Chapter: S2 - 678“Saya baru tahu ternyata ada Mas Regan di sini,” ucap Narendra setelah duduk di hadapan Aluna. Tatapannya tanpa sengaja mengarah ke meja bar, tempat Regan duduk bersama seorang perempuan. Aluna mengikuti arah pandang pria itu, lalu tersenyum kecil. “Iya, itu temen aku. Namanya Nayla.” Narendra mengangguk pelan. “Jadi ... setelah Ratu, sekarang giliran Mas Regan?” Aluna terkekeh pelan. “Biar adil. Kemarin aku udah berusaha nyariin pasangan buat Ratu. Sekarang gantian kakaknya. Siapa tahu nanti mereka berjodoh.” Narendra menggeleng kecil sambil tersenyum. “Kamu ini, diam-diam jadi mak comblang keluarga kami.” Aluna ikut tertawa. “Lumayan, kan? Kalau nanti semuanya menikah, aku bisa bilang pernah berjasa mempertemukan calon-calon iparnya keluarga Reinard.” Narendra mengangkat satu tangan. Dengan gemas, ia mengusap pelan puncak kepala Aluna. “Kamu memang ada-ada saja.” Aluna hanya membalas dengan senyum manis. Tatapan keduanya saling bertemu beberapa saat, menikmati suasana malam
最終更新日: 2026-07-13
Chapter: S2 - 677Lokasi yang dikirim Aluna mengarah ke sebuah lounge kafe bernuansa hangat di pusat kota. Tempat itu tidak seramai restoran ataupun bising seperti klub malam. Lampu-lampu temaram menggantung di langit-langit, diiringi alunan musik jazz yang mengalun pelan. Di balik meja bar, seorang bartender tampak meracik berbagai minuman dengan gerakan yang terampil. Regan melangkah masuk dengan tenang. Tatapannya segera menyapu ruangan hingga berhenti pada sosok perempuan yang duduk seorang diri di kursi bar. Aluna. Malam itu ia mengenakan dress berwarna hitam sederhana dengan blazer krem yang disampirkan di sandaran kursi. Rambut panjangnya dibiarkan tergerai rapi, memperlihatkan anting kecil yang berkilau setiap kali kepalanya bergerak. Entah karena pencahayaan ruangan atau memang penampilannya malam itu, Aluna terlihat jauh lebih anggun dari biasanya. Regan menghampiri dengan langkah tenang. “Malam.” Aluna menoleh. Senyum tipis langsung mengembang di wajahnya. “Mas.” Regan menarik kurs
最終更新日: 2026-07-13
Chapter: S2 - 676“Besok malam ada acara wedding anniversary Om dan Tante kalian,” ucap Radja di sela makan malam. “Mulai sekarang pikirkan pakaian yang akan kalian kenakan.” Ratu yang sedang menyuapkan makanan langsung mendongak. “Om sama Tante siapa, Dad?” “Om Kai sama Tante Karin,” jawab Djiwa sambil tersenyum lembut. “Oh ...,” Ratu mengangguk pelan. “Om Kai bucin banget sama Tante Karin, ya. Di usia sekarang masih sempet bikin perayaan sebesar itu buat ulang tahun pernikahan.” Sudut bibir Radja terangkat tipis. “Daddy juga merayakan setiap tahun.” “Iya, sih,” sahut Ratu cepat. “Tapi Daddy sama Mommy kan lebih sering makan malam sama keluarga inti aja. Paling cuma kita berlima.” “Kalau Om Kai beda. Undangannya banyak. Keluarga besar dateng semua, rekan bisnis juga.” Regan yang sejak tadi makan dengan tenang akhirnya ikut menimpali. “Setiap pasangan punya cara masing-masing dalam merayakan kebahagiaan.” “Ada yang suka berbagi momen dengan banyak orang. Ada juga yang lebih menikmati suasana ya
最終更新日: 2026-07-12
Chapter: S2 - 675Begitu pintu mobil tertutup, Ratu langsung menyandarkan punggungnya ke jok penumpang dengan napas panjang. Ia menutup wajahnya menggunakan kedua telapak tangan. “Aduh … malu banget.” Binar yang duduk di balik kemudi memasang sabuk pengaman sambil menahan tawa. “Kenapa?” Ratu langsung menoleh. “Kenapa? Kak Binar masih tanya kenapa? Kakak tadi ngapain coba?” Binar terkekeh pelan sambil menyalakan mesin mobil. “Ya ... aku cuma ngomong yang sebenernya.” “Justru itu!” Ratu memukul pelan lengan sepupunya. “Rahasia itu! Kenapa malah diceritain ke orangnya langsung?” Binar tertawa semakin lepas. “Maaf … aku refleks.” “Refleks gimana?” mata Ratu melotot. “Aku lihat dia orangnya santai, jadi ikut santai.” Ratu mendengus kesal. “Sekarang dia pasti kepedean. Pasti. Dia udah ge-er dari awal. Ditambah Kakak ngomong kayak gitu. Ya ampun ....” Ratu kembali menutupi wajahnya. “Besok-besok kalau ketemu lagi, aku harus taruh muka di mana?” Binar melirik sekilas ke arah sepupunya sebelum menja
最終更新日: 2026-07-12
Chapter: S2 - 674“Loh, saya lagi?” Sankara mengerutkan kening tipis. Satu alisnya terangkat, sementara sudut bibirnya membentuk seringai samar. “Memangnya sesering apa kita bertemu, hm?” Ratu langsung kehilangan kata-kata. “Ka-Kak Binar ... ayo pulang,” desisnya pelan. Namun Binar justru melirik Ratu dengan tatapan penuh rasa ingin tahu. “Ratu ...,” gumamnya. “Apa ini laki-laki yang kamu maksud tadi?” “Hah?” mata Ratu membulat. “Nggak!” Jawabnya cepat. Sampai membuat Binar mengangkat kedua alisnya. “Tapi aku langsung kepikiran dia, sih.” “Kak ...,” Ratu mulai panik. “Bukan dia! Orangnya beda. Beda banget.” Sankara menyilangkan kedua tangannya di depan dada. Tatapan tajamnya bergantian menelusuri wajah kedua perempuan di hadapannya. “Kalian sedang membicarakan saya?” “Nggak!” bantah Ratu spontan. “Jangan kepedean jadi orang. Siapa juga yang mau ngomongin Mas. Emangnya Mas penting?” Seringai di wajah Sankara justru semakin jelas. “Memang. Saya memang orang penting.” Ratu mendengus pelan. “Ih
最終更新日: 2026-07-12
Chapter: S2 - 673“Jadi Naren udah punya pacar?” seru Binar dengan mata membulat sempurna. Ratu yang duduk di hadapannya hanya mengangguk pelan sambil menyendok es krim vanila di mangkuk kecilnya. “Namanya Aluna,” jawabnya. “Dia kerja bareng Mas Regan. Jadi lead interior designer untuk proyek hotel baru keluarga kami.” Binar tersenyum kecil sambil menyandarkan punggungnya ke kursi. “Wah … bener-bener di luar dugaan.” “Naren yang selama ini paling tertutup soal urusan pribadi malah jadi orang pertama yang ngenalin pacarnya ke Om Radja sama Tante Djiwa.” Ratu ikut tertawa kecil. “Aku juga kaget. Kirain yang diem-diem punya pacar itu Mas Regan. Eh, ternyata Mas Naren.” “Jadi Regan masih jomblo?” goda Binar. Ratu mengangguk. “Masih.” “Kalau kamu?” Seketika Ratu menggeleng. “Nggak punya.” “Yakin?” Binar memicingkan matanya tipis sambil menahan senyum. Ratu mendengus melihat raut wajah menyebalkan sepupunya itu. “Iya lah. Kalau punya pasti orang rumah heboh, apalagi Mas Regan sama Mas Naren.” Bin
最終更新日: 2026-07-12
Chapter: BAB 500 : TAMAT SEASON - 2Kini Elvano dan Amel sudah duduk di sebuah ruang private di restoran mahal yang ada di pusat kota. Makan malam sekaligus kencan pertama mereka setelah resmi berpacaran. “Ini ... apa gak terlalu berlebihan kita dinner di sini?” tanya Amel, pada Elvano yang duduk tenang di hadapannya. Mata Amel sesekali bergerak liar ke arah lain, mengamati setiap sudut ruangan mewah tersebut, bukan karena bosan, melainkan karena kegugupan. Meja mereka berada tepat di samping jendela full glass yang menjulang tinggi, memberikan pemandangan yang menakjubkan. Pemandangan dari sana langsung menghadap ke keindahan panorama kota saat malam hari. Gedung-gedung pencakar langit menjadi hamparan yang memanjakan mata, di mana lampu-lampu terang dari gedung-gedung perkantoran dan rumah-rumah di bawah sana berkelip layaknya bintang yang jatuh ke bumi. Suasana remang restoran dan gemerlap kota menciptakan kontras yang dramatis, menambah nuansa romantis namun sedikit mencekam bagi Amel yang pikirannya seda
最終更新日: 2025-11-28
Chapter: BAB 499 : Season 2 - Kencan pertamaAmel menatap refleksinya di cermin kamar. Ia mengenakan dress santai yang sudah ia pilih dengan hati-hati. Pikirannya berkelana ke mana-mana, dipenuhi gejolak perasaan yang sulit diurai. Hari ini, Elvano akan menjemputnya untuk kencan resmi—sebuah langkah besar setelah mereka menghabiskan waktu pendekatan intens selama sebulan terakhir, lalu resmi berpacaran. "Aku pantes, gak, ya?" gumamnya pada bayangan di cermin. Perasaan ragu itu datang menyerbu, bukan karena Elvano, tapi karena dirinya sendiri. Usianya terpaut dua tahun lebih tua dari Elvano, dan ia pernah melalui serangkaian konflik besar yang melibatkan keluarga Elvano. Ia merasa terbebani oleh masa lalunya dan tidak yakin apakah ia layak menerima ketulusan pemuda itu setelah pernah membuat adiknya membencinya. "Dia terlalu baik. Sedangkan aku cuma ...," Amel menarik napas dalam. “Aku anak biasa, level kita beda jauh. Tapi aku udah nerima dia, gimana dong?” Ia memutar badannya, menilai penampilannya lagi. Amel tahu
最終更新日: 2025-11-28
Chapter: BAB 498 : Season 2 - Permintaan maafSatu bulan berlalu pasca persalinan mendebarkan di rumah sakit. Kini, Elvara resmi menyandang gelar sebagai ibu muda di usianya yang sebentar lagi menginjak usia 21 tahun. Elvara duduk di tepi ranjangnya, wajahnya terlihat sedikit kelelahan tetapi memancarkan aura bahagia yang tak terbantahkan. Ia sedang mengamati putra kecilnya yang diberi nama Varrel yang diambil dari nama panggilannya dengan sang suami—Vara dan Darell. Varrel tengah tidur pulas di ranjang bayi di sampingnya. Sesekali bayi mungil menggemaskan itu menggeliat pelan, membuat senyum sang ibu merekah seperti bunga mawar. Kehidupan Elvara telah berubah total. Jadwal tidurnya kini diatur oleh jam menyusui dan tangisan putranya. Tugas kuliah dan tanggung jawab sebagai istri kini ditambah dengan peran sebagai seorang ibu dengan ilmu parenting seadanya. Meskipun ada saat-saat baby blues dan rasa frustrasi, kebahagiaan melihat Varel tumbuh sehat mengalahkan segalanya. “Dia tidur pulas sekali,” bisik Darell, yang
最終更新日: 2025-11-28
Chapter: BAB 497 : Season 2 - Elvara siuman“Kenapa dengan istri saya, Bu? Kenapa dia pingsan setelah melahirkan anak kami?” desak Darell pada bidan yang menangani istrinya. Bidan tersebut tersenyum mencoba menenangkan kepanikan Darell. “Tidak perlu khawatir, Pak. Itu sudah biasa dialami oleh ibu hamil setelah melahirkan. Karena kehilangan banyak tenaga.” “Anda yakin?” tatapan Darell menajam, menusuk dan meminta penjelasan. “Tentu saja, Pak. Jangan khawatir, serahkan pada tim medis. Anda silakan mendamping bayi Anda yang sedang dibersihkan darahnya oleh perawat,” kata bidan tersebut, lalu meninggalkan Darell menuju Elvara yang sedang ditangani. Darell berbalik, menatap ranjang pasien di mana sang istri tampak dipasangkan nasa kanul oleh dokter. Hatinya seperti diremas dari dalam, takut terjadi apa-apa pada sang istri. Oek. Oek. Di sisi lain, perawat tengah membersihkan tubuh sang anak sebelum membalutnya dengan selimut agar tidak kedinginan. Darell segera menghampiri dan mengambil alih dari perawat tersebut. “Te
最終更新日: 2025-11-28
Chapter: BAB 496 : Season 2 - Tangani ibunya“Mas, bukannya ... dokter bilang persalinannya kurang dua minggu lagi?” tanya Savana pada sang suami sambil berjalan menuju ruang VIP tempat Elvara melahirkan. “Gak harus pas, sayang. Kehamilannya sudah memasuki minggu ke tiga puluh tujuh. Bukannya sudah bisa lahiran?” “Iya, sih,” sahut Savana singkat. Di depan ruang VIP tersebut, Darell sudah menunggu di depan pintu ruangan. Dia memutuskan masuk ketika dokter sudah memanggil dan Elvara pembukaan terakhir. Karena tidak mungkin dia membiarkan keluarganya datang tanpa ada yang menyambut. Dan ketika telinganya menangkap langkah kaki di lorong, ia menemukan kedua mertuanya. “Gimana sama Elvara, Rell?” Savana bertanya dengan nada tak sabaran, hampir berlari menghampir menantunya. “Lagi di dalem, Ma. Dokter bilang mau panggil kalau sudah pembukaan terakhir,” tatapan Darell beralih ke lorong lagi. “Yang lain mana? Vano tidak datang ke sini?” “Vano lagi di jalan mungkin, tadi kita bareng berangkatnya. Tapi dia beda mobil. Kalau
最終更新日: 2025-11-28
Chapter: BAB 495 : Season 2 - Meja bersalin“Vara?” gumam Elvano terkejut, begitu juga dengan Amel. Amel dengan cepat menarik genggaman tangannya dari Elvano, dan mundur beberapa langkah untuk menjauh. Kedua tangannya langsung mengusap bahu, canggung. Elvara dengan langkahnya yang lumayan susah payah karena perutnya yang besar, terus menghampiri Elvano dan Amel berdiri. Lalu, berdiri diantara keduanya. “Mau ngapain kakak tadi?” celetuk Elvara sinis. “Nembak Amel?” “Vara, ini bukan urusan kamu,” tegur Elvano tak suka, merasa tak enak dengan Amel. “Udah sana, kamu masuk ke dalem. Di sini nanti kamu bisa masuk angin,” ucapnya lembut. Tapi Elvara tak mengindahkan ucapan sang kakak. Tatapannya lurus pada Amel, “Kamu licik juga ya, ternyata. Bisa-bisanya kamu pake cara licik kayak gini!” Amel membulatkan matanya kaget, terkejut dengan ucapan Elvara yang tak dia mengerti. “Maksud kamu apa, El?” “Gak usah pura-pura polos kamu, Mel. Dasar munafik!” ucapnya tajam. “Vara! Jangan bicara sembarangan!” Elvano kembali menegur.
最終更新日: 2025-11-28

Gairah Terlarang: Sahabat Suamiku, Nafsu Rahasiaku
Dark RomanceWanita KuatDewasaDokterPerawatPria DominanPerselingkuhanPengkhianatanCinta Terlarang
Memiliki suami narsistik yang gemar mabuk dan kerap melakukan KDRT adalah neraka tak berujung bagi Yessa. Ia bertahan bukan untuk dirinya, melainkan demi sang ibu yang sudah memantapkan pilihannya pada Kaveer sebagai menantu.
Tekanan semakin mencekik ketika dua keluarga terus menuntutnya hamil, sementara sudah dua tahun berlalu pernikahan, tak ada secuil janin di rahimnya.
Di tengah kehampaan itu, hadir Isandro—sahabat Kaveer yang ternyata adalah senior Yessa di rumah sakit. Isandro menyimpan tatapan penuh rahasia—tatapan yang menelanjangi Yessa tanpa sentuhan, membakar darahnya setiap kali mereka berduaan.
Yessa mencoba menjaga jarak, namun Isandro tak pernah mundur. Semakin ia menolak, semakin Isandro mendekat—mencuri waktu, perhatian, hingga akhirnya mencuri tubuhnya.
Di antara dinginnya pelukan suami, Yessa menemukan panas yang memabukkan di pelukan lelaki lain. Sebuah rahasia yang menjadi candu—dan jika terbongkar, akan menghancurkan segalanya.
読む
Chapter: CHAPTER 400 |Paris menjadi salah satu negara yang dikunjungi oleh Isandro bersama keluarganya. Dan ini adalah pertama kalinya ketiga anak mereka menjejakkan kaki di luar negeri. Penampilan Arby, Yessy, dan Arbil tampak menggemaskan dengan jaket tebal, topi rajut, serta syal yang melingkar rapi di leher masing-masing. Udara dingin Paris membuat pipi mereka sedikit memerah, kontras dengan wajah polos yang penuh rasa penasaran. “Kenapa kita jalan kaki, Pa?” tanya Yessy sambil mendongak ke arah sang ayah yang menggendong Arbil. “Emang Papa gak punya mobil di sini?” Isandro tersenyum kecil. “Lebih seru jalan kaki, Nak. Biar sehat. Lihat tuh, orang-orang Eropa pada jalan kaki semua.” Yessy menoleh ke sekitar, memperhatikan orang-orang yang berlalu lalang dengan santai. “Oh iya,” gumamnya pelan. “Sini,” Arby mengulurkan tangannya ke arah sang adik. “Jalan sama kakak, biar kamu gak ilang.” Yessy menatap tangan kakaknya sejenak, lalu menggenggamnya erat dengan jari-jari kecilnya. “Nah, gitu,
最終更新日: 2026-01-30
Chapter: CHAPTER 399 |“Senyum kalau kamu mau nambah anak,” bisik Yessa pelan, tepat di telinga sang suami. Isandro bukan tersenyum—ia justru tertawa lepas, bahunya sedikit bergetar. “Mas?” Yessa membulatkan matanya sambil ikut tertawa kecil. “Aku bilang senyum, bukan ketawa. Kamu gak mau nambah anak, ya?” Isandro menyipitkan mata, menatap istrinya penuh arti. “Emangnya kamu mau?” Yessa menyengir lebar, senyum kuda khasnya muncul. “Enggak, sih. Cukup tiga aja, ya?” “Tiga?” Isandro mengangkat sebelah alis. Tangannya refleks menarik pinggang ramping Yessa, membuat wanita itu duduk di pangkuannya. “Berarti kurang satu lagi. Arby kan anak aku dari istri sebelumnya.” “Tapi Arby itu anak aku juga,” balas Yessa tanpa ragu. Tatapannya lembut, dalam. “Aku udah anggap dia kayak anak kandung sendiri, Mas. Tiga anak cukup.” Isandro terdiam sejenak, lalu mengangguk singkat. “Oke. Terserah kamu, sayang. Kamu yang punya tubuh, aku gak akan maksa. Tiga anak udah cukup. Yang penting, kita kasih mereka kasih sa
最終更新日: 2026-01-30
Chapter: CHAPTER 398 |“Jalan, Nak. Kan kamu udah bisa jalan,” ucap Isandro sambil berjongkok, menepuk pelan karpet di depannya. Arbil yang semula merangkak berhenti sejenak. Ia menatap sang ayah ragu-ragu, lalu kembali menumpukan kedua telapak tangannya ke karpet, memilih merangkak pelan. Yessa tersenyum kecil melihatnya. “Dia takut jatuh, Mas. Keseimbangannya belum stabil.” Isandro terkekeh pelan. “Penakut kayak Mamanya,” godanya ringan. Yessa melirik tajam, tapi sudut bibirnya justru terangkat. Ia kemudian menatap sang suami lebih lama, rautnya melunak. “Nanti sore ikut aku, gak?” Isandro langsung menoleh penuh perhatian. “Ke mana?” “Kamu gak ke rumah sakit hari ini?” alis Yessa terangkat. “Bisa aku atur. Ke mana dulu?” balas Isandro cepat. “Kalau memang sore kita pergi, sekarang aku berangkat ke rumah sakit.” “Hari ini Fika keluar dari rumah sakit, Mas. Aku mau jenguk dia. Sekalian ajak anak-anak.” “Fika?” dahi Isandro berkerut sesaat. “Sakit apa?” “Habis lahiran.” “Oh,” Isandro me
最終更新日: 2026-01-30
Chapter: CHAPTER 397 |“Raka, kamu jangan deket-deket terus,” keluh Yessy, matanya melirik dingin ke arah bocah laki-laki itu. Langkahnya diperlambat agar tetap sejajar dengan Arsy yang menggenggam tangannya erat. “Aku jalan biasa, gak deket-deket, Ci. Aku juga mau pulang,” balas Raka datar, tanpa mempercepat ataupun memperlambat langkahnya. “Ya udah sana,” Yessy mendorong lengan Raka pelan, memberi isyarat agar bocah itu berjalan lebih dulu. “Eci, gak boleh gitu,” tegur Arsy. Ia justru mengulurkan tangan kecilnya ke arah Raka. “Sini, Raka. Jalan di samping aku aja. Kita gandengan tangan bertiga.” Raka sempat terdiam sesaat, lalu tersenyum tipis sebelum menerima uluran tangan Arsy. Ketiganya pun berjalan beriringan, meninggalkan kelas menuju luar gedung sekolah, siap bertemu orang tua masing-masing yang masih tertib dalam menunggu. Di luar, Isandro dan Yessa masih setia menunggu sambil menemani Arbil. Bayi itu tampak tenang di gendongan, matanya sesekali bergerak ke sana kemari, sama sekali tak
最終更新日: 2026-01-30
Chapter: CHAPTER 396 |Halaman Lumina Kids Academy pagi itu dipenuhi suara tawa dan langkah-langkah kecil yang berlarian. Warna-warni tas mungil dan seragam rapi membuat suasana terasa hidup. Yessy berdiri sedikit di belakang Isandro, jemarinya menggenggam ujung baju sang ayah. Matanya bergerak ke sana kemari, mengamati anak-anak lain yang tampak sebaya dengannya. Ada yang berlarian, ada yang saling pamer botol minum, pamer tas, pamer sepatu, ada pula yang sudah duduk manis menunggu guru mereka datang. “Eci masuk, ya, Pa,” ucapnya pelan. Isandro berlutut agar sejajar dengan tinggi sang anak. “Masuk. Papa nunggu di luar. Kamu kan anak hebat.” Yessy mengangguk kecil, lalu berjalan mendekat ke arah seorang guru perempuan yang tersenyum ramah. Di dekat pintu kelas, dua anak perempuan langsung memperhatikannya. “Hai,” sapa salah satu dari mereka, rambutnya dikuncir dua. “Nama kamu siapa?” “Yessy,” jawabnya
最終更新日: 2026-01-29
Chapter: CHAPTER 395 |Pukul sebelas malam, Isandro baru saja pulang dari rumah sakit. Hari ini lebih lama dari biasanya, karena ada operasi besar. Namun, siapa sangka ketika dia masuk kamar sudah menemukan istrinya duduk di tepi ranjang, mengenakan piyama satin yang tipis. “Ada apa? Kamu belum tidur nungguin aku, hm?” tanyanya sembari melangkah mendekati sang istri. Ia membungkuk, mensejejarkan tubuhnya dengan wajah Yessa. Cup. Satu kecupan lembut mendarat di kening wanita itu. Ia kemudian menegakkan punggungnya kembali, mengulurkan tangan mengusap rahang kecil Yessa. “Tumben? Mungkin mau ....” “Nggak,” Yessa buru-buru menggeleng sambil menahan senyum. Isandro menghela napas panjang. “Sampe kapan pabriknya tutup, sayang?” “Gak tahu,” balas Yessa asal. “Aku nungguin kamu karena mau cerita soal Eci di sekolah tadi, Mas. Mau denger, gak?” “Tentu mau,” sahut Isandro cepat. “T
最終更新日: 2026-01-29
Chapter: BAB 225Siang itu, rumah megah yang baru mereka tempati masih terasa lengang. Tak ada suara pelayan, tak ada suara langkah kaki selain milik Sasqia yang sibuk mondar-mandir di dapur luas bernuansa putih dan krem. Beberapa saat sebelumnya, Kaelix mengirim pesan singkat. | sy pulang utk makan siang. Karena itulah Sasqia memutuskan memasak sendiri. Ia ingin melakukan sesuatu sebagai seorang istri. Meski hanya menyiapkan makan siang. Pisau di tangannya bergerak perlahan membelah sayuran di atas talenan. Namun pikirannya sama sekali tidak berada di dapur. Ucapan Miriam terus berputar di kepalanya. ‘Saya tidak mau satu pun cucu keluarga Enver lahir dari rahim kamu.’ Gerakan tangannya melambat. Tatapannya kosong menatap potongan wortel di depannya. “Jadi ...,” suaranya nyaris tak terdengar. “Posisiku di rumah ini sebenernya apa?” Ia tersenyum pahit. “Cuma pajangan? Atau … cuma perempuan yang memenuhi kebutuhan Mas Kael setiap malam?” Napasnya terasa berat. “Aku pikir ... dengan gak jadi m
最終更新日: 2026-07-13
Chapter: BAB 224Di ambang pintu ruang keluarga, Miriam berdiri dengan kedua tangan terlipat di dada. Tatapan wanita paruh baya itu menyapu seluruh ruangan sebelum kembali berhenti pada Sasqia. Tatapan yang dingin, dan penuh penilaian. “Rumah ratusan miliar,” ucap Miriam sambil melangkah masuk perlahan. “Cepat sekali kamu mendapatkannya.” Sasqia buru-buru menggeleng. “Bu, ini bukan—” “Tidak usah menjelaskan.” Miriam memotong ucapannya. “Kaelix memang selalu royal. Tapi saya tidak menyangka, dia bisa sebuta ini.” Sasqia menundukkan kepalanya. “Saya tidak pernah meminta rumah ini.” “Tentu saja.” Miriam tersenyum tipis, namun senyum itu tak mencapai matanya. “Orang yang pintar memang tidak pernah meminta. Mereka cukup membuat orang lain memberikannya dengan sukarela.” Kalimat itu menghantam telak. Sasqia mengangkat kepalanya perlahan. “Ibu salah paham.” “Salah paham?” Miriam tertawa pelan. “Kalau begitu jelaskan pada saya.” Tatapannya berubah semakin tajam. “Dalam hitungan hari setelah menikah
最終更新日: 2026-07-13
Chapter: BAB 223“Apa?” seru Miriam dengan mata membulat. “Kaelix membeli rumah seharga ratusan miliar atas nama istrinya?” Martha mengangguk hormat. “Iya, Nyonya. Informasi itu baru saya terima pagi ini. Sertifikat rumah tersebut langsung menggunakan nama Nyonya Sasqia.” Untuk beberapa saat, ruang makan dipenuhi keheningan. Miriam memejamkan mata sesaat, lalu menghembuskan napas panjang. “Kaelix benar-benar sudah kehilangan akal,” gerutunya. “Baru kenal perempuan itu, baru menikah beberapa hari, tapi sudah memberikan aset sebesar itu.” Nada bicaranya semakin tajam. “Apa dia lupa kalau keluarga istrinya sangat mata duitan? Jangan-jangan mereka memang mengincar semua harta Kaelix sejak awal.” “Kenapa pagi-pagi sudah marah begitu?” Suara Remmer terdengar dari arah pintu ruang makan. Pria paruh baya itu berjalan masuk dengan langkah santai, disusul Tristan yang menggendong Sana di pelukannya. Tak lama kemudian, Jevier ikut bergabung dan menarik kursi tanpa banyak bicara. Miriam langsung menoleh
最終更新日: 2026-07-13
Chapter: BAB 222Setelah menghabiskan hampir dua minggu berlibur di Paris untuk bulan madu mereka, Kaelix dan Sasqia akhirnya kembali ke Indonesia. Pesawat pribadi mendarat mulus di Bandara pada larut malam. Sasqia mengira mereka akan langsung pulang ke apartemen Kaelix seperti biasa, tapi mobil yang menjemput justru melaju ke arah yang berbeda. “Mas, kita mau ke mana? Ini bukan jalan ke apartemen,” tanya Sasqia sambil menoleh ke suaminya. Kaelix hanya tersenyum tipis, satu tangannya meraih tangan Sasqia dan menggenggamnya erat. “Kamu akan tahu sebentar lagi.” Mobil meluncur memasuki kawasan elit di, melewati gerbang keamanan tinggi sebelum berhenti di depan sebuah rumah mewah bergaya modern-contemporary yang sangat luas. Lampu taman menyala lembut, menerangi halaman depan yang luas dengan air mancur elegan dan taman yang tertata rapi. Sasqia membulatkan matanya saat mobil berhenti tepat di depan pintu masuk utama. Rumah itu jauh lebih besar dari apartemen sebelumnya—dua lantai, desain
最終更新日: 2026-07-12
Chapter: BAB 221Larut malam di Paris terasa begitu tenang. Cahaya keemasan Menara Eiffel menyusup lembut melalui jendela kamar hotel, menerangi ranjang king size tempat Sasqia dan Kaelix berbaring. Usai berjalan-jalan dan berbelanja seharian, mereka sudah mandi dan berbaring. Namun Sasqia belum bisa terlelap. Ia terjaga dalam dekapan suaminya yang memeluknya erat. Perlahan ia membuka mata, menatap wajah damai Kaelix yang tertidur. Meski sedang tidur, aura kuat dan gelap pria itu tetap terasa mendominasi. “Aku masih gak ngerti … perasaan kamu sebenernya seperti apa sama aku, Mas?” gumam Sasqia sangat lirih, hampir tak terdengar. “Kamu selalu baik sama aku, bahkan jauh sebelum aku jadi istri kamu. Tapi … kejadian malem itu masih buat aku takut.” Jemarinya pelan menyentuh bibir bawahnya sendiri, mengingat luka yang pernah ada di sana karena gigitan kasar Kaelix. “Setiap kali kamu deket-deket buat cium aku, aku masih trauma. Untungnya beberapa hari ini kamu gak sekasar malem itu … tapi aku tet
最終更新日: 2026-07-12
Chapter: BAB 220“Mas ... kamu kok gitu, sih?” protes Sasqia saat ia dan suaminya kembali ke mobil. “Padahal baju-bajunya bagus. Banyak yang aku suka.” Kaelix tidak segera menjawab. Ia lebih dulu memasang sabuk pengamannya, lalu beralih membantu memasangkan sabuk pengaman untuk sang istri. “Menurut saya, tidak ada yang bagus,” ujarnya singkat. Sasqia menghembuskan napas pelan. “Itu, kan, menurut Mas. Menurut aku bagus-bagus saja. Mas jadi bikin aku merasa gak enak sama Viona.” “Saya yang akan melihat pakaian itu setiap kali kamu memakainya,” balas Kaelix tenang, tetapi nadanya tetap dingin. “Saya tidak suka membayangkan istri saya mengenakan sesuatu dari butik milik orang yang pernah merendahkan kamu.” Sasqia menunduk sejenak. “Aku gak merasa direndahkan, kok. Tapi ... emang faktanya begitu, kan?” ucapnya lirih. Kaelix menyipitkan mata, menatap lekat ke arah istrinya. “Jangan samakan dirimu yang dulu dengan dirimu yang sekarang.” Sasqia terdiam. “Setelah menikah dengan saya, posisi kamu
最終更新日: 2026-07-12