Blood is life: The Domain of the Queen Scarlet Dragon - V1

Blood is life: The Domain of the Queen Scarlet Dragon - V1

last updateÚltima atualização : 2021-08-19
Por:  Luis Daniel Serpa BenaventeEm andamento
Idioma: English
goodnovel16goodnovel
10
1 classificação. 1 avaliação
18Capítulos
5.1Kvisualizações
Ler
Adicionar à biblioteca

Compartilhar:  

Denunciar
Visão geral
Catálogo
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP

Sinopse

The successor of one of the 12 heroes is betrayed, abandoned, and persecuted by those who once idolized her. After her death, God gives her the last mission, in addition to a unique bloodline and articles. "I implore you, in the name of your ancestors, to protect life from the darkness that is coming" "I was born and lived in the darkness, I am not like those heroes, instead of destroying the darkness. I will take it for myself and for the new race I will create; the others, whether I save them or not, will decide on my whim" Thus begins her journey in a world where the strong are respected and the weak must obey or die. "I will take this world, the galaxy, the universe, the firmament itself, I will make my own rules and give rise to a feared race where the payment for the offense must be paid with blood" This is the Volume 1 title: Fire and Burn; blood is so sweet

Ver mais

Capítulo 1

Prologue 01

Seorang gadis berjalan dengan gontai di koridor sebuah klub malam. Dia hendak pergi ke kamar yang disewanya, tapi kondisi tubuhnya yang terasa tidak nyaman, membuat gadis itu berulang kali hampir jatuh.

“Kenapa tubuhku sangat tidak nyaman?” Gadis itu menggerutu sambil sesekali mengusap dada yang terasa panas.

“Di mana gadis itu?”

Gadis bersurai panjang coklat, dengan bola mata indah sejernih mata air itu mendengar suara pria berteriak. Tampaknya para pria itu mencari keberadaan dirinya yang pergi dari meja bartender.

“Aku harus sampai ke kamarku,” gumam gadis itu masih terus melangkah, meski kaki terasa lemas dan tubuhnya sangat tidak nyaman.

Saat baru saja berjalan beberapa langkah, tiba-tiba gadis itu menabrak seorang pria. Gadis bersurai coklat itu jatuh ke lantai, satu tangan memegang kepala yang terasa pusing dan berputar.

Samar-samar gadis itu melihat pria yang ditabraknya membungkuk, lantas mengambil kartu kamar yang dipegang, hingga akhirnya menggendong tubuh gadis itu.

Rihana, gadis berwajah manis itu merasakan tubuhnya semakin panas dan tidak nyaman. Dekapan hangat pria yang menggendongnya, semakin membuat sesuatu mendesir dalam tubuhnya.

Pria itu membawa Rihana ke kamar yang dipesan gadis itu, hingga mereka pun masuk dan tubuh Rihana dibaringkan dengan perlahan.

“Tolong aku.” Rihana menahan pergelangan tangan pria yang menggendongnya tadi, ketika pria itu hendak meninggalkannya.

“Ini sangat tidak nyaman, aku tersiksa.” Rihana mencengkram pakaian bagian dada, sedangkan satu tangan masih menahan pergelangan tangan pria itu.

Sejenak, Rihana bisa merasakan embusan napas hangat pria itu menerpa wajah. Dia berusaha membuka kelopak mata untuk melihat wajah pria yang ada di atasnya, tapi entah obat apa yang masuk ke minumannya, membuat kelopak mata Rihana begitu berat, tapi gelenyar aneh terasa merayap di tubuh.

“Tolong aku, kumohon,” lirih Rihana. Ingin rasanya dia membuka semua pakaian yang dikenakan, dinginnya ruangan itu tidak mampu menghilangkan hawa panas yang menyergah tubuh.

“Apa kamu tidak akan menyesal?” Suara pria yang berada di atas tubuh Rihana terdengar berat juga serak, tapi suara itu begitu merdu di telinga Rihana.

“Aku mohon, aku tidak bisa menahannya,” rengek Rihana sambil menarik sedikit kemeja yang dikenakannya.

Pria itu melihat Rihana yang sangat tersiksa, hingga mendekatkan wajah kemudian menyentuhkan permukaan bibir mereka.

Merasakan hangat dan basah bibir pria itu, gairah Rihana semakin membumbung tinggi. Rihana langsung merangkul leher pria itu dengan kedua tangan, membuat tubuh mereka merapat hingga tidak ada lagi jarak yang memisah. Rihana melumat dengan rakus bibir pria yang tidak dikenalnya itu.

Keduanya pun larut dalam ciuman yang begitu panas. Hingga Rihana melepas jas dan dasi pria itu, meski dalam kondisi setengah sadar. Rihana terpengaruh obat, membuatnya ingin dipuaskan agar tidak merasa tersiksa.

Keduanya sudah tidak mengenakan sehelai benang pun, tubuh ramping dan indah Rihana terlihat begitu nyata. Rihana mulai meminta lebih, memaksa pria yang bersamanya untuk memasukinya, memberikan kepuasan agar dia terbebas dari gairah yang menyiksa.

“Masuki aku, kumohon,” rengek Rihana yang tidak tahan terhadap pengaruh obat juga gelenyar aneh yang menguasai tubuhnya.

“Setelah aku melakukannya, kamu tidak boleh menyesal, Ana.”

Pria itu bicara, kemudian mulai melakukan penyatuan dengan perlahan.

Rihan tersentak saat merasakan sesuatu menerobos masuk ke miliknya, tubuh gadis itu menggelinjang karena terkejut ada benda asing yang merangsek masuk begitu saja.

“Tahan, Ana. Aku akan melakukannya dengan cepat,” bisik pria itu.

Rihana merintih, area intinya terasa sakit saat ditembus paksa untuk pertama kalinya.

“Sakit,” rintih gadis itu.

Pria itu membungkam bibir Rihana, kemudian melesatkan miliknya masuk hingga merobek sesuatu di dalam milik Rihana.

Rihana ingin menjerit karena rasa sakit, tapi bibirnya terbungkam hingga hanya buliran kristal bening yang bisa keluar dari ujung kelopak mata.

Pria itu mulai menggerakkan pinggul saat miliknya sudah bisa masuk, mencoba terus menghujam agar bisa tenggelam sepenuhnya.

Rihana awalnya merasa bagian intinya terkoyak dengan rasa perih yang menyiksa. Namun, lambat laun gerakan konstan pria yang sedang memacu tubuhnya, menghilangkan rasa sakit itu dan menggantinya dengan rasa nikmat.

Suara desahan lolos dari bibir Rihana, bibirnya terus meracau dan mengumpat saat pria itu terus memompa dengan sesekali melumat bibirnya.

Keduanya larut dalam kubangan gairah, Rihana yang terpengaruh obat perangsang, kini sedang menikmati sentuhan dari pria yang tidak dikenalnya. Keinginan untuk kabur dari pria yang hendak memanfaatkannya, malah membuatnya masuk ke pelukan pria yang tidak tahu siapa namanya.

“Ah … aku ….” Rihana tidak sanggup melanjutkan kata-katanya, tubuhnya melenting saat gelombang tinggi menghempas begitu keras.

Tubuh Rihana mengetat saat pria yang memacunya, mampu membuat tubuhnya meremang, hingga akhirnya lahar hangat keluar untuk yang pertama kali.

Pria yang berada di atas tubuh Rihana terus memacu saat melihat gadis itu lemas karena sudah mencapai klimaks, dia pun mempercepat gerakan agar bisa mencapai klimaksnya.

Setelah beberapa saat, akhirnya pria itu pun mendapatkan klimaknya. Tubuhnya mengetat seiring dengan lelehan lahar hangat yang membasahi jalan rahim Rihana.

Tubuhnya ambruk ke samping, ditatapnya wajah Rihana yang begitu lelah, mata gadis itu terpejam dan dadanya tampak naik turun.

“Anna.” Pria itu mendekatkan wajah, lantas mencium pipi Rihana.

Rihana benar-benar lelah, sudah tidak ingat lagi apa yang terjadi. Dia tertidur pulas dengan tubuh polos, hingga pria yang bersamanya menarik selimut dan menutupi tubuh Rihana.

**

Sulur surya merambat masuk melalui celah ventilasi, mengusik jiwa-jiwa yang tengah tertidur lelap.

Rihana terbangun dari lelapnya karena sinar matahari yang terus mengusik tidurnya. Dia mencoba membuka kelopak mata, kepalanya terasa begitu berat karena efek mabuk juga obat yang dicampur oleh seseorang ke minumannya.

“Kepalaku, sakit.” Rihana memegang kepala, menekan kuat untuk mengurangi rasa sakitnya.

Namun, tetap saja efek alkohol masih menguasai tubuh, membuat kepala dan tubuh Rihana terasa begitu berat. Rihana menggeser posisi berbaring hingga terlentang, membuka kelopak mata dan menatap langit-langit kamar.

“Apa yang terjadi?” Rihana bertanya-tanya. Hingga menyadari jika tidak ada sehelai benang pun yang melekat di tubuh.

Bola mata Rihana membulat sempurna, membuka selimut dan menyadari kalau dia dalam kondisi polos. Rihana menoleh, hingga membungkam mulut dengan satu telapak tangan. Dilihatnya punggung lebar seorang pria yang berbaring membelakanginya. Rihana syok karena ternyata telah tidur satu ranjang dengan seorang pria.

“Apa yang terjadi? Apa yang sudah aku lakukan? Kenapa kamu sangat bodoh, Rihana!” Rihana merutuki diri sendiri dalam hati.

Rihana bangun dari tempat tidur, area tubuh bagian bawahnya terasa nyeri. Rihana bisa menebak apa yang terjadi, tapi untuk saat ini tidak ingin memikirkan apa yang terjadi semalam.

Dia memungut pakaian dan memakainya dengan cepat. Rihana pun berjalan mengendap untuk pergi dari kamar yang terdapat di klub itu, tanpa membangunkan pria yang entah seperti apa wajahnya.

“Ana.”

Saat Rihana baru akan sampai di pintu, dia mendengar suara pria yang masih tertidur di ranjang menyebut sebuah nama. Tubuh Rihana membeku hingga tidak bisa bergerak, mungkinkah dia ketahuan dan pria itu kini bangun untuk mencegahnya pergi.

Expandir
Próximo capítulo
Baixar

Último capítulo

Mais capítulos

Para os leitores

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

avaliações

tiramisyu
tiramisyu
great story. do you have any social media that I can reach out?
2021-07-22 15:18:05
2
0
18 Capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status