LOGINAlina Putri tidak pernah menduga hidupnya bakal hancur hanya gara-gara segelas kopi. Dia cuma desainer freelance yang lagi butuh uang, tapi satu keteledoran membuat dia menumpahkan Americano panas ke kemeja CEO Mahendra Group, Arka Mahendra. Dan sialnya, kemeja yang harganya cuma 30 juta, tapi deal yang Alina rusak harganya mencapai dua triliun. Daripada dipenjara karena hutang, Arka kasih Alina pilihan gila yaitu jadi asisten pribadinya selama 90 hari. Tanpa protes, tanpa telat, dan tanpa pernah bawa kopi lagi. Arka dingin, arogan, dan alergi sama orang berisik. Sementara Alina keras kepala, nyebelin, dan tidak pernah takut dalam melawan bos. Awalnya mereka benci setengah mati. Arka memberi perintah, Alina ngedumel. Alina bikin masalah, Arka bikin Alina lembur sampai jam 12 malam. Tapi lama-lama aturan mulai berubah. Kenapa Arka yang selalu marah, malah panik waktu Alina demam kehujanan? Kenapa setiap ada laki-laki yang mendeketi Alina, raut wajah Arka langsung berubah jadi es yang lebih beku? Dan kenapa kontrak 90 hari yang awalnya neraka, sekarang malah terasa kayak surga? Sayangnya, dunia CEO tidak segampang itu. Mantan tunangan Arka datang lagi dan menganggap Alina cuma mainan bahkan keluarganya pun tidak merestui. Dan rahasia masa lalu Arka mengancam menarik mereka berdua ke jurang. Dari benci jadi risih, dari risih jadi cemburu, dari cemburu jadi nggak bisa hidup tanpa satu sama lain. 90 hari awalnya cuma denda, tapi pada akhirnya, siapa yang sebenarnya terjebak? Simak, dan ikuti jalan ceritanya sampai akhir!
View MoreSetelah Nadia diusir, Arka memutuskan satu hal.“Kita liburan. Dua minggu. Nggak ada HP kerja, nggak ada urusan kantor, nggak ada bodyguard. Cuma kita bertiga.”Tempat yang mereka pilih adalah Bali. Sebuah vila privat di Ubud, tersembunyi di tengah hamparan sawah dan jauh dari keramaian.Aman. Tenang. Sempurna. Setidaknya, begitulah yang Arka pikirkan.Hari KetigaSemuanya berjalan sempurna.Pagi hari, mereka bermain di sawah. Siang hari, berenang bersama. Malamnya, mereka membakar ikan di halaman vila sambil menikmati udara malam yang sejuk.Melati tak berhenti tertawa. “Papa! Mama! Lihat! Ada kupu-kupu!”Arka tersenyum melihat putrinya berlari-lari kecil mengejar kupu-kupu. Kemudian, tatapannya beralih kepada Alina yang sedang duduk sambil memperhatikan Melati.“Lin...” panggil Arka pelan.Alina menoleh. “Iya, Pak?”“Maaf, ya. Lama banget kita nggak punya waktu seperti ini.”Alina tersenyum. “Ngomong apa, Pak? Ini surga.”Arka ikut tersenyum. Untuk pertama kalinya setelah sekian lam
Dito Kurnia sudah di sel selama 5 tahun. Tapi 2 hari sebelum sidang, dia minta bertemu Arka. "Pak, saya mau membicarakan sesuatu," kata Dito lewat HP tahanan. "Saya tidak ada urusan lagi dengan anda," ujar Arka. "Ada Pak," ucap Dito. "Saya mau bicara jujur. Saya tidak sendirian dalam menyebarkan jadwal anak Bapak." Arka diam. Tangannya di meja ngepal. "Lanjut." "Ada yang bayar saya 5 miliar Pak," jelas Dito. "Untuk membuat Bapak takut dan ,,, membuat Bapak jual saham murah." "Siapa?!" tanya Arka. "Saya tidak tahu namanya," Dito. "Tapi kita bertemunya di villa. Suaranya ,,, suara perempuan." Klik. Telepon mati. Malam itu Arka tidak tidur sama sekali. "Cewek?" tanya Alina mencoba membuka teka teki. "Apa itu Seraphina?" "Nggak mungkin," bantah Arka. "Dia di sel super maximum. Nggak ada ponsel di sana." "Lalu siapa?" tanya Alina bingung. Arka melihat CCTV villa yang Dito sebut. Dari 3 bulan lalu. Di pause. Di zoom. Siluetnya rambut panjang memakai jaket hitam, tapi tidak
Satu bulan setelah trauma, hidup Arka mulai normal lagi. Pulang dari kantor seperti biasa lagi dan menghabiskan waktu bersama Melati."Progres bagus Pak," puji Dr. Rina. "Tapi jangan dipaksa." Tapi tenangnya hidup seorang CEO, ibarat air dilautan luas. Nampak tenang dipermukaan, tapi tidak di dalamnya. Sampai suatu hari, di pagi yang cerah sebuah surat sampai di tangan Arka Mahendra tanpa memakai amplop. Tertera tulisan singkat di atas secarik kertas tersebut. "Kalau mau anak kamu aman, jual 20% saham Mahendra ke saya. Harga saya yang menentukan. Saya beri waktu 3 hari." Tanpa nama. Tanpa tanda tangan. Tangan Arka langsung dingin. Napas tersengal. Tatapannya langsung melihat ke arah foto Melati yang ada di atas meja. "Pak, ini ancaman," ujar Hendra yang juga melihat kertas tersebut. "Iya," jawab Arka pelan. Traumanya Arka kembali dibangunkan oleh seseorang. Malam itu Arka tidak pulang dari kantor seperti biasa lagi. Dia pulang tengah malam. Alina yang sedang menunggu suaminy
Seminggu setelah Richard dipenjara, semua aman. Tapi Arka yang berubah. Dia tidak pernah ke kantor. Dia di rumah 24 jam. "Pak, kamu harus kerja," kata Alina di suatu waktu. "Kerja juga bisa dari sini," Arka. "Saya tidak mau pergi kemana-mana." Arka jadi terlalu berlebihan dalam menjaga Melati. Kemanapun Melati pergi, Arka ikut. Sampai ke kamar mandi juga Arka ikut. "Pa ,,," Melati. "Papa kok ikut aku terus sih?" "Papa menjaga kamu, Nak," jawab Arka santai. Malamnya Arka tidak tidur. Dia duduk di kursi depan kamar Melati. CCTV 16 titik dia lihatin semua penuh kewaspadaan. Di pagi hari, Melati tiba-tiba demam. Tubuhnya panas, wajah mungilnya juga terlihat pucat Arka panik. "Cepat panggil Dokter. Sekarang! Atau panggil ambulans." "Pak, cuma demam biasa," kata Alina menenangkan suaminya. "Sudah biasa. Jangan panik begitu.""Nggak ,,, nggak. Kali ini demamnya beda." Tanpa berpikir panjang lagi, Arka langsung menggendong Melati ke rumah sakit. "ANAK SAYA. TOLONG. DOKTER TOLONG."






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.