Share

Bab 782

Auteur: Ayesha
Brielle tidak suka berutang budi, jadi dia juga berharap bisa segera membayarnya.

[ Boleh! Jam 11.30 siang, aku jemput kamu di depan MD. ]

[ Nggak perlu repot-repot, aku bawa mobil sendiri saja. ]

[ Nggak repot, aku lagi ada urusan di sekitar sini. ]

Nada Lambert terkesan tegas.

[ Baiklah. ]

Brielle tidak lagi bersikeras. Bagaimanapun juga, dia bisa mentraktir Lambert makan dan sekalian menyelesaikan perhitungan biayanya.

Pukul 11.20 siang, Lambert sudah tiba lebih awal di lobi laboratorium. Dia
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (1)
goodnovel comment avatar
Merry Ongko
ya bener aja yg dikatakan brielle....Lambert merupakan teman yg sangat penting..brp kali dah Lambert menyelamatkan jiwa brielle....kalau bisa ditebus dgn jd istri Lambert jg hrs nya sepadan aja...dan Lambert pasti seneng banget..cm masalah perasaan ga bs dipaksakan...Krn cinta bertepuk sblh tangan
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Latest chapter

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1008

    Sejak awal penelitian, Brielle sudah memusatkan perhatian pada satu hal, yaitu melepaskan status Devina sebagai satu-satunya donor.Brielle lebih memilih menghabiskan sepuluh bahkan seratus kali lebih banyak energi untuk penelitiannya daripada suatu hari harus bergantung dan memohon pada orang lain.Kali ini, selain melakukan terapi untuk Raline, dia juga memisahkan satu proyek penelitian lain. Dia menggunakan sampel darahnya sendiri untuk mencari kemungkinan adanya reaksi antibodi khusus di antara kerabat sedarah langsung.Gagasan ini bukan muncul begitu saja. Sejak kemungkinan putrinya mewarisi penyakit itu diketahui, ide tersebut sudah ada di benaknya.Sebagai seorang ibu, dia tidak bisa menerima bahwa masa depan putrinya akan bergantung pada orang luar seperti Devina yang memiliki niat buruk dan sewaktu-waktu bisa menggunakan nyawanya sebagai ancaman.Raka memilih untuk berkompromi dan berurusan dengannya, tetapi Brielle tidak bisa melakukan hal yang sama. Pilihannya adalah mematah

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1007

    "Brielle, kamu lihat bekas luka di pergelangan tangan Devina? Tindakannya memotong pergelangan tangan itu kemungkinan besar hanya cara untuk mengendalikan Pak Raka."Brielle mengerutkan kening. Dengan status Devina sebagai satu-satunya donor di dunia, dia memang bisa menggunakan nyawanya sendiri untuk mengendalikan Raka kapan saja. Jadi, apa pun yang dia inginkan, Raka harus memenuhinya.Termasuk mengorbankan pernikahannya.Brielle teringat kejadian di kolam renang waktu itu. Devina sengaja menjegalnya, lalu menariknya ke dalam air. Dia sudah yakin bahwa Raka akan melompat lebih dulu untuk menyelamatkannya, karena di tubuhnya terikat nyawa tiga generasi Keluarga Pramudita.Hari itu, Brielle juga masih ingat bagaimana Raka memeriksa keadaannya dengan cemas, serta ekspresi bangga dan puas di wajah Devina. Saat itu Brielle mengira semua itu adalah bukti bahwa Raka mencintainya.Lalu kejadian di meja makan ... ketika Devina sengaja minum alkohol hingga Raka merebut gelasnya. Dulu dia mengi

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1006

    Masa observasi 48 jam itu memang sangat melelahkan, tetapi dia tetap harus melewatinya.Pukul lima pagi, Brielle akhirnya beristirahat di ruang istirahat. Seorang perawat mengantarkan satu set perlengkapan mandi untuknya.Keesokan paginya ketika Brielle membuka mata, dia mendapati ada sebuah koper di sampingnya. Itu adalah kopernya sendiri. Sepertinya Lastri telah membereskan beberapa pakaian hangat untuknya lalu meminta Raka membawanya ke sini.Di tubuh Brielle juga ada tambahan sebuah selimut, yang juga berasal dari rumahnya.Brielle menggosok pelipisnya dan langsung tahu siapa yang menyelimutinya.Setelah berjaga selama tiga hari dua malam, Raline akhirnya berhasil melewati masa aman dari efek obat. Ini adalah hal yang membuat Brielle sangat gembira.Tentu saja, dengan dukungan data ilmiah yang ketat, semuanya tetap berada dalam kendali. Teori Brielle menopang eksperimen ini dan ada harapan besar untuk berhasil menembusnya."Brielle, kalau kamu berhasil, maka pasien penyakit darah d

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1005

    Raline menggelengkan kepala, matanya berbinar terang. "Kak, aku nggak apa-apa. Aku baik-baik saja." Setelah berkata demikian, dia segera menambahkan dengan tergesa, "Kalau aku nggak apa-apa, berarti selanjutnya kita bisa menyelamatkan Ibu, 'kan?"Baru saat itu Raka mengalihkan pandangannya ke Brielle. "Bagaimana data eksperimen tahap kedua?""Cukup bagus," jawab Brielle dengan nada tenang. "Toleransi adikmu terhadap obat bahkan lebih baik dari yang aku perkirakan. Indikator kunci juga menunjukkan perbaikan yang jelas."Raka menatapnya lalu sedikit mengangguk. "Kerja kerasmu nggak sia-sia. Berapa lama lagi perlu pengamatan lanjutan?""Setidaknya masih perlu pemantauan ketat selama 48 jam," jawab Brielle secara profesional."Malam ini aku akan minta Doktor Smith datang untuk melakukan pemantauan. Kamu pulang dan istirahat saja," kata Raka dengan suara rendah dan terkesan peduli."Nggak perlu. Kamu saja yang jaga Anya. Aku tetap di sini," jawab Brielle."Kak Brielle, sebaiknya kamu dengar

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1004

    Devina juga tidak sungkan. Setelah Jay menyuapinya menghabiskan semangkuk bubur itu, dia menyeka sudut bibirnya lalu bersandar di sofa. Dengan suara pelan dia bergumam, "Terima kasih, Jay. Untung masih ada kamu di sisiku."Devina memejamkan mata setengah, seluruh tubuhnya meringkuk di dalam selimut. Dia tampak sangat rapuh dan membuat orang merasa iba.Melihat kondisinya, Jay semakin yakin akan satu hal di dalam hatinya. Hubungan antara Devina dan Raka pasti sedang bermasalah."Devina, katakan padaku, gimana sebenarnya sikap Raka padamu sekarang?" tanya Jay dengan khawatir.Devina perlahan membuka matanya. Sudut matanya tampak berkaca-kaca. Dia menatap Jay dengan tatapan bingung dan sedih. Lalu dia menghela napas pelan, suaranya penuh kesedihan."Jay, menurutmu ... kalau seseorang sudah berusaha selama 10 tahun tapi tetap nggak mendapatkan apa yang dia inginkan, apakah ... seharusnya dia menyerah?"Hati Jay tiba-tiba terasa berat. "Devina, kamu dan Raka ...."Devina tersenyum getir, la

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1003

    Wajah Devina tiba-tiba menjadi semakin pucat. Dia menatap Jay. Meskipun pria itu masih tersenyum cerah dengan tatapan lembut, dia tahu ada sesuatu yang sudah berubah. Dan semua ini terjadi sejak kemunculan Siria.Jay merasa sedikit canggung ditatap dengan mata penuh perasaan seperti itu. Dia menggaruk bagian belakang kepalanya, lalu berkata, "Devina, ada apa denganmu hari ini? Kenapa kamu terlihat sedih sekali? Apa terjadi sesuatu antara kamu dan Raka?"Pada saat itu, pelayan datang membawa semangkuk bubur bergizi. Dia meletakkannya di meja depan sofa, lalu berkata kepada Devina, "Nona Devina, buburnya sudah siap.""Baik, letakkan di sini," kata Devina. Setelah itu dia bangkit ingin mengambil bubur tersebut, tetapi tiba-tiba dia mengeluarkan rintih kesakitan."Ada apa?" tanya Jay dengan khawatir.Devina duduk kembali. Lalu dia mengangkat sedikit bagian lengan di tempat bekas pengambilan darah, memperlihatkan luka yang baru saja berdarah. Kulitnya yang putih tampak dipenuhi memar kebiru

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 70

    Brielle melihat topik sudah diarahkan kepadanya, jadi mendongak dan menyahut, "Pernah.""Kalau begitu, Kakak harus banyak belajar dari dia dong," ucap Raline dengan nada bangga."Ehem!" Lambert berdeham.Raka menegur dengan lembut, "Raline, makanlah!"Raline menggembungkan pipinya, tidak berkata apa

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 105

    Brielle sempat terdiam sejenak sebelum akhirnya berkata tegas, "Faye, meskipun kamu nggak suka aku, tolong jaga ucapanmu. Hubunganku dengan Kak Harvis murni urusan pekerjaan, bukan hubungan nggak pantas seperti yang kamu tuduhkan."Selesai bicara, dia berbalik untuk pergi."Aku dengar kamu punya ana

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 73

    Saat berjalan di lingkungan Universitas Kedokteran, Faye sering dikelilingi oleh adik-adik kelas. Beberapa bahkan memintanya tanda tangannya. Faye merasa agak canggung, tetapi perasaan dipuja dan dihormati itu tetap menyenangkan baginya.Hanya saja, setiap kali ditanya bagaimana dia menemukan formul

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 99

    "Ya, nanti aku antar dia ke sana," jawab Raka."Menyebalkan! Brielle makin hari makin keras kepala. Kalian sudah menikah enam tahun, tapi dia masih seperti anak kecil, benar-benar nggak dewasa!" Meira tak tahan lagi, mulai mengeluh kepada putranya."Nanti aku akan bicara dengannya." Raka mencoba men

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status