FAZER LOGINMy parents' enemy kidnapped me and live-streamed cutting off my fingers, just to force them to show up. For a time, the entire internet was searching for my parents. But what no one knew was that the police chief on the live connection was my real father. At that very moment, he was on a beach in Havai, lighting fireworks for his adopted son. And on their barbecue table, the live stream of my fingers being cut off was playing. Later, I survived long enough to be rescued, and I reached out with my severed fingers, wanting to touch my parents. But they recoiled in disgust and, without so much as a backward glance, took their adopted son out for steak. What they never realized was that hidden inside my severed fingers was something that would make them regret everything.
Ver mais“Jangan, Bu! Aku tidak mau!”
Yura meronta sekuat tenaga ketika pergelangan tangannya ditarik paksa oleh sang mertua.Lima tahun setelah suaminya koma, berkali-kali ia menolak paksaan Katrina untuk menjadi wanita penghibur di sebuah club malam milik salah seorang temannya.Namun, perlawanan itu tampaknya berakhir sia-sia hari ini.Mertua Yura sudah habis kesabaran, hingga tubuh ramping wanita cantik itu kini tak mampu menandingi kekuatannya.
“Jangan buang-buang waktu!” bentak Katrina, "anggap saja ini bukti tanggung jawabmu sebagai istri, Yura."Tanpa peduli tangan Yura yang telah memerah, Katrina memaksa untuk melewati kerumunan,Kehadiran mereka yang begitu ricuh tentu menjadi tanda tanya bagi beberapa orang.
Hanya saja, lebih banyak orang yang tidak ingin tahu dan lebih memilih asik berjoget di bawah kerlip lampu yang menyilaukan mata.“Aku tidak mau, Bu! Aku janji akan cari uangnya secepat mungkin! Tapi aku mohon jangan paksa aku bekerja di sini!”Yura kembali berusaha melawan dengan sisa tenaga yang ada. Tidak peduli dengan penampilan yang telah jauh dari kata baik. Rambut acak-acakan, polesan bedak yang luntur karena air mata, juga lengan baju yang sobek akibat tarikan Katrina.Kali ini, langkah kaki Katrina terhenti.Wanita itu lantas berbalik badan tanpa melepaskan genggamannya. Namun sejurus kemudian, dia menghunus Yura dengan tatapan tajam.“Dasar menantu bodoh! Apa kau tidak melihat jika Kita ini sudah terdesak! Hanya tinggal satu kesempatan kita untuk mendapatkan uang! Empat ratus juta! Kau mau pinjam dimana lagi uang sebanyak itu? Atau kau memang berniat membuat putraku kehilangan nyawanya?”Yura menggelengkan kepalanya mengelak tuduhan tak berdasar dari Katrina. “Bukan begitu, Bu. Aku juga mau Mas Rama bangun lagi! Tapi tidak semuanya harus diselesaikan dengan cara ini. Aku akan berusaha untuk—”“Halah! Hari ini kau berjanji akan meminta keringanan pada perusahaan untuk mengajukan pinjaman lebih cepat! Nyatanya, apa? Kau pulang dengan tangan kosong. Sekarang kau mau mencari pinjaman kemana lagi, hah?” Katrina menukas. Cekalan pada tangan kirinya mengerat. Satu hasta yang menganggur menuding Yura dengan telunjuk yang tegak teracung.“Aku tidak mau tahu, Yura. Kau harus bisa mendapatkan uang 400 juta hari ini, maka ikuti kata-kataku untuk bekerja kepada orang yang aku kenalkan padamu kemarin!"Gelengan kepala kembali diberikan oleh Yura. Kalimat yang terdengar lebih mirip paksaan itu bukanlah sebuah solusi yang tepat baginya. Tidak bisa! Ia tidak mau bekerja di tempat semacam inu! Sebab itu sama saja mengkhianati pernikahannya dengan Rama! “Aku akan berusaha mencari tempat pinjaman lain, Bu. Aku—”“Diam!” Katrina memotong kembali kalimat Yura sebelum terangkai sempurna. Pupilnya semakin mengeling tajam bak burung elang yang tengah mengancam mangsanya.“Aku tak ingin dengar apapun dari mulutmu! Semua harta putraku sudah habis. Dan kau tidak memiliki jaminan selain tubuhmu itu! Jadi, berpikirlah realistis! Tidak ada cara yang menghasilkan uang ratusan juta dalam semalam selain menjual diri!”Wanita itu kembali menyambung ucapannya dan menarik Yura dengan kasar.***“Wah, wah, wah! Apa menantumu itu berubah pikiran hingga kalian datang menemuiku, Katrina?""Seorang perempuan bergaun hitam bersedekap di depan dada, ketika mendapati dua wanita berbeda usia datang ke tempat ini. Katrina dan menantunya. Tentu Madam Lily tahu bahwa wanita bersurai cokelat itu adalah istri dari putra sulung Katrina. Beberapa hari lalu mereka sempat berkenalan saat menjenguk Rama di rumah sakit.Semula, Katrina mengeluhkan biaya dan Madam Lily memberikan alternatif pekerjaan tambahan dengan gaji yang menggiurkan. Namun, Yura menolak mentah-mentah tawarannya dengan dalih gaji yang ia miliki masih sanggup untuk mencukupi kebutuhan mereka.Ah, jelas itu bohong! Karena jika begitu adanya, Katrina tak akan sampai ke tempat ini.“Aku perlu bantuanmu, Lily. Putraku sekarat dan aku harus membayar tagihan pengobatannya sesegera mungkin, tetapi anak ini malah mengulur waktu untuk mencari pinjaman yang tidak bisa dipastikan!” Katrina tak bisa lagi membendung emosinya, nadanya terdengar sinis, bahkan dadanya sudah naik turun tak beraturan. Sorot matanya begitu tegas melirik ke arah Yura. "Kuharap dengan membawanya ke tempat ini kau bisa memberinya pekerjaan yang kau bicarakan kemarin!"Sebuah kekehan meluncur dari Madam Lily. Wanita itu lantas membuka kipasnya tangannya dan menggerakkannya beberapa kali.“Kau yakin akan meninggalkannnya di sini dan bekerja padaku?” tanya Madam Lily seraya menoleh ke arah Yura. Wanita bergigi gingsul itu membuang muka . “Bekerja di tempatku itu berat karena .... harus mengorbankan harga diri. Semakin rendah harga dirimu, maka semakin banyak uang yang kau kumpulkan! Sementara menantumu ini sepertinya memiliki harga diri yang sangat tinggi!”“Aku yakin! Terserah pekerjaan apa yang akan kau berikan. Bahkan jika dia harus melayani puluhan laki-laki dalam semalam aku tidak mau tahu! Yang penting besuk pagi anak ini harus membawa empat ratus juta kepadaku!” sahut Katrina sebelum menantunya mengeluarkan kalimat sanggahan.Di sisi lain Yura hanya bisa menggigit bibirnya kuat-kuat, menahan rasa perih yang menjalar dalam dadanya. Mimpi apa ia semalam hingga harus menghadapi takdir yang begitu kejam? Ia sudah tidak memiliki orang tua. Dan hanya Katrina, mertua yang telah ia anggap sebagai ibunya sendiri justru menyakitinya dengan cara seperti ini.Helaan napas panjang lantas terdengar dari Madam Lily. Bisa Yura lihat dengan jelas bagaimana wanita itu mengangkat dua sudut bibirnya bersamaan. Lalu berjalan mendekat ke arah Yura. Dua bola mata berwarna hitam itu bergerak memindai tubuhnya dari atas ke bawah.“Itu tidak masalah, aku bisa tangani. Tapi, menantumu ini cantik. Bahkan tidak terlihat sebagai gadis nakal, dia lebih pantas bekerja sebagai staf di gedung tinggi daripada harus bekerja di tempat hiburan malam. Lalu .... bagaimana jika nanti Rama mengetahui istrinya bekerja di tempatku, Katrina?”Dalam hatinya Yura mengiyakan kalimat sang mucikari. Sejak tadi hanya kemungkinan itu yang ia pikirkan dalam kepalanya jika memilih jalan pintas ini sebagai pilihan terakhir. Dengan Rama saja ia belum sempat memadu kasih menikmati waktu sebagai suami istri. Bagaimana bisa ia malah menikmati malam yang panas dengan pria yang tidak pernah ia cintai?“Selama Rama belum sadar ia tidak akan tahu apa-apa. Toh, jika putraku bangun dan bertanya, biar istri tukang selingkuh ini yang menjelaskan sendiri padanya,” jawab Katrina tanpa pikir panjang. Seakan tidak peduli jika nasib buruk akan menimpa Yura setelah ini.Madam Lily mengangguk. Wanita itu lantas menggeser pandangan ke arah Yura yang masih sesenggukan.“Lalu, bagaimana denganmu, Yura? Aku tidak ingin orang yang bekerja denganku tersiksa karena kemauan sendiri. Aku akan mengembalikan pada ibu mertuamu kalau kau merasa keberatan. Tapi jika kau bersedia, aku siap untuk membantumu mencari uang yang kau butuhkan,” tanya Madam Lily kepada Yura. Senyuman itu terlihat aneh. Seolah ada banyak makna dibalik lengkungan bibirnya. Entah baik, entah jahat, Yura sendiri tak bisa membacanya.Sejenak Yura mengambil napas panjang, memperbaiki sirkulasi udara dalam tubuhnya yang sejak tadi tak beraturan. Detik berikutnya wanita muda itu menggeser pandangan ke arah Madam Lily. Jika boleh menjawab jujur maka jawabannya adalah tidak. Siapa yang mau bekerja semacam ini selain mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi? Namun, bila ia menjawab jujur, maka kematian suaminya berada di depan mata.Dengan berat hati, Yura mengusap buliran air bening yang sejak tadi membasahi wajahnya. “Aku mau bekerja di sini. Tetapi aku tidak mau terikat dan Hanya sampai uang yang aku butuhkan tercukupi.”“Deal!" Senyuman Madam Lily bertambah lebar. Wanita itu melipat kedua tangan di depan dada kembali dan memiringkan kepalanya. "Kalau begitu, ikut aku. Kau harus bersiap karena malam ini aku kedatangan tamu spesial.”Deg!At last, the nurse called in a doctor to collect my hair follicles. Once the samples were taken, I looked up at her and asked softly, "Miss, can I go on television?""You can. There are countless reporters outside wanting to interview you, but… we were worried you might not be ready, so we turned them all away."I shook my head. "I can handle it. I have something I must say."On national television, I told everything—from the unfair treatment I'd suffered after returning home to the torture I endured at the kidnappers' hands. The audience sat in stunned silence as I revealed that Shaun and Penny were my biological parents. Outrage erupted across the country. People flooded the broadcast with fury, calling them monsters wearing human skin. They demanded the death penalty.But before the court could even issue a verdict, both Shaun and Penny died in prison—beaten to death by fellow inmates who couldn't stomach their crimes. Before they died, they learned the truth: I was the one wh
"How could the video still end up online? You've been handling cases for years—how could you screw up this badly? You're utterly useless! I used to be the top policewoman—how did I end up marrying a loser like you? Now I have to be dragged down with you!"She still wore her uniform, but her back was no longer straight with pride. Suddenly, a thought flashed across her mind, and she rushed forward to grab her superior's arm. "Sir! As his wife, I'd like to file a report against Shaun Lewis! I'm a witness! "I swear everything in that video was his doing! He lost his mind back then—tortured that boy just to make an arrest and win a promotion! He's inhuman! Someone like him should be stripped of his badge and executed! Yes, executed! This has nothing to do with me or my son!"But when she turned to look for Ezel, she froze. He was already ten steps away, retreating from them as if they carried a deadly plague.Her voice shook. "Ezel, why are you standing so far back? Are you scared? Do
"If I were the one kidnapped, I'd never admit I was your son! Even if they tortured me to death, I wouldn't have let the kidnapper hurt either of you—not one bit!"My mother was deeply moved. "Looking at it now, it must've been fate that he was the one taken. Will was nothing but trouble from the moment he was born. His delivery nearly killed me and ruined my future. "You, Ezel, you're the real blessing. You've never once caused us trouble—only brought honor to this family."My father lit a cigarette, exhaling a stream of smoke. "Don't bring him up again—it ruins the mood. We should've never acknowledged him back then. After all those years away, kidnapped and raised God knows where, he stopped being our son a long time ago. And now he has the nerve to think he deserves the same treatment as Ezel… What a shameless brat!"My mother sneered. "He was born unlucky—never meant for a good life. This ending suits him. At least, before dying, he managed to take a hit meant for Ezel. That'
Five minutes later, the phones in the pockets of the medical staff who had been treating me began to ring one after another.A nurse who was packing up the instruments pulled out her phone to check. The push notification on the screen immediately caught her attention, and her face drained of color. She dropped everything and tapped the video open.From the phone came a boy's heart-wrenching screams. "Ahhh, it hurts so much! Why are you doing this to me?! What did I do wrong?! I really don't know what my parents did! Please, I'm begging you—don't torture me anymore…"The longer the boy cried, the more desperate he sounded, until finally he whispered in defeat, "Just kill me. Please… it hurts too much. All ten of my fingers are gone. There's no point in living anymore. Just let me die…"The medic wrapping my wounds snapped, unable to stand it any longer. "Enough! Turn it off! Hasn't this child suffered enough? Playing this is like stabbing him straight in the heart!"The nurse holdi


















Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.
avaliações