Chapter: BAB 500 : TAMAT SEASON - 2Kini Elvano dan Amel sudah duduk di sebuah ruang private di restoran mahal yang ada di pusat kota. Makan malam sekaligus kencan pertama mereka setelah resmi berpacaran. “Ini ... apa gak terlalu berlebihan kita dinner di sini?” tanya Amel, pada Elvano yang duduk tenang di hadapannya. Mata Amel sesekali bergerak liar ke arah lain, mengamati setiap sudut ruangan mewah tersebut, bukan karena bosan, melainkan karena kegugupan. Meja mereka berada tepat di samping jendela full glass yang menjulang tinggi, memberikan pemandangan yang menakjubkan. Pemandangan dari sana langsung menghadap ke keindahan panorama kota saat malam hari. Gedung-gedung pencakar langit menjadi hamparan yang memanjakan mata, di mana lampu-lampu terang dari gedung-gedung perkantoran dan rumah-rumah di bawah sana berkelip layaknya bintang yang jatuh ke bumi. Suasana remang restoran dan gemerlap kota menciptakan kontras yang dramatis, menambah nuansa romantis namun sedikit mencekam bagi Amel yang pikirannya seda
최신 업데이트: 2025-11-28
Chapter: BAB 499 : Season 2 - Kencan pertamaAmel menatap refleksinya di cermin kamar. Ia mengenakan dress santai yang sudah ia pilih dengan hati-hati. Pikirannya berkelana ke mana-mana, dipenuhi gejolak perasaan yang sulit diurai. Hari ini, Elvano akan menjemputnya untuk kencan resmi—sebuah langkah besar setelah mereka menghabiskan waktu pendekatan intens selama sebulan terakhir, lalu resmi berpacaran. "Aku pantes, gak, ya?" gumamnya pada bayangan di cermin. Perasaan ragu itu datang menyerbu, bukan karena Elvano, tapi karena dirinya sendiri. Usianya terpaut dua tahun lebih tua dari Elvano, dan ia pernah melalui serangkaian konflik besar yang melibatkan keluarga Elvano. Ia merasa terbebani oleh masa lalunya dan tidak yakin apakah ia layak menerima ketulusan pemuda itu setelah pernah membuat adiknya membencinya. "Dia terlalu baik. Sedangkan aku cuma ...," Amel menarik napas dalam. “Aku anak biasa, level kita beda jauh. Tapi aku udah nerima dia, gimana dong?” Ia memutar badannya, menilai penampilannya lagi. Amel tahu
최신 업데이트: 2025-11-28
Chapter: BAB 498 : Season 2 - Permintaan maafSatu bulan berlalu pasca persalinan mendebarkan di rumah sakit. Kini, Elvara resmi menyandang gelar sebagai ibu muda di usianya yang sebentar lagi menginjak usia 21 tahun. Elvara duduk di tepi ranjangnya, wajahnya terlihat sedikit kelelahan tetapi memancarkan aura bahagia yang tak terbantahkan. Ia sedang mengamati putra kecilnya yang diberi nama Varrel yang diambil dari nama panggilannya dengan sang suami—Vara dan Darell. Varrel tengah tidur pulas di ranjang bayi di sampingnya. Sesekali bayi mungil menggemaskan itu menggeliat pelan, membuat senyum sang ibu merekah seperti bunga mawar. Kehidupan Elvara telah berubah total. Jadwal tidurnya kini diatur oleh jam menyusui dan tangisan putranya. Tugas kuliah dan tanggung jawab sebagai istri kini ditambah dengan peran sebagai seorang ibu dengan ilmu parenting seadanya. Meskipun ada saat-saat baby blues dan rasa frustrasi, kebahagiaan melihat Varel tumbuh sehat mengalahkan segalanya. “Dia tidur pulas sekali,” bisik Darell, yang
최신 업데이트: 2025-11-28
Chapter: BAB 497 : Season 2 - Elvara siuman“Kenapa dengan istri saya, Bu? Kenapa dia pingsan setelah melahirkan anak kami?” desak Darell pada bidan yang menangani istrinya. Bidan tersebut tersenyum mencoba menenangkan kepanikan Darell. “Tidak perlu khawatir, Pak. Itu sudah biasa dialami oleh ibu hamil setelah melahirkan. Karena kehilangan banyak tenaga.” “Anda yakin?” tatapan Darell menajam, menusuk dan meminta penjelasan. “Tentu saja, Pak. Jangan khawatir, serahkan pada tim medis. Anda silakan mendamping bayi Anda yang sedang dibersihkan darahnya oleh perawat,” kata bidan tersebut, lalu meninggalkan Darell menuju Elvara yang sedang ditangani. Darell berbalik, menatap ranjang pasien di mana sang istri tampak dipasangkan nasa kanul oleh dokter. Hatinya seperti diremas dari dalam, takut terjadi apa-apa pada sang istri. Oek. Oek. Di sisi lain, perawat tengah membersihkan tubuh sang anak sebelum membalutnya dengan selimut agar tidak kedinginan. Darell segera menghampiri dan mengambil alih dari perawat tersebut. “Te
최신 업데이트: 2025-11-28
Chapter: BAB 496 : Season 2 - Tangani ibunya“Mas, bukannya ... dokter bilang persalinannya kurang dua minggu lagi?” tanya Savana pada sang suami sambil berjalan menuju ruang VIP tempat Elvara melahirkan. “Gak harus pas, sayang. Kehamilannya sudah memasuki minggu ke tiga puluh tujuh. Bukannya sudah bisa lahiran?” “Iya, sih,” sahut Savana singkat. Di depan ruang VIP tersebut, Darell sudah menunggu di depan pintu ruangan. Dia memutuskan masuk ketika dokter sudah memanggil dan Elvara pembukaan terakhir. Karena tidak mungkin dia membiarkan keluarganya datang tanpa ada yang menyambut. Dan ketika telinganya menangkap langkah kaki di lorong, ia menemukan kedua mertuanya. “Gimana sama Elvara, Rell?” Savana bertanya dengan nada tak sabaran, hampir berlari menghampir menantunya. “Lagi di dalem, Ma. Dokter bilang mau panggil kalau sudah pembukaan terakhir,” tatapan Darell beralih ke lorong lagi. “Yang lain mana? Vano tidak datang ke sini?” “Vano lagi di jalan mungkin, tadi kita bareng berangkatnya. Tapi dia beda mobil. Kalau
최신 업데이트: 2025-11-28
Chapter: BAB 495 : Season 2 - Meja bersalin“Vara?” gumam Elvano terkejut, begitu juga dengan Amel. Amel dengan cepat menarik genggaman tangannya dari Elvano, dan mundur beberapa langkah untuk menjauh. Kedua tangannya langsung mengusap bahu, canggung. Elvara dengan langkahnya yang lumayan susah payah karena perutnya yang besar, terus menghampiri Elvano dan Amel berdiri. Lalu, berdiri diantara keduanya. “Mau ngapain kakak tadi?” celetuk Elvara sinis. “Nembak Amel?” “Vara, ini bukan urusan kamu,” tegur Elvano tak suka, merasa tak enak dengan Amel. “Udah sana, kamu masuk ke dalem. Di sini nanti kamu bisa masuk angin,” ucapnya lembut. Tapi Elvara tak mengindahkan ucapan sang kakak. Tatapannya lurus pada Amel, “Kamu licik juga ya, ternyata. Bisa-bisanya kamu pake cara licik kayak gini!” Amel membulatkan matanya kaget, terkejut dengan ucapan Elvara yang tak dia mengerti. “Maksud kamu apa, El?” “Gak usah pura-pura polos kamu, Mel. Dasar munafik!” ucapnya tajam. “Vara! Jangan bicara sembarangan!” Elvano kembali menegur.
최신 업데이트: 2025-11-28
Chapter: BAB 423“Jadi alasan sebenarnya aku dulu menolak punya anak, bukan karena aku gak mau ngurus mereka,” ucap Djiwa pelan. Ia menatap lurus ke arah Radja. “Bukan juga karena aku takut tubuhku berubah, atau takut kehilangan kebebasan.” Radja diam, mendengarkan dengan penuh perhatian. “Dan bukan karena aku takut gak bisa memberikan kasih sayang untuk mereka,” lanjut Djiwa lirih. “Justru sebaliknya.” Ia menarik napas dalam. “Aku takut ada perbedaan di antara mereka.” Radja sedikit mengernyit. Djiwa melanjutkan dengan suara yang lebih berat. “Tiga anak kita lahir sebelum kita terikat janji suci pernikahan. Sedangkan yang sekarang …,” tangannya perlahan menyentuh perutnya yang mulai membulat, “Lahir ketika kita udah sah sebagai suami istri.” Ia menelan ludah pelan. “Mas bisa bayangin kalau suatu hari nanti kebenaran itu terbongkar?” Suasana kamar terasa hening. “Kalau itu berubah jadi bumerang di antara anak-anak kita?” lanjut Djiwa. “Gak semua hubungan saudara itu selalu akur, Mas. Dan aku
최신 업데이트: 2026-04-12
Chapter: BAB 422Djiwa masuk ke kamarnya seorang diri. Radja belum menyusulnya karena masih menemani putri kecil mereka yang sejak tadi tak berhenti bercerita di dalam kamar barunya. Rasa penasaran membuat Djiwa akhirnya berjalan menuju kamar utama setelah lebih dulu mengantar Regan dan Naren ke kamar mereka masing-masing. Begitu pintu kamar terbuka, langkahnya langsung terhenti. Ruangan itu luas. Sangat luas. Bahkan terasa lebih lapang dibanding kamar utama yang ada di mansion Reinard maupun penthouse mereka. Tatapan Djiwa perlahan menyusuri setiap sudut ruangan. Di atas kepala ranjang terpajang sebuah foto besar, foto pernikahan mereka. Senyum bahagia di wajahnya dan Radja dalam foto itu seolah menjadi pengingat akan janji suci yang pernah mereka ikrarkan. Djiwa menatapnya beberapa saat. “Bagus,” gumamnya pelan. Ranjang king size berdiri kokoh di tengah ruangan dengan seprai putih lembut. Lampu gantung kristal bergantung anggun di langit-langit kamar, memantulkan cahaya hangat ke seluruh ruan
최신 업데이트: 2026-04-12
Chapter: BAB 421“Wah ….” Ratu menatap takjub pada bangunan megah yang berdiri di hadapannya. Mansion itu benar-benar terlihat seperti rumah dalam bayangannya, rumah besar dengan taman luas yang selama ini hanya bisa ia kagumi dari rumah orang lain. “Ratu gak nyangka Daddy sekaya ini,” ucapnya polos, matanya berbinar penuh kekaguman. "Daddy banyak duitnya, yeay ...!" Radja tertawa pelan melihat ekspresi putrinya. “Iya, Nak,” ujarnya lembut. “Ini semua juga berkat doa kamu dan Mommy.” Di belakang mereka, Regan dan Naren saling melirik. Bagi keduanya, rumah besar bukan lagi hal baru. Sejak kecil mereka sudah terbiasa hidup dalam kemewahan. Namun melihat adiknya begitu bahagia justru membuat keduanya ikut tersenyum. Sementara itu, Djiwa berdiri beberapa langkah di belakang. Ia memandangi Ratu dengan senyum tipis. Entah kenapa, pemandangan itu membuatnya teringat dirinya sendiri beberapa tahun lalu, ketika pertama kali datang ke mansion keluarga Reinard. Rumah besar, kemewahan, dan kehidupan yan
최신 업데이트: 2026-04-12
Chapter: BAB 420Mobil melaju perlahan meninggalkan mansion keluarga Reinard yang megah. Satu per satu mobil para anggota keluarga besar juga mulai keluar dari halaman luas rumah itu, kembali ke kehidupan masing-masing setelah perayaan pernikahan Kaisar dan Karin. Di dalam mobil, suasananya jauh lebih tenang. Radja yang mengemudi sesekali melirik ke arah kursi penumpang di sampingnya. Sejak mereka meninggalkan mansion, Djiwa terlihat lebih banyak diam. Ia mengulurkan tangannya, menggenggam tangan istrinya dengan lembut, sementara tangan satunya tetap mengendalikan setir. “Kenapa, sayang?” tanyanya pelan. Di kursi belakang, ketiga anak mereka masih sibuk bercanda satu sama lain, sama sekali tidak menyadari percakapan orang tuanya. Djiwa menoleh dan tersenyum tipis. “Nggak apa-apa, Mas.” Radja menatapnya sebentar, seolah tahu jawaban itu tidak sepenuhnya benar. “Cerita nanti saja, ya,” ujarnya lembut. “Saya tahu kamu sedang memikirkan sesuatu. Mungkin sesuatu yang membuat kamu tertekan
최신 업데이트: 2026-04-11
Chapter: BAB 419“Tante sangat paham posisi kamu dulu, Djiwa,” ucap Anggun lembut sambil menggenggam tangan keponakan iparnya itu. “Kalau Tante berada di posisi kamu waktu itu, mungkin Tante juga akan pergi meninggalkan Reinard.” Ia tersenyum kecil, penuh empati. “Kamu hebat, masih bisa kembali ke keluarga ini setelah semua yang mereka lakukan pada kamu.” Anggun menepuk pelan punggung tangan Djiwa. “Walaupun Kakak Tante tidak menyukai kamu, Tante tetap akan membela kamu.” Djiwa hanya tersenyum tipis. “Tante juga tidak mengerti dengan Mbak Sekar,” lanjut Anggun dengan nada sedikit heran. “Kenapa dia begitu membenci kamu. Padahal berkat kamu, dia punya cucu laki-laki. Cucu yang sejak dulu dia inginkan sebagai pewaris keluarga Reinard.” Senyum di wajah Djiwa memudar. “Tapi baik Regan maupun Naren … gak ada yang bisa jadi pewaris Reinard, Tante. Menurut hukum.” Anggun terdiam sesaat. Ia menghela napas panjang sebelum mengangguk pelan. “Kamu benar.” Perlahan pandangannya turun ke arah perut
최신 업데이트: 2026-04-11
Chapter: BAB 418Sekar terus memperhatikan cucu perempuannya itu dari atas sampai bawah. Tatapannya menelusuri wajah kecil Ratu yang lebih banyak mewarisi paras Djiwa. Namun matanya jelas milik Radja, tajam dan jernih. Begitu pula dengan warna rambutnya yang pirang keemasan. “Nenek kenapa lihatin Ratu terus?” tanya bocah itu akhirnya. Ia melirik Sekar dari ekor matanya, karena tak berani benar-benar menoleh ketika neneknya berjalan mengitarinya. Sekar berhenti tepat di depan cucunya. “Nenek mau tanya sesuatu sama kamu, Ratu,” ucapnya tenang. Ratu mengangkat kedua alisnya. “Apa kamu takut sama Nenek?” Tanpa ragu, Ratu mengangguk. Sekar menyipitkan mata. “Kenapa takut?” “Karena … karena Nenek galak,” jawab Ratu jujur. “Galak?” Sekar menyunggingkan senyum miring. “Memangnya Nenek pernah marahin kamu?” Ratu menggeleng pelan. “Tapi Nenek pernah marahin Mommy.” Sekar terdiam sejenak, lalu kembali berkata dengan nada yang lebih datar. “Kalau seseorang dimarahi, berarti dia punya s
최신 업데이트: 2026-04-11
Chapter: CHAPTER 400 |Paris menjadi salah satu negara yang dikunjungi oleh Isandro bersama keluarganya. Dan ini adalah pertama kalinya ketiga anak mereka menjejakkan kaki di luar negeri. Penampilan Arby, Yessy, dan Arbil tampak menggemaskan dengan jaket tebal, topi rajut, serta syal yang melingkar rapi di leher masing-masing. Udara dingin Paris membuat pipi mereka sedikit memerah, kontras dengan wajah polos yang penuh rasa penasaran. “Kenapa kita jalan kaki, Pa?” tanya Yessy sambil mendongak ke arah sang ayah yang menggendong Arbil. “Emang Papa gak punya mobil di sini?” Isandro tersenyum kecil. “Lebih seru jalan kaki, Nak. Biar sehat. Lihat tuh, orang-orang Eropa pada jalan kaki semua.” Yessy menoleh ke sekitar, memperhatikan orang-orang yang berlalu lalang dengan santai. “Oh iya,” gumamnya pelan. “Sini,” Arby mengulurkan tangannya ke arah sang adik. “Jalan sama kakak, biar kamu gak ilang.” Yessy menatap tangan kakaknya sejenak, lalu menggenggamnya erat dengan jari-jari kecilnya. “Nah, gitu,
최신 업데이트: 2026-01-30
Chapter: CHAPTER 399 |“Senyum kalau kamu mau nambah anak,” bisik Yessa pelan, tepat di telinga sang suami. Isandro bukan tersenyum—ia justru tertawa lepas, bahunya sedikit bergetar. “Mas?” Yessa membulatkan matanya sambil ikut tertawa kecil. “Aku bilang senyum, bukan ketawa. Kamu gak mau nambah anak, ya?” Isandro menyipitkan mata, menatap istrinya penuh arti. “Emangnya kamu mau?” Yessa menyengir lebar, senyum kuda khasnya muncul. “Enggak, sih. Cukup tiga aja, ya?” “Tiga?” Isandro mengangkat sebelah alis. Tangannya refleks menarik pinggang ramping Yessa, membuat wanita itu duduk di pangkuannya. “Berarti kurang satu lagi. Arby kan anak aku dari istri sebelumnya.” “Tapi Arby itu anak aku juga,” balas Yessa tanpa ragu. Tatapannya lembut, dalam. “Aku udah anggap dia kayak anak kandung sendiri, Mas. Tiga anak cukup.” Isandro terdiam sejenak, lalu mengangguk singkat. “Oke. Terserah kamu, sayang. Kamu yang punya tubuh, aku gak akan maksa. Tiga anak udah cukup. Yang penting, kita kasih mereka kasih sa
최신 업데이트: 2026-01-30
Chapter: CHAPTER 398 |“Jalan, Nak. Kan kamu udah bisa jalan,” ucap Isandro sambil berjongkok, menepuk pelan karpet di depannya. Arbil yang semula merangkak berhenti sejenak. Ia menatap sang ayah ragu-ragu, lalu kembali menumpukan kedua telapak tangannya ke karpet, memilih merangkak pelan. Yessa tersenyum kecil melihatnya. “Dia takut jatuh, Mas. Keseimbangannya belum stabil.” Isandro terkekeh pelan. “Penakut kayak Mamanya,” godanya ringan. Yessa melirik tajam, tapi sudut bibirnya justru terangkat. Ia kemudian menatap sang suami lebih lama, rautnya melunak. “Nanti sore ikut aku, gak?” Isandro langsung menoleh penuh perhatian. “Ke mana?” “Kamu gak ke rumah sakit hari ini?” alis Yessa terangkat. “Bisa aku atur. Ke mana dulu?” balas Isandro cepat. “Kalau memang sore kita pergi, sekarang aku berangkat ke rumah sakit.” “Hari ini Fika keluar dari rumah sakit, Mas. Aku mau jenguk dia. Sekalian ajak anak-anak.” “Fika?” dahi Isandro berkerut sesaat. “Sakit apa?” “Habis lahiran.” “Oh,” Isandro me
최신 업데이트: 2026-01-30
Chapter: CHAPTER 397 |“Raka, kamu jangan deket-deket terus,” keluh Yessy, matanya melirik dingin ke arah bocah laki-laki itu. Langkahnya diperlambat agar tetap sejajar dengan Arsy yang menggenggam tangannya erat. “Aku jalan biasa, gak deket-deket, Ci. Aku juga mau pulang,” balas Raka datar, tanpa mempercepat ataupun memperlambat langkahnya. “Ya udah sana,” Yessy mendorong lengan Raka pelan, memberi isyarat agar bocah itu berjalan lebih dulu. “Eci, gak boleh gitu,” tegur Arsy. Ia justru mengulurkan tangan kecilnya ke arah Raka. “Sini, Raka. Jalan di samping aku aja. Kita gandengan tangan bertiga.” Raka sempat terdiam sesaat, lalu tersenyum tipis sebelum menerima uluran tangan Arsy. Ketiganya pun berjalan beriringan, meninggalkan kelas menuju luar gedung sekolah, siap bertemu orang tua masing-masing yang masih tertib dalam menunggu. Di luar, Isandro dan Yessa masih setia menunggu sambil menemani Arbil. Bayi itu tampak tenang di gendongan, matanya sesekali bergerak ke sana kemari, sama sekali tak
최신 업데이트: 2026-01-30
Chapter: CHAPTER 396 |Halaman Lumina Kids Academy pagi itu dipenuhi suara tawa dan langkah-langkah kecil yang berlarian. Warna-warni tas mungil dan seragam rapi membuat suasana terasa hidup. Yessy berdiri sedikit di belakang Isandro, jemarinya menggenggam ujung baju sang ayah. Matanya bergerak ke sana kemari, mengamati anak-anak lain yang tampak sebaya dengannya. Ada yang berlarian, ada yang saling pamer botol minum, pamer tas, pamer sepatu, ada pula yang sudah duduk manis menunggu guru mereka datang. “Eci masuk, ya, Pa,” ucapnya pelan. Isandro berlutut agar sejajar dengan tinggi sang anak. “Masuk. Papa nunggu di luar. Kamu kan anak hebat.” Yessy mengangguk kecil, lalu berjalan mendekat ke arah seorang guru perempuan yang tersenyum ramah. Di dekat pintu kelas, dua anak perempuan langsung memperhatikannya. “Hai,” sapa salah satu dari mereka, rambutnya dikuncir dua. “Nama kamu siapa?” “Yessy,” jawabnya
최신 업데이트: 2026-01-29
Chapter: CHAPTER 395 |Pukul sebelas malam, Isandro baru saja pulang dari rumah sakit. Hari ini lebih lama dari biasanya, karena ada operasi besar. Namun, siapa sangka ketika dia masuk kamar sudah menemukan istrinya duduk di tepi ranjang, mengenakan piyama satin yang tipis. “Ada apa? Kamu belum tidur nungguin aku, hm?” tanyanya sembari melangkah mendekati sang istri. Ia membungkuk, mensejejarkan tubuhnya dengan wajah Yessa. Cup. Satu kecupan lembut mendarat di kening wanita itu. Ia kemudian menegakkan punggungnya kembali, mengulurkan tangan mengusap rahang kecil Yessa. “Tumben? Mungkin mau ....” “Nggak,” Yessa buru-buru menggeleng sambil menahan senyum. Isandro menghela napas panjang. “Sampe kapan pabriknya tutup, sayang?” “Gak tahu,” balas Yessa asal. “Aku nungguin kamu karena mau cerita soal Eci di sekolah tadi, Mas. Mau denger, gak?” “Tentu mau,” sahut Isandro cepat. “T
최신 업데이트: 2026-01-29
Chapter: BAB 105“Papa ke mana, Ma?” Raka berdiri di ambang ruang tengah sambil melonggarkan kerah bajunya. Tatapannya jatuh pada ibu mertuanya yang sedang duduk santai di sofa, kaki menyilang anggun sambil membaca majalah. Soraya hanya mengangkat pandangan sekilas dari halaman yang ia baca. “Lagi istirahat di kamarnya.” Raka menghela napas ringan, lalu melangkah mendekat. “Papa keseringan diam di kamar,” gumamnya. Sudut bibirnya terangkat tipis. “Jadi kita jarang punya waktu … untuk melakukan yang seperti biasa.” Kalimat itu membuat Soraya langsung menurunkan majalahnya. Tatapannya berubah tajam. Ia melirik cepat ke sekeliling ruangan, memastikan tidak ada orang lain yang mendengar. Matanya juga sempat jatuh pada Sherly yang duduk di karpet sambil memainkan boneka beruang kesayangannya, pemberian dari Sasqia. “Kamu jangan bicara sembarangan, Raka,” desis Soraya pelan, namun penuh tekanan. Raka justru tersenyum tipis. “Saya tidak bodoh, Ma,” balasnya santai. “Mana mungkin saya membica
최신 업데이트: 2026-03-15
Chapter: BAB 104Sasqia menatap paper bag itu beberapa saat. Tatapannya turun pada tali paper bag yang masih terulur di tangan Kaelix, sebelum akhirnya ia mengangkat wajahnya kembali menatap pria itu. “Tidak perlu,” ucapnya halus. “Terima kasih.” Kaelix menyunggingkan senyum miring. Ia menurunkan tangannya perlahan, seolah sama sekali tidak tersinggung dengan penolakan itu. “Kenapa?” satu alisnya terangkat tipis. “Apa harganya terlalu murah?” Sasqia membuang pandangannya ke arah lain. “Hutang saya sudah dua miliar pada Anda,” katanya pelan. “Jadi jangan menambahkan apa pun lagi.” Ia menelan napas. “Jangan memberatkan hidup saya.” Kaelix terkekeh pelan. “Ini bukan hutang tambahan,” ujarnya santai. “Ini bayaran untuk waktumu yang berharga.” Ia menatap Sasqia lurus. “Karena kamu sudah meluangkan waktu untuk menemui saya.” Sasqia menelan ludah dengan susah payah. “Maaf, Tuan,” katanya akhirnya. “Anda tidak akan bisa mengendalikan saya hanya dengan uang … ataupun barang-barang seperti itu.” Kael
최신 업데이트: 2026-03-15
Chapter: BAB 103Kaelix menghela napas panjang. “Seharusnya kamu protes pada ibumu,” ucapnya datar. “Kenapa malah pada saya?” Satu alisnya terangkat tipis. Sasqia sempat membuka mulut, namun tidak ada kata yang keluar. Dadanya terasa sesak oleh emosi yang bercampur antara marah dan terpaksa. “Anda tetap salah,” katanya akhirnya, suaranya tertahan. “Kenapa harus saya yang datang? Yang butuh pekerjaan di perusahaan Anda itu kakak saya dan suaminya.” Kaelix mengangguk pelan, seolah sudah tahu arah pembicaraan ini sejak awal. “Siapa yang tidak tahu itu?” Ia meletakkan iPad di atas meja dengan tenang, lalu berdiri dari kursinya. Langkahnya perlahan mendekati Sasqia. Kini mereka berdiri sangat dekat. Sasqia harus sedikit mendongak untuk menatap wajah pria itu. “Saya meminta ibumu agar kamu yang datang, itu hanya alibi,” ucap Kaelix dingin, dengan nada yang hampir terdengar seperti ejekan. Sasqia mengernyit. “Lalu?” “Saya ingin bertemu dengan kamu.” Sudut bibir Sasqia terangkat tipis. “Jadi benar, k
최신 업데이트: 2026-03-15
Chapter: BAB 102Makan malam berlangsung di meja makan besar dengan seluruh anggota keluarga berkumpul. Mahendra duduk di ujung meja, diikuti Soraya di sampingnya. Di sisi lain ada Raka dan Shiren, sementara Sasqia duduk berhadapan dengan mereka. Sherly kecil juga ikut duduk, sibuk memainkan sendoknya sendiri. Suasana sebenarnya tampak biasa saja. Namun bagi Sasqia, udara di meja itu terasa berat. Ia melirik Raka dan Shiren secara bergantian. Tatapannya datar. Dingin. Tajam. Dalam hatinya ada sesuatu yang terus mengusik—rasa kesal yang sulit dijelaskan. Karena demi mereka ia harus kembali mengemis pada Kaelix. Tapi di sisi lain, Sasqia juga sadar satu hal. Mungkin ada baiknya jika mereka benar-benar bekerja. Setidaknya mereka bisa terlihat berguna sebagai manusia, bukan hanya hidup dari orang lain. Meski konsekuensinya jika mereka gagal, nama Sasqia yang akan ikut tercoreng. “Ma.” Suara Shiren memecah keheningan. Ia mengangkat kepalanya dan menatap sang ibu yang sedang makan dengan tenang. S
최신 업데이트: 2026-03-15
Chapter: BAB 101Sasqia baru saja keluar dari bandara setelah penerbangan panjang dari Spanyol. Ia menarik kopernya sambil berjalan di sisi Tristan yang juga menyeret koper miliknya. Di kejauhan, sopir pribadi Tristan sudah menunggu di depan mobil. “Berikan kopermu padanya,” ujar Tristan pada Sasqia. “Biar saya antar kamu ke kost putri seperti biasa.” Sasqia langsung menelan ludah. Dengan cepat ia menahan koper miliknya ketika sopir itu hendak mengambilnya. “Mas pulang duluan aja,” ucapnya, mencoba terdengar santai. Tristan menoleh, keningnya berkerut. “Kenapa?” “Ada yang harus saya lakukan di luar,” jawab Sasqia sambil tersenyum tipis. “Saya pulang naik taksi aja.” “Mau ke mana?” tanya Tristan lagi. “Tidak apa-apa, saya antar. Ke mana pun kamu pergi.” Sasqia buru-buru menggeleng. “Mas pasti capek setelah perjalanan panjang. Lebih baik langsung istirahat saja,” katanya. “Saya cuma mau belanja kebutuhan sehari-hari, sekalian mumpung lagi di luar. Nanti Mas malah bosan kalau harus menu
최신 업데이트: 2026-03-15
Chapter: BAB 100“Mas, terima kasih banyak sudah menemani saya jalan-jalan di Granada hari ini. Termasuk mengajak saya ke Alhambra,” ucap Sasqia tulus setelah mereka kembali ke kamar hotel. Tristan yang sedang melepas jam tangannya hanya mengangguk singkat. “Sekarang istirahat,” katanya tenang. “Nanti malam kita harus kembali bekerja.” Sasqia mengangguk cepat. Senyum manisnya masih belum pudar sejak mereka pulang dari sana. “Iya, Mas. Tapi saya tidak yakin bisa tidur siang.” Tristan menoleh. “Kenapa?” Sasqia tertawa kecil. “Kepikiran foto-foto tadi.” “Kenapa harus dipikirkan?” Tristan menyipitkan matanya. “Karena belum puas lihatinnya,” jawab Sasqia sambil terkekeh. Tristan menggeleng pelan. “Kalau begitu, biar saya bantu kamu tidur.” Sasqia langsung membulatkan matanya ketika Tristan tiba-tiba menarik lengannya dan menuntunnya ke arah ranjang. “Mas mau ngapain?” protesnya. “Mas mau puk-puk saya kayak anak kecil itu? Biar saya bisa tidur?” Tristan terkekeh pelan. “Itu tahu,” ka
최신 업데이트: 2026-03-15