공유

Bab 401

작가: Ayesha
"Nggak ganggu kamu lagi, sampai jumpa."

"Sampai jumpa." Brielle menunggu sampai pihak sana menutup telepon lebih dulu, tapi siapa sangka Niro juga menunggu dia yang menutup lebih dulu. Akhirnya, pria itu terkekeh pelan. "Kamu duluan tutup."

Brielle tertegun sejenak, lalu kemudian menutup telepon.

Cahaya matahari pagi menembus jendela besar dan menyinari ruang kerja. Brielle duduk di depan komputer, jemarinya menari cepat di atas papan ketik. Di layar, deretan laporan proyek terpampang rapat.

Luk
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (1)
goodnovel comment avatar
Yuli Ana
ntah hutang budi apa raka sama s ulet bulu ini. lebih mngutamakan ulet bulu ketimbang mnemani drh daging ny..nti ujung2 ny anya d baik2 in dg hadiah..bgtu aja trus
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1072

    Jay berdiri sambil memandang Devina dari atas, tatapannya tajam seolah bisa menembus segalanya."Kamu kira aku masih orang bodoh seperti dulu yang bisa kamu tipu cuma dengan beberapa tetes air mata? Air matamu sekarang bukan penyesalan, tapi takut kehilangan aku sebagai cadangan. Takut kehilangan sumber daya dan materi yang bisa aku kasih ke kamu."Air mata Devina masih menggenang di sudut matanya, tapi wajahnya sudah menunjukkan kepanikan karena isi hatinya terbongkar."Jay, kenapa kamu bisa bicara seperti itu ...."Jay langsung memotongnya, "Nggak usah akting. Jalani sendiri jalan yang kamu pilih. Soal waktu dan uang yang aku habiskan untuk kamu, aku anggap sudah selesai. Jadi, jangan pernah lagi muncul di depanku seumur hidup ini. Jangan datang lagi membuatku muak."Nada bicara Jay terdengar tenang, tapi setiap katanya seperti pisau yang menusuk hati Devina. Devina akhirnya benar-benar sadar bahwa semua kepura-puraan dan cara liciknya sudah tidak berguna lagi di hadapan Jay yang sud

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1071

    Devina membelalakkan mata. Terutama saat Jay menyebut Lambert, dia langsung panik seolah semua rahasia dan pikirannya sudah dibaca oleh Jay."Jay, kamu ini ngomong apa sih? Aku dan Lambert dari dulu cuma teman!""Sudah sampai sekarang, kamu masih pikir aku ini pantas jadi orang bodoh yang kamu permainkan seenaknya?"Tubuh Devina langsung terasa dingin. Apa sebenarnya yang sudah diketahui Jay? Kenapa dia bisa tiba-tiba melihat semuanya dengan jelas?"Bukan begitu, Jay, kamu dengarkan aku. Aku dan Raka hanya hubungan transaksi, aku dan Lambert juga cuma teman. Tapi kamu tahu perasaanku ke kamu itu sungguhan. Aku nggak pernah menyangkal kalau aku suka kamu."Devina buru-buru melangkah maju dan ingin meraih lengan Jay, ingin menjelaskan semua perasaannya. Namun, Jay menghindari sentuhannya dengan jijik."Jangan sentuh aku."Jay mundur satu langkah untuk menjaga jarak darinya. Rasa jijik di matanya hampir meluap."Devina, mulai sekarang aku nggak sudi lagi disukai kamu. Ke depannya, jangan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1070

    Senyum Devina sempat membeku dua detik, lalu dia tiba-tiba menunjukkan ekspresi memohon. "Bu Siria, bisa bantu aku? Biarkan aku bertemu Jay dulu untuk bicarakan urusan pribadi?"Siria tertegun. Melihat waktu janji dengan Jay masih cukup lama, dia mengangguk. "Oke, kamu naik saja dulu. Nanti aku menyusul."Devina langsung diam-diam merasa senang. Dia masih belum tahu kenapa Jay menghindarinya, jadi dia harus mencari tahu dulu. Kalau Siria ada di sana, itu akan mengganggu caranya berbicara dengan Jay."Terima kasih banyak, Bu Siria. Kamu baik sekali," kata Devina dengan penuh rasa terima kasih.Siria berkata, "Aku tunggu di lobi saja. Kamu naik dulu."Devina melirik jam tangannya, lalu berjalan cepat menuju arah lift. Para resepsionis tidak berani menghentikan kedua wanita yang dekat dengan Jay ini. Apalagi, Devina adalah tamu kehormatan Jay sebelumnya. Setiap kali Devina datang, dia tidak pernah perlu membuat janji dan bisa keluar masuk sesuka hati.Sementara Siria, belakangan ini dia s

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1069

    Devina menggenggam ponselnya erat. Tentu saja dia tahu itu hanya alasan dari Gavin, Raka memang tidak ingin menerima teleponnya."Pak Gavin, ini soal kerja sama antara Grup Datau. Aku ingin minta Raka ....""Bu Devina." Gavin tiba-tiba memotongnya dengan nada yang tetap tenang, "Untuk urusan kerja sama bisnis, silakan langsung hubungi divisi terkait. Pak Raka nggak menangani hal-hal seperti itu. Kalau nggak ada hal lain, aku tutup teleponnya.""Tunggu, Gavin ...." Devina berseru dengan cemas, "Apa kamu nggak bisa bantu menyambungkannya? Atau kasih tahu aku dia ada di mana, aku akan datang sendiri menemuinya.""Maaf, Bu Devina. Jadwal Pak Raka nggak bisa diinformasikan. Sampai jumpa." Gavin menutup telepon dengan tegas.Devina duduk kaku di tempat, mendengar nada sambung yang berulang-ulang, seolah menjadi ejekan baginya. Rasa terhina dan tak berdaya langsung membanjiri dirinya. Kapan dia pernah diperlakukan sedingin ini? Bahkan Gavin sekarang bersikap seperti ini padanya?Devina menggi

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1068

    Perasaan dan kondisi batin Raline sekarang memang sudah banyak berubah. Dari awal yang penuh ketakutan terhadap penyakitnya, kini dia benar-benar sudah lebih tenang. Lagi pula, jika dia bisa pulih, itu berarti penyakit ibunya juga memiliki harapan untuk disembuhkan.....Di vila, Devina baru saja menerima telepon dari ibunya dan suasana hatinya sedang buruk. Freyna membawa kontrak iklan yang baru diterima dan meletakkannya di depannya."Devina, aku tahu belakangan ini suasana hatimu nggak baik. Tapi, uang yang datang sendiri ini, apa nggak sebaiknya kita ...."Devina melihat kontrak iklan itu, lalu berkata dengan kesal, "Iklan sampah apa ini? Kamu suruh aku jadi bintang iklan popok?""Bukan, maksudku ...." Freyna mencoba menjelaskan.Devina membanting kontrak itu ke meja dengan marah, "Kamu pikir aku sudah terpuruk sampai harus menerima iklan apa saja? Iklan yang merendahkan statusku begini, jangan pernah kamu bawa lagi."Freyna menghela napas, lalu membujuk dengan sabar, "Devina, seka

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1067

    Dari balik kaca, Brielle melihat Raka yang duduk tenang di kursi dan lengannya terulur. Perawat melakukan prosedur pengambilan darah dengan terampil.Seolah menyadari keberadaan Brielle di luar, Raka mengangkat kepala. Tatapannya kembali dalam dan tenang seperti biasa. Tatapan mereka sempat bertemu sesaat, lalu Brielle langsung berbalik untuk pergi.Perawat mencabut jarum dan menekan bekas tusukan dengan kapas. Raka mengucapkan terima kasih dengan suara pelan, lalu berdiri. Dia menggulung lengan kemeja dan memperlihatkan lengannya yang kokoh. Setelah menekan beberapa detik, dia merapikan kembali lengan bajunya dan berjalan menuju pintu dengan tenang.Brielle baru hendak masuk ke kantor ketika mendengar langkah kaki di belakangnya. Dia pun berbalik.Raka berdiri beberapa langkah darinya dan menjaga jarak yang tepat."Dokter Brielle," sapanya dengan nada bicara formal.Brielle mengangkat pandangan dengan dingin. "Ada perlu?""Aku datang untuk menyelesaikan pengambilan darah minggu ini,"

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 327

    Brielle masuk ke mobil, lalu mengambil ponselnya dan mengirim pesan kepada Niro.[ Pak Niro, hari ini ulang tahunmu, 'kan? ]Balasan datang seketika.[ Ternyata kamu ingat? ]Dari nada tulisannya, jelas sekali terlihat keterkejutan dan kegembiraannya. Hari itu di telepon, Niro hanya menyebutkan seka

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 310

    Jared berkata sambil menunjukkan tatapan penuh pujian.Raka menoleh dengan kaget. Dia tak menyangka Niro yang masih begitu muda sudah berpangkat mayor jenderal. Saat ini, Niro sudah keluar dari kursinya, berdiri dengan penuh kesabaran menunggu seseorang.Ketika Raka mengikuti arah pandangannya, dia

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 313

    Deru mesin menggema, Porsche Cayenne putih melesat keluar dari garasi bawah tanah. Brielle menggenggam erat setir, di telinganya masih terngiang suara putrinya yang memanggil "Bibi Devina" dengan polos. Dada Brielle terasa sesak."Berengsek!" Brielle meninju setir, emosinya benar-benar tak terkendal

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 350

    Brielle masih menunggu di ruang istirahat, ketika tiba-tiba terdengar suara seorang perempuan di depan pintu. "Kakakku mana?" Suara itu milik Raline."Pak Raka belum datang ke kantor," jawab asisten, lalu bertanya, "Perlu saya hubungi asisten pribadinya?""Nggak perlu, jangan sampai mengganggu waktu

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status