author-banner
Yoongina
Yoongina
Author

Novels by Yoongina

Chemistry Chapter

Chemistry Chapter

​Disadari atau tidak, takdir selalu punya cara rahasia untuk mempertemukan dua hati tanpa rasa. ​Sadewa Adiraja adalah gambaran sempurna seorang pria. Tampan, cerdas, dingin, dan penuh kharisma. Hidupnya yang tertata rapi seketika berantakan saat sebuah insiden tak terduga mempertemukannya dengan Natasha Zealina. Pertemuan yang semula dianggap kebetulan itu justru membawa keduanya ke dalam pusaran hubungan rumit sekaligus menggemaskan. Ini adalah tentang bagaimana dua hati yang asing secara bertahap meruntuhkan tembok pembatas, hingga akhirnya menemukan rasa aman, kehangatan, dan pemahaman mendalam di dalam diri satu sama lain.
Read
Chapter: BAB 77 : KEKALAHAN
Ketua Majelis Hakim mengetukkan palunya tiga kali dengan keras untuk menenangkan ruang sidang yang makin gempar. ​"Harap tenang!" seru Hakim Ketua. Setelah berdiskusi dengan dua hakim anggota di sebelah kiri dan kanannya selama beberapa menit, Hakim Ketua kembali menegakkan punggungnya. ​"Menimbang bahwa fakta persidangan melalui Keterangan Saksi Ahli Penggugat telah mengonfirmasi 100% keabsahan Warkah Tergugat, serta ditemukannya indikasi kuat cacat hukum dan rekayasa penanggalan pada dokumen Penggugat..." Ketua Hakim menatap tajam ke arah Sagara dan Rektor yang tertunduk lesu. "...Maka Majelis Hakim menilai pembuktian pokok perkara telah terbuka jelas." ​Ketua Hakim mengangkat palunya tinggi-tinggi. ​"Persidangan ini ditunda dan akan memasuki persidangan ke-4 pada hari Selasa mendatang, dengan agenda Pembacaan Putusan Akhir serta penyerahan rekomendasi tindak pidana pemalsuan dokumen kepada Pihak Kepolisian!" ​TAK! ​Ketukan palu penutup bergema megah. ​Meski putusan fo
Last Updated: 2026-08-11
Chapter: BAB 76 : NUTRISI DAN DOA ISTRI
Kediaman Dewa dan Zea, yang diberi nama Griya Zadewa pagi ini suasananya sangat bertolak belakang dengan drama huru-hara semalam. Setelah melalui serangkaian negosiasi sengit, Dewa yang cerdik berhasil membatalkan "tugas ajaib" dari Bu Hana demi menuruni tensi sang Ratu Langit yang sedang berada di puncak fase menstruasinya. ​Dan sebagai bentuk apresiasi atas jasa besar sang suami, Zea pun berbaik hati memberikan full service kelas atas. Kamar tidur mereka mendadak disulap menjadi gerai spa eksklusif lengkap denga pijatan luwes ala terapis profesional. Pijatan penuh kasih sayang itu sukses merontokkan seluruh ketegangan otot Dewa, membuatnya terlelap pulas hingga pagi menjelang tanpa gangguan. "Harus dihabiskan, Kak Dewa," ujar Zea tegas, meletakkan Bubur hangat dengan suwiran ayam, taburan cakue, seledri, bawang goreng, dan kerupuk warna-warni dalam mangkuk keramik putih yang bersih. Dewa mengerjap di balik bingkai kacamatanya, memandang porsi mangkuk bubur yang lebih mirip porsi
Last Updated: 2026-08-11
Chapter: BAB 75 : HUKUM PMS
Dewa memperhatikan gerak-gerik istrinya dari atas tempat tidur dengan pandangan pasrah. Sudah lima belas menit berlalu dan Zea tidak bisa diam. ​Gadis itu mondar-mandir seperti polisi patroli, masuk ke kamar mandi, keluar lagi, jalan ke dapur, balik ke kamar, membuka pintu lemari pakaian, menutupnya dengan sedikit dibanting, duduk di meja kerja, membuka laptop, lalu menutupnya kembali dalam hitungan detik. ​Dewa yang semula berniat fokus mempelajari berkas perkara untuk jadwal sidang esok pagi, kini hanya bisa menahan napas. Pasalnya, tadi sore Zea baru saja mengumumkan kabar duka bagi kedamaian rumah tangga mereka: ia sedang hari pertama datang bulan. ​Berdasarkan artikel hasil riset mendalam yang Dewa baca di internet tadi sore, dengan kata kunci "Cara bertahan hidup menghadapi istri PMS", hari pertama menstruasi adalah fase paling berbahaya bagi keselamatan jiwa seorang suami. Gejalanya meliputi sensitivitas setingkat radar militer, logika yang mendadak hilang, dan emosi setaj
Last Updated: 2026-08-11
Chapter: BAB 74 : DOSEN BUCIN
Dewa berdiri tegap, melepas pelan tangan Tiara dari tangannya. Merapikan jas hitamnya dengan tenang, mengancingkan satu kancing tengahnya tanpa terburu-buru. Postur tubuhnya yang jangkung dan berwibawa seketika memenuhi udara dalam kamar rawat VIP nomor 04. ​Sagara menyunggingkan senyum remeh, bersedekap dada sambil menyandarkan bahunya di pintu. "Kenapa diam, Dewa? Kaget karena rahasiamu ketahuan? Bagaimana kalau sampai tersebar lagi di media? Zea pasti bakal hancur banget kalau tahu tunangannya yang sok suci ini malah asyik mengusap air mata mantan." ​"Aku justru penasaran," ucap Dewa dengan suara bariton yang dalam dan amat tenang, "kenapa seorang dosen tamu baru di Universitas Erlangga bisa berkeliaran bebas di luar lingkungan kampus pada jam kuliah?" ​Senyum di wajah Sagara menguap dalam sekejap. Namun, ia buru-buru menguasai diri dan tertawa kecil dengan nada sinis. "Besok adalah persidangan ketiga kita, kalau kamu lupa. Tentu saja pihak rektorat memberiku kelonggaran wakt
Last Updated: 2026-08-11
Chapter: BAB 73 : KEPERGOK
Dewa membeku di tempatnya. Pandangannya terkunci pada sosok Tiara yang kini melangkah gontai mendekatinya. Dengan sisa tenaga yang dimiliki dan wajah pucat bagai kertas tanpa darah, wanita itu tampak begitu rapuh, berbeda jauh dari sosok Tiara yang biasanya selalu tampil anggun dan percaya diri. ​Tiara menghentikan jalannya tepat dua langkah di depan Dewa. Cengkeramannya pada tiang infus mengencang, menahan tubuhnya yang agak limbung. ​"Akhirnya kamu datang, Dewa..." lirih Tiara, berusaha menyunggingkan senyum tipis yang tampak menyakitkan. ​Kalimat singkat itu seketika menyengat kesadaran Dewa dari rasa terkejutnya. "Tiara, tunggu. Maaf, tapi aku ke sini bukan untuk—" ​"Aku baru selesai Rontgen toraks dan cek darah ulang," potong Tiara pelan, diselingi batuk kecil yang membuat dadanya menegang menahan nyeri bekas operasi daruratnya semalam. "Enggak ada yang menjaga... jadi aku ke laboratorium sendirian." ​Tiara menghela napas pendek-pendek, mengisap udara dengan bersusah pa
Last Updated: 2026-08-10
Chapter: BAB 72 : RUMAH SAKIT YANG SAMA
Dewa membeku kaku di depan meja makan, persis seperti patung es yang dipajang di tengah ruangan. Sarapan sederhana ala Hasan dan Zea, nasi goreng telur mata sapi dan teh hangat, sudah tersaji rapi, tetapi selera makan sang pengacara mendadak amblas ke dasar bumi. ​Penyebabnya cuma satu: baju yang dikenakannya. ​Kaos oblong berwarna merah muda milik Zea zaman SMA, terpasang sangat ketat di tubuh kekar Dewa yang bertinggi hampir 190 centimeter. Baju itu tidak hanya ketat, tapi 'kelewat ketat' di bagian dada bahu dan lengan atasnya yang berotot. Namun, yang paling mengerikan, tepat di bagian tengah dada baju, terhias sablonan gambar kartun Tinkerbell dengan garis-garis glitter perak yang berkilau terpapar sinar matahari pagi. ​Hasan melirik dari sudut matanya ke arah dada menantunya yang kini dihiasi peri bersayap mungil itu. Detik berikutnya, sang mertua berdeham sangat keras hingga cangkir tehnya sedikit bergoyang. ​"Ehem!" Hasan sengaja memecah keheningan. "Zea, sepertinya
Last Updated: 2026-08-10
ANESTESI RINDU

ANESTESI RINDU

Devan Alaric, seorang Dokter Spesialis Bedah yang sangat tampan, merasakan dunianya telah hilang bersama kepergian sang kekasih, Rossa, yang meninggal akibat kecelakaan tepat di hari jadi mereka. Hingga kehadiran seorang residen spesialis bedah di Rumah Sakit Medika Center bernama Vanya Naomi, yang jatuh cinta pada pandangan pertama, mencoba masuk kedalam hati Devan dan berusaha mengobati rasa trauma masa lalu yang telah menjadikan Devan sosok dingin dan tidak mudah tersentuh. Perjalanan kisah Vanya mendekati Devan tidak seindah seperti pasangan biasanya, tapi masa lalu yang masih menghantui mereka membawa keduanya pada teka teki misteri kehidupan keluarga penguasa Harrington dan Alaric.
Read
Chapter: SPESIAL CHAPTER 2
Suasana di koridor depan ruang bersalin VIP RS Medika Center siang itu benar-benar menguji ketahanan mental siapa pun yang lewat. Di dalam ruangan, singa betina yang telah lama tidur kini resmi terbangun kembali demi menyambut kelahiran anak keduanya. ​Sherin yang kini sudah berusia empat tahun duduk manis di kursi tunggu koridor, mengenakan gaun merah muda yang mengembang. Di sebelah kanan dan kirinya, Om Bram dan Om Nathan bertindak sebagai pengawal pribadi sekaligus sasaran empuk pertanyaan kritis sang bocah. ​"Om Nathan, kenapa Mommy teriak-teriak panggil Daddy di dalam? Mommy lagi berantem ya sama Daddy?" tanya Sherin polos, mendongak menatap Nathan dengan mata bulatnya yang jernih. ​Nathan meringis, meraba kepalanya sendiri seolah bisa merasakan trauma rambut dijambak saat Dila melahirkan anak pertama mereka. "Enggak, Sherin... Mommy lagi berjuang ngeluarin adik laki-laki buat Sherin. Nah, Daddy di dalam tugasnya jadi... sasaran Mommy." ​Bram yang duduk di sebelah mereka
Last Updated: 2026-06-07
Chapter: EPILOG : AKHIR CERITA
Ruang kerja Kepala Departemen Bedah RS Medika Center yang biasanya rapi dan hanya dipenuhi dokumen medis, siang ini mendadak berubah fungsi menjadi zona bermain anak. ​Di atas karpet bulu tebal yang sengaja digelar di dekat meja kerja Devan, seorang balita perempuan berpipi gembul dengan kuncir dua berbentuk air mancur sedang duduk dengan tenang. Namanya Sherina Alaric, atau yang akrab dipanggil Sherin. Bocah berusia dua tahun itu kini sedang sibuk menyusun balok-balok mainan, sama sekali tidak mempedulikan dua dokter spesialis di hadapannya yang sudah tampak seperti rongsokan bernyawa. "Nath... tolonglah, Nath. Gantian," bisik Bram dengan suara serak, nyaris menyembah di depan Nathan. Jas dokter Bram sudah kusut tak berbentuk, kancing paling atasnya lepas, dan stetoskopnya kini justru terkalung pasrah di leher sebuah boneka beruang besar milik Sherin. ​"Nggak bisa, Bram! Perjanjiannya kan jelas. Jam satu sampai jam dua itu shift kamu yang jadi kuda-kudaan!" balas Nathan tak
Last Updated: 2026-06-05
Chapter: BAB 150 SPECIAL CHAPTER
"Lihat, Mas. Lucu banget, kan? Mirip banget sama kamu," bisik Vanya lembut, menatap lekat bayi laki-laki yang tengah tertidur lelap dalam dekapannya.​Devan tersenyum manis. Sepasang mata cokelat madunya menatap penuh haru ke arah makhluk suci itu, lalu dengan sangat hati-hati, ibu jarinya bergerak mengusap lembut pipi sang bayi.​"Iya, Sayang. Mirip sekali denganku," sahut Devan, suaranya melembut bahagia menyambut kehadiran bayi yang baru saja lahir ke dunia.​"Malam ini aku akan menjaganya," ucap Devan setengah berbisik, berhati-hati agar tidak membangunkan makhluk menggemaskan yang sedang terlelap itu.​"Aku juga mau menjaganya," protes Vanya langsung, melirik tak suka ke arah suaminya sambil mengerucutkan bibir.​Devan terkekeh pelan, mengusap puncak kepala istrinya dengan gemas. "Kamu nanti kecapekan, Sayang."​"Nggak! Aku nggak capek sama sekali. Pokoknya malam ini aku mau ikut menjaganya," keukeuh Vanya tidak mau kalah."Tapi kalau kamu kecapekan nanti bisa sakit, Sayang."​"A
Last Updated: 2026-06-04
Chapter: BAB 149 FINAL CHAPTER
Setelah membersihkan diri dan mengganti pakaian bedah dengan pakaian miliknya, Devan melangkah keluar dari area steril ruang operasi. Langkah kakinya yang panjang terdengar di sepanjang koridor lantai tiga yang sunyi. Begitu pintu geser otomatis menuju ruang tunggu terbuka, pandangan Devan langsung terkunci pada satu sosok mungil yang duduk di barisan kursi tunggu. ​Vanya ada di sana, sedang merapatkan kedua tangannya di depan dada, tampak menemani ketiga remaja Indonesia yang kini sudah jauh lebih tenang. ​Mendengar suara pintu terbuka, Vanya seketika mendongak. Begitu matanya menangkap sosok Devan yang berjalan menghampiri dengan raut wajah lelah sekaligus lega karena telah berhasil menyelamatkan Dimas di meja operasi, Vanya langsung berdiri dari duduknya. ​Ketiga remaja itu pun ikut berdiri dengan tatapan penuh harap dan cemas. ​"Mas Devan..." lirih Vanya, melangkah beberapa langkah mendekati suaminya. ​Devan tersenyum tipis, tatapannya melembut khusus untuk istrinya sebe
Last Updated: 2026-06-04
Chapter: BAB 148 KERJASAMA TIM
Vanya berjalan lunglai menuju ruang tunggu di depan koridor kamar operasi. Tubuhnya masih lemas setelah salah menangkap informasi tentang kecelakaan turis Indonesia berjaket biru yang ia pikir adalah suaminya. Ia menyandarkan punggungnya ke kursi besi yang dingin, mencoba menata detak jantungnya yang perlahan mulai kembali normal meski tangannya masih sedikit gemetar.​Di salah satu sudut bangku yang tidak jauh darinya, ketiga teman korban jatuh itu tampak duduk berkerumun dengan tubuh lemas dan wajah yang sembap karena tangis.​Baru saja Vanya hendak memejamkan mata untuk menenangkan pikiran, terdengar suara langkah kaki mendekat. Seorang perawat wanita Jepang dengan seragam bernuansa merah muda lembut melangkah menghampirinya. Di kedua tangannya, perawat itu membawa sebotol air mineral dingin dan sebuah handuk kecil yang bersih.​Perawat itu membungkuk sedikit dengan sopan, memberikan senyuman hangat yang menenangkan sebelum mengulurkan air mineral kepada Vanya.​"Excuse me, Madam,"
Last Updated: 2026-06-03
Chapter: BAB 147 LICENSE TO OPERATE
Vanya bergerak secepat yang ia bisa. Mengabaikan penampilannya yang berantakan dan napasnya yang terasa mencekik akibat udara dingin, ia langsung berlari keluar menuju area depan resor ski. Beruntung, sebuah taksi baru saja menurunkan penumpang di lobi luar. Tanpa membuang waktu, Vanya langsung membuka pintu dan melompat masuk ke kursi belakang.​"Minamiuonuma Hospital! Please, hurry!" seru Vanya dengan suara bergetar kepada pengemudi taksi, seorang pria paruh baya Jepang.​Melihat kepanikan yang luar biasa dari penumpangnya, sang sopir hanya mengangguk cepat dan langsung menginjak pedal gas dalam-dalam. Sepanjang perjalanan menembus jalanan bersalju Niigata, Vanya tidak berhenti meremas kedua tangannya sendiri. Air matanya mengalir deras membasahi pipi.​Pikirannya terus berputar pada kata-kata petugas informasi tadi. Jaket biru. Turis Indonesia. Kritis. Semua ciri-ciri itu mengarah tepat pada Devan. Ketakutan terbesar dalam hidupnya kembali mendera, ketakutan akan kehilangan Devan u
Last Updated: 2026-06-03
Cinta di Puncak Dunia

Cinta di Puncak Dunia

Bagi Elara, Gunung Saujana hampir menjadi tempat peristirahatan terakhirnya. Namun bagi Reygan itu adalah awal dari segalanya. Pertemuan tak sengaja di tengah badai itu menumbuhkan cinta dalam hati Reygan hanya dalam satu malam. ​Saat takdir membawa mereka kembali pada kehidupan nyata, akankah ikatan yang terjalin semulus seperti yang terjadi di puncak gunung Saujana? Atau justru lebih rumit dari yang mereka bayangkan?
Read
Chapter: BAB 75 : AIR MATA ZHEYDAN
"Bagaimana bisa... kamu dan Zhelara..." Kinan terbata, tak mampu menuntaskan kalimatnya. Berita mengejutkan itu memukul kesadarannya. Dengan tangan yang sedikit gemetar, ia buru-buru membenahi kancing kemejanya yang sempat terbuka dan merapikan rambutnya yang berantakan, lalu beranjak bangun, melepaskan diri dari pangkuan Zheydan untuk kembali ke kursinya sendiri. ​Zheydan tidak menahannya, namun tatapannya kini berubah menjadi sangat mendesak. "Kinan... bantu aku bertemu dengan Zhelara. Dia dalam bahaya besar. Aku harus membawanya pergi dari negara ini sebelum semuanya terlambat." ​"Apa? Zhelara dalam bahaya?" Kinan membelalak, kepalanya mendadak pening menyerap rentetan informasi ini. "Apa maksudmu? Dia... dia bahkan sedang bedrest di rumah sakit karena—" ​Kinan mendadak mengatupkan bibirnya rapat-rapat. Merutuki kebodohannya sendiri, ia baru saja secara tak sengaja membocorkan kondisi dan keberadaan Zhelara. ​Zheydan menegakkan punggungnya seketika. Manik matanya menyipit tajam
Last Updated: 2026-08-11
Chapter: BAB 74 : BE MY GIRL! (18+)
Kinan terhanyut sesaat oleh ciuman lembut Zheydan. Sensasi hangat yang membakar itu perlahan mengikis benteng pertahanannya. Dalam keheningan mobil, Kinan tanpa sadar membalas ciuman itu, membuka sedikit celah bibirnya dan memberikan ruang bagi Zheydan untuk memperdalam lumatannya. ​Jemari mungil Kinan terangkat, meremas kaus yang melekat di dada tegap Zheydan. Tindakan kecil itu seketika meruntuhkan akal sehat Zheydan. Pemuda Graffenried itu terhanyut sepenuhnya, melupakan ancaman sang paman, hingga tujuan utamanya membawa Kinan keluar dari perlindungan Lingga di Le Moka. ​"Ngghh..." ​Satu desahan lirih lolos begitu saja dari sela bibir Kinan ketika pergerakan Zheydan makin menuntut dan tak memberi jeda. Pria itu terus mengikis jarak hingga posisi Kinan kian terhimpit ke dinding pintu mobil. Telapak tangan besar Zheydan terangkat, menapak pada kaca jendela yang mulai tertutup embun tipis yang disebabkan oleh pendingin mobil, mengunci tubuh Kinan sepenuhnya dalam dekapannya seak
Last Updated: 2026-08-11
Chapter: BAB 73 : CIUMAN ZHEYDAN
Suara rintikan AC di dalam kabin Maybach yang dingin mendadak terasa mencekam. Pengawal pribadi di kursi depan masih memegang ponselnya dengan tangan yang agak gemetar, menantikan reaksi dari pemuda di belakangnya. Di samping Zheydan, Kinan menahan napas. Meskipun sama sekali tidak mengerti bahasa asing yang diucapkan pengawal itu, Kinan bisa merasakan perubahan drastis pada raut wajah Zheydan, dari yang semula usil dan santai, mendadak berubah menjadi amarah. ​Zheydan menyipitkan mata. Urat-urat di lehernya menegang, membuktikan betapa murkanya ia ketika kebebasannya kembali diusik oleh sang paman. ​"Das isch mir scheissegal! Ich gah sicher nöd hei!" (Aku tidak peduli sama sekali! Aku pasti tidak akan pulang!) bentak Zheydan dengan intonasi rendah penuh ancaman. ​Pengawal itu menelan ludah dengan susah payah. "Aber Herr Zheydan, der Herr Reno het gseit—" (Tapi Tuan Zheydan, Tuan Reno mengatakan—) ​"Heb d'Schnure!" (Tutup mulutmu!) potong Zheydan, memajukan tubuhnya dan men
Last Updated: 2026-08-10
Chapter: BAB 72 : d'Aawisig (PERINTAH)
Reno membeku seketika. Tubuhnya menegak kaku di atas sofa. Ia sama sekali tidak mengira bahwa Reygan sudah menggali informasi dan menyelidiki identitasnya sampai sejauh ini. Pria paruh baya itu menarik napas panjang, mencoba menetralkan getaran di dadanya sebelum menghembuskannya perlahan. ​Bayangan wajah Zheydan mendadak melintas di pelupuk matanya. Anak itu! Dia benar-benar memancing masalah besar dengan Valero! geram Reno dalam hati, bersumpah akan memberi pelajaran keras pada keponakannya itu sepulang dari kantor nanti. ​Mencoba menguasai diri kembali, Reno menatap Reygan dengan raut wajah kaku. ​"Ich hätte nicht gedacht, dass Sie meiner Identität schon so weit nachgegangen sind, Herr Valero!" (Saya tidak menyangka Anda sudah menyelidiki identitas saya sejauh ini, Tuan Valero!) ​Reygan tidak membalas keterkejutan itu dengan kata-kata manis. Ia bangkit berdiri secara perlahan, mengancingkan kembali jas charcoal-nya dengan gerakan yang sangat tenang. ​Mata elangnya menatap
Last Updated: 2026-08-10
Chapter: BAB 71 : KONFRONTASI
Pendar matahari pagi menyinari gedung pencakar langit berdesain futuristik dan elegan. Gedung megah bertuliskan logo emas murni Graffenried Commodities Asia itu berdiri menjulang tinggi bersama dengan gedung-gedung pencakar langit di kawasan pusat bisnis Sudirman. ​Sebuah mobil limousine hitam mengilap berhenti tepat di depan lobi utama. ​Pintu mobil terbuka. Reygan melangkah keluar dengan perlahan. Pria itu mengenakan setelan jas berwarna charcoal yang menutupi tubuh tegapnya, memancarkan aura wibawa seorang calon pimpinan tertinggi Valero Corps. ​Di belakangnya, Lingga mengekor dengan langkah waspada. Tanpa membuang waktu, Reygan melangkah masuk membelah pintu kaca otomatis lobi, mengabaikan tatapan dari para karyawan yang membungkuk hormat saat tahu siapa pria berwibawa yang baru saja masuk. ​"Selamat pagi, Tuan. Ada yang bisa kami bantu?" tanya seorang manajer resepsionis dengan nada sangat sopan saat Reygan tiba di meja utama. ​"Aku ingin bertemu dengan Moreno von Graf
Last Updated: 2026-08-09
Chapter: BAB 70 : TERTARIK
Kinan bergerak cepat merebut kembali ponsel dari genggaman Zheydan, membuat pria itu terperanjat kaget. ​"Halo, Zhe? Nanti aku telepon lagi, ya. Ini ada pelanggan yang minta pesanannya dipercepat," ujar Kinan terburu-buru pada seberang telepon. ​"Oke, Kinan. Aku tunggu, ya. Bye..." ​"Bye, Zhe..." ​Setelah panggilan terputus, Kinan bertolak pinggang. Matanya menatap tajam Zheydan yang masih membeku dengan wajah tegang. ​"Maksud kamu apa, main ambil ponsel orang sembarangan?" cecar Kinan kesal. ​"Itu... aku..." Zheydan terbata, kehabisan kata-kata. ​Kinan menghela napas panjang. "Apa? Kalau udah enggak sabar mau minum kopi, bilang aja, Zheydan! Tunggu di sini, aku buatkan dulu." ​Baru saja Kinan membalikkan badan, Zheydan mendadak mendaratkan cengkeraman kuat di pergelangan tangannya. Pria itu bertindak refleks tanpa sadar betapa besarnya tenaga yang ia keluarkan. ​"Aww! Sakit! Lepasin, Zheydan!" ringis Kinan seraya berusaha menarik lengannya dari genggaman kekar pria
Last Updated: 2026-08-09
Cinta Gita

Cinta Gita

​"Dia pergi demi melindungiku. Dan aku akan mempertaruhkan nyawaku untuk mengungkap alasan di balik kepergiannya." Bagiku, Andreas adalah segalanya. Cowok tampan dan paling dipuja di SMA yang memilih menambatkan hatinya padaku, gadis sederhana yang biasa saja. Semua orang percaya kami takkan terpisahkan. Namun di hari menjelang kelulusan, Andreas menghilang tanpa kabar. Empat tahun berlalu, disaat orang baru telah masuk kedalam hidupku, Andreas muncul kembali. Namun bukan untuk pulang, melainkan bersanding dengan gadis lain. Saat kebenaran yang menjadi alasan Andreas pergi mulai terungkap, hatiku kembali diuji. Sanggupkah aku dan Andreas memperjuangkan cinta yang sejak awal tak pernah pergi, atau terpaksa untuk saling merelakan? karena kami sama-sama telah terikat dengan orang baru.
Read
Chapter: EPILOG : TUJUH TAHUN KEMUDIAN
"Iya, Sayang. Aku sama Aiden mau ke taman dulu," sahutku saat Andreas menelepon untuk menanyakan apakah aku sempat menjemput putra kami ke sekolah. Aiden Arkadewa, itulah nama putra pertama kami. Saat ini usianya sudah menginjak lima tahun dan baru saja masuk taman kanak-kanak. Dan saat ini, aku pun tengah mengandung anak kedua kami dengan usia kandungan tujuh bulan. ​"Maafkan aku ya, Sayang. Tadi mendadak Dokter Handoko memintaku mendampinginya di ruang operasi," sahut Andreas dari seberang telepon. Suaranya terdengar agak tergesa-gesa. ​Saat ini, Andreas memang sudah mencapai akhir masa pendidikan residennya. Ia memilih melanjutkan spesialisasi menjadi seorang dokter spesialis bedah jantung. Sebentar lagi, ujian kompetensi besar menantinya agar ia resmi menyandang gelar spesialis. ​Aku selalu dibuat takjub dan bangga oleh kegigihannya. Laki-laki itu mampu menjalani kerasnya pendidikan dokter spesialis sambil tetap bekerja sampingan di laboratorium demi membiayai kuliahnya se
Last Updated: 2026-06-13
Chapter: BAB 100 LANGIT MALAM KALIURANG (18+)
Deru mesin kereta eksekutif yang membawa kami dari Jakarta perlahan mereda begitu roda-rodanya mencengkeram rel Stasiun Tugu, Yogyakarta. Suara riuh pengumuman stasiun berpadu dengan petikan lirik lagu lawas tentang kota ini yang samar-samar terdengar dari pengeras suara, menyambut langkah kaki kami. Yogyakarta selalu memiliki cara tersendiri untuk menjerat rindu, namun bagi aku dan Andreas, kota ini kini menyandang status baru, saksi bisu dari awal perjalanan panjang kami sebagai sepasang suami istri. ​Setelah melewati resepsi pernikahan yang menguras energi di Jakarta seminggu lalu, Andreas langsung memesan tiket dan sebuah vila privat di daerah lereng Gunung Merapi, Kaliurang. Laki-laki itu tahu benar kalau aku membutuhkan ketenangan, jauh dari hiruk-pikuk rutinitas kesibukan kami di Jakarta. ​"Sini tasnya, Sayang. Biar aku yang bawa," ujar Andreas lembut begitu kami melangkah keluar dari pintu kedatangan stasiun. ​Aku menoleh, menatap wajah tampannya yang kini terlihat jauh
Last Updated: 2026-06-13
Chapter: BAB 99 KEBAHAGIAAN KAMI
Restoran bernuansa alam di sudut kota Bogor itu terasa begitu menyejukkan. Suara gemercik air dari kolam ikan yang mengelilingi saung-saung bambu, berpadu pas dengan aroma tanah basah sehabis hujan dan semilir angin pegunungan. Tempat ini sengaja dipilih oleh Bian, sebagai sebuah ketenangan untuk merayakan kelulusan, sekaligus menjadi saksi dari sebuah rencana besar yang sudah ia persiapkan matang-matang. ​Andreas menggenggam tanganku dengan erat saat kami berjalan menyusuri jalan setapak berbatu menuju saung utama yang sudah dipesan. Genggamannya hangat, memberikan rasa aman untukku. Berada di sisi Andreas dalam suasana sesantai ini adalah hal yang sangat kuinginkan sejak kepergiannya empat tahun lalu. ​"Kayaknya kita terlambat, sayang. Mereka sudah datang," bisik Andreas pelan di dekat telingaku, matanya melirik ke arah saung besar di ujung kolam di mana gelak tawa teman-temanku sudah terdengar bersahutan. "Kamu sih dandannya kelamaan, jadi telat jemput aku," balasku sambil ny
Last Updated: 2026-06-13
Chapter: BAB 98 CERITA NANDA
"Aku tahu, kalau Kak Nanda sengaja memberikan berkas itu padaku. Tapi, dari mana Kakak tahu kalau aku mengenal perwira polisi yang meninggal itu?" potongku, tidak memberi kesempatan Kak Nanda untuk bisa mengelak. Kak Nanda menghembuskan nafas perlahan, mencoba menerima kalau aku sudah mengetahui rencananya. Ia meraih jemariku dan menggenggamnya erat. "Waktu itu aku tidak sengaja memberikan file tentang kematian Baskoro Adi, kamu ingat? di hari pertama kamu magang?" aku mengangguk, karena ingatan itu terus melekat di benakku. "Sejak itu, aku melihat kalau kamu sangat penasaran dengan kasus Baskoro Adi. Aku berpikir, sepertinya ada sesuatu antara kamu dengan perwira kepolisian itu. Jadi, aku mengecek data diri kamu dan melihat kalau kamu berasal dari Universitas yang sama dengan Caleandra." Kak Nanda berhenti sejenak. Mencoba mengatur tarikan nafasnya yang terasa berat. Lalu, tanpa diduga, air mata mengalir di pipinya. Aku melepaskan genggaman tangannya dan meraih tisu di atas m
Last Updated: 2026-06-13
Chapter: BAB 97 KEMBALI KE HARIAN NASIONAL
​"Gita!" ​Suara lembut yang sangat kukenali itu seketika membuatku menghentikan langkah. Aku menoleh ke belakang. Di sana, berdiri tidak jauh dari tempatku, Azizah, Bian, dan Nila tengah berjalan menghampiri. Mereka semua melempar senyum hangat ke arahku. ​Terus terang saja, aku sangat merindukan sahabat-sahabatku ini. Hubunganku dengan Ale selama ini membuat hubungan persahabatanku ikut berantakan. Dan hari ini, di hari wisuda kami, akhirnya kami bisa bertemu kembali. ​Azizah dan Nila terlihat sangat cantik dengan kebaya senada berwarna baby pink, warna favorit mereka. Tanpa kusadari, air mata menetes di pipiku. Melihat hal itu, Azizah langsung melangkah maju dan merengkuh tubuhku dengan isak tangis yang sama. ​"Gue kangen banget sama lo, Git. Maafin gue... maafin gue sama Bian yang udah bikin kita jauh selama ini," bisik Azizah di sela tangisnya. ​Nila yang tidak tahan menunggu giliran, langsung ikut memelukku dan Azizah. Kami bertiga berpelukan dengan teramat erat di teng
Last Updated: 2026-06-12
Chapter: BAB 96 CALON ISTRI DOKTER
"Ndre," ​Aku memanggil pelan laki-laki yang sedang sibuk mencatat rekam medis pada papan klip di tangannya. Wajah seriusnya seketika mendadak cerah, lalu senyuman yang hangat terbit di wajah tampannya. Menatapnya saat ini, aku merasa seolah baru benar-benar menemukannya kembali setelah empat tahun lamanya kami berpisah. Laki-laki yang dulu selalu datang menjemputku ke rumah untuk berangkat sekolah bersama, dan selalu mengajakku menikmati senja di sudut kota Jakarta dalam dekapan hangat di atas motor besarnya. ​Andreas berjalan pelan menghampiriku. Senyuman di bibirnya tidak pudar sedikit pun, membuat seluruh kecemasan di hatiku menghilang. Akhirnya, aku bisa merasakan kenyamanan dan ketenangan yang luar biasa. ​Begitu tiba di hadapanku, ia mengangkat tangannya perlahan, meraih beberapa helai rambutku yang sedikit berantakan lalu menyelipkannya ke belakang telinga. ​"Sudah makan siang belum?" Pertanyaan pertama yang keluar dari mulut Andreas terdengar begitu lembut di telingaku. A
Last Updated: 2026-06-12
You may also like
Cinta Yang Salah
Cinta Yang Salah
Romansa · Winda
234.7K views
Sentuhan Berbahaya (Dangerous Touch)
Sentuhan Berbahaya (Dangerous Touch)
Romansa · Abigail Kusuma
231.7K views
Kau Menikah, Aku Mengikhlaskan
Kau Menikah, Aku Mengikhlaskan
Romansa · Jovita Tantono
230.6K views
My Sexy Sugar Mommy
My Sexy Sugar Mommy
Romansa · Aililea (din din)
230.4K views
SALAH MASUK KAMAR CEO TAMPAN
SALAH MASUK KAMAR CEO TAMPAN
Romansa · Wafa Farha
230.4K views
Mantan Istri CEO
Mantan Istri CEO
Romansa · DKris
229.0K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status