Beranda / Romansa / Chemistry Chapter / BAB 15 : BERTEMU DENGANMU

Share

BAB 15 : BERTEMU DENGANMU

Penulis: Yoongina
last update Tanggal publikasi: 2026-07-19 13:18:36

Drrtttt! Drrrttt! Drrrttt!

​Suara getaran ponsel Zea terus bergetar halus di dalam genggamannya. Nama 'Pak Dewa', yang ia sematkan pada nomor yang sedang melakukan panggilan itu sama sekali tidak menarik minat Zea untuk mengangkatnya. Ibu jari gadis itu dengan tegas menggeser tombol merah di layar.

​"Seenaknya dia bawa-bawa perempuan lain ke kampus. Gue aja dilarang untuk komunikasi dengan Sagara!" rutuk Zea kesal.

​Bahkan saat Sagara mengirimkan pesan chat untuk membatalkan janji makan
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (3)
goodnovel comment avatar
Yoongina
hehehe up lg nanti kak
goodnovel comment avatar
aulia fadhila
gak bisa double up yah min ...🫢......
goodnovel comment avatar
Nopphy_lolipop
sagaaaaa ini mah......
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Chemistry Chapter   BAB 19 : PERTENGKARAN CALON PENGANTIN

    Baskara melangkah mendekat. Derap langkah kakinya terdengar pelan dan tegas. Sepasang matanya tidak beralih sedetik pun dari Tiara, yang terus menunduk demi menghindari tatapan tajam itu. "Soal sore tadi, Zea memang ada acara dengan ayahnya. Dewa sudah datang menjemput ke rumahnya, tapi dia yang keras kepala dan menolak untuk ikut ke butik," ujar Dewa cepat, berusaha membela diri di hadapan sang ayah. ​"Sejak kapan kamu kembali ke Indonesia, Tiara?" tanya Baskara dingin, mengabaikan jawaban pembelaan yang baru saja dilontarkan putranya. ​Pertanyaan itu membuat Tiara tersentak. Dengan keberanian yang di miliki, ia menegakkan kepala dan membalas tatapan Baskara yang terlihat tidak suka padanya. ​"A—aku baru tiba beberapa hari yang lalu, Om. Dan..." ​"Lalu, ada urusan apa kamu menemui putra saya lagi?" sela Baskara tajam, tidak berniat memberikan celah bagi Tiara untuk merangkai alasan lain. ​"Pa, Tiara sudah minta maaf soal masa lalu. Dewa juga sudah pernah jelaskan ke Papa k

  • Chemistry Chapter   BAB 18 : MENGHEMPAS KERINDUAN

    Selama perjalanan pulang, kepala Zea tidak berhenti berputar. Fakta mengejutkan tentang status kakak-beradik antara Sagara dan Arka benar-benar menguras habis seluruh emosinya malam ini. ​Tawaran Sagara untuk mengantarnya pulang tadi langsung ia tolak mentah-mentah. Bukan karena ia membenci pria itu, melainkan karena Zea butuh waktu dan ruang untuk mencerna plot kehidupan yang menimpanya secara bertubi-tubi tanpa jeda. ​Di dalam mobil taksi yang membawa mereka membelah jalanan malam, Hasan melirik putri tunggalnya yang duduk tepat di sampingnya. Zea tampak begitu lesu, menyandarkan keningnya pasrah pada kaca jendela mobil yang dingin. ​"Ze," panggil Hasan lembut, memecah keheningan di dalam mobil taksi. "Kamu sakit? Kok lemas banget kayaknya." ​Zea tidak langsung menjawab. Tenggorokannya mendadak terasa kering kerontang akibat rentetan drama yang menguras tenaga sejak pagi tadi. Ia hanya menggelengkan kepala perlahan tanpa mengalihkan pandangan dari lampu-lampu jalanan. ​"Ke

  • Chemistry Chapter   BAB 17 : KAKAK BERADIK

    ​"Apa yang kamu lakukan di sini?" desis laki-laki itu tajam, menatap lurus ke dalam manik mata Zea dari jarak yang sangat dekat. ​Napas Zea memburu. Setelah berhasil menguasai keterkejutannya dalam keremangan lampu taman, ia mendongak menantang. "Seharusnya gue yang tanya, ngapain lo nyeret gue ke sini, Arka?!" ​Arka menyentak kasar tangan Zea hingga terlepas, lalu mundur satu langkah untuk memberi jarak. Rahangnya mengeras, menahan amarah yang sudah ia pendam sejak insiden memalukan di kampus tadi pagi, termasuk rasa penasarannya saat melihat bagaimana histerisnya Zea melihat wanita lain di samping Dewa. ​"Gue ada di sini karena ini acara keluarga gue!" sahut Arka sinis, menatap Zea dengan tatapan menghakimi. ​"Acara keluarga lo?" Kening Zea mengkerut dalam, benar-benar tidak paham dengan arah pembicaraan ini dan ia sama sekali tidak perduli. Sambil mendengus kesal, Zea membetulkan letak tali tasnya yang melorot, lalu mengusap pergelangan tangannya yang kini memerah akibat ce

  • Chemistry Chapter   BAB 16 : KELUARGA MAHESA

    "Zea? Kamu... kamu kok bisa ada di sini?" tanya laki-laki itu dengan nada tidak percaya, wajah tampannya langsung dihiasi senyuman lebar yang sangat tulus. ​"Aku menemani Papaku, dia bekerja di perusahaan ini. Kamu sendiri? Bukannya tadi di chat kamu bilang ada acara mendadak makanya batalin makan malam kita?" tanya Zea bertubi-tubi, karena rasa penasaran. ​Sagara terkekeh pelan, mengusap tengkuknya dengan salah tingkah namun terlihat sangat menawan. "Iya, ini dia acara mendadaknya. Aku lupa kalau perusahaan milik Papaku ulang tahun hari ini. Jadi, malam ini aku wajib hadir kalau tidak ingin dikeluarkan dari kartu keluarga." "Perusahaan ini milik Papamu?" ulang Zea melebarkan kedua matanya. "Jadi—" "Dan ternyata Papamu bekerja di sini?" potong Sagara mengalihkan pembicaraan tentang status keluarganya yang telah diketahui Zea. ​Zea mengangguk pelan dengan senyum canggung. "Iya, Ga. Papa sudah bertahun-tahun kerja di sini. Aku benar-benar nggak menyangka kalau pemilik seluruh

  • Chemistry Chapter   BAB 15 : BERTEMU DENGANMU

    Drrtttt! Drrrttt! Drrrttt! ​Suara getaran ponsel Zea terus bergetar halus di dalam genggamannya. Nama 'Pak Dewa', yang ia sematkan pada nomor yang sedang melakukan panggilan itu sama sekali tidak menarik minat Zea untuk mengangkatnya. Ibu jari gadis itu dengan tegas menggeser tombol merah di layar. ​"Seenaknya dia bawa-bawa perempuan lain ke kampus. Gue aja dilarang untuk komunikasi dengan Sagara!" rutuk Zea kesal. ​Bahkan saat Sagara mengirimkan pesan chat untuk membatalkan janji makan malam mereka karena laki-laki itu ada acara mendadak, tidak ia pedulikan. Karena Zea teringat kesepakatan dengan Dewa saat makan malam itu untuk tidak lagi menghubungi atau berkomunikasi dengan Sagara. Namun melihat tingkah Dewa yang dengan santainya memamerkan Tiara di area parkir dosen tadi pagi, ingatan Zea pada kesepakatan mereka menguap begitu saja. Jari lentik Zea terangkat, ia menyentuh bibirnya yang secara tidak sengaja telah mendarat di bibir Dewa saat terjatuh tadi. Rasanya ia ing

  • Chemistry Chapter   BAB 14 : BERKELAHI

    Zea masih terpaku di tempat. Matanya menatap sendu kearah Dewa dan gadis cantik yang bergelayut manja di sisi tubuhnya. Dan sialnya, mata Dewa mendadak bergeser, mengunci pandangan tepat ke arah Zea yang sedang mematung di kejauhan. Saat itu, ia langsung tersadar dan melanjutkan langkahnya memasuki koridor gedung Fakultas hukum. "Zea," suara lembut yang super menyebalkan dari arah belakang itu menghentikan langkahnya. ​Dengan helaan napas pendek, Zea terpaksa memutar tubuh. Di depannya, Jenny berjalan anggun mendekat, lengkap dengan gaya angkuhnya yang biasa. ​"Bukannya Pak Dewa itu calon suami lo? Persis kayak obrolan pernikahan yang nggak sengaja gue dengar kemarin," ujar Jenny dengan volume suara yang sengaja memicu perhatian orang-orang yang lalu lalang di sepanjang koridor. "Tapi kok... hari ini dia malah bawa cewek cantik ke kampus? Apa lo ditinggalin lagi, Ze? Kasihan banget." ​Zea mengepalkan tangannya. Emosinya yang sudah tipis sejak di rumah tadi, kini berada di am

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status