Share

BAB 202

Author: Langit Parama
last update Last Updated: 2026-02-01 07:41:24

“Apa?” Sekar berdiri dari duduknya, wajahnya memucat. “Tidak mungkin.” Ia menggeleng kuat. “Jangan berbohong, Radja.”

Radja belum selesai.

“Dan Kaisar,” katanya tenang, namun mematikan, “Mengetahui kebenaran itu, sejak awal.”

Kaisar membulatkan matanya.

Tatapan Sekar beralih cepat pada Kaisar. “Kaisar?” suaranya bergetar. “Katakan ini bohong.”

Kaisar terdiam. Tak ada penyangkalan.

Sekar menoleh tajam ke arah Radja. Tatapannya keras, penuh tekanan. “Kamu tahu, kan, kalau kamu tidak boleh b
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 297

    “Ibu ….” gumam Ratu sambil mengucek matanya. Ia terbangun di atas ranjang empuk yang terasa asing—terlalu empuk, terlalu luas. Tidurnya begitu nyenyak hingga tanpa sadar pagi sudah merambat ke pukul delapan. “Aku di mana?” bisiknya bingung. Ratu buru-buru duduk. Kepalanya masih berat dan mengantuk, ingatannya belum sepenuhnya tersusun. Semalam terlalu banyak hal terjadi—atau justru tak sempat ia cerna. Yang ia tahu, ini bukan kamar kecil mereka dulu. Rasa takut merayap pelan. Dengan mata berkaca-kaca, Ratu turun dari ranjang, berjalan tertatih ke arah pintu kamar yang terbuka. “Ibu …,” isaknya pecah. “Ibu … Ibu.” Di kamar lain, Djiwa masih terlelap. Tubuhnya terasa hangat, nyaman—terlalu nyaman. Ketika ia membuka mata, napasnya tercekat. Radja. Lengan pria itu melingkar di pinggangnya, memeluknya

  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 296

    “Saya sudah tanyakan langsung pada Sultan setelah kamu bicara siang tadi,” ucap Radja, nadanya tegas namun tertahan. Djiwa menelan ludah dengan susah payah. “Terus?” “Sultan mengaku,” jawab Radja tanpa bertele-tele. “Dan dia juga mengakui kalau Mami yang memintanya melakukan semua itu.” Djiwa memalingkan wajah. Bahunya bergetar. Air mata jatuh tanpa bisa ditahan, membasahi pipi yang sejak lama menyimpan luka. “Saya juga korban,” lanjut Radja, suaranya kini lebih rendah, hampir berbisik. “Saya benar-benar tidak tahu apa-apa.” Ia menarik napas panjang, seolah sedang mengumpulkan keberanian. “Saya minta maaf, Djiwa. Karena saya terlambat tahu. Kalau sejak awal kamu bicara, bukan pergi begitu saja, saya pasti bantu kamu.” Djiwa terkekeh pahit, lalu menoleh dengan tatapan tajam yang dipenuhi kecewa. “Tapi kamu juga sama, M

  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 295

    “Kasurnya empuuuk ….” Ratu terus meloncat di atas kasur besar itu, tawanya renyah, matanya berbinar penuh kebanggaan—seolah dunia barunya benar-benar nyata. Kemewahan yang baru ia rasakan hari ini seharusnya menjadi miliknya sejak bayi, seperti dua saudara lain yang ia kenal namun tak tahu kalau mereka saudara kembar. Radja melangkah mendekat, lalu menarik lengan kecil itu sebelum lompatannya semakin liar. “Jangan kenceng-kenceng, nanti jatuh,” katanya sambil mendudukkan Ratu di pangkuannya. Ratu tertawa kecil, lalu bersandar nyaman. “Seru, Daddy. Soalnya kasur di rumah lama itu keras, gak empuk,” adunya sambil matanya berkeliling. “Kamarnya gede banget. Lampunya banyak. Dapur sama WC juga jauh, gak nyatu.” Radja tersenyum tipis, ada bangga yang tak ia sembunyikan.

  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 294

    Mobil yang Radja minta akhirnya datang juga. Sebuah Alphard putih berhenti tepat di depan gang rumah petak itu, mobil yang dulu ia beli khusus untuk Djiwa, agar istrinya nyaman setiap kali bepergian. Kilau catnya masih sama, bersih dan elegan, sangat kontras dengan gang sempit yang mengelilinginya. Radja memang terpaksa memanggil mobil itu. Mobil sport yang ia kendarai sebelumnya tak cukup lapang untuk menampung barang-barang Ratu dan Djiwa. Pintu mobil terbuka. Sopir turun lebih dulu, membungkuk hormat. “Silakan, Tuan.” Djiwa berdiri kaku, menatap mobil itu lama. Matanya menyapu dari velg, pintu geser otomatis, hingga interior mewah yang sekilas terlihat dari luar. Dadanya naik turun pelan, seolah sedang berperang dengan pikirannya sendiri. Radja tak mendesak. Ia hanya mengulurkan tangan pada Ratu lebih dulu. “Ayo, Nak.” Ratu langsung menyambar tangan ayahnya dengan senyum lebar, lalu menoleh ke Djiwa. “Mommy ikut, kan? Daddy bilang rumahnya gede.” Djiwa terdi

  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 293

    “Cie … Daddy sama Ibu—eh, sama Mommy so sweet,” goda Ratu riang dari dalam gendongan Djiwa, matanya berbinar menatap Radja yang barusan mengecup kening ibunya. Djiwa terperanjat. Matanya membulat, napasnya tertahan. Sementara Radja sudah menarik diri, memasang senyum tipis—tenang, seolah apa yang barusan terjadi hal paling wajar di dunia. “Mommy udah sadar, kan, kalau itu Daddy?” seru Ratu antusias. “Ini Daddy, Bu. Daddy udah pulang dari kerja jauh.” “Iya, sayang,” Radja menimpali lembut sambil mengusap puncak kepala putrinya. “Mommy kamu cuma kaget.” Tatapannya beralih pada Djiwa, suaranya tetap tenang. “Bayangkan saja, Daddy pergi kerja jauh sejak kamu masih bayi. Daddy juga salah karena tidak pernah memberi kabar. Wajar kalau Mommy kamu lupa, dan mungkin kecewa.” Bibir Ratu mencebik, lalu menatap ibunya penuh harap. “Mommy jangan marah, ya. Daddy udah minta maaf. Terus Ratu di

  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 292

    “Ratu … Ratu, Ratu,” panggil Djiwa berulang kali begitu memasuki rumah sepetak itu. Suaranya menggema di ruang sempit yang menyatukan kamar, dapur, dan kamar mandi dalam satu tarikan napas kehidupan mereka. Namun rumah itu kosong. Terlalu kosong. Tak ada tawa kecil. Tak ada langkah kaki berlari. Hatinya langsung mengerat. “Jangan-jangan masih di taman,” gumamnya lirih. Tanpa sempat berganti alas kaki, Djiwa kembali melangkah cepat menuju angkringan dekat taman—tempat Ratu biasa bermain sebelum senja. Keramaian menyambutnya. Asap makanan mengepul, suara tawa bercampur musik pelan. Beberapa influencer sibuk mengarahkan kamera ke makanan, tertawa riuh, seolah dunia sedang baik-baik saja. Namun mata Djiwa hanya mencari satu hal. Ia menyapu taman dengan pandangan cemas. Empat anak kecil terlihat tertawa di ayunan. Tapi bukan Ratu. “Nggak ada,”

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status