تسجيل الدخولSetelah masuk ke dalam gua, tanpa menyadari apa yang terjadi di luar, Ye Chen dan dua wanita di sisinya terus melangkah perlahan dan hati-hati sepanjang waktu sampai akhirnya mereka menemukan sesuatu yang membuatnya sedikit mengerutkan kening.Itu adalah nekas-bekas pertempuran, tapi bukan pertempuran bias, karena dinding di sepanjang lorong meninggalkan jejak serangan yang masih segar. Batu-batu yang terpecah, noda cairan hitam yang mengering di celah-celah lantai, dan yang paling mencolok adalah banyaknya bangkai di sepanjang jalan.Kelabang sebesar lengan manusia. Laba-laba dengan delapan mata yang kini sudah membeku. Ular berbisa dengan sisik kehijauan yang masih memancarkan sisa racun tipis di udara sekitarnya."Binatang-binatang ini..." Xia Qing'er mengernyit jijik saat melewati salah satu bangkai kelabang yang tubuhnya sudah setengah hancur. "Apakah Qi Yu dan yang lainnya yang membunuh ini?""Kemungkinan besar." Jawab Li Yan sambil menutupi
"Hahaha!"Fang Huan, dengan tawanya yang keras dan tak terkendali melihat kelompok Ye Chen dengan tatapan lucu dan bahkan jijik. "Sungguh lelucon! Hanya karena beberapa kata, kalian semua langsung memikirkan semua kemungkinan yang entah terjadi atau tidak. Bahkan juga mulai berpikiran liar! Hahaha..." Murid Aliansi Pengemis yang bersama dengan Fang Huan juga mulai tertawa dengan nada lelucon. "Mengatakan ini dan itu, bukankah seharusnya kamu mengatakan jika kau hanya takut masuk ke dalam sana?" Kata Fang Huan kepada Ye Chen. "Entah apa yang ada dalam kepalamu. Hanya karena Qi Yu memberitahu bahwa Jamur Kalsedon dan Ginseng Ungu ada di dalam sana, kau mengatakan dia memiliki niat buruk! Tidak bisakah kau mengatakan bahwa itu adalah niat baiknya untuk berbagi kepada kita?" "Sekalipun ada bahaya yang mengintai di dalamnya, dengan adanya para jenius seperti Jian Jinxi, Jin Shang dan Han Chengyang yang memimpin jalan, apa yang pe
Jian Jinxi, Han Chengyang dan bahkan Qi Yu menatapnya dengan jijik saat mendengar perkataan itu. Kata-kata yang tampak bijaksana dan rendah hati dari biksu misterius ini adalah sesuatu yang sama sekali sulit untuk di percayai. Terutama bagi Ye Chen itu sendiri. "Keduanya masih ada di dalam, hanya saja aku kesulitan untuk mengambilnya, dan bahkan aku ragu-ragu apakah bisa mengambilnya atau..." Qi Yu kembali berbicara sambil menoleh ke arah Jian Jinxi. Jian Jinxi yang kalem dan tenang sedikit terdiam selama beberapa waktu sebelum berkata, "Dilihat dari luka fisik dan trauma di matamu, sepertinya mengambil kedua bahan itu bukanlah hal yang mudah." "Memang!" Qi Yu mengangguk berat dan menambahkan "aku beruntung bisa keluar hidup-hidup.""Hmph..." Keserakahan dan ketidaksabaran yang sebelumnya muncul di mata semua orang sedikit sirna saat mendengar perkataan Qi Yu. Bukan karena hal lain, tapi karena Qi Yu sendirian adalah seorang jenius yang dikatakan setara dengan Han Chengyang. Men
Pedang itu jatuh tepat di depan Han Chengyang, dan seketika itu juga langsung menghentikan gerakannya. Bersamaan dengan itu, aura pedang yang tajam, mencekik, dan absolut keluar. Kemudian menyebar ke segala arah seperti gelombang tak kasat mata. Setiap orang yang berada di area itu merasakannya secara bersamaan. Tekanan yang membuat paru-paru terasa sesak dan membuat kaki seolah-olah terpaku ke tanah.Han Chengyang yang tadi melangkah penuh niat membunuh juga tiba-tiba terhenti total. Tinjunya yang sudah terangkat setengah jalan perlahan turun kembali. Energi putih keperakan di sekelilingnya meredup dengan cepat, seperti api yang disiram air seember penuh.Keringat dingin tipis muncul di pelipisnya, meskipun ekspresinya berusaha keras untuk tidak menunjukkan itu."Ini bahkan belum dimulai, dan kau sudah ingin bertarung?" Suara itu datang lagi, bersamaan dengan sosok berjubah putih yang turun dari langit. Jubah putihnya berkibar perlahan saat dia meluncur turun di atas arus energi p
"Kau telat lagi!" Xia Qing'er yang menyaksikan kedatangannya langsung berkata dengan nada tidak puas. "Darimana saja kau? Apa yang kau lakukan saat kita berpisah?""Hanya beberapa hal yang harus diselesaikan." Jawab Ye Chen singkat, mengalihkan pandangannya melewati kerumunan yang sudah berkumpul di depannya.Ternyata bukan hanya Xia Qing'er dan Li Yan yang sudah ada di sana. Murid-murid dari berbagai sekte sudah berkumpul di depan mulut gua yang menganga lebar di hadapan mereka. Sekte Pedang Patah, Sekte Tianwu, Sekte Tieshan, semuanya sudah hadir dengan ekspresi yang masing-masing menyimpan kewaspadaan dan keserakahan.Bahkan Jin Shang, biksu misterius yang dia temui sebelumnya sudah berdiri tenang di salah satu sudut. Tersenyum tipis dengan kedua tangan menyatu di depan dadanya, layaknya seorang biksu yang sedang bermeditasi, dan sama sekali tidak terpengaruh oleh ketegangan di sekelilingnya.Untungnya, Ye Chen tidak melihat Han Chengyang di antara mereka.Tapi ketenangan itu tidak
"Ye Chen?!" Han Chengyang yang sedang mencari pohon Silverhorn juga merasakan kesadaran spiritual Ye Chen. Dan saat tahu bahwa itu adalah orang yang paling dia benci, dia segera berteriak! "Sialan! Jadi kau yang selama ini mengambil barang-barangku!?" Tanpa pikir panjang. Setelah Ye Chen tahu bahwa itu Han Chengyang, dia tidak lagi memperdulikan jamur Reisi yang masih belum dia petik dan memutuskan untuk melarikan diri. Bukan karena dia takut dengannya, tapi akan sia-sia untuk meladeninya saat ini. Selain karena dia tidak tahu kekuatan pihak lain yang dikatakan sebagai jenius muda terbaik Sekte Tianwu, Ye Chen juga tidak ingin menyia-nyiakan waktunya dalam mencari sumber daya dengan meladeninya. "Bom!"Hanya saja, kecepatan Han Chengyang berada di luar imajinasinya dan sudah berdiri tepat di depannya dalam jarak sepuluh meter. "Bajingan kecil! Serahkan Rumput Jiwa Sembilan Putaran dan Pohon Silverhorn padaku!" Ye Chen mengerutkan keningnya, dan tanpa kata melemparkan beberapa







