공유

Bab 525

작가: Ayesha
Hati Nanik terasa hangat. Brielle memang gadis yang tahu cara menghargai orang lain.

"Baiklah, kalau begitu saya pamit dulu, ya. Jangan lupa makan yang banyak," ujar Nanik sambil tersenyum lalu berjalan keluar.

Memang, siang itu Brielle belum sempat makan banyak. Saat sedang menikmati kue yang dibawa Nanik, terdengar suara terkejut dari luar pintu. "Pak Raka? Anda mencari Brielle?"

Itu suara Zondi.

"Nggak." Suara berat dan datar Raka menyusul sesaat kemudian.

Zondi memandang heran saat melihat R
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (2)
goodnovel comment avatar
ratna juita
good brei... menghilang dari kehidupan Raka keluar dr laboratorium milik raka, biar tau rasa si Raka, muak dengan misteri kehidupan si Raka
goodnovel comment avatar
Merry Ongko
jelas lah..suruh brielle serius..Krn utk Devina ..menjengkelkan
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1112

    "Devina, jangan main trik denganku. Jelaskan padaku, atas dasar apa kamu bisa mendapat saham itu." Faye sudah begitu marah sampai kehilangan kendali. Sikap sopannya yang biasa benar-benar lenyap, yang tersisa hanya kebencian karena hartanya dirampas.Di seberang sana, nada suara Devina menjadi sedikit dingin. "Faye, karena kamu mau tahu, aku akan beri tahu. Itu hadiah dari Raka untukku dan Ayah juga menyetujuinya."Faye membelalakkan matanya dengan tidak percaya. "Apa katamu?""Faye, aku tahu ini sulit kamu terima, tapi ini adalah kompensasi yang Raka berikan padaku," lanjut Devina. "Juga ... uang perpisahan darinya."Kepala Faye kembali berdengung. Devina dan Raka sudah putus? Pantas saja tadi Raka begitu dingin padanya. Jadi, Devina memang tidak mampu lagi mengikat Raka. Namun, menggunakan 13% saham perusahaan sebagai uang perpisahan jelas merugikan dirinya. Bagaimana mungkin dia tidak marah?"Devina, kamu masih punya rasa malu atau nggak? Kamu putus dengan Raka, atas dasar apa kamu

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1111

    Saat rapat berlangsung, Faye duduk di barisan paling belakang. Dia diam-diam menatap ke arah Raka yang duduk di kursi utama. Melihat ekspresinya yang fokus mendengarkan laporan, tidak sekali pun melirik ke arahnya.Seorang elite bisnis seperti Raka, bagaimana bisa tertarik pada Brielle? Saat tahun pertama kuliah, Brielle belum punya pencapaian akademik apa pun, bahkan dulu dia sampai putus kuliah demi cintanya pada Raka.Di dalam rapat, laporan Harvis sangat mengesankan. Beberapa kali Raka bahkan menunjukkan ekspresi puas. Faye memandang Harvis, hatinya semakin tidak rela. Dia sudah berada di sisi Harvis selama dua setengah tahun, tetapi tetap saja tidak pernah mendapat sedikit pun perhatian darinya.Setelah rapat selesai, Faye sengaja menunggu di sudut koridor, berharap Raka akan memperhatikannya dan menyapa lebih dulu. Namun, Raka berjalan bersama Jared melewatinya, bahkan sekilas pun tidak melirik ke arahnya dan langkahnya juga tidak berhenti sedetik pun.Faye berdiri di koridor, me

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1110

    Keesokan paginya.Saat Brielle keluar mengemudi, dia memperhatikan mobil Zakie mengikuti di belakang. Brielle tidak menolak perlindungan ini. Meskipun dia juga bisa menyewa pengawal sendiri, pengawal Raka sudah lama mengikutinya, jadi dari segi tanggung jawab dan kemampuan, mereka sangat bisa diandalkan.Meira sedang menjalani pengobatan obat baru dan Brielle juga tidak punya waktu maupun energi untuk mengurus keamanan sendiri.Siang hari, Brielle menyempatkan diri melakukan panggilan video dengan Harvis untuk membahas beberapa proyek sipil. Saat ini, pengembangan proyek sipil Grup Pramudita sudah jauh melampaui standar perusahaan lain. Dengan dukungan teori dari proyek BCI, kualitas produknya juga kelas satu.Brielle mengagumi ketajaman Raka dalam menilai orang dan arah investasi. Sebagai sosok yang memimpin Grup Pramudita hingga terus berkembang kuat, Raka memang punya keberanian dan kemampuan itu.Saat itu, Harvis berkata, "Aku harus pergi rapat dulu, Pak Raka sudah datang."Brielle

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1109

    Saat makan malam, Brielle tidak terlalu berselera. Dia makan sangat sedikit.Raka melihatnya menghabiskan setengah piring nasi dan langsung meletakkan sendoknya. Di matanya pun terlintas sedikit kesuraman. Dia ikut meletakkan sendok, seolah-olah tidak berniat melanjutkan makan."Tuan Raka, nasinya masih ada, makan lagi ya," ujar Lastri."Nggak, aku sudah kenyang." Raka melambaikan tangan.Kebetulan Anya juga meletakkan sendoknya. Dengan butiran nasi masih menempel di sudut bibir, dia berkata, "Papa, aku sudah selesai."Raka mengambil tisu dan menyeka mulut kecilnya. "Mau Papa temani kamu main lagi?""Mau!" Anya mengangguk cepat.Brielle berdiri. "Aku ke ruang kerja dulu."Lastri melihat Brielle juga makan sangat sedikit. Apa karena hari ini Raka ada di sini, jadi memengaruhi selera makannya?Sebenarnya bukan itu alasannya. Brielle memang sengaja hanya makan sedikit karbohidrat di malam hari, karena rasa lapar bisa membuat pikirannya lebih jernih.Di depan laptop, Brielle sedang mengeti

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1108

    Setelah hening beberapa detik di seberang, terdengar suara rendah Raka. "Ngapain sungkan-sungkan sama aku?""Sudah ya." Brielle langsung menutup telepon.Saat itu, Zakie juga sudah berjalan sampai ke jendela mobilnya. Brielle menurunkan kaca. Zakie berkata dengan wajah penuh rasa bersalah, "Bu Brielle, maaf ya, apa kami tadi bikin kaget?""Lumayan." Brielle mengangguk jujur."Pak Raka khawatir dengan keselamatanmu, jadi kami diminta melindungimu secara diam-diam selama sebulan. Karena takut kamu kepikiran, beliau nggak memberi tahu dari awal," lanjut Zakie. "Pak Raka juga nggak ingin kejadian dua tahun lalu terulang lagi."Brielle tertegun. "Dua tahun lalu ... kalian juga yang melindungiku?"Zakie mengangguk. "Ya. Waktu itu kami dengar Bu Brielle diadang orang suruhan Rinald dari pabrik kimia. Pak Raka langsung menugaskan kami melindungi secara diam-diam sampai Rinald dipenjara dan dipastikan nggak ada ancaman lagi."Brielle benar-benar terkejut. Dia ingat setelah kejadian menegangkan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1107

    Dengan kelicikan dan cara bermain yang dimiliki Brielle saat masih berusia 20-an, jelas dia bukan tandingan Devina. Bahkan bisa jadi dia akan dihancurkan habis-habisan oleh berbagai tipu daya Devina."Terima kasih sudah memberitahuku semua ini," kata Raline sambil mengangguk pada Shindy, lalu dia menambahkan, "Lihat tas ini, kamu suka nggak?"Shindy mengambil tas itu dan langsung terkejut. Matanya berbinar. "Ini nggak bisa dibeli di dalam negeri.""Harus punya koneksi untuk mendapatkannya," jawab Raline.Shindy berpikir, hanya orang dengan status seperti Raline yang bisa mendapatkan barang edisi terbatas yang asli.Setelah Shindy pergi membawa tas itu, Raline duduk sendiri di kafe, menenangkan perasaannya sebelum akhirnya bangkit dan pergi.Meskipun tahu menggali masa lalu Devina hanya akan membuatnya semakin marah dan tersiksa, Raline tetap bersikeras. Dia ingin mengungkap semuanya, ingin tahu seberapa rendah Devina sebenarnya bisa bertindak.Pukul 4.30 sore, mobil Brielle keluar dari

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 808

    Saat Anya menoleh ke arah Papanya, tatapan Brielle menyapu dengan dingin.Raka menangkap pandangan Brielle itu. Dia menunduk, mengusap kepala putrinya dengan lembut, lalu berkata dengan suara hangat, "Anya, malam ini Papa masih ada kerjaan.""Tapi ...." Anya mengerucutkan bibir kecilnya."Gimana kal

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 806

    Pria ini sangat pandai membaca hati orang. Dia tahu bahwa Brielle peduli pada Harvis.Brielle menghubungi nomor internal dan memberi tahu Harvis bahwa malam ini mereka akan membahasnya di rumahnya. Harvis pun menyetujuinya.Pukul 5 sore, Brielle lebih dulu menjemput putrinya untuk pulang. Di perjala

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 807

    Urusannya cukup rumit. Jika Raka tidak mengambil hati para anggota dewan direksi, sangat mungkin mereka akan secara kolektif melancarkan perlawanan. Bagaimanapun, dalam rencana tiga tahun yang dulu dia ajukan untuk meyakinkan dewan, sudah disebutkan soal proyek sipil. Hanya saja Raka memajukan jadwa

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 803

    Jay mengambil segelas wiski yang sudah dituangkan di sampingnya. Dia menenggaknya dalam satu tegukan, lalu menghantamkan gelas itu ke meja. Dia menatap Raka, emosi yang terpendam bertahun-tahun bergolak di matanya."Kamu tahu nggak, betapa sakitnya hatiku saat melihat dari samping? Betapa tidak adil

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status