Benih Dao Kekacauan

Benih Dao Kekacauan

last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-01-08
โดย:  Mr. Mysteryยังไม่จบ
ภาษา: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
คะแนนไม่เพียงพอ
30บท
14views
อ่าน
เพิ่มลงในห้องสมุด

แชร์:  

รายงาน
ภาพรวม
แค็ตตาล็อก
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป

Dibawa pergi ke dunia lain dengan takdir manusia biasa, secara kebetulan Ye Chen memulai jalan kultivasi. Tapi terlahir dengan akar lima elemen, dia ditakdirkan untuk menjadi biasa-biasa saja. Tapi siapa yang tahu? Karena dalam jiwanya, bersemayam benih Dao Kekacauan, kekuatan primordial yang seharusnya tetap terkubur. Ketika keberadaannya terungkap, bukan hanya dunia kultivasi yang memburunya. Bahkan mereka yang berdiri di puncak Dao gemetar ketakutan. Sekutu akan jatuh. Pengorbanan akan diminta. Dan di setiap langkah menuju puncak, harga yang harus dibayar semakin berat. Dari lima elemen yang dilupakan dunia, dari darah yang menghiasi jalannya, akan bangkit sesuatu yang bahkan langit pun tidak berani hadapi. Ini adalah kisah tentang manusia biasa yang menolak menyerah, tidak peduli seberapa banyak yang harus dia korbankan.

ดูเพิ่มเติม

บทที่ 1

Transmigrasi

Di malam hari yang gelap.

Sebuah kilatan petir menyambar di atas pegunungan. Samar-samar menerangi pepohonan di hutan, dan suasana yang gelap serta suara kegelisahan serangga menambah kesuraman di gelapnya malam.

"Cling"

Pilar petir tiba-tiba menyambar ke tanah dan suara guntur segera menghentikan kegilaan suara serangga dalam hutan.

Di antara pepohonan dan suara rintikan hujan yang berjatuhan, seorang bocah berusia sekitar empat belas sampai lima belas tahun berdiri terdiam di antara genangan mayat, darah dan tumpukan tubuh dingin yang tergeletak di tanah.

Wajahnya yang tampak kekanakan pucat. Tapi anehnya, tidak ada kegelisahan di matanya. Tidak ada ketakutan. Tidak ada kecanggungan seperti bocah seusianya yang melihat kematian pertama kali. Menyaksikan puluhan mayat, tua, muda, pria dan wanita yang tidak lagi bernyawa di sekelilingnya, bocah itu hanya menunjukkan ekspresi kosong dan bingung.

Bahkan ada sedikit... kesenangan?

"Dimana aku..?"

Dalam kebingungan, alisnya tiba-tiba berkerut. Rasa sakit menghantam kepalanya seperti palu.

"Argh.."

Sambil memegangi kepalanya, kenangan dan berbagai informasi membanjiri pikirannya. Kenangan yang bukan miliknya. Sejak bocah itu bisa mengingat sampai umur lima belas tahun, semua masuk ke kepalanya dalam sekejap.

Dan itu malah membuatnya semakin bingung.

"Benarkah?"

Memilah semua hal dalam ingatannya, akhirnya dia harus mengakui sesuatu yang tidak masuk akal.

Dia telah melakukan perjalanan waktu. Atau lebih tepatnya, transmigasi.

Ye Chen, bocah berusia lima belas tahun yang saat ini dia tempati adalah orang dengan nama yang sama, tapi tubuh dan jiwa yang berbeda. Dua kehidupan, dua dunia, tapi nasib yang sama-sama tragis.

Sebagai anak tunggal dengan kedua orang tua yang lengkap dan menyanginya, lima belas tahun kehidupan bocah Ye Chen terbilang cukup memuaskan. Meskipun dia tinggal di desa terpencil dan terisolasi di pegunungan, meskipun hidup pas-pasan, keluarganya bahagia. Sayangnya kedamaian dan ketenangan itu hancur saat sekelompok bandit tiba-tiba datang. Tanpa sebab dan akibat, mereka mulai menjarah, membunuh, dan bahkan memperkosa penduduk desa Siqing yang tak berdosa.

Dalam kepanikan, Ye Chen dan kedua orangtuanya segera berlari keluar desa untuk menyelamatkan diri. Tapi naas, dalam pelariannya, beberapa bandit berhasil mengejarnya.

Hasilnya bisa dibayangkan.

Sementara Ye Chen yang sekarang, jiwa yang menempati tubuh bocah ini adalah manusia modern dari bumi. Seorang tentara pasukan khusus yang sedang melakukan misi di Afrika, tapi kecelakaan yang tidak diharapkan tiba-tiba terjadi. Ledakan dahsyat yang seharusnya membunuhnya malah mengiriminya kemari.

Melakukan perjalanan waktu yang sama sekali tidak pernah dia bayangkan.

"Sungguh...."

Menghela nafas dengan sedikit ketidakberdayaan, Ye Chen hanya bisa pasrah. Tapi otaknya tetap bekerja, menganalisis situasi, mencari cara bertahan hidup, dan memikirkan langkah selanjutnya.

Tanpa sadar, dia menoleh kearah dua orang, pria dan wanita yang tergeletak tak bernyawa beberapa langkah darinya.

Hatinya tiba-tiba berdenyut.

Ibu.. ayah..

Dua orang ini adalah kedua orang tua Ye Chen di dunia ini. Dua orang yang selama lima belas tahun ini menyayangi dan merawat bocah Ye Chen dengan penuh kasih sayang dan perhatian. Bahkan jika mereka hidup pas-pasan, keduanya tidak pernah memukul ataupun membentaknya. Tidak pernah mengabaikan kebutuhannya. Selalu ada kehangatan di rumah kecil mereka.

Ye Chen dari bumibadalah anak yatim piatu. Dibesarkan di panti asuhan militer. Tidak pernah merasakan pelukan ibu atau tawa bersama ayah. Kematian dan kehilangan sudah jadi bagian hidupnya.

Tapi kenangan bocah ini... kenangan tentang lima belas tahun kebahagiaan sederhana itu sekarang jadi miliknya juga. Dan dadanya terasa sesak karena hal itu.

"Mereka bukan orangtuaku. Tapi kenapa rasanya begini?"

Sungguh kehidupan yang indah.

Sayangnya...

Dia kembali menghela nafas, berusaha menenangkan hatinya yang tampak sedih. Sebagai tentara, dia sudah terbiasa dengan kematian. Tapi sebagai Ye Chen yang berusia lima belas tahun, ini adalah kehilangan yang tidak bisa diabaikan.

Setidaknya dia harus menguburkan mereka sebagai penebusan dan obsesi terakhir tubuh ini.

"Bom!"

Sebuah ledakan tiba-tiba terdengar dari kejauhan, dan menghentikan gerakan Ye Chen.

Refleks tentaranya langsung aktif. Tubuhnya jongkok. Mata menyapu sekeliling dengan telinga menajam.

"Apakah ada orang yang masih hidup?"

Alis Ye Chen berkerut. Dengan sebuah tebakan di benaknya, dia mulai mempertimbangkan untuk melihatnya.

Tapi...

Dia menatap tangannya yang kecil. Lengan yang kurus. Tubuh bocah lima belas tahun yang tidak terlatih sama sekali. Bahkan dengan pengalaman tempunya, apa gunanya kalau tubuhnya seperti ini?

Saat itu, suara tiba-tiba terdengar dari kejauhan.

"Iblis Jahat! Aku akan membunuhmu!"

Suara yang tampaknya sangat keras itu mengejutkannya. Ye Chen berhenti sejenak, memandang ke arah hutan yang gelap dan mencekam, tampak ragu-ragu untuk terus melanjutkan langkahnya.

Dia yakin bahwa itu memang suara manusia. Dia bahkan bisa mengerti bahasanya dengan jelas karena bahasa itu tidak berbeda dengan apa yang dia ucapkan di bumi. Dia juga yakin, bahwa dari suara yang terjadi, pasti ada sebuah pertempuran yang terjadi di sana.

Sebagai seorang tentara, tentu dia tahu bahwa muncul secara tiba-tiba dan mengagetkan orang lain bisa berakibat fatal. Apalagi dia juga tidak tahu dunia macam apa ini.

Selain itu, dia juga tidak tahu, apakah orang itu adalah sekelompok bandit sebelumnya, atau orang lain.

Dari kata-kata yang terdengar 'Iblis Jahat' sebelumnya tampaknya orang lain. Tapi, apakah orang itu datang kemari untuk menyelamatkan warga desa masih harus diperdebatkan. Terlebih lagi, jika memang ada pertarungan, bisakah dia ikut bertarung dengan tubuhnya yang saat ini?

Dengan tubuh muda, yang tampak lemah dan sama sekali tidak terlatih ini?

Tapi informasi adalah segalanya. Untuk memenangkan pertempuran, ketahui kawanmu dan dirimu sendiri.

"Bom!"

Sementara Ye Chen berpikir, ledakan kembali terjadi dari tempat kejadian. Selain suara ledakan, sebenarnya juga ada sebuah cahaya dan kilatan yang samar-samar terlihat—oranye, putih, biru.

Pertempuran macam apa yang bisa mengakibatkan ledakan keras dan kilatan cahaya seperti itu? Apakah itu sebuah pertemuan tank dan artileri?

Ye Chen penuh keraguan, tapi dengan rasa penasarannya dan naluri tentaranya, dia akhirnya memutuskan untuk melihatnya lebih dekat.

Hanya untuk informasi. Lihat, lalu mundur.

Dia bergerak perlahan, menempel pada bayangan, menggunakan pepohonan sebagai perlindungan. Gerakan yang sudah jadi refleks setelah bertahun-tahun misi infiltrasi.

Ketika jaraknya semakin dekat ke sumber suara, Ye Chen menemukan bahwa suara itu ternyata semakin intens. Bahkan dedaunan dan pepohonan di sekelilingnya tampak bergoyang dan bergetar. Dilihat dari gelombang suara yang ditimbulkan, tampaknya pertarungan sengit itu memang tidak mungkin ditimbulkan oleh manusia biasa.

"Ada yang tidak beres."

Akhirnya, ketika dia berjarak sepuluh meter dari tempat kejadian, tubuh Ye Chen seketika berhenti. Matanya terbuka melebar.

"Tidak mungkin!"

Terkejut, mata dan mulut Ye Chen melebar, tercengang dengan apa yang dilihatnya!

Dua orang atau yang dia kira orang sebenarnya sedang bertarung di udara.

Melayang di udara!

Tidak ada kabel. Tidak ada jet pack. Tidak ada trik apapun. Mereka hanya... melayang.

Keduanya tampak sedang bertarung dengan sengit. Sebenarnya Ye Chen sama sekali tidak bisa melihat gerakan mereka dengan jelas karena terlalu cepat, tapi samar-samar dia bisa melihat siluet keduanya karena tiba-tiba ada bola api, petir, atau cahaya putih yang muncul entah dari mana dan menerangi mereka.

Dan yang lebih gila lagi, ada pedang terbang.

Benar-benar pedang terbang!

Sebuah pedang bercahaya kuning pucat yang terus menerus berbenturan dengan senjata lawan, palu hitam raksasa yang juga terbang dan bergerak sendiri!

Semua logika yang dia ketahui, semua pengetahuan tentang fisika, tentang realitas, runtuh dalam sekejap.

ABADI...

Dia tidak ingin mempercayainya, tapi sebuah pemikiran tiba-tiba muncul dalam ingatannya.

Keduanya adalah mahkluk Abadi!

แสดง
บทถัดไป
ดาวน์โหลด

บทล่าสุด

บทอื่นๆ

ถึงผู้อ่าน

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

ไม่มีความคิดเห็น
30
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status