Share

Bab 1067

Author: Ayesha
Dari balik kaca, Brielle melihat Raka yang duduk tenang di kursi dan lengannya terulur. Perawat melakukan prosedur pengambilan darah dengan terampil.

Seolah menyadari keberadaan Brielle di luar, Raka mengangkat kepala. Tatapannya kembali dalam dan tenang seperti biasa. Tatapan mereka sempat bertemu sesaat, lalu Brielle langsung berbalik untuk pergi.

Perawat mencabut jarum dan menekan bekas tusukan dengan kapas. Raka mengucapkan terima kasih dengan suara pelan, lalu berdiri. Dia menggulung lengan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Anisya Kuran
raline sama Raka. pinter an Raline wkwk
goodnovel comment avatar
Andi Sary Nova
baguslah klau RAKA akhirnya tahu diri terserah dgn rahasia yg harus dia jg nggk ngaruh jg sudah terlalu dlm rasa sakit dan benci yg dia tancapkan di hati Brielle jd Terima saja kalau lo sudah nggk ada didlm hati Brielle dan keinginan terbesarku Brielle tetap se jodoh dgn Pak NIRO he he he
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1336

    "Pak Faisal terlalu memuji. Ini memang sudah menjadi tanggung jawabku," jawab Raka dengan sopan.Tiba-tiba, Niro berdiri. Wajah tampannya dipenuhi rasa haru dan kegembiraan."Terima kasih kepada semua yang telah datang hari ini. Kalian semua adalah penyelamat hidupku. Tanpa kalian, mungkin aku nggak akan pernah bisa bangun lagi." Dia mengangkat gelasnya dan berkata, "Aku bersulang untuk kalian semua."Semua orang serempak mengangkat gelas dan menerima ungkapan terima kasih dari Niro.Setelah itu, pandangan Niro menyapu seluruh ruangan sebelum akhirnya berhenti pada Brielle. Mata mereka saling bertemu sesaat. Kemudian, Faisal juga mengangkat gelasnya dan berkata kepada semua yang hadir, "Selain itu, aku juga ingin mengumumkan sebuah kabar baik."Jantung Raka seketika terasa berat. Jari-jarinya yang menggenggam gelas tanpa sadar mengencang.Apakah akhirnya dia akan mendengar kabar yang paling tidak ingin dia dengar?Seluruh ruangan terdiam. Semua orang mendengarkan dengan saksama. Briell

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1335

    Tanpa diduga, tebakannya ternyata benar. Saat Brielle membuka pintu kamarnya dengan kartu akses, Raka juga sedang membuka pintu kamar di sebelahnya. Dia tampak sedikit terkejut, lalu menatap Brielle."Aku di kamar sebelah. Kalau ada apa-apa, hubungi aku kapan saja.""Terima kasih," jawab Brielle dengan sopan.Alis Raka sedikit berkerut. Seolah ingin mengatakan sesuatu, tetapi pada akhirnya dia menelannya kembali.Benar. Memang seharusnya mereka lebih sopan satu sama lain. Bagaimanapun, tidak lama lagi Brielle akan menjadi Nyonya Harmawan. Di masa depan, mereka bukan hanya perlu bersikap sopan, bahkan juga harus menjaga jarak yang pantas.Brielle menutup pintu kamar dan mengembuskan napas pelan. Sebenarnya, dia sedikit gugup dengan perjalanan ke Kyoza kali ini. Dia bukan orang yang menyukai acara sosial atau pertemuan formal.Menurutnya, Keluarga Harmawan tidak perlu berterima kasih secara berlebihan. Dia merasa apa yang dilakukannya hanyalah hal yang wajar.Namun dari pengaturan yang d

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1334

    Undangan makan malam pribadi dari Wakil Presiden adalah sebuah kehormatan yang luar biasa. Raka pun bertanya dengan penuh perhatian, "Pak Faisal, gimana kondisi pemulihan Niro sekarang?""Niro pulih dengan sangat baik." Nada bicara Faisal terdengar penuh kelegaan dan rasa syukur."Alasan aku mengundang kalian kali ini adalah untuk menyampaikan terima kasih secara langsung. Tapi karena urusan pemerintahan, aku nggak bisa pergi ke Kota Amadeus. Raka, maaf merepotkanmu untuk membawa Brielle datang ke Kyoza."Raka menjawab dengan suara rendah, "Baik. Aku dan Brielle pasti akan hadir tepat waktu.""Baik, kalau begitu sudah disepakati." Faisal berhenti sejenak, lalu suaranya menjadi sedikit lebih hangat. "Soal Brielle, aku juga akan memberitahunya secara langsung."Kemudian dia melanjutkan, "Raka, aku nggak pantas ikut campur sama urusan anak muda. Tapi, kali ini Niro bisa sadar kembali berkat usaha kalian berdua. Kamu dan Brielle sama-sama berjasa besar."Tak lama kemudian, di lantai atas,

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1333

    "Baik."Suasana hati Brielle juga sedang sangat baik. Setelah melalui begitu banyak tekanan, dia akhirnya belajar untuk lebih rileks. Raline terus bercerita tentang berbagai hal menarik selama di pemandian air panas, membuat suasana semakin meriah.Anya bahkan sudah menantikan kesempatan berikutnya untuk pergi bersama lagi. Pukul delapan lewat tiga puluh malam, setelah makan buah, Brielle berniat untuk pulang.Raka juga menyadarinya dan langsung berkata, "Aku antar kalian pulang supaya bisa istirahat lebih awal."Brielle mengangkat kepala. "Aku bawa mobil sendiri.""Kalau begitu, boleh sekalian antar aku?" tanya Raka sambil menyipitkan mata.Brielle balik bertanya, "Kamu nggak bawa mobil?""Mobilnya dipakai Gavin untuk mengurus sesuatu," jawab Raka dengan sangat alami.Brielle malas mencari tahu lebih lanjut. Dia hanya mengangguk. "Baik, kalau begitu pulang sama-sama saja."Setelah berpamitan kepada seluruh anggota Keluarga Pramudita, Brielle menggandeng tangan putrinya menuju area par

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1332

    Ekspresi Brielle tetap tenang seperti biasa. Saat itu, ponselnya berdering. Yang menelepon adalah Rowan. Dia berkata kepada Emily, "Nenek, aku angkat telepon dulu."Setelah itu, Brielle menggenggam ponselnya dan berjalan agak menjauh.Raka menghampiri Emily. Wanita tua itu mendongak dan melotot kepadanya. "Kamu juga dengar apa yang dikatakan Brielle tadi, 'kan?"Raka mengangguk. "Aku memang pantas mendapatkannya."Emily menatapnya dengan kesal. "Dari awal kamu nggak seharusnya menyembunyikan semuanya darinya. Kamu menyembunyikannya dari seluruh keluarga, bahkan membiarkan Devina menindas Brielle."Tatapan Raka mengikuti sosok Brielle yang semakin menjauh. Dengan suara rendah, dia berkata, "Aku yang salah.""Sekarang baru sadar salah, memangnya ada gunanya?" Emily merasa marah sekaligus sedih. "Brielle sekarang benar-benar sudah menyerah sama kamu."Setelah mengucapkan kalimat itu, Emily sempat menunggu respons dari cucunya. Namun, dia mendapati Raka kembali terdiam. Tatapannya hanya te

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1331

    "Nenek, aku ingin makan buah." Anya menarik tangan Meira, suaranya yang lembut dan manja memecah suasana yang canggung itu."Baik, Nenek cuciin ceri untukmu, ya?""Ya."Di samping, Emily menyaksikan semua itu.Selama Meira pindah kembali ke rumah untuk menjalani masa pemulihan, dia memutuskan untuk tidak lagi menyembunyikan apa pun dari Emily. Dia telah menceritakan kondisi penyakitnya, juga fakta bahwa Devina adalah donor untuknya.Emily juga merasa sangat bersalah.Di satu sisi, dia marah karena cucunya menyembunyikan semuanya dari keluarga. Di sisi lain, dia juga membenci tipu daya dan perhitungan Devina yang telah menghancurkan pernikahan cucunya yang semula baik-baik saja.Tentu saja, orang yang paling bersalah bukanlah Devina, melainkan cucunya sendiri, Raka.Emily memandang sosok Brielle yang tampak semakin kurus, hatinya dipenuhi berbagai macam perasaan. Dia melangkah maju dan menggenggam tangan Brielle."Brielle, kemarilah. Temani Nenek berjalan-jalan sebentar dan mengobrol de

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 497

    Raka belum sempat menjawab ketika Jay sudah lebih dulu memuji, "Pukulan yang bagus."Brielle merasakan lengannya mulai pegal setelah berulang kali mengayun tongkat. Saat dia mengusap lengannya pelan, Lambert menatapnya dengan perhatian. "Kenapa? Tanganmu pegal?"Brielle mengangguk ringan. "Sepertiny

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 484

    Brielle menekan amarah di dadanya dan melangkah keluar dari lift. Cherlina sedang bergegas menuju ruang rapat. Ketika melihat Brielle, dia langsung menyapa, "Brielle, perlu aku buatin kopi?"Brielle tersenyum padanya. "Boleh, terima kasih!""Ah, santai saja." Cherlina mengangkat alisnya sedikit. Dia

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 478

    Cahaya licik melintas di mata Devina, menandakan rencananya sudah berhasil. Dia berpura-pura menghela napas dan berkata, "Tapi kamu bisa apa? Lambert sekarang sudah benar-benar terpikat oleh Brielle. Apa kamu yakin dia mau mendengar kata-katamu?"Tatapan Jay menjadi dalam. "Kalau begitu, kita kasih

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 502

    Saat itu di dalam aula pameran yang tenang, ponsel Brielle berbunyi. Dia mengeluarkannya dan melirik sebentar, lalu langsung memutus panggilan itu.Lambert menoleh dan bertanya, "Kenapa nggak diangkat?""Telepon iseng," jawab Brielle dengan tenang.Tak lama kemudian, sebuah pesan masuk. Brielle meng

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status