Share

Bab 216

Penulis: Ayesha
Raline dan temannya sudah memesan makanan, sementara Brielle sudah mulai makan. Posisi duduknya tepat menghadap Lambert. Melihat Lambert sesekali menatap Brielle dengan senyuman hangat penuh kekaguman, kuku Raline hampir menancap telapak tangannya sendiri di bawah meja.

Rasa iri dan dengki muncul sekaligus di hatinya.

"Raline, kamu kenapa?" tanya temannya, melihatnya gelisah.

"Aku nggak ada selera makan hari ini," jawab Raline.

Dia enggan berbagi cerita tentang pria sehebat Lambert dengan teman
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (3)
goodnovel comment avatar
Merry Ongko
sayangnya yg kecebur BKN elu Raline...tp brielle.....dan kakakmu yg bodoh iy malah milih menyelamatkan pelakor....sehingga lelaki idamanmu JD pahlawannya...secara ga langsungberkat pelakor sih...pria incaranmu lepas dr genggaman...wkwkw
goodnovel comment avatar
Susie Hustiana
Bab berapa ya Brielle kecebur kolam?
goodnovel comment avatar
Renadwijo
raline, makan tuh cemburu..ngga enak khan rasanya? selama ini raline selalu dukung dev biar Brie cemburu...bhkn dg cara kotor.Skrg kamu rasakan apa yg selama ini Brie rasakan akibat ulahmu...senjata makan tuan
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1204

    Faye yang masih hendak memohon tiba-tiba mendengar sekelompok orang berjalan dari arah lobi lift. Dia langsung mengangkat kepala dan menoleh.Terlihat sekelompok pria berjas mengelilingi seorang pria muda dengan aura kuat yang berjalan di tengah. Sosok pria itu tegap, rambut putihnya sangat mencolok. Kalau bukan Raka, siapa lagi?Raka sedikit menoleh mendengarkan pria di sampingnya berbicara. Tatapannya tajam, langkahnya mantap.Jantung Faye langsung berdegup kencang. Hampir tanpa berpikir, dia berlari ke arah Raka dan berteriak, "Kakak Ipar!"Panggilan itu begitu keras dan mendadak, langsung memecah suasana tertib di lobi. Semua orang berhenti dan menatap gadis yang berteriak itu dengan heran.Langkah Raka terhenti. Dia menoleh ke arah wanita yang berlari dari depan resepsionis. Tatapannya yang dalam dan dingin tertuju pada Faye, seperti pisau tajam tanpa sedikit pun kehangatan.Tubuh Faye langsung merinding karena tatapannya, tetapi dia tetap memaksakan diri berbicara, "Kak Raka, tol

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1203

    Faye menggigit bibirnya erat-erat. Dia berjalan menuju toilet untuk menenangkan diri. Baru saja masuk ke bilik, dia mendengar rekan-rekan kantor masuk."Kalian lihat berita tentang Grup Datau? Katanya Keluarga Datau sudah mau bangkrut.""Dari dulu juga sudah banyak kabar buruk tentang mereka, aku saja heran mereka bisa sampai go public.""Bukan cuma bangkrut, di berita katanya bisa terkait masalah ekonomi serius, mungkin ada yang sampai masuk penjara.""Gelar putri kaya Faye itu sudah nggak bakal bertahan lagi, lihat saja dulu dia betapa sombongnya.""Dulu posisinya tinggi sekali, tapi sekarang? Hah, asal nggak terlilit utang saja sudah bagus."Di dalam bilik, Faye menahan emosinya sekuat tenaga. Dulu orang-orang ini selalu mengagumi dan menjilatnya, sekarang justru menghinanya saat dia jatuh. Bahkan untuk keluar membantah mereka pun dia tidak punya keberanian.Setelah masuk ke mobil, Faye menelepon Devina. Meskipun membenci Devina karena mengambil saham perusahaan, sekarang perusahaan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1202

    Lastri memanggil Anya untuk mandi, sementara Brielle turun ke lantai bawah. Di samping sofa, Raka sudah mengambil jasnya dan menggantungkannya di lengan, bersiap untuk pergi.Brielle turun dan berkata kepadanya, "Terima kasih sudah jagain Anya."Raka menatapnya dengan tenang, suaranya rendah dan serius. "Brielle, ke depannya biar aku yang urus anak. Aku ingin kamu fokus sepenuhnya pada pekerjaanmu."Brielle sedikit tertegun, dengan peka menangkap sesuatu yang tidak biasa dalam ucapannya. Dia berhenti beberapa langkah dari Raka, menatap langsung. "Katakan yang sebenarnya, proyek ini ... apa berkaitan dengan seseorang yang sangat penting?"Raka menatap balik. Dia terdiam sesaat, seolah-olah sedang menimbang, lalu akhirnya menyahut dengan perasaan tertekan, "Ya.""Siapa?" Pupil Brielle sedikit menyempit."Wakil presiden sebelumnya," jawab Raka dengan suara rendah, lalu menambahkan, "Tapi jangan sampai bocor ke luar."Brielle terkejut. Waktu itu, ketika mantan wakil presiden tiba-tiba meng

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1201

    Brielle mendorong stroller belanja, Raka menggendong putrinya. Tatapan di sekitar mereka beragam, ada yang iri, ada yang penasaran. Beberapa orang dari kalangan bisnis tingkat menengah ke atas bahkan mengenali Raka, karena rambut putihnya sudah seperti ciri khasnya.Tak disangka, pria dengan status tinggi dan kekayaan luar biasa itu juga punya waktu untuk menemani istri dan anak berbelanja di mal.Walaupun Brielle adalah mantan istrinya, pemandangan ini tetap membuat banyak orang menganggap mereka adalah satu keluarga yang beranggotakan tiga orang.Sesampainya di hunian mewah Brielle, Raka menggendong Anya masuk dengan sangat alami. Brielle ingin menyempatkan waktu menemani putrinya, sementara masih ada banyak data yang harus dia cek, jadi dia bertanya kepada Raka, "Kamu ada waktu? Tinggal di sini saja temani Anya, aku masih harus kerja."Raka mengangguk. "Malam ini aku kosong.""Baiklah, aku bilang ke Bi Lastri dulu." Setelah berkata begitu, Brielle menuju dapur, meminta Lastri menyia

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1200

    Sesampainya di rumah, kedua orang tuanya belum pulang. Faye masuk ke kamar mandi, menggosok tubuhnya dengan keras, seolah-olah ingin menghapus noda kotor yang menempel di tubuhnya.Untuk saat ini, dia hanya bisa melangkah dengan hati-hati. Selama belum benar-benar terdesak, dia tidak boleh berbalik melawan Thoriq.....Krisis Grup Datau terus meluas. Menjelang sore, kembali muncul berita buruk.Brielle sedang mengajak putrinya berjalan-jalan di mal. Anya berjalan di depan memilih barang, kuncir kudanya bergoyang, penampilannya tampak polos dan menggemaskan.Di belakang Brielle, Zakie membawa dua bawahannya yang menyamar di antara para pengunjung. Mereka terus mengawasi situasi sekitar.Berbelanja di supermarket adalah hal yang cukup santai. Tatapan Brielle yang lembut mengikuti gerak lincah putrinya. Si kecil kini berdiri di depan rak cokelat, matanya yang besar penuh harap.Dia menoleh ke arah ibunya. "Mama, aku boleh beli satu cokelat nggak?" Setelah itu, dia mengangkat satu jari kec

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1199

    Walaupun Faye sangat ingin mencabik-cabik Thoriq, saat mendengar ayahnya bisa dipenjara dan reputasinya akan hancur, dia tetap panik. Dia sama sekali tidak boleh membiarkan Thoriq menghancurkan sisa terakhir Keluarga Datau.Saat ini, di mata Thoriq selain kegilaan, masih ada sedikit rasa takut. Bagaimanapun, dia bukan orang yang benar-benar jahat. Dia berpendidikan tinggi, dulu juga seorang pemuda yang penuh impian. Hanya saja, keadaan memaksanya sampai ke titik ini.Ditambah lagi dia memegang bukti tentang Declan, membuat perasaannya terhadap Faye berubah menjadi cinta yang menyimpang.Saat ini, dia justru berharap Faye menyerah dan setuju menjadi pacarnya. Faye adalah gadis yang dia cintai diam-diam selama enam tahun. Dia masih dengan naif berharap bisa memiliki akhir bersama dengannya.Faye menggigit bibir bawahnya erat-erat. Situasi di hadapannya membuat amarahnya mereda dan kembali tenang. Dia tahu tidak boleh memancing emosi Thoriq, setidaknya untuk saat ini tidak.Untuk menenang

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 238

    Saat turun dari panggung, langkah Devina sedikit goyah. Dia sempat mengira akan ada yang memuji permainannya, tetapi semua orang seakan-akan melupakan keberadaannya. Perhatian mereka sepenuhnya tertuju pada kelompok kecil di ujung lain aula.Itu adalah tempat Brielle berada."Bu Devina, permainanmu

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 234

    Setelah beristirahat di rumah selama dua hari, suasana hati Brielle membaik dan tenaganya pun telah kembali. Pada hari ketiga, dia sudah kembali ke laboratorium untuk bekerja.Setelah menuntaskan laporan risetnya, Madeline mengusulkan agar mereka terus memperkuat verifikasi eksperimen. Dengan demiki

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 221

    Malam itu, Brielle menaruh surat cerai ke dalam laci yang terkunci. Putrinya biasanya suka mengobrak-abrik barang di rumah, jadi tidak boleh sampai hilang. Malamnya ketika memeluk putrinya yang lembut, hati Brielle terasa sangat tenang, bahkan mimpinya pun sangat indah.Keesokan paginya, karena ada

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 218

    Melihat Anya benar-benar menerima hadiah dinosaurus, sepertinya malam itu Devina bukan hanya bersama Raka, kemungkinan juga mendengarkan panggilan itu secara langsung. Bahkan, mungkin mereka berdua berada di tempat tidur yang sama."Nyonya, Pak Raka bilang mau makan malam di sini. Aku pergi masak ya

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status