampuan Bohia ada di atasnya.Huppppp!!Pradana dengan perhitungan yang matang, memilih untuk mundur. Dia tahu, jika terus beradu kekuatan, dia akan kalah dari Bohia."Cukup gesit!" kata Bohia.Pemuda dari perguruan awan putih itu memutar tubuhnya, dan menyerang kembali dengan cukup cepat, dan mulai terlihat perbedaan kekuatan mereka.Tapi, Pradana yang sudah tahu dengan kemampuan lawan, tak mau sembrono dalam hadapi lawan, dia sadar diri akan kemampuan.Bammmmmmm!!Namun pada akhirnya, mereka beradu kekuatan juga, dan perasaan terdorong beberapa langkah ke belakang."Lawan yang tangguh!" ucap Pradana.Ki Bawak yang melihat itu, sud
Última actualización: 2026-07-25
Chapter: Bab 53Pertarungan Junta melawan Mutia baru saja dimulai, tapi junta sudah melakukan sesuatu yang buruk pada Mutia."Juri, apa ini adil?" tanya Mutia pada Ki Hasta yang jadi juri pertandingan mereka."Maaf nona, aku merasa tidak ada yang salah yang dilakukan oleh lawanmu!" kata Ki Hasta.Wajah Mutia merah karena jawaban Ki Hasta. Itu membuat amarahnya sampai ke ubun-ubun."Hei nona, jika kau tak ingin bertarung, pulang dan jadi istri yang baik!""Hei nona, inilah pertarungan, bukan hanya pakaianmu yang akan robek, tapi tubuhmu, serta nyawamu juga dalam keadaan yang terancam!"Teriakan itu datang ke telinga Mutia, yang membuat dia tak bisa untuk bicara lagi. Dia tak terima pada ucapan itu."Heheh, inilah dunia persilatan, nona. Aku akan tunjukkan bagaimana kau akan kalah!" kata Junta sambil terkekeh pada Mutia."Aku tak akan kalah!" teriak Mutia.Hiatttttt!!Mutia menyerang lagi, dan kali ini menyerang dengan jurus terbaik yang dia miliki, mencoba keras untuk melawan Junta yang memiliki kemam
Última actualización: 2026-07-25
Chapter: Bab 52"Apa yang kau capai disini Panji?" tanya Hardi yang penasaran dengan tingkat kependekaran Panji."Untuk apa kakak tanya, aku melihat tingkat kemampuan Panji masih di tahap pendekar raja, tidak ada peningkatan!" ucap Mayang."Hahaha, mungkin aku terlihat masih sama, tapi aku sudah beda!" kata Panji.Wajah Hardi terlihat sedikit kecewa, karena ia tak melihat ada perubahan pada Panji. Padahal ia tak tahu kalau Panji saat ini memanipulasi kemampuan yang ia miliki."Ternyata ilmu langka itu benar adanya. Aku berhasil memanipulasi kemampuan yang aku miliki!" kata dalam hatinya."Jadi hanya sia-sia kau latihan disini, sungguh percuma aku berikan tempat ini!" kata Hardi lagi masih dengan nada yang kecewa."Hahaha!" Panji malah tertawa keras."Apakah harus disini aku tunjukkan kemampuan yang baru atau kalian tunggu hingga aku bertarung melawan Abanda?" tanya Panji."Kau terlalu yakin, tapi apa kau sungguh sudah meningkat Panji?" tanya Mayang masih dengan raut wajah yang tak percaya."Baiklah,
Última actualización: 2026-07-24
Chapter: Bab 51Perguruan Singa Timur, beberapa hari sebelum babak yang berikutnya diadakan, para peserta yang lolos ke babak berikutnya akan bertarung lagi, tiga hari yang akan datang.Hal itu membuat banyak peserta yang gunakan kesempatan itu untuk berlatih keras, semuanya demi nama besar yang akan di dapat jika maju ke babak yang berikutnya."Reksa, latih ilmu Kanuragan dan ilmu meringankan tubuh yang kau miliki, jangan malas!""Iya, guru! Aku tahu apa yang akan aku lakukan!" kata bocah berusia enam belas tahun.Bocah itu bernama Reksa, dia salah satu orang yang digadang-gadang akan jadi juara di turnamen itu. Dia berasal dari perguruan Rajawali."Apa kau tak lihat kemampuan Abanda, ataupun Intan Agni. Mereka memiliki kemampuan yang cukup kuat!""Aku sudah lihat guru, tapi mereka masih dibawah kemampuan Reksa!" kata anak muda itu."Tapi jika kau tak latih tubuhmu, maka mereka akan tinggalkan kemampuan yang kau miliki!""Iya, guru aku paham!""Tapi Reksa, bagaimana menurutmu bocah yang menantang Ab
Última actualización: 2026-07-24
Chapter: Kemunculan sang terkuat Iblis Son Chong kaget dengan kehadiran orang yang tidak dia kenal itu. Bahkan dia tidak tahu kapan orang itu ada di sana, kapan dia datang, dan dari mana dia datang, iblis Son Chong tak tahu.Tapi, iblis Son Chong merasakan tubuhnya bergetar hebat karena kekuatan dari orang itu.Tangannya yang sudah akan menebas putus kepala Arya dia tarik kembali, dan matanya menunjukkan rasa takut pada sosok yang berpakaian biru cerah dan melayang di atas udara itu.Dengan ringan lelaki itu turun dari udara, dan mendarat di dekat Arya."Kau tidak apa-apa, Arya?" ucap pemuda yang seumuran dengan Arya."Kau siapa?" tanya Arya."Kita usir dulu dia. Baru kita bicara," jawab pemuda itu."Dia tangguh. Sangat tangguh," kata Arya."Tidak. Dia tidak setangguh itu," kata pemuda itu."Kau akan kalah, jadi pergilah dari sini," usir pemuda yang baru datang itu."Lancang. Apa kau pikir aku akan takut?"Hiatttttt.Iblis Son Chong yang yakin pada kemampuan yang dia miliki menyerang orang misterius itu.Tappppp.Den
Última actualización: 2025-12-05
Chapter: Iblis yang tak bisa mati"Bagaimana mungkin?" kata Arya tidak percaya.Tepat saat Arya yakin kalau iblis Son Chong sudah terluka parah, pada saat itulah iblis yang merupakan putra kaisar iblis berdiri dan menunjukkan jika dia tidak alami luka apa pun."Bagaimana semua itu bisa terjadi?" ucap Arya."Kenapa? Apa kau belum yakin kalau kau tidak akan mampu membunuhku?" kata iblis Son Chong."Tidak mungkin. Kau pasti akan aku bunuh," kata Arya tetap pada jawaban awalnya."Bodoh. Sebaiknya kau menyerah saja dan berikan tubuh petir pada diriku," kata iblis Son Chong."Tidak akan pernah. Aku bukan milikmu, dan aku tercipta hanya untuk membunuhmu!""Lakukan jika kau mampu. Tapi itu jika kau masih memiliki kesempatan," kata iblis Son Chong.Iblis Son Chong menyentuh gagang pedang iblis, dan menatap Arya dengan mata yang tajam."Saatnya aku pastikan tubuhmu itu akan jadi milikku," kata iblis Son Chong.Begitu dia mengatakan itu, tangannya menarik pedang iblis dari sarungnya. Dan aura pekat iblis semakin kuat keluar dari
Última actualización: 2025-12-05
Chapter: Kekuatan Iblis Son Chong Suasana istana kerajaan Lingga kini penuh dengan aura yang menakutkan, itu dikarenakan dua tenaga dalam berbeda golongan sedang bergesekan beradu di udara.Tidak hanya itu, alam juga ikut jadi saksi akan terjadinya duel yang hebat antara dua pendekar beda generasi itu."Semuanya. Segera tinggalkan tempat ini. Biarkan kami disini hanya berdua saja!" teriak Arya.Teriakan Arya itu diisi dengan tenaga dalam yang besar, sehingga suara terdengar hampir di seluruh penjuru kerajaan itu."Kau sabar menunggu sampai mereka semua pergi, bukan?" kata Arya pada iblis Son Chong."Tidak apa-apa. Aku tidak akan membunuh satu manusia pun, sebelum aku membunuhmu!" kata iblis Son Chong."Bagus kalau begitu!""Lagian aku ingin kau bertarung sepenuh tenaga, tanpa ada yang halangi dirimu. Jika manusia-manusia itu ada disini, aku yakin perhatianmu malah akan teralihkan," kata iblis Son Chong lagi."Apalagi yang kalian tunggu! Segera tinggalkan wilayah istana ini!" teriak Arya.Barulah semua orang sadar kala
Última actualización: 2025-12-05
Chapter: Kehadiran Iblis Son ChongDi sebuah markas yang jauh dari negeri kerajaan Lingga, seorang lelaki dengan pakaian hitam bersemedi panjang untuk menemukan kekuatan yang lebih tinggi yang dia inginkan.Lelaki itu terlihat masih berusia tujuh puluhan tahun, tapi sesungguhnya usianya sudah lebih dari tiga ratus tahun.Saat semedi itu, dia merasakan ada kekuatan energi yang sangat besar, kekuatan maha kuat yang membuat dia hentikan semedinya itu."Ini dia yang aku tunggu. Akhirnya dia menujukkan dirinya," ucap lelaki itu.Mata lelaki tua itu berbinar karena merasakan kekuatan dari energi dari tempat yang sangat jauh."Tubuh petir itu akan jadi milikku. Dan aku akan menjadi yang terkuat di seluruh alam semesta ini mengalahkan Jaka Srenggi," ucapnya.Dia berjalan, dan tekanan dari tubuhnya mengeluarkan hawa yang menakutkan. Sungguh kekuatan yang sangat mengerikan."Tidak lama lagi, dia akan jadi milikku," katanya lagi.Dia keluar dari ruangan semedinya, dan pandangan matanya tajam melihat keluar."Aku tidak butuh semua
Última actualización: 2025-12-05
Chapter: Pertarungan berat sebelah Keringat dingin mulai mengucur dari dahi raja Ragajaya saat tahu kemampuan dari Arya. Sungguh tidak disangka kalau Arya mampu membuat dia tersudut begitu hebatnya."Kenapa? Apa aku ingin melihat kemampuan yang lebih hebat lagi?" kata Arya."Apa maksudmu kemampuan yang lebih hebat lagi?" tanya raja Ragajaya."Kau ingin lihat?" ucap Arya."Tidak mungkin kau masih memiliki kekuatan yang lebih dari yang kau tunjukkan itu," kata raja Ragajaya tidak percaya."Baik. Saksikan sendiri dengan matamu!" kata Arya.Arya angkat satu tangannya ke udara, dan di atas, Arya kepalkan tangan.Jledaaarrrrrrr.Petir menyambar kepalan tangan Arya. Dan itu adalah sebuah pertanda kalau Arya akan keluarkan tubuh petir yang dia miliki."Kekuatan apa ini?" kata raja Ragajaya.Tidak hanya raja Ragajaya. Tapi semua yang ada di sana, di area pertarungan dalam istana itu tidak mampu menahan untuk tidak melihat ke arah Arya."Bagaimana mungkin sang pemilik tubuh petir ada di sini? Tidak mungkin!" kata beberapa orang.
Última actualización: 2025-12-05
Chapter: Kekalahan Ki Renggo Raja Ragajaya dan Ki Renggo yang ada dalam istana kerajaan kaget karena suara keras dari Arya.Dengan segera keduanya berjalan keluar dari dalam istana, dan mendapati Arya sudah menunggu di luar."Sungguh lancang ucapanmu, apa kau belum sadar siapa aku?" bentak Ki Renggo yang masih yakin kalau yang ada dihadapannya saat ini adalah pangeran Badasa."Kau siapa? Aku tidak pernah ada hubungan denganmu. Dan satu lagi, kau akan mati!" ucap Arya."Mati? Apa kau yakin akan mampu melawan diriku?" ucap Ki Renggo."Maju Jika kau ingin mati lebih dahulu!" tantang Arya."Aku ingin lihat, apa kehebatan yang kau miliki?"Haaaaaaaaaaa.Ki Renggo mengeluarkan tenaga dalam yang besar, dan itu membuat tubuhnya bergetar kuat."Ragajaya! Kau tonton bagaimana aku akan membunuhnya" kata Ki Renggo."Bunuh dia. Kita akan kuasai seluruh negeri ini," kata raja Ragajaya.Whusssssssss.Ki Renggo datang dengan satu serangan pada Arya. Tapi Arya mundur dengan gunakan ilmu meringankan tubuh.Arya sengaja melakukan i
Última actualización: 2025-12-04