TERBELENGGU CINTA SANG CEO

TERBELENGGU CINTA SANG CEO

last updateLast Updated : 2026-07-07
By:  lyns_marlynUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
5Chapters
12views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Alina Putri tidak pernah menduga hidupnya bakal hancur hanya gara-gara segelas kopi. Dia cuma desainer freelance yang lagi butuh uang, tapi satu keteledoran membuat dia menumpahkan Americano panas ke kemeja CEO Mahendra Group, Arka Mahendra. Dan sialnya, kemeja yang harganya cuma 30 juta, tapi deal yang Alina rusak harganya mencapai dua triliun. Daripada dipenjara karena hutang, Arka kasih Alina pilihan gila yaitu jadi asisten pribadinya selama 90 hari. Tanpa protes, tanpa telat, dan tanpa pernah bawa kopi lagi. Arka dingin, arogan, dan alergi sama orang berisik. Sementara Alina keras kepala, nyebelin, dan tidak pernah takut dalam melawan bos. Awalnya mereka benci setengah mati. Arka memberi perintah, Alina ngedumel. Alina bikin masalah, Arka bikin Alina lembur sampai jam 12 malam. Tapi lama-lama aturan mulai berubah. Kenapa Arka yang selalu marah, malah panik waktu Alina demam kehujanan? Kenapa setiap ada laki-laki yang mendeketi Alina, raut wajah Arka langsung berubah jadi es yang lebih beku? Dan kenapa kontrak 90 hari yang awalnya neraka, sekarang malah terasa kayak surga? Sayangnya, dunia CEO tidak segampang itu. Mantan tunangan Arka datang lagi dan menganggap Alina cuma mainan bahkan keluarganya pun tidak merestui. Dan rahasia masa lalu Arka mengancam menarik mereka berdua ke jurang. Dari benci jadi risih, dari risih jadi cemburu, dari cemburu jadi nggak bisa hidup tanpa satu sama lain. 90 hari awalnya cuma denda, tapi pada akhirnya, siapa yang sebenarnya terjebak? Simak, dan ikuti jalan ceritanya sampai akhir!

View More

Chapter 1

1. Kopi 2 Triliun

Gedung Mahendra Group Tower.

Tempat orang miskin seperti Alina Putri yang tidak seharusnya berada di sini. Tapi hari ini, Alina malah berada di dalam gedung itu karena butuh uang. Butuh banyak uang.

"Presentasi dimulai, Miss Putri," suara itu memotong.

Arka Mahendra, CEO yang dijuluki Raja Es. Miliarder 27 tahun yang bikin semua wanita di Jakarta jadi gila, dan semua pria di Jakarta jadi iri.

Dia duduk di ujung meja memakai jas hitam mahal dihiasi dasi biru dongker. Wajah tanpa ekspresi yang membuat auranya mengalahkan dinginnya AC.

Alina menelan saliva, tenggorokannya mendadak kering. "I,,,iya Pak."

Alina membuka laptop disertai jantung yang berdebar kencang. Portofolio ini penentu hidupnya. Kalau gagal, dia balik ke kos yang bocor.

"Klien kita dari Singapura sudah menunggu. Jangan buang waktu," kata Arka.

"Siap Pak," Alina langsung berdiri. Terlalu terburu-buru melangkah.

Dan sialnya, kakinya malah nyangkut di kabel.

"Tidaaak!"

Satu detik.

Gelas kopi Americano di meja saji terangkat. Berputar di udara. Lalu ,,,

Srek.

Cairan hitam panas tumpah tepat ke dada kemeja putih Arka menghasilkan noda besar, basah dan menguap.

Dunia hening.

Tiga orang bule dari Singapura membelalak. Dua puluh staf Mahendra Group menahan napas.

Pak Riko, asisten Arka, wajahnya sudah putih seperti hantu.

Alina membeku. Otaknya kosong. "Aku mati. Aku beneran mati."

Arka menunduk melihat kemejanya lalu menatap Alina.

Tatapan itu kosong tanpa amarah dan tanpa kasihan, tapi tatapan itu lebih mengerikan dari sekedar ditampar.

"Maaf! Maaf banget Pak!" Alina reflek mengambil tisu. Tangannya gemetar. "Saya ganti! Berapa harganya? Sepuluh juta? Saya cicil!"

"Jangan sentuh," suara Arka dingin namun penuh penekanan.

Alina mematung. Tisunya berhenti 2 cm dari dada Arka.

"Kamu tahu, ini kemeja harganya berapa?" tanya Arka lalu dia berdiri menjulang sampai bayangannya menutupi Alina.

"E,,em ,,, 10 juta?" Alina menebak harga kemeja paling mahal yang dia tahu.

Arka malah ketawa. Ketawa tanpa suara. "Kemeja ini 30 juta. Tapi itu bukan masalahnya."

Dia melangkah mendekat.

"Kamu baru saja menumpahkan kopi saat presentasi penutupan deal senilai dua triliun rupiah," Arka menunjuk klien Singapura yang sekarang wajahnya nggak enak. "Kerugian kamu nggak bisa dihitung dengan uang kemeja, Miss Putri."

Dua triliun.

Kata itu mendarat di kepala Alina seperti palu godam. Lututnya langsung lemas seakan tak bertulang.

"Sa-saya bisa kerja gratis seumur hidup," kata Alina putus asa. "Saya mohon Pak, jangan laporin saya."

Beberapa staf menutup mulut. Mau ketawa tapi takut.

Arka tidak ketawa. Dia malah menyipitkan mata. Menilai Alina dari atas sampai bawah yang memakai blazer kebesaran, rambut berantakan dihiasi wajah panik.

Menarik.

"Memecat kamu tidak akan menutupi kerugian dua triliun," kata Arka pelan. "Jadi kita pakai cara lain."

"Cara apa?" Alina mundur selangkah.

"Mulai Senin," Arka mengangkat tiga jari. "Kamu jadi asisten pribadi saya."

"Hah?" Alina mengerutkan dahi. "Saya desainer Pak, bukan babu."

"Salah," Arka mengambil tablet lalu menunjuk layar. "Kontrak freelance kamu. Pasal 8 ayat 3 yaitu bersedia melakukan pekerjaan lain sesuai kebutuhan perusahaan."

Alina ingat. Dia tanda tangan tanpa baca. "Bodoh. "Bodoh banget," rutuknya dalam hati.

"90 hari," lanjut Arka. "Ikut saya kemana-mana. Meeting. Dinner. Lembur. Tanpa protes. Tanpa telat. Tanpa kopi lagi."

"Gila," protes Alina. "Itu perbudakan modern."

"Itu denda," balas Arka. "Pilihan kedua yaitu tim legal kami tagih kamu 2 triliun. Sekarang juga."

Itu pemerasan. Dengan dasi dan kemeja basah.

Alina mengepalkan tangan. Harga dirinya teriak "tolak". Tapi utang kosnya, utang ibunya di rumah sakit, semua teriak "terima".

Dia kalah.

"Baik," katanya kalah. Suaranya kecil. "Saya terima. 90 hari."

"Bagus," Arka berbalik. "Riko, urus kontrak baru. Miss Putri mulai kerja Senin jam 7.30. Terlambat satu menit, saya potong gaji."

"Gaji? Saya digaji?" Alina langsung hidup lagi.

"Minimum UMR," kata Arka tanpa menoleh. "Anggap uang jajan budak."

Kasar, tapi Alina lega karena ada uang.

Arka berjalan ke pintu. Jasnya sudah dia lepas dan dilempar ke Riko. Dia mau ganti baju.

Sebelum pintu tertutup, dia berhenti. Menoleh ke Alina.

"Dan satu lagi, Miss Putri."

"Apa, Pak?"

"Jangan pernah pikir kamu bisa main-main dengan saya," mata Arka menatap tajam. "90 hari ini neraka untuk kamu."

Setelah itu Arka pergi, pintu kemudian ditutup.

Duar.

Seluruh ruangan langsung heboh. Bisikan dimana-mana.

Alina masih berdiri kaku dengan gelas kosong di tangan.

Pak Riko menghampiri Alina. "Selamat datang di neraka, Nona. Maksud saya, Mahendra Group."

Alina menatap noda kopi di lantai. "Dua triliun," gumamnya. "Gara-gara kopi 20 ribu."

Alina mengangkat wajah. Matanya menyiratkan kekesalan.

"Neraka ya? Kita lihat, siapa yang bakal terbakar duluan, Pak CEO."

Sementara di dalam lift, Arka melepas dasinya. Wajahnya terlihat sangat kesal.

Dia tidak marah karena kopinya. Dia marah karena cewek itu berani menatapnya balik bahkan berani melawan.

Dan itu mengganggu. Bagi Arka itu sangat mengganggu.

"90 hari," gumamnya. "Cukup untuk bikin kamu kapok."

Tapi Arka tidak tahu. 90 hari itu ternyata tidak akan pernah cukup.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
5 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status