Share

Bab 508

Penulis: Ayesha
"Paman Lambert!" seru Anya dengan riang.

Syahira yang berdiri di samping langsung melirik Brielle dengan tatapan menggoda. Andai saja dia tahu Lambert akan menemani Brielle melihat mobil, dia pasti tidak akan ikut.

Namun, Brielle sendiri agak bingung. Dia sama sekali tidak janjian dengan Lambert untuk datang ke sini.

"Pak Lambert datang untuk menemani Brielle lihat mobil?" tanya Syahira dengan sopan.

Lambert menatap ke arah Brielle, sempat terlihat sedikit canggung. Namun, dia tetap tersenyum te
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (13)
goodnovel comment avatar
Merry Ongko
dimana2 si pelakor jg beredar..ktmu Mulu ..bikin bad mood aja....untung ada lambert...mmg penolong yg tepat dia..
goodnovel comment avatar
Suryat
valakor bisanya berburuk sangka terus sm brielle..
goodnovel comment avatar
Andi Sary Nova
dunia emang selebar daun kelor mereka lg??! kapan sich Brielle tdk dipertemukan dgn duo nenek gayung itu sich
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1052

    Telepon itu berdering selama tujuh detik sebelum akhirnya diangkat. Dari seberang terdengar suara Devina yang biasa, sedikit malas dan manja."Halo, Jay? Sudah selarut ini, kenapa meneleponku?"Jika setengah jam yang lalu mendengar suara ini, hati Jay pasti akan langsung melunak. Namun sekarang, yang dia rasakan hanya rasa mual.Begitu mual sampai dia tiba-tiba mengepalkan tangan, menarik ponsel dari telinganya, lalu menekan tombol putus dengan keras dan langsung mengakhiri panggilan itu.Di seberangnya, Lambert melihat semuanya dan tidak merasa terkejut. Dia tahu sifat Jay. Jika disuruh memaki Devina habis-habisan lewat telepon, dia pasti tidak bisa melakukannya. Sebaliknya, memutuskan semuanya dengan bersih seperti ini justru lebih sesuai dengan gayanya."Kenapa? Nggak mau minta penjelasan darinya?" Lambert mengangkat alis dan bertanya."Menjijikkan. Sekarang setiap memikirkan dia, aku hanya merasa jijik." Jay melempar ponselnya ke samping, lalu menjatuhkan diri kembali ke sofa.Dia

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1051

    Di bawah cahaya lampu, wajah Jay tampak sedikit pucat. Selama tujuh tahun ini, Devina selalu menunjukkan keterikatan penuh kepada Raka di hadapannya, lalu berbalik memperlakukannya dengan sikap ambigu. Kadang dekat, kadang jauh.Setiap kali dia hampir menyerah, Devina selalu memberinya sedikit harapan. Ditambah lagi dengan sikap dan kata-katanya yang seolah-olah tidak disengaja, tetapi di setiap kesempatan menampilkan sisi rapuhnya.Semakin Jay mengingat semuanya, semakin dia merasakan ketidakberdayaan karena dipermainkan dan ditipu. Dia tiba-tiba meneguk habis minuman di dalam gelasnya. Detik berikutnya, amarah yang tak diketahui asalnya membuatnya melempar gelas itu dengan keras ke lantai."Sialan, aku benar-benar orang bodoh." Jay menggeram pelan. Suaranya penuh ejekan terhadap dirinya sendiri dan rasa sakit.Dia bisa menerima kenyataan bahwa Devina mencintai Raka, tetapi tidak mendapat balasan. Namun, ternyata tujuh tahun lalu Devina bahkan pernah memberi isyarat kepada Lambert. It

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1050

    Lambert tampak menjadi sedikit lebih serius. Setelah berpikir sejenak, dia baru perlahan berkata, "Kita kenal Raka sejak SD. Walaupun di tengah jalan kita sempat berpisah karena studi masing-masing, itu nggak menghalangi kita untuk saling memahami.""Kalau seperti yang kamu katakan, Devina dan Raka hanya memiliki hubungan transaksi, untuk pertanyaanmu tadi, menurutku jawabannya nggak.""Gimana mungkin?" Jay segera duduk tegak. "Aku bisa lihat Devina benar-benar sangat mencintai Raka."Lambert menatapnya dengan jujur. "Menurut pemahamanku tentang Raka, dia bukan orang yang sembarangan menjalin hubungan dengan rekan transaksi. Terlebih lagi saat itu dia dan Brielle bahkan belum cerai."Jay mengejar dengan cemas. "Jadi, menurutmu yang dikatakan Devina itu benar? Di antara mereka benar-benar nggak pernah terjadi apa-apa?"Ada beberapa hal yang selama ini Lambert sembunyikan dan tidak pernah dia ceritakan. Misalnya pertemuan pertamanya dengan Devina, serta bagaimana setelah itu Devina menco

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1049

    "Cukup merepotkanmu saja. Lagi pula Raka pasti sangat sibuk, jadi nggak perlu merepotkannya." Lambert segera menyambung."Benar juga, Raka memang sangat sibuk. Aku ingin ajak dia ketemu saja dia nggak punya waktu.""Oh? Kamu ada masalah apa? Biar aku lihat, bisa bantu nggak," tanya Lambert."Kamu ada waktu? Kalau ada, keluar minum sebentar. Ada beberapa hal yang kupendam seharian ini. Aku ingin ngobrol denganmu.""Oke, kita ketemu di tempat biasa." Lambert tampaknya juga agak kesal dan ingin keluar untuk menghirup udara.Di sebuah bar di pusat kota, lantai tiga, ruang VIP khusus untuk menjamu tamu penting, Jay datang lebih dulu. Tak lama kemudian, Lambert juga masuk dengan pakaian santai."Katakan saja. Apa yang bisa membuatmu menahan diri seharian?" tanya Lambert yang penasaran.Jay segera mencondong sedikit lebih dekat kepadanya. "Lambert, aku ingin menanyakan satu pertanyaan dengan serius. Jawab aku dengan jujur."Lambert mengangguk dan mengangkat cangkir teh untuk meneguknya. "Menu

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1048

    Saat itu, ponsel Brielle berdering. Dia mengambilnya dan melihat bahwa itu adalah nomor tak dikenal, tetapi berasal dari kota yang sama.Brielle mengerutkan kening, lalu berjalan ke balkon untuk menjawabnya."Halo, siapa ini?" tanyanya dengan sopan terlebih dahulu."Brielle, ini aku. Bisa ngobrol sebentar?" Dari ujung telepon terdengar suara Devina yang sedikit bernada provokatif.Brielle sebenarnya tidak menyangka Devina masih punya keberanian untuk meneleponnya. Setiap kali menelepon, dia juga cukup pintar dengan mengganti nomor, karena nomor lamanya sudah masuk daftar blokir Brielle."Nggak ada yang ingin kubicarakan denganmu." Brielle mendengus dingin, tidak ingin membuang waktu berbicara omong kosong dengannya.Namun, Devina tetap berbicara seolah-olah tidak peduli."Brielle, kamu benar-benar percaya aku dan Raka sama sekali nggak punya hubungan apa-apa? Masih ingat hari konserku di dalam negeri? Kalau saja kamu nggak tiba-tiba masuk ke ruang istirahatku dan mengganggu kesenangan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1047

    Lambert sesekali mengambilkan makanan untuk Brielle, tetapi dia selalu menggunakan sendok saji yang ada di samping. Saat melihat Brielle dengan senang hati memakan makanan yang dia ambilkan, suasana hatinya juga tanpa sadar menjadi sedikit lebih baik.Mereka selesai makan sekitar pukul 8 malam, lalu keluar setelah membayar. Begitu keluar dari aula restoran, Lambert memperhatikan bahwa meja Raka sudah dibereskan. Raka sudah pergi.Brielle juga melirik sekilas. Keduanya keluar dari restoran, lalu berjalan kaki kembali ke kompleks perumahan.Saat melewati zebra cross di lampu lalu lintas, Brielle baru saja melangkah ketika sebuah sepeda listrik yang melanggar aturan melaju melewati depan mereka. Lambert secara refleks melangkah maju, memegang pergelangan tangan Brielle, dan melindunginya ke sisi yang lebih jauh dari arus kendaraan, sekaligus menuntunnya menyeberangi zebra cross.Brielle tertegun sejenak. Lampu hijau untuk pejalan kaki di seberang hanya tersisa sembilan detik. Dia membiark

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 189

    Rapat dimulai. Perwakilan dari berbagai cabang naik ke panggung untuk melaporkan hasil kerja. Raka duduk di kursi tengah barisan pertama, mendengarkan laporan satu per satu.Tak lama kemudian, giliran Jared naik ke panggung. Hasil penelitiannya membuat semua orang yang hadir terkagum-kagum. Perpadua

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 171

    Setelah berpamitan dengan Harvis, Brielle memutuskan pulang dengan taksi.Tak lama kemudian, WhatsApp-nya bertambah satu kontak baru, yaitu Jared, wakil direktur MD. Dia mengirim pesan, berharap ke depannya bisa langsung berkomunikasi dengan Brielle mengenai arah penelitian.Brielle pun menjawab den

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 181

    Brielle terkejut sampai wajahnya agak pucat. Dia terengah-engah beberapa kali, lalu menyahut, "Aku nggak apa-apa.""Maaf, tadi aku nyetir sambil melamun," ujar Lambert meminta maaf.Brielle tahu dirinya juga bersalah. Dia menenangkan, "Bukan sepenuhnya salahmu. Tapi kalau lagi nyetir, jangan sampai

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 194

    Brielle seolah tidak peduli lagi dengan ucapan Raline. Dia mentertawakan dirinya sendiri dengan berkata, "Kalau hidupku bisa diulang sekali lagi, aku nggak akan pernah melakukan kebodohan ini."Raline mencibir dan hendak melanjutkan kata-katanya, tetapi tiba-tiba dia melihat sebuah sosok yang tinggi

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status