Dibalik Alasan Lembur Suamiku

Dibalik Alasan Lembur Suamiku

last updateTerakhir Diperbarui : 2026-08-03
Oleh:  Senjaa_2111Baru saja diperbarui
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
Belum ada penilaian
7Bab
7Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Sebuah foto misterius mengubah hidup Sarah dalam sekejap. Di dalam foto itu, suaminya, Farhan, terlihat memasuki sebuah apartemen bersama perempuan lain. Pria yang selama ini selalu pulang larut dengan alasan lembur ternyata menyimpan rahasia besar. Sarah harus memilih tetap mempertahankan rumah tangga yang penuh kebohongan atau melepaskan orang yang pernah menjadi cinta pertamanya. Namun ketika Farhan akhirnya kehilangan Sarah, barulah ia menyadari bahwa tak semua penyesalan bisa diperbaiki.

Lihat lebih banyak

Bab 1

Keretakan Rumah Tangga

Menunggu adalah pekerjaan yang paling melelahkan. Ketika seseorang tak lagi memberikan kepastian. Malam itu, Sarah kembali duduk seorang di meja makan. Beberapa lauk sudah tersaji sejak beberapa jam lalu, namun tak ada satupun dari menu tersebut yang sempat tersentuh. Sudah dua kali sarah menghangatkan lauk yang dimasaknya . Setiap kali uang tipis kembali mengepul dari panci, harapan itu ikut menghangat.

Ia percaya, sebentar lagi suara kendaraan milik Farhan akan terdengar di halaman. Namun, waktu terus berjalan, sama halnya dengan makanan yang mulai mendingin kehilangan kehangatannya. Sesekali ia melirik jam dinding, menatap layar ponsel, menintip jalan dari balik tirai jendela ruang tamu, lalu kembali duduk ketika yang lewat adalah kendaraan milik tetangganya. Tatapannya menyapu jalanan yang mulai sepi. Hanya beberapa kendaraan yang melintas lalu menghilang ditelan gelapnya malam.

Sarah memeluk lengannya sendiri berusaha mengusir rasa dingin yang entah berasal dari dingin malam atau dari kegelisahan yang sejak tadi menggerogoti hatinya. Ia melirik kalender yang tergantung di dinding. Hari itu seharusnya menjadi hari yang sederhana, namun membahagiakan.

Ia sengaja memasak banyak makanan kesukaan Farhan, berharap mereka bisa menikmati makanan bersama dipenuhi canda, tawa seperti dulu. Namun, hingga hari semakain larut lelaki itu tak kunjung pulang bahkan memberikan kabar pun tidak.

Dimana sebenarnya Farhan? Lemburkah? Atau terjadi sesuatu dalam perjalanan pulang? Ah, mungkin Farhan sedang lembur. Bukankah akhir-akhir ini pekerjaannya memang sedang menumpuk? Namun, kenapa jika Farhan sedang lembur mengapa tidak mengabarinya? Ah, mungkin Farhan lupa atau handphonenya lawbat. Lagi dan lagi Sarah berusaha meyakinkan dirinya sendiri, meskipun di dalam hatinya, ia meraskan alasan itu terdengar dipaksakan.

“Ya, ampun Mas kamu kemana?” ucap Sarah setengah frustasi.

Sekali lagi, Sarah meraih benda pipih berwarna hitam yang tergelak begitu saja di atas meja makan. Jari jemarinya menekan nama kontan ‘my husband’ yang berada di urutan palaing atas log panggilan pada ponselnya.

Tut....

Nada sambung terdengar memenuhi ruang sunyi, namun seseorang di sebrang sana tak kunjung menjawab panggilannya. Sekali, dua kali, tiga kali, namun tak ada jawaban hingga akhirnya panggilan itu terputus dengan sendirinya. Sarah menarik nafas pelan, ia mencoba menelepon suaminya untuk kesekian kalinya, namun kali ini panggilan berstatus ‘memanggil’ lalu ia mencoba mengirim pesan dan ternyata ceklis dua. Yang dimana artinya Farhan sedang melakukan panggilan dengan oranglain. Ia sedikit lega karena tandanya Farhan baik-baik saja, namun kecurigaan mulai mengetuk hatinya.

Kamu pulang jam berapa?

Aku sudah masak kesukaan Mas

Mas lembur?

Mas balas pesanku

Sarah menggenggam ponselnya sedikit lebih erat lagi. Ingatannya melayang pada Farhan beberapa tahun lalu. Lelaki itu tak pernah lupa mengabarinya jika pulang terlamabat. Bahkan ketika mampir membeli makanan sebuah pesan singkat selalu dikirim agar Sarah tak khawatir menunggunya. Bukan hanya itu, bahkan apapun yang terjadi di kantor seperti gosip sekalipun selalu lelaki itu bercerita.

Aku mampir beli martabak.

Sayang, ada gosip baru di kantor haha.

Nanti aku ceritain kalau udah di rumah.

Sarah tersenyum miris. Entah sejak kapan kebiasaan itu perlahan-lahan pudar lalu menghilang. Pesan-pesan Farhan kini semakin jarang, panggilannya semakin jarang dan perhatian yang dulu begitu sederhana perlahan berubah menjadi sesuatu yang sulit ia temukan.

Waktu menunjukan pukul 23.45 suara deru mesin mobil menyadarkan lamunan Sarah. Ia berdiri, merapihkan rambutnya, lalu berjalan menuju pintu utama sebelum tangan kekar lelaki itu mengetuk pintu. Ia tersenyum. Menghapus raut wajah khawatir yang tadi sempat singgah, meraih tangan Farhan dan menciumnya dan rasa penuh hormat..

“Cape, Mas?” tanya Sarah ketika melihat raut wajah Farhan yang lelah.

“Hm,” ucap Farhan tanpa menatap wajah istirnya.

Lelaki itu melangkah meninggalkan Sarah yang masih berada diambang pintu. Senyum yang tadi ia pertahankan perlahan pudar sedikit demi sedikit ketika indera penciumannya samar-samar mencium aroma parfume yang asing saat Farhan melewatinya. Bukan parfume yang biasa dipakai suaminya. Sarah sempat mengerit, tetapi ia buru-buru menepis prasangka yang mulai bermunculan. Mungkin aroma itu berasal dari rekan kerja yang tak sengaja bersentuhan dengannya. Bukankah terlalu berlebihan jika ia berpikir macam-macam? Meskipun begitu kegelisan di dadanya justru semakin sulit diabaikan.

“ Mas makan malamnya sudah siap. Aku tinggal menghangatkannya sebentar.” Farhan hanya menggeleng pelan. Tanpa menjawab tawaran Sarah ia melangkah masuk ke dalam kamar.

Sarah mematung beberapa saat di depan meja makan. Tatapannyajatuh pada dua piring yang masih tersusun rapih. Perlahan ia menarik salah satu kursi dan duduk. Mengangkat tudung saji perlahan. Jemarinya mengangkat pinggiran mangkuk sup yang sudah dingin sedingin suasana malam ini.

Beberapa jam lalu, ia memasaknya dengan penuh semangat, membayangkan akan makan malam sambil berbincang seperti biasanya.Namun, yang tersisa hanyalqh kekosongan. Sendok dan piring ysng sempat bergeser ia rapikan kembali, meskipun tak akan ada seorsngpun yang menggunakannya malam itu.

Jarak diantara mereka semakin nyata. Bukan karena langkah yang memisahkan, namun, sikap Farhan yang perlahan berubah asing. Seolah Farhan sedang membangun dinding tinggi tak skasat mata. Lelaki itu melepss jam tangannya tanpa menoleh ke arah Sarah sedikipun. Saat Sarah hendak membantu melepaskan jas yang dikenakannya Farhan lebih dulu melepaskannya sendiri dan berlalu meninggalkan Sarah menuju kamar mandi.

Tak ada sapaan, senyuman, tak ada cerita-cerita random yang dibawa Farhan dari kantor. Bahkan tak ada tatapan yang dulu membuat Sarah merasa dicintai dan merasa bahwa dirinya adalah rumah tempat pulang Farhan saat lelah. Memeluknya adalah obat paling mujarab kata Farhan waktu itu, namun sekarang entah kemana kebiasaan itu. Sekarang Sarah merasa dirinya sudah tidak menarik lagi untuk Farhan atau Farhan memang sudah tak nyaman dengan dirinya? Atau Farhan sudah menemukan obat lain diluaran sana? Kini yang terdengar hanyalah derap langkah Farhan ysng semakin menjauh meninggslkan keheningan yang memenuhi setiap sudut rumah mereka.

Dari balik pintu kamar mandi terdengar suara air keran mulai mengalir. Sarah, bergegas keluar kamar tak lama ia kembali membawa segelas air putih dan menaruhnya di atas nakas. Di sampingnya ponsel terus bergetar. Ia membalik layar ponsel yang menyala itu. Dada Sarah sesak saat pesan itu muncul, nama seseorsng muncul di sana, diikuti sepotong pesan yang belum sempat terbaca semuanya. Jatung Sarah berdegup leibih kencang, tangannya bergetar, air matanya nyaris jatuh. Untuk beberapa detik ia hanya mampu mampu menatap tanpa membalas pesan itu.

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Tidak ada komentar
7 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status