LOGINDivya Mahesa memiliki hidup yang terkekang, keluarganya bukan seperti keluarga orang lain. Setiap hari musuh mengintai. Setelah kejadian di mana dia diculik oleh musuh keluarganya, kakak tertuanya memutuskan menambah pengawal untuk menjaga Divya meskipun wanita itu menentangnya habis-habisan. Dan yang membuat Divya semakin meradang, pengawal yang ditunjuk oleh kakaknya adalah orang yang pernah menciumnya secara paksa.
View MoreSetelah satu malam menginap di vila pribadi Xavier, keduanya memutuskan untuk pergi ke Bali, menginap di vila keluarga pria itu. Divya sedang menikmati pantai yang indah saat Xavier memeluknya dari belakang.”Apa yang kamu pikirkan sekarang?””Kita,” Divya menoleh dan tersenyum, “aku memikirkan kita.” Dagu Xavier bertumpu di bahu wanita itu, mengecup bahu itu dengan lembut dan menarik tubuh Divya merapat ke dadanya. “Apa ini nyata, X?””Sangat nyata, Sayang.””Kita benar akan menikah?” Divya mengangkat tangan ke atas, menatap cincin berlian yang diselipkan Xavier di jarinya pada pagi hari dia terbangun di pelukan pria itu dengan perasaan yang luar biasa. Seolah luka yang menghimpit dadanya selama satu bulan belakangan menghilang begitu saja. Divya merasa tubuhnya begitu ringan seolah dia melayang.”Ya. Kita akan menikah.” Xavier meraih tangan itu dan menggenggamnya, membawanya ke mulut untuk dicium. “Kamu akan menjadi Nyonya Xavier Frederick.”Bahagia tidak p
Divya tidak mau menunggu lagi, Xavier harus memasukinya sekarang atau dia akan mati. Tangan Xavier membelai payudaranya, mencubit putingnya yang menegang. Sementara vibrator masih mengguncang vagina Divya di bawah sana, Xavier mengangkangi Divya dan menyelipkan kejantanannya di antara payudara wanita itu, pria itu mulai menggerakkan pinggulnya.Divya tidak pernah membiarkan seorang pria melakukan ini padanya tapi—astaga, melihat kejantanan itu terselip di antara payudaranya, membuatnya semakin terangsang. Napasnya terengah-engah ketika Xavier menambah kecepatannya, bercinta dengan kedua payudara Divya lebih cepat hingga kepala kejantanan itu sesekali mengenai dagu Divya.”Sialan, Sayang, payudaramu begitu lembut,” erangnya. Xavier terus menggerakkan kejantanannya sampai sperma pria itu tumpah membasahi dada Divya.Divya hampir tidak dapat mengatur napasnya ketika orgasme membuatnya terbakar, belum cukup itu semua, Xavier mendorong kejantanannya yang masih mengeluarkan sp
Jagar ikut berdiri dan mengulurkan tangan pada istrinya, tanpa berkata-kata dia menyusul Kivandra menuju pintu keluar.Abhimanyu berdiri, menarik istrinya dengan lembut, kemudian menatap eyang, ayah dan ibunya. “Kalau ada dari kalian yang berani mengusik Divya, akan saya hancurkan kalian tanpa sisa. Saya diam karena Divya lah yang bersikeras ingin menerima perjodohan meskipun dia tidak menginginkannya. Sekarang dia sudah bebas. Jadi jangan pernah usik adik saya lagi atau saya akan dengan senang hati mengurus tiga pemakaman sekaligus untuk kalian.” Sambil memeluk pinggang istrinya, Abhimanyu membawa Sabhira meninggalkan rumah mewah yang terasa begitu dingin dan kelam. “Aku baru pertama kali ini melihat Kivandra mengamuk,” bisik Sabhira saat berjalan menuju mobil.”Dia berhak melakukannya. Dia sudah dewasa,” Abhimanyu tersenyum, melihat Kivandra menunggunya di mobil. Pria itu memegangi tangan istrinya yang masuk ke mobil lebih dulu dan dia masuk ke dalamnya. Satu mobil la
Di rumah keluarga Mahesa terjadi keributan besar setelah Divya ‘diculik paksa’ oleh Xavier, Killa dan Sabhira hanya duduk sambil menikmati potongan buah, menonton Dahayu dan Arya Mahesa berteriak-teriak marah. Keduanya saling berpandangan lalu tertawa geli tanpa suara.”Kenapa kalian malah di sini dan bukannya mengejar adik kalian?!”Jagar mencomot potongan buah dari piring istrinya sementara Abhimanyu menerima suapan dari Sabhira. Kivandra duduk paling jauh sambil makan roti.”Well, menurutku—“‘Tidak ada yang meminta pendapat kamu, Kivandra. Jadi diam!” bentak sang ibu.Kivandra melotot. “Fuck!” makinya dengan lantang hingga para tetua menoleh dengan tatapan tajam, terlebih Arya Mahesa yang menggenggam erat tongkatnya seakan ingin melayangkan tongkat itu ke kepala Kivandra, anak bungsu keluarga Mahesa itu melempar rotinya ke lantai. “Kalian semua idiot! Bodoh! Egois! Tidak tahu diri! Manusia biadab! Jahanam—“”KIVANDRA!””Apa?!” Untuk pertama kalinya Ki
Litera cukup ramai malam ini—sepertinya memang selalu ramai setiap malam. Xavier duduk di meja bar sendirian, matanya tidak lepas dari sepasang manusia yang menari di arena dansa. Tangan Divya berada di leher kekasihnya sementara si rambut coklat memeluk pinggang seksi itu. Xavier memicing pada pak
”Aku tidak peduli pada misimu, aku juga tidak butuh pengawal tapi sialnya kakakku berpikir yang sebaliknya. Jadi jangan bersikap seolah-olah aku ini anak buahmu. Meskipun kamu pengawalku, kamu tidak berhak mencampuri urusan pribadiku. Mengerti, Bajingan?”Keduanya saling bertatapan dengan mengirimk
Sepanjang perjalanan menuju kantor Divya, Xavier bernapas dengan perlahan-lahan, berusaha untuk tidak memasukkan terlalu banyak oksigen ke dalam paru-parunya karena oksigen itu telah tercemar oleh parfum Divya. Setiap kali dia menarik napas, rasanya seperti tercekik dan itu membuat Xavier merasa ba
”Tembok di belakang harus dipasang kawat pelindung,” ucap Xavier saat masuk ke dalam ruang makan. Divya sedang sarapan dan Bu Ani melayaninya. Kepala pelayan rumah itu juga menyiapkan sarapan dan secangkir kopi untuk Xavier. Namun Xavier hanya berdiri dan bersandar di dekat meja hias. Bersedekap me












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews