INICIAR SESIÓNJian Jinxi, Han Chengyang dan bahkan Qi Yu menatapnya dengan jijik saat mendengar perkataan itu. Kata-kata yang tampak bijaksana dan rendah hati dari biksu misterius ini adalah sesuatu yang sama sekali sulit untuk di percayai. Terutama bagi Ye Chen itu sendiri. "Keduanya masih ada di dalam, hanya saja aku kesulitan untuk mengambilnya, dan bahkan aku ragu-ragu apakah bisa mengambilnya atau..." Qi Yu kembali berbicara sambil menoleh ke arah Jian Jinxi. Jian Jinxi yang kalem dan tenang sedikit terdiam selama beberapa waktu sebelum berkata, "Dilihat dari luka fisik dan trauma di matamu, sepertinya mengambil kedua bahan itu bukanlah hal yang mudah." "Memang!" Qi Yu mengangguk berat dan menambahkan "aku beruntung bisa keluar hidup-hidup.""Hmph..." Keserakahan dan ketidaksabaran yang sebelumnya muncul di mata semua orang sedikit sirna saat mendengar perkataan Qi Yu. Bukan karena hal lain, tapi karena Qi Yu sendirian adalah seorang jenius yang dikatakan setara dengan Han Chengyang. Men
Pedang itu jatuh tepat di depan Han Chengyang, dan seketika itu juga langsung menghentikan gerakannya. Bersamaan dengan itu, aura pedang yang tajam, mencekik, dan absolut keluar. Kemudian menyebar ke segala arah seperti gelombang tak kasat mata. Setiap orang yang berada di area itu merasakannya secara bersamaan. Tekanan yang membuat paru-paru terasa sesak dan membuat kaki seolah-olah terpaku ke tanah.Han Chengyang yang tadi melangkah penuh niat membunuh juga tiba-tiba terhenti total. Tinjunya yang sudah terangkat setengah jalan perlahan turun kembali. Energi putih keperakan di sekelilingnya meredup dengan cepat, seperti api yang disiram air seember penuh.Keringat dingin tipis muncul di pelipisnya, meskipun ekspresinya berusaha keras untuk tidak menunjukkan itu."Ini bahkan belum dimulai, dan kau sudah ingin bertarung?" Suara itu datang lagi, bersamaan dengan sosok berjubah putih yang turun dari langit. Jubah putihnya berkibar perlahan saat dia meluncur turun di atas arus energi p
"Kau telat lagi!" Xia Qing'er yang menyaksikan kedatangannya langsung berkata dengan nada tidak puas. "Darimana saja kau? Apa yang kau lakukan saat kita berpisah?""Hanya beberapa hal yang harus diselesaikan." Jawab Ye Chen singkat, mengalihkan pandangannya melewati kerumunan yang sudah berkumpul di depannya.Ternyata bukan hanya Xia Qing'er dan Li Yan yang sudah ada di sana. Murid-murid dari berbagai sekte sudah berkumpul di depan mulut gua yang menganga lebar di hadapan mereka. Sekte Pedang Patah, Sekte Tianwu, Sekte Tieshan, semuanya sudah hadir dengan ekspresi yang masing-masing menyimpan kewaspadaan dan keserakahan.Bahkan Jin Shang, biksu misterius yang dia temui sebelumnya sudah berdiri tenang di salah satu sudut. Tersenyum tipis dengan kedua tangan menyatu di depan dadanya, layaknya seorang biksu yang sedang bermeditasi, dan sama sekali tidak terpengaruh oleh ketegangan di sekelilingnya.Untungnya, Ye Chen tidak melihat Han Chengyang di antara mereka.Tapi ketenangan itu tidak
"Ye Chen?!" Han Chengyang yang sedang mencari pohon Silverhorn juga merasakan kesadaran spiritual Ye Chen. Dan saat tahu bahwa itu adalah orang yang paling dia benci, dia segera berteriak! "Sialan! Jadi kau yang selama ini mengambil barang-barangku!?" Tanpa pikir panjang. Setelah Ye Chen tahu bahwa itu Han Chengyang, dia tidak lagi memperdulikan jamur Reisi yang masih belum dia petik dan memutuskan untuk melarikan diri. Bukan karena dia takut dengannya, tapi akan sia-sia untuk meladeninya saat ini. Selain karena dia tidak tahu kekuatan pihak lain yang dikatakan sebagai jenius muda terbaik Sekte Tianwu, Ye Chen juga tidak ingin menyia-nyiakan waktunya dalam mencari sumber daya dengan meladeninya. "Bom!"Hanya saja, kecepatan Han Chengyang berada di luar imajinasinya dan sudah berdiri tepat di depannya dalam jarak sepuluh meter. "Bajingan kecil! Serahkan Rumput Jiwa Sembilan Putaran dan Pohon Silverhorn padaku!" Ye Chen mengerutkan keningnya, dan tanpa kata melemparkan beberapa
"Huhh..." Setelah Jin Shang benar-benar pergi, Ye Chen tiba-tiba menghela napas lega. Tapi jantungnya masih berdegup kenceng dengan keringat dingin yang membasahi punggungnya. Sungguh sulit dibayangkan! Bahkan Ye Chen sendiri tidak habis pikir berani bernegosiasi dengan sosok yang setidaknya kultivator Pendirian pondasi itu. "Apa yang kau lakukan!?" Tapi Xia Qing'er, yang tidak mengetahui apa yang terjadi segera bertanya dengan nada kesal kepadanya. "Bagaimana kau bisa memberikan dua hal paling berharga dari Pohon Silverhorn kepada biksu menjijikkan itu?" Sambil mengatur napasnya, Ye Chen menoleh ke arahnya dengan senyum kaku dan berkata, "Aku tidak punya pilihan. Karena sejujurnya, kita sangat beruntung saat tidak bertarung dengannya." "Apa maksudmu dengan tidak--""Biksu itu bukan kultivator pelatihan qi!" Kata Ye Chen langsung, dan menghentikan ketidakpastian Xia Qing'er. "Bukan pelatihan qi?
Bukan orang yang tidak dikenal!Jin Shang, dia adalah orang yang pernah Ye Chen lihat di kuil Taoling! Pendiri kuil Taoling, tempat dimana Guo Biyun sebelumnya mengabdikan hidupnya untuk melayani masyarakat dan manusia fana. Sebelum akhirnya biksu itu mati karena keserakahan saat melihat kantong penyimpanan Ye Chen.Namun, yang dilihat Ye Chen di masa lalu adalah sosok atau foto Jin Shang di tabel peringatan! Sosok yang dianggap sebagai leluhur kuil Taoling yang entah telah berapa telah pergi atau meninggal. Kini, setelah Ye Chen melihat sosok Jin Shang muncul di hadapannya, dia tahu bahwa biksu misterius ini memang tidak biasa. Sekalipun Ye Chen bisa mendeteksi ranahnya sebagai pelatihan qi tingkat kedua belas, Ye Chen yakin biksu ini sedang menyembunyikan kekuatannya. Karena bagaimanapun, dilihat dari sejarah kuil Taoling di masa lalu, Ye Chen tahu bahwa kuil itu telah di dirikan setidaknya lebih dari seratus tahun lalu. Sebagai seorang pendirinya, bisa dipastikan bahwa Jin Sha







