LOGIN“Kau akan menyesali semua ini, Vick. Kau akan melihat, seperti apa bentuk sebenarnya dari wanita yang kau rendahkan. Aku tidak akan diam!” Sepuluh tahun pengabdian Amora Cassidy Shane runtuh dalam sekejap, saat wanita bertubuh gemuk itu mendapati suaminya, Vicktor Caldwell, berselingkuh dengan sahabat lamanya sendiri. Yang lebih kejam lagi, Vicktor membawa wanita itu dan anak hasil perselingkuhan mereka masuk ke dalam rumah pribadi Amora, lalu mengusir Amora setelah merebut seluruh harta keluarga Shane. Dengan hati hancur namun tekad membara, Amora menerima perceraian itu. Tapi di balik kejatuhannya, lahirlah sebuah janji: dendam ini harus terbalaskan.
View MoreLangkah kaki Lucy terdengar tergesa di lantai marmer, hentakannya penuh amarah. Ia mencengkeram pergelangan tangan Amora dengan kuat, menyeret wanita itu keluar dari kamar Kelly tanpa memberi kesempatan untuk bicara.“Lucy, jangan bersikap kasar pada Elisha!” seru Vicktor yang berlari dari belakang, suaranya berat dan panik.Namun Lucy tak menghiraukan. Pandangannya hanya tertuju pada satu sosok Elisha, wanita yang dianggapnya telah berani melangkah terlalu jauh.“Lucy, lepaskan tanganku,” ucap Amora lirih, mencoba melepaskan diri, tapi genggaman Lucy terlalu kuat.Begitu sampai di ruang tamu, Lucy mendorong tubuh Amora hingga terhempas ke sofa. Napasnya terengah, wajahnya merah karena emosi yang memuncak.“Dasar perempuan murahan!” seru Lucy tajam. “Oh, kau bermimpi menjadi Nyonya Caldwell, hah?" Lucy tersenyum mengejek. "Suamiku memang mencintaimu, Elisha. Tapi aku tidak akan biarkan wanita pelacur sepertimu masuk ke rumahku!”Amora mengangkat wajahnya perlahan, menatap Lucy dengan
Lima hari sudah Kelly dirawat di rumah sakit. Luka-luka di tubuhnya mulai mengering, namun ingatannya masih belum sepenuhnya kembali. Setiap kali ditanya soal kejadian sebelum ia pingsan, bocah itu hanya diam, menatap kosong seolah sedang mencari kepingan ingatan yang hilang dari dalam pikirannya.Hari ini, dokter akhirnya memperbolehkan Kelly pulang. “Namun, tolong diingat,” pesan dokter sambil menatap Vicktor dan Elisha bergantian. “Jangan beri tekanan apa pun padanya. Biarkan dia tenang. Ingatannya akan kembali dengan sendirinya, tapi jika dipaksa, justru bisa memperburuk keadaan.”Vicktor mengangguk pelan. “Saya mengerti, Dok.”Elisha mengusap lembut kepala Kelly. “Kau dengar, sayang? Kau boleh pulang hari ini.”Senyum kecil muncul di wajah Kelly. “Boleh aku pulang ke rumah Ibu?” tanyanya polos.Pertanyaan itu membuat dada Vicktor mengencang seketika. Ia menatap Amora, berharap wanita itu bisa menolongnya menjawab.“Ibumu sedang pergi sebentar, sayang,” kata Amora lembut, menenang
Vicktor menatap ponselnya yang tergeletak di meja. Sejak Kelly menangis mencari "ibunya", suasana di ruangan itu tak tenang sama sekali. Lucy masih di luar, mondar-mandir dengan wajah kesal, sementara Kelly terus memanggil nama “Ibu” di antara tangisnya.Akhirnya, dengan napas panjang dan hati bimbang, Vicktor membuka kontak dan menekan nama Elisha.Nada sambung terdengar beberapa kali sebelum suara lembut wanita itu menjawab, “Vick? Ada apa?”“Kelly… dia mencarimu, El.” Suara Vicktor terdengar berat. “Dia tidak mau makan, tidak mau bicara, bahkan menolak Lucy. Aku bingung harus bagaimana.”Terdengar hening sesaat di ujung telepon saat Amora mendengar suara tangisan gadis kecil itu , lalu Amora bertanya pelan, “Vick, kenapa Kelly menangis?”“Karena dia mencari ibunya,” ucap Vicktor lemah. “Dan yang dia maksud... ibu yang semalam bersamanya, itu kamu.”Ada keheningan singkat lagi. Setelahnya, suara Amora terdengar mantap, tanpa keraguan. “Baiklah, aku ke sana sekarang. Sekalian, aku me
Perawat datang dengan langkah ringan, membawa nampan berisi makanan sehat ke ruangan baru tempat Kelly dirawat. Aroma sup hangat segera memenuhi udara, lembut dan menenangkan.“Ini waktunya makan, Sayang,” ucap sang perawat sambil meletakkan nampan di atas meja kecil.Vicktor segera berdiri dan mengambil alih nampan itu. Ia tersenyum lembut pada putrinya. “Ayo, Kelly. Supnya masih hangat.”Namun, Kelly menggeleng cepat, bibir mungilnya mengerucut manja. “Ayah... aku mau disuapi Ibu,” rengeknya pelan.Ucapan itu membuat suasana seketika hening. Vicktor terpaku, menoleh pada Elisha yang duduk di sisi ranjang. Ada canggung yang sulit dijelaskan, perasaan bersalah sekaligus bingung.“Kelly, biar Ayah saja yang menyuapi, ya? Sambil kita bercerita.” Vicktor berusaha menenangkan, tapi Kelly malah menatapnya dengan mata basah.“Tidak mau!” seru Kelly cepat, suaranya meninggi penuh keras kepala.Amora yang sejak tadi diam, akhirnya membuka suara lembut. “Umm... Vick, berikan padaku.”“Tapi...












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.