LOGIN"Di kehidupan pertama, suamiku bunuh diri demi adik tiriku. Di kehidupan kedua, aku kembali untuk memastikan mereka mencicipi neraka yang pernah aku lalui." Tiffany Sinclair mati dalam pengkhianatan. Saat ia berlari menuju suaminya, Christian Ashford, ia justru mendapati pria itu meregang nyawa dengan sepucuk surat cinta yang ditujukan untuk adik tirinya. Tiffany menutup mata dengan membawa luka yang tidak termaafkan. Namun, takdir memberinya kesempatan kedua. Ia terbangun tepat di hari perjodohan yang akan menentukan masa depannya. Tanpa ragu, Tiffany "memberikan" Christian kepada adik tirinya yang tamak. Sebagai gantinya, ia menjatuhkan pilihan pada Ethan Vance—rival bisnis terkejam yang paling dihindari semua orang. Pernikahan ini hanyalah kontrak lima tahun di atas kertas. Namun, Ethan Vance adalah predator yang tidak pernah melepaskan mangsanya. Di balik topeng dingin sang mafia, Ethan justru menjadi tembok pelindung yang tak tertembus. Saat musuh mengepung dan masa lalu mencoba merobek kebahagiaannya, Ethan membuktikan bahwa ia rela membakar dunia demi satu-satunya wanita yang ia miliki. Sementara Tiffany kini berdiri di puncak kekuasaan sebagai Nyonya Vance yang tak tersentuh, pasangan lama itu perlahan jatuh dalam kehancuran yang mereka buat sendiri. Apakah Tiffany akan membiarkan kontrak itu berakhir, atau justru membiarkan sang Tiran Mafia mengunci hatinya selamanya?
View MoreKekagetannya menguap berganti pendar binar ketertarikan yang membakar sepasang mata Julian Prescott. Rasa nyeri di pergelangan kakinya mendadak lenyap begitu saja, tergilas oleh pesona keindahan dingin sosok dokter muda di samping brankarnya.Laki-laki tampan itu membetulkan posisi duduknya sedikit, menegakkan punggungnya yang tegap sembari menyunggingkan senyuman miring memikat. Senyuman khas yang biasa digunakannya untuk memikat para model papan atas dan wanita kalangan atas kini dipajang penuh percaya diri."Selamat malam juga, Dokter yang sangat cantik," panggil Julian dengan nada suara berat mengalun ramah, sengaja memasang intonasi serak yang memikat. "Saya rasa rasa sakit di kaki saya baru saja berkurang lima puluh persen hanya karena melihat Anda masuk ke ruangan ini."Tiffany sama sekali tidak merespons rayuan murah tersebut. Wajah cantiknya tetap datar tanpa ekspresi, sepasang mata beningnya menatap lurus ke arah pergelangan kaki kanan Julian yang membengkak kemerahan di
Langkah kaki Tiffany Sinclair terayun ringan menyusuri lantai pualam lobi utama Rumah Sakit Medika Utama. Udara dingin yang mengusung aroma khas antiseptik dan cairan pembersih kental merayap masuk memenuhi rongga dadanya, menyebarkan rasa lega yang teramat sangat.Menghirup kembali bau tajam yang akrab ini terasa bagaikan oase di tengah padang pasir bagi jiwanya yang tertekan. Dua minggu terkurung di dalam ruang perawatan sayap timur mansion megah milik Ethan Vance telah memeras habis energi mentalnya hingga ke titik terendah.Di tempat ini, di tengah riuk pikuk kesibukan instalasi gawat darurat yang tak pernah tidur, Tiffany merasa menemukan kembali jati dirinya yang sejati. Dia bukan lagi seorang wanita terikat kontrak yang harus menghadapi sandiwara manipulatif seorang penguasa dunia bawah, melainkan seorang dokter spesialis gawat darurat yang memegang kendali penuh atas hidup dan kesehatan para pasiennya."Selamat datang kembali, Dokter Tiffany! Kami benar-benar merindukan ta
Konfrontasi tajam dengan stetoskop malam itu menjadi titik balik yang menghentikan seluruh sandiwara konyol Ethan. Tidak ada lagi keluhan rasa ngilu di tulang selangkang, tidak ada lagi rintihan otot lengan yang mendadak lumpuh, dan tidak ada lagi pancingan soal rasa terbakar di dalam dada.Sepuluh hari berikutnya berlalu dengan ritme medis yang jauh lebih masuk akal. Tiffany Sinclair tetap menjalankan kewajibannya sebagai penanggung jawab perawatan pasca-operasi dengan ketelitian tingkat tinggi, namun seluruh interaksinya dibatasi ketat oleh batas-batas profesionalisme yang tidak tertembus.Hari keempat belas pasca-penembakan akhirnya tiba. Sinar matahari pagi menembus kaca jendela besar sayap timur, membiaskan pendaran terang di atas permukaan lantai marmer yang bersih.Tiffany berdiri tegap di samping tempat tidur raksasa, mengayunkan gunting bedah steril dengan gerakan terampil. Jarinya yang terbungkus sarung tangan lateks menarik simpul benang jahit terakhir dari kulit dada k
Hasil perhitungan dari pengamatan fisik langsung tidak pernah berbohong, sekeras apa pun usaha seseorang menyembunyikan kebenaran. Angka jarum detik di pergelangan tangan kiri Tiffany bergerak konsisten, menghitung setiap ketukan aliran darah yang membalut ujung jarinya dengan ketepatan tanpa cela.Denyut nadi Ethan berada tepat di angka tujuh puluh dua kali per menit. Ketukannya sangat teratur, berirama mantap, bergelombang kuat, dan berada di batas normal manusia paling sehat di muka bumi. Tidak ada sedikit pun tanda kemerosotan fungsi tubuh, tidak ada gangguan irama jantung, dan sama sekali tidak ada tanda rasa sakit hebat tingkat tinggi seperti yang digembar-gemborkan Ethan selama empat hari terakhir ini.Tiffany melepaskan gagang karet stetoskop dari kedua telinganya dengan gerakan yang amat pelan dan teratur. Dia menarik piringan logam dingin dari atas dada bidang Ethan, lalu membiarkan alat medis itu tergantung santai di sekeliling lehernya.Dokter muda itu mendongakkan kep
Beatrice meletakkan cangkir tehnya dengan denting yang halus namun tajam, lalu meraih tangan Chloe yang masih terulur manja ke arah Arthur. Tatapannya tertuju lurus pada suami yang kini tampak bimbang di bawah pengaruh kata-katanya. Dia mengusap punggung tangan Chloe dengan penuh kasih sayang yang
Tiffany menarik napas panjang, menata detak jantungnya agar tetap stabil sebelum melangkah keluar dari kamar. Setiap langkahnya menuruni tangga pualam terasa begitu nyata, membawa ingatan menyakitkan sekaligus harapan baru yang menyala terang. Suara tawa samar dari ruang keluarga terdengar semakin
Kegelapan abadi yang pekat dan menyesakkan menyelimutinya setelah letusan pistol kedua menggema di ruang kerja Christian Ashford. Suara itu seolah merobek ruang dan waktu, meninggalkan keheningan total yang membekukan jiwa Tiffany Sinclair. Dia merasakan kesadaran dirinya perlahan memudar, hancur
Mata Tiffany melekat pada laras pistol dingin yang sekarang tertaut kencang di genggamannya. Di kehidupan ini, laras itulah yang baru saja meletupkan nyawa suaminya. Dia menarik napas, dadanya terasa sesak saat dia memaksa dirinya untuk memfokuskan pandangan pada secarik kertas di meja yang kini t
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews