ログインDipecat dan dipermalukan oleh CEO arogan bernama Ararya Saguna Bimantara, Btari Ayu Nareswari tak pernah menyangka pria itu akan kembali dan memintanya menikah demi sebuah ramalan weton yang dipercaya bisa menyelamatkan keluarganya dari kehancuran. Di balik pernikahan kontrak yang terlihat sempurna, Btari justru terseret ke dalam rahasia kelam keluarga Bimantara, intrik perebutan kekuasaan, dan masa lalu yang kembali mengancam hidupnya. Namun saat cinta mulai tumbuh di antara mereka, Ararya harus memilih—mematuhi takdir yang menyelamatkannya atau mempertaruhkan segalanya demi wanita yang dulu ia hancurkan.
もっと見るSuasana lobi utama mall tampak mulai lengang seiring jam yang menunjukkan pukul sembilan malam kurang sepuluh menit. Di bawah pendar lampu kristal yang megah, sosok Ararya berdiri tegap dengan setelan jas hitam yang separuh kancingnya terbuka—sisa dari malam panjangnya di club bersama para sahabat. Tangannya bersedekap di dada, tatapan tajamnya memindai setiap langkah orang yang keluar dari koridor pertokoan, hingga sosok yang ia tunggu akhirnya tertangkap oleh netra gelapnya.Btari dan Sari berjalan berdampingan sambil membawa beberapa kantong belanjaan. Namun, langkah Btari mendadak terhenti saat ia melihat siapa yang berdiri di dekat pilar besar lobi.Ararya. Pria itu tidak menunggu di dalam mobil seperti biasa. Ia berdiri di sana, menunggunya dengan aura dominan yang langsung menyedot perhatian orang-orang sekitar."Eh? Itu... Suamimu, Tar?" bisik Sari dengan mata membelalak saat menyadari sosok jangkung yang berdiri menatap mereka tajam.Btari menelan ludah, mempercepat langkahny
Rintik hujan di luar kosan Sari perlahan mereda, menyisakan hawa dingin yang menusuk. Di dalam kamar kos yang cukup luas itu, Btari dan Sari baru saja menyelesaikan obrolan panjang mereka. Keinginan untuk menghirup udara luar tak terbendung lagi; mall yang tak jauh dari sana adalah tujuan yang sempurna.Sebelum melangkah pergi, Btari menatap layar ponselnya yang menampilkan chat room dengan Ararya. Ia mengetik dengan hati-hati, sebuah permohonan izin yang singkat namun sarat akan rasa segan. Tak butuh waktu lama, sebuah balasan masuk: “Hanya boleh sampai jam 9. Bima akan standby di lobi mall untuk memastikan kau di sana dan menjemput temanmu. Dan aku akan menjemputmu di sana.”Btari menghela napas, setengah lega, setengah geli dengan proteksi berlebihan itu."Gimana katanya bos gila?" tanya Sari sambil menyambar tas selempangnya, matanya menatap Btari dengan binar jahil.Btari refleks mencubit lengan sahabatnya itu. "Hus! Dia suami aku, Sar. Tolong dikondisikan mulutnya."Sari terkek
Mobil SUV hitam itu berhenti tepat di depan sebuah bangunan kos eksklusif di kawasan Jakarta Pusat. Suasana jalanan sudah mulai diguyur rintik hujan, membuat lampu-lampu kota berpendar samar di balik kaca jendela yang gelap.Sebelum Btari sempat membuka pintu, tangan Ararya dengan cepat menahan pergelangan tangannya. Pria itu menoleh, matanya yang tajam menatap Btari dengan intensitas yang seolah bisa menembus kulit. Tidak ada lagi sisa candaan seperti di ruang kerja tadi; yang tersisa hanyalah otoritas seorang suami yang posesif."Ingat," desis Ararya, suaranya rendah dan dalam, bergetar di ruang kemudi yang sempit. "Kau boleh mengobrol dengan sahabatmu, kau boleh tertawa, tapi jangan pernah mematikan ponselmu. Dan yang paling penting, jangan coba-coba membiarkan dirimu terlihat 'terlalu santai' di sana. Kau milikku, Btari. Jaga sikapmu selagi aku belum menjemputmu."Btari memutar bola matanya, meski hatinya berdesir karena nada protektif suaminya. "Iya, Mas Ararya yang terhormat. Ak
Mansion Bimantara kembali diselimuti suasana kerja yang hening, namun bagi Btari, ada dorongan aneh yang membuatnya ingin berada di dekat Ararya. Setelah kejadian tadi, ia merasa hubungan mereka berada di ambang batas yang baru; sebuah kedekatan yang tidak lagi hanya tentang weton atau dominasi, melainkan sesuatu yang lebih... nyata.Ia berdiri di balik pintu ruang kerja yang terbuka sedikit, mengintip ke dalam. Ararya tampak tenggelam dalam tumpukan berkas digital. Cahaya biru dari layar laptop memantul di wajah suaminya, mempertegas rahang yang kokoh dan kerutan halus di antara alisnya yang menunjukkan betapa kerasnya pria itu bekerja.Btari menarik napas, mengumpulkan keberanian. Ia melangkah masuk, kakinya tidak menimbulkan suara di atas karpet tebal. Tanpa ragu, ia memutari kursi besar itu dan melingkarkan lengannya di leher Ararya dari belakang, lalu dengan gerakan lembut, ia mendaratkan satu kecupan hangat di pipi suaminya.Ararya tersentak hebat. Bahunya menegang seketika, dan
Ararya tidak memiliki waktu untuk bernegosiasi. Tekanan dari Raden Mahendra dan bayang-bayang kehancuran Bimantara Group yang disampaikan Pak Wiryo membuatnya bertindak di luar nalar. Sebelum Btari sempat menutup pagar, tangan kekar Ararya sudah lebih dulu mencekal pergelangan tangan wanita itu den
Matahari sudah merangkak naik, menyelinap melalui celah-celah ventilasi kamar kos Btari. Namun, sang pemilik kamar masih enggan melepaskan diri dari dekapan selimut tebalnya. Matanya terasa berat dan perih, sisa dari tangisan semalam yang menguras seluruh energinya. Bagi Btari, hari ini bukan lagi
Langkah kaki Btari terasa berat, seolah setiap jengkal trotoar yang ia lewati menahan kepergiannya dari kawasan segitiga emas Jakarta itu. Kardus di pelukannya terasa kian membebani, bukan karena isinya, melainkan karena harga diri yang remuk di dalamnya. Angin siang disela-sela terik matahari m
Blam! Pintu kaca ruangan CEO itu bergetar hebat saat Btari menghempaskannya dengan seluruh sisa tenaga. Napasnya memburu, paru-parunya terasa terbakar bukan karena lelah, melainkan karena amarah yang mendidih hingga ke ubun-ubun. Tanpa memedulikan tatapan bingung para staf di kubikel luar, Btari






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
レビュー