Share

BAB 61

Author: Ede Thaurus
last update publish date: 2026-06-06 23:00:24

Sekarang aku semakin bingung, apa yang harus aku lakukan? Dan, kenapa Alex? Kenapa harus dia? Padahal aku sempat berharap George lah dalang dibalik semua keributan ini. Setidaknya aku tidak akan terlalu kecewa, karena George bukan siapa-siapa. Tapi Alex?

[Ruth, apa kau baik-baik saja? Sekarang apa yang akan kau lakukan?]

[Tenang saja, sy. Aku sudah menduganya, jadi aku sudah punya rencana. Jangan mengkhawatirkan aku, sebaiknya kau konsentrasi merawat dirimu dan bayi yang ada di kandunganmu.]

A
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Cerita Cinta Sang Janda Muda   BAB 63

    "Alex? Apa yang dia katakan?" tanyaku gusar. Sial! Sudah aku katakan jangan ikut campur, mengapa Alex malah sampai menyeret ibuku ke dalam masalah ini?"Ya, semuanya. Mama sudah tahu semuanya, tentang pria ini," jawab ibuku ragu seakan menjaga perasaan George."Apa dia bilang kalau George penyuka sesama jenis? Itu bohong, Ma. Itu hanya pikirannya saja, karena lelucon yang dibuat oleh teman-teman George," tegasku mencoba membuat ibuku percaya kepadaku."Bagaimanapun juga, dari awal sudah mama katakan, jangan menutupi masalah ini dengan kebohongan. Lebih baik katakan saja yang sebenarnya, agak tidak ada masalah di depannya," potong ibuku masih tidak percaya.Ibuku sama sekali tidak tahu, kalau mengatakan kebenaran tidak selamanya menyelesaikan masalah. Malah kebohongan inilah yang membuatku selamat dari hal-hal jahat yang menyerangku."Mama, tidak percaya dengan kata-kataku. Kalau begitu, mama mau bukti apa? Oh mungkin kalau George menghamiliku baru mama yakin. Baik, kalau begitu aku ak

  • Cerita Cinta Sang Janda Muda   BAB 62

    Keadaan tiba-tiba berubah menjadi sunyi. Semua mata menatapku lalu mereka kembali menyerangku dengan berbagai pertanyaan."Siapa kekasih anda?""Apakah dia mengizinkan anda bertemu dengan Alex berdua saja?""Lalu kenapa Alex membayar hutang anda?"Untungnya anak buah George segera memotong pertanyaan para wartawan."Tolong satu-satu! Agar Nona Ruth bisa mendengar dengan baik!" perintahnya membuat keadaan kembali tenang.Beberapa orang langsung mengangkat tangan. Anak buah Alex menunjuk seseorang."Apakah kami boleh mewawancarai kekasih anda?"Aku menggeleng pelan, entah mengapa kali ini mulutku berubah menjadi kaku."Benarkah kekasih anda bukan Alex? Kalau begitu apakah anda bisa memberikan bukti?" tanya wartawan berikutnya.Aku semakin bingung dan ketakutan. Ternyata konferensi pers tidak semudah yang kubayangkan. Pertanyaan wartawan yang tajam membuatku tidak bisa berpikir jernih. Sialnya, siapa sangka mulutku mengkhianatiku? Sekarang apa yang harus aku katakan? Mulutku gemetar."Sa

  • Cerita Cinta Sang Janda Muda   BAB 61

    Sekarang aku semakin bingung, apa yang harus aku lakukan? Dan, kenapa Alex? Kenapa harus dia? Padahal aku sempat berharap George lah dalang dibalik semua keributan ini. Setidaknya aku tidak akan terlalu kecewa, karena George bukan siapa-siapa. Tapi Alex?[Ruth, apa kau baik-baik saja? Sekarang apa yang akan kau lakukan?] [Tenang saja, sy. Aku sudah menduganya, jadi aku sudah punya rencana. Jangan mengkhawatirkan aku, sebaiknya kau konsentrasi merawat dirimu dan bayi yang ada di kandunganmu.]Aku berbohong. Setelah tahu keadaan Sissy, rasanya tidak mungkin aku melibatkan dia ke dalam masalah ini.[Baiklah, aku percaya kau pasti bisa menyelesaikan semua ini dengan baik.]Aku duduk perlahan di atas tempat tidurku kutekan nomor Alex, dan tidak butuh waktu lama Alex langsung mengangkatnya."Bisakah kita bertemu?" tanyaku tanpa basa-basi.Semakin lama aku bersembunyi dalam kebingungan, maka akan semakin pelik juga masalah ini. Lebih baik aku langsung menghadapinya dan berkonfrontasi denga

  • Cerita Cinta Sang Janda Muda   BAB 60

    "Bukankah kau bilang kau kesulitan menemukan orang yang membayar hutang ayahku? Bagaimana kau bisa menemukannya tiba-tiba?" tanyaku curiga. Meski sekarang aku tidak yakin lagi siapa yang harus aku percayai, George atau Alex."Aku juga tidak yakin, managerku yang menemukannya. Aku terlalu bersemangat untuk memberitahumu, sampai lupa menanyakan bagaimana caranya dia bisa mendapatkan informasi ini," jawab Alex bersemangat."Apa ada buktinya kalau George yang melakukannya?""Tentu saja ada. Managerku memberikanku bukti pelunasan hutang itu dan nama George ada di sana. Tapi ... kenapa kau terdengar tidak percaya?""Tidak apa-apa, aku hanya tidak ingin salah menuduh orang," jawabku berbohong."Oh, baiklah. Kalau begitu aku akan mengirimkan buktinya kepadamu.""Baik, terimakasih."Sebuah gambar masuk ke telepon genggamku tidak lama setelah kami mengakhiri pembicaraan kami.Gambar kertas yang sangat mirip dengan kertas yang diberikan George kepadaku. Hanya saja nama yang melunasinya berbeda.

  • Cerita Cinta Sang Janda Muda   BAB 59

    Aku langsung menatap George."Kebohongan apa lagi ini?" tanyaku dengan tatapan tajam dan tangisku langsung berhenti."Ini bukan kebohongan, duduk dan tenanglah dulu. Saya akan menjelaskan semuanya," pinta George dengan lembut sambil tersenyum."Tidak! Aku tidak mau duduk. Jelaskan saja kalau kau mau, tapi aku tidak akan percaya!" jawabku dengan keras kepala. Aku yakin pria ini akan berbohong untuk membuatku percaya dengan manipulasinya."Baiklah, anda boleh mendengarkan penjelasan saya sambil berdiri. Tapi tolong dengarkan sampai selesai."Aku diam saja."Saya bertemu Alex lama sebelum project film ini. Saat itu sepertinya kalian baru saja kehilangan anak dan bercerai. Dia sangat kacau. Kami orang-orang yang baru mengenalnya saja tahu kalau dia hanya berusaha bertahan hidup tanpa benar-benar ingin hidup. Kami kemudian menjadi dekat, aku, Alex dan beberapa sahabatku. Kami sering nongkrong bersama dan melakukan banyak hal bersama, sampai akhirnya dia mulai terbuka dan menceritakan kehid

  • Cerita Cinta Sang Janda Muda   BAB 58

    "Baiklah, kalau begitu aku akan melakukannya untukmu," jawab George santai sambil mengeluarkan telepon genggamnya."Kemari sebentar!" perintah George melalui telepon.Tidak berapa lama kemudian, seorang pria masuk."Apa kau punya bukti surat hutang ayahmu? Kalau ada berikan padanya.""Aku punya fotonya," jawabku sambil memperlihatkan sebuah gambar kepada anak buah George."Cari tahu siapa yang melunasinya. Sekarang!" ucap George dengan tegas.Pria itu mengangguk sopan sebelum keluar dari ruangan."Berapa lama dia akan mendapatkan pelakunya?" tanyaku gelisah."Entah. Pulang saja dan aku akan memberitahumu kalau hasilnya sudah ada.""Tidak, aku akan menunggu saja. Bolehkah aku menunggu di sini?""Terserah kau saja. Aku akan menyuruh pelayan menyiapkan makanan untukmu.""Tidak usah, aku-""Aku tidak mau ada orang yang mati kelaparan di rumahku. Dan kau tampak seperti orang yang belum makan selama 2 hari!" potong George lalu segera keluar dari ruangan.Aku melemparkan tubuhku ke kursi emp

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status