공유

Bab 448

작가: Ayesha
Meira sebenarnya tidak terlalu ingat kalau putrinya pernah bekerja di perusahaan Lambert. "Oh ya? Jadi Lambert baik sama kamu?"

"Baik banget! Kalau bukan karena si ...." Raline buru-buru menutup mulutnya.

Meira menatapnya dengan heran. "Kalau bukan karena apa?"

Raline tersenyum tipis. "Nggak ada apa-apa, Bu. Pokoknya aku suka Lambert. Ibu harus bantu aku supaya pernikahan ini bisa terwujud."

Dalam hati, Meira pun berharap putrinya bisa menikah masuk ke Keluarga Seraphine. Bukan karena harta, tet
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (2)
goodnovel comment avatar
Aya Aisyah
Otak dan hatimu busuk Raline,kau tak akan bisa bahagia dgn Lambert
goodnovel comment avatar
Antono Kastani
Raka SDH hamili Davina Raline kelihatan lembut pdhal SDH Ndak bener kehidupannya Meira ibu TDK benar memisahkan Raka dan briele WKT briele masih hanya ibu RT dan dijodohkan dgn jalang Davina dan tinggal seatap dgn Meira dan Raka ibu bejat
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1044

    Brielle menoleh menatapnya. Walaupun dia tidak yakin apakah Raka benar-benar sedang flu, yang pasti dia memang tidak ingin menjemput anak bersama dengan Raka."Nggak perlu. Kamu pulang saja," tolak Brielle dengan datar.Tatapan mata Raka yang dalam sedikit meredup. Namun, dia tidak langsung pergi. Dia hanya mundur dua langkah sambil bersandar pada badan mobil, dan pandangannya tetap tertuju pada sisi wajah Brielle.Brielle bisa merasakan tatapannya. Beberapa detik kemudian, Brielle menoleh dan menatapnya dengan tajam.Ditatap seperti itu oleh Brielle, seulas senyum melintas di mata Raka. Barulah dia membuka pintu mobil, lalu membungkuk masuk ke dalam dan menyalakan mobil untuk pergi.Brielle merapikan rambut panjangnya. Bagaimanapun juga, suasana hatinya sedikit terpengaruh.Saat itu, gerbang sekolah sudah dibuka. Brielle berjalan menuju pintu sekolah bersama para orang tua lain. Ketika Anya keluar, kepalanya tertunduk seolah-olah sedang mengalami pukulan besar. Brielle segera berjongk

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1043

    Madeline sedang berbicara dengan beberapa mahasiswa muda. Ketika mendengar suara Brielle, dia terkejut menoleh, lalu wajahnya langsung dipenuhi kegembiraan."Brielle, kenapa kamu kembali?"Madeline mengatakan beberapa hal kepada para mahasiswa itu, lalu berjalan ke arah mereka. Brielle memperhatikan wajahnya. Sepertinya pemulihan setelah operasinya berjalan cukup baik."Bu Madeline, kalau begitu kalian lanjut mengobrol. Aku kembali ke laboratorium dulu," kata Harvis dengan sopan.Setelah Harvis pergi, Madeline memperhatikan Brielle dengan saksama lalu bertanya pelan, "Brielle, gimana keadaanmu belakangan ini? Anakmu baik-baik saja?"Brielle teringat kejadian pingsan dan dirawat di rumah sakit sebelumnya. Tentu saja dia hanya menyampaikan kabar baik, "Aku baik-baik saja. Bu Madeline sendiri gimana? Gimana pemulihan tubuh Ibu?""Semua indikator sudah mencapai standar. Sekarang timku juga sudah dibubarkan. Setiap minggu aku hanya datang beberapa kali ke kampus untuk mengajar," kata Madeli

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1042

    "Zondi, kamu juga jangan kecapekan." Brielle mengingatkannya.Hati Zondi terasa hangat. "Aku tahu. Kalian pergi saja makan yang enak."Setelah Zondi pergi, pandangan Harvis jatuh pada wajah Brielle yang terlihat agak pucat. "Gimana situasi di sana sekarang?""Kita ke restoran dulu, kita bicara sambil makan," kata Brielle kepadanya. Belakangan ini memang terlalu banyak hal yang terjadi. Kalau harus mencari seseorang yang benar-benar bisa menjadi pendengar yang baik, Harvis jelas salah satu yang terbaik.Di restoran yang berada di seberang laboratorium, Brielle menceritakan situasi di pihak Doktor Smith. Dia juga sedikit menyinggung tentang hubungan transaksi antara Devina dan Raka.Harvis terdiam cukup lama karena terkejut, baru kemudian bereaksi. "Maksudmu, Raka dan Devina sebenarnya bukan hubungan kekasih, tetapi sejak awal hanyalah hubungan transaksi?""Apakah mereka kekasih atau bukan, aku nggak tahu. Tapi memang ada hubungan transaksi di antara mereka. Raka meminta Devina setidakny

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1041

    "Selain urusan Anya, tolong jangan ganggu kehidupanku lagi setelah ini." Brielle menatapnya dengan tenang. "Tolong pisahkan pekerjaan dan kehidupan pribadi dengan jelas."Setelah berkata demikian, Brielle berbalik dan pergi tanpa menoleh lagi.Raka berdiri di tempatnya. Dia menatap punggung Brielle yang menjauh, tangannya mengepal pelan, tetapi dia tidak mengejar.Saat itu, Karyo keluar untuk mengambil air minum. Ketika melihat Raka, dia sekalian mengingatkan, "Pak Raka, kamu juga harus lebih banyak beristirahat. Aku lihat tekananmu juga sangat besar."Sekarang Karyo sudah berusia 54 tahun dan rambutnya masih hitam. Sementara pria muda di depannya ini bahkan belum berusia 30 tahun, tetapi rambutnya sudah mulai beruban. Kalau tekanannya terus sebesar ini, mungkin rambutnya akan memutih lebih cepat."Terima kasih, Pak Karyo." Raka mengangguk memberi isyarat, lalu tubuhnya yang tinggi melangkah menuju arah lift.Saat melewati meja perawat, beberapa perawat langsung diam-diam memperhatikan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1040

    Keesokan paginya setelah mengantar Anya ke sekolah, Brielle menerima pemberitahuan dari rumah sakit. Semua hasil pemeriksaan kesehatannya sudah keluar dan perawat memintanya datang untuk mengambil laporan.Brielle sebenarnya cukup tahu kondisi tubuhnya sendiri. Hari itu dia tiba tiba pingsan karena tubuhnya sudah bekerja di luar batas dan tidak mampu lagi menahannya.Dia datang ke meja perawat di rumah sakit. Perawat itu mencari laporan miliknya, lalu berkata dengan sedikit heran, "Eh? Aku ingat tadi pagi laporanmu sudah keluar."Pada saat itu, seorang perawat lain yang baru kembali dari kesibukan mengenali Brielle."Doktor Brielle, kamu sudah datang. Laporanmu sudah diambil oleh suamimu ... oh, maksudku mantan suamimu. Dia sedang berada di kantor dokter sekarang."Brielle tertegun beberapa detik.Raka mengambil laporan pemeriksaannya?Setelah mengucapkan terima kasih kepada perawat, Brielle berjalan menuju pintu kantor dokter. Pintu itu terbuka dan dari dalam terdengar suara Raka yang

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1039

    Siria tersenyum dan mengangguk. "Bagus kalau begitu. Antarkan aku pulang saja."Hati Jay langsung terasa lega, seolah perjalanan berikutnya akan menjadi sesuatu yang menyenangkan baginya. "Aku pengin dengar musik," kata Siria.Jay segera membuka kunci ponselnya dan menyerahkannya padanya. "Kamu mau dengar lagu apa, pilih saja sendiri."Siria agak terkejut. Tatapannya tertuju pada wajah Jay yang tersenyum. Dia lalu menerima ponsel itu dan memilih lagu yang dia sukai. Musik yang ceria langsung terdengar di dalam mobil, seolah malam di luar pun menjadi lebih tenang.Setelah mengantar Siria sampai ke rumahnya, Siria berkata kepada Jay, "Hati-hati nyetirnya.""Oke," jawab Jay.Namun, dia tidak langsung menginjak pedal gas untuk pergi.Siria menatapnya lalu tersenyum. "Kenapa kamu belum pergi?"Jay tertegun sejenak, lalu baru menyalakan mobil dan pergi. Namun, dia masih menatap sosok Siria melalui kaca spion sampai mobilnya berbelok dan tidak bisa melihatnya lagi.Dalam perjalanan pulang, Ja

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 181

    Brielle terkejut sampai wajahnya agak pucat. Dia terengah-engah beberapa kali, lalu menyahut, "Aku nggak apa-apa.""Maaf, tadi aku nyetir sambil melamun," ujar Lambert meminta maaf.Brielle tahu dirinya juga bersalah. Dia menenangkan, "Bukan sepenuhnya salahmu. Tapi kalau lagi nyetir, jangan sampai

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 176

    Setelah marah, Lukas pun akhirnya kembali tenang. Ekspresinya tampak sedikit frustrasi saat berkata, "Ini semua salahku yang terlalu ceroboh, nggak bisa menemukan masalah ini tepat waktu. Aku harus berterima kasih pada Brielle. Kalau nggak, nanti kalau benar-benar terjadi masalah, aku yang akan jadi

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 179

    Keahlian menyetir Raka sangat stabil. Brielle tidak mengobrol dengannya. Namun, mobil yang dia kemudikan malah berhenti di depan sebuah restoran, bukan rumah sakit.Brielle mengerutkan kening, menatap restoran itu, lalu berkata kepadanya, "Kenapa ke sini?""Aku sudah menyuruh Raline mengantar Anya k

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 195

    Dalam perjalanan pulang, Brielle menerima telepon dari Syahira."Aku nggak tahu media mana yang membongkarnya, tapi sekarang seluruh internet sudah menyebarkan berita perceraian kalian, bahkan muncul banyak spekulasi!"Brielle tersenyum tenang. "Cepat atau lambat, masalah itu memang akan terbongkar.

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status