Barefoot Kisses

Barefoot Kisses

last updateÚltima atualização : 2022-06-02
Por:  Krista LakesCompleto
Idioma: English
goodnovel16goodnovel
10
3 classificações. 3 avaliações
23Capítulos
6.4Kvisualizações
Ler
Adicionar à biblioteca

Compartilhar:  

Denunciar
Visão geral
Catálogo
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP

Who meets Prince Charming in an elevator while carrying their broken shoe? Lena Masterson was having a rough day. Her coffee pot exploded, her favorite heel broke on the way to work, her computer died, and her coworker sabotaged her performance review that she should have aced. To top it all off, she had to stay late. So when she ran into a handsome stranger at work, she was certain that it was the worst day of her life. Instead, it was the start of something wonderful. From the moment she nearly bowled the man over, she thought about him. She didn’t know anything about him, and could only assume that he was someone’s assistant. Still, the encounter left her with new self-confidence. She made a move assertive enough to get the attention of her boss’ boss, and be granted a new position as the personal paralegal of the head partner. This promotion soon led to an important trip to the Caribbean, where she saw a familiar face on the beach… Everything seemed perfect when she was in Aiden’s arms, but he was holding something back. Worse, Lena was keeping a secret from him as well. She knew that she couldn’t keep up her little white lie forever, but it turned out that Aiden’s secret was much bigger. Much much much bigger. A billion times bigger, in fact. Even though he treated her like Cinderella at the ball, it was possible that the billionaire playboy just thought of her as one of his “flavors of the week”. After saying goodbye with one last barefoot kiss and returning to the real world, there was a burning question on Lena’s mind: Did this Prince Charming love her as much as she loved him?

Ver mais

Capítulo 1

Chapter One

Bau tajam Sandalwood bercampur aroma darah yang hampir membusuk adalah hal pertama yang menusuk indra Elara.

Ia tersentak, mata terbelalak, tubuhnya menjerit dalam kebingungan. Dinginnya lantai batu di sel penjara terasa nyata di punggungnya, namun sentuhan yang ia rasakan kini adalah kelembutan sutra. Telinganya masih berdenging oleh gema cambukan terakhir.

"Aku mati..." bisiknya, suaranya kering seperti padang pasir.

Ia memaksa dirinya duduk. Kengerian yang ia rasakan adalah memori sempurna dari eksekusi yang seharusnya baru saja ia alami: difitnah, dilucuti gelar Permaisuri, dan dibiarkan membusuk di sel hingga napas terakhirnya direnggut oleh tangan Algojo yang dibayar Valerian.

Di mana luka tusukan itu? Di mana ikatan borgol yang telah merobek kulitnya?

Elara menatap tangannya. Jari-jari lentik dan putih tanpa bekas luka sedikit pun. Matanya tertuju pada cermin perunggu besar di sudut ruangan.

Di sana, terpantul sosok seorang gadis. Rambutnya hitam legam, terurai indah. Matanya yang besar dan jernih memancarkan kepolosan yang dulu pernah ia miliki. Pipi itu masih merona sehat, belum ditumpahi air mata dan kesedihan yang tak berujung.

Ini adalah wajahnya saat berusia tujuh belas tahun.

Jantung Elara berdetak seperti genderang perang di dalam dadanya. Ia segera bangkit, berlari ke cermin. Baju tidur sutra merahnya jatuh longgar di bahu. Ia menyentuh wajahnya. Tidak ada kerutan kesedihan yang mengukir di sudut mata.

“Ini nyata… ini bukan ilusi… bukan siksaan akhirat,” gumamnya, suara yang keluar terdengar jauh lebih kasar dan berat dari suara Putri Elara yang manja.

Ia menoleh ke sekeliling ruangan. Kemewahan yang memuakkan ini adalah Istana Musim Semi, kediamannya sebagai Putri Pertama Wangsa Kaira. Jendela besar terbuka ke arah Taman Kemakmuran. Ia mengenali ukiran naga perak pada tiang ranjang dan lukisan burung Phoenix yang dibingkai emas di dinding utara.

Ia kembali.

Elara berlari menuju kalender dinding yang mewah, yang dihiasi batu giok dan mutiara. Tangannya gemetar saat menyentuh angka yang terukir di sana.

Bulan Keempat, Hari ke-21, Tahun ke-9 Era Kekaisaran.

Momen itu menghantamnya seperti palu godam. Itu adalah tiga bulan sebelum perayaan ulang tahun Kaisar Valerian, yang berujung pada pengangkatannya sebagai Permaisuri.

Tiga bulan sebelum ia menyaksikan kepala Ayahandanya dipenggal di depan alun-alun.

Tiga bulan sebelum Wangsa Kaira dihancurkan dan kekayaan mereka dirampas.

Tiga bulan sebelum ia diseret ke ruang penyiksaan hanya karena cinta butanya.

Tiba-tiba, ia tidak bisa bernapas. Siksaan dari kehidupan masa lalu terasa begitu hidup. Ia ingat bagaimana Valerian, dengan mata dingin yang sama sekali tidak menunjukkan penyesalan, menjatuhkan hukuman mati. Ia ingat bisikan Adelia, adik perempuannya yang berlumur madu dan racun, yang mengatakan bahwa dia adalah pihak yang menang.

"Dasar bodoh," Elara meremas kain sutra di tangannya hingga buku-buku jarinya memutih. "Bagaimana aku bisa sebodoh itu? Buta karena cinta yang tidak ada!"

Ia tersungkur ke lantai. Selama beberapa detik, ia membiarkan dirinya tenggelam dalam kebencian yang mendalam. Kebencian terhadap Valerian, terhadap Adelia, dan yang paling utama, kebencian terhadap dirinya sendiri yang rapuh dan mudah ditipu.

Namun, air mata tidak jatuh. Kebencian telah membakar semua kelembaban dalam dirinya.

Ia menarik napas panjang, bau Sandalwood yang kini terasa ironis.

Aku kembali. Aku punya kesempatan ini.

Pengetahuan tentang masa depan adalah senjata yang lebih tajam dari pisau terbaik di Kekaisaran. Ia tahu setiap simpul intrik yang akan dimainkan oleh Adelia. Ia tahu setiap kelemahan Valerian. Ia tahu setiap jebakan yang mereka pasang untuk Wangsa Kaira.

Ia tidak akan membiarkan sejarah terulang. Permaisuri Elara yang rapuh telah mati. Yang kembali adalah iblis yang lahir dari abu dendam, tanpa hati dan tanpa ampun.

Ia mengangkat tangannya, menatap telapak tangannya yang polos. Bukan untuk cinta, Valerian. Kali ini, untuk pembalasan.

Tiba-tiba, terdengar suara ketukan pelan dari balik pintu kayu berukir.

"Putri? Apakah Anda sudah siap? Saya dengar Putra Mahkota Valerian akan datang sebentar lagi untuk jamuan teh sore. Bibi Lin menyiapkan Green Tea kesukaan Anda."

Suara Bibi Lin, kepala pelayan yang setia dan hangat. Bibi Lin yang kemudian digantung oleh Valerian hanya karena menolak bersaksi melawan Elara.

Mendengar nama Valerian, otot di rahang Elara mengeras.

Valerian... Ia akan datang. Di garis waktu ini, Valerian masih berpura-pura jatuh cinta padanya, berusaha memenangkan hati dan mahar kekayaan Wangsa Kaira.

"Aku akan menyambutmu, Valerian," pikir Elara. "Aku akan membiarkanmu berpikir bahwa aku masih boneka naifmu."

Elara bangkit, merapikan gaun tidurnya. Dengan langkah tenang, ia berjalan menuju pintu, memaksakan senyum tipis yang dulu terlihat lugu, namun kini terasa dingin dan mematikan.

"Ya, Bibi Lin," jawabnya, suaranya kembali manis dan lembut, hanya sedikit getar yang tersembunyi. "Tentu saja. Tolong siapkan gaun terbaikku. Gaun yang paling disukai oleh... Tuan Valerian."

"Dan Bibi Lin," tambah Elara, sebelum Bibi Lin sempat bergerak, "Tolong pastikan tehnya sangat manis, seolah-olah tidak ada racun di dunia ini."

Bibi Lin membungkuk, tidak menyadari perbedaan mencolok dalam sorot mata Putri kesayangannya. "Akan saya lakukan, Putri."

Saat pintu tertutup, senyum Elara memudar. Ia berjalan ke jendela, menatap pemandangan Istana yang megah, yang sebentar lagi akan menjadi medan perangnya.

Permainan sudah dimulai. Dan di akhir permainan ini, hanya ada satu pemenang.

Expandir
Próximo capítulo
Baixar

Último capítulo

Mais capítulos

Para os leitores

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

avaliações

Barbara Chandler
Barbara Chandler
yet again I loved this book too!!!
2026-02-21 18:23:50
1
0
Navina Maheswary
Navina Maheswary
short yet strong story. mostly the feelings of the characters are well described here. Good work author
2025-01-22 03:04:03
1
0
Kristina
Kristina
Really enjoyed this book! Short and sweet, Lighthearted, direct to the point, and heartwarming! Such a fun read! Thank you author!
2023-11-28 13:27:14
1
0
23 Capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status