
ANESTESI RINDU
Menjadi residen bedah di bawah pengawasan dr. Devan Alaric bukan sekadar tentang berpacu dengan maut di meja operasi, melainkan ujian mental yang menguras kewarasan. Devan adalah seorang dokter bedah yang jenius dengan paras yang mampu menghentikan detak jantung, namun memiliki hati sedingin ruang mayat dan lisan yang jauh lebih tajam daripada pisau bedah yang ia genggam.
Bagi Devan, wanita hanyalah gangguan dalam hidupnya. Sejak kehilangan Rossa dalam kecelakaan tragis setahun lalu, Devan telah menyuntikkan ‘Anestesi Rindu’ ke dalam nadinya sendiri, sebuah upaya paksa untuk mematirasakan hati dari trauma dan kerinduan mendalam karena rasa bersalah atas bayang-bayang masa lalu.
Namun, kehadiran Vanya merubah segalanya. Sebagai residen yang penuh tekad, Vanya tidak gentar menghadapi tembok es yang dibangun Devan. Baginya, Devan bukan sekedar mentor, melainkan pria yang harus ia "sembuhkan" dari luka lama. Tanpa disadari, upaya Vanya untuk meruntuhkan pertahanan Devan justru menyeretnya ke dalam pusaran rahasia gelap yang melibatkan dua keluarga besar, Alaric dan Harrington.
Read
Chapter: BAB 90 "IBUKU, NAOMI HARRINGTON.""Kalian lihat berita kemarin?" tanya salah satu perawat dengan nada berbisik namun antusias. "Istri Henry Harrington terbukti menukar anak kandungnya dengan anak kandung Tuan Henry sendiri," sahut seorang residen sambil menatap layar ponselnya. "Maksudnya... Evelyn bukan anak kandung Henry Harrington?" "Ternyata putri kandungnya itu Vanya—" "Gila! Benar-benar seperti cerita dalam sinetron, putri yang ditukar." Seorang perawat lain menimpali, "Dan ini terjadi pada teman kita sendiri. Pantas saja dr. Devan meninggalkan Evelyn. Ternyata dia lebih memilih anak kandung Harrington yang sebenarnya." "Iya, kalian benar. Itulah alasannya Mas Devan meninggalkan aku." Suara angkuh dan sinis itu mendadak terdengar dari balik punggung para residen dan perawat yang tengah asyik bergosip. Seketika, suasana IGD yang bising menjadi hening setelah kedatangan Evelyn. "Evelyn!" seru mereka hampir bersamaan. Wajah mereka pucat pasi mendapati Evelyn sudah berdiri di sana dengan tatapan tajam
Last Updated: 2026-05-12
Chapter: BAB 89 VONIS SIDANG SHINTARuang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dipenuhi oleh ketegangan. Dinginnya pendingin ruangan tidak mampu meredakan hawa panas yang terpancar dari barisan kursi pengunjung. Di sisi kanan, Henry Harrington duduk dengan punggung tegak, namun guratan di wajahnya tidak bisa menyembunyikan kehancuran hatinya. Di sampingnya, Frans datang menemani Henry mengikuti persidangan Shinta dengan rahang mengeras. Di kursi pesakitan, Shinta Harrington duduk dengan kepala tertunduk. Tidak ada lagi keanggunan nyonya besar yang biasanya ia pamerkan. Dengan memakai kemeja putih dan rok hitam, kondisinya terlihat sungguh memprihatinkan. Di sayap kiri bangku pengunjung, terlihat Dr. Gunawan, adik kandung Shinta datang bersama beberapa anggota keluarga untuk memberi dukungan agar kakaknya tidak merasa sendirian. Apalagi, sejak Devan berhasil membongkar rahasia dua puluh enam tahun silam, Evelyn tidak mau lagi menemui mamanya di penjara. "Terdakwa Shinta Harrington," suara berat Hakim Ketua mem
Last Updated: 2026-05-11
Chapter: BAB 88 SIAPA KENAN?Langkah kaki Devan yang panjang dan tergesa membuat Vanya hampir kehilangan keseimbangan saat mereka memasuki area nurse station IGD yang mulai sepi. Tanpa mempedulikan tatapan bertanya-tanya dari Siska yang masih berjaga, Devan menarik Vanya menuju ruangan residen. Vanya membuka pintu ruang residen dengan keras. Beberapa residen yang sedang beristirahat di dalam terkejut dan memandang kearah pintu. "Malam, dr. Devan," sapa beberapa residen yang melihat Devan berdiri di belakang Vanya. "Malam," sahutnya datar melanjutkan langkahnya mengikuti Vanya ke meja kerjanya yang ada di sudut ruangan. Bisikan-bisikan para residen yang melihat kebersamaan mereka terdengar mengiringi langkah Devan saat masuk kedalam. "Sttt, bukannya dr. Devan itu tunangan Evelyn ya?" "Kamu belum tahu? dr. Devan sudah mengakhiri hubungan mereka." "Yang benar?" "Ah masa? padahal sebentar lagi kabarnya mereka akan menikah." "Terus sekarang malah pacaran dengan Vanya? Apa hubungan mereka berakhir karena Vanya
Last Updated: 2026-05-10
Chapter: BAB 87 MISTERI KALUNG"Jangan bercanda Deline. Ini masalah serius. Lagipula, aku penasaran, ada hubungan apa antara Kenan dengan kalian sampai dia mencelakai Rossa." Desis Devan dengan rahang mengeras. Deline semakin terisak seiring dengan suara detak jantung di layar monitor yang terdengar berirama cepat. Menyadarkan Devan untuk kembali pada situasi Deline saat ini. "Deline, sudah cukup. Jangan pikirkan apa-apa dulu. Jangan pikirkan hal-hal yang berat." Ucap Devan menurunkan nada suaranya. "Tapi aku takut, Mas." Lirihnya berbisik. "Jangan takut. Aku akan menjagamu di luar pintu ICU malam ini. Besok, kamu akan bergabung di kamar perawatan Tifani dan Jesi." Devan terus mencoba menenangkan Deline agar jantungnya kembali stabil. Ia terpaksa memberikan obat penenang ringan melalui aliran infus Deline. Cairan bening itu mengalir perlahan, masuk ke dalam pembuluh darah untuk meredam kepanikan yang nyaris membuat ritme jantung gadis itu kacau. "Tidur, Del. Aku di sini," bisik Devan sambil mengatur k
Last Updated: 2026-05-10
Chapter: BAB 86 RAHASIA DELINESuara tetesan cairan infus dan mesin pemantau tanda vital menjadi satu-satunya suara yang memecahkan kesunyian di ruang perawatan VIP nomor 103. Setelah melewati jam-jam kritis di ruang ICU pasca operasi tiga hari lalu, Tifani dan Jessi akhirnya dipindahkan ke ruang perawatan. Meski kondisi mereka sudah stabil, sisa-sisa trauma kecelakaan masih terlihat jelas pada tubuh yang kini terbalut perban dan gips itu. Tifani, wanita berambut pendek sebahu, terbaring di bed sebelah kanan, dadanya masih dibalut kencang untuk menstabilkan flail chest yang dialaminya, sementara luka trauma abdomennya menuntutnya untuk tetap dalam posisi diam, tidak boleh banyak bergerak. Di ranjang kiri, Jessi tampak lebih terjaga meski wajahnya pucat pasi. Kaki kanannya yang mengalami fraktur femur terbuka kini terpasang sistem traksi skeletal. Sebuah pin logam tipis namun kuat telah menembus bagian bawah tulang paha Jessi melalui prosedur bedah, dan di ujung pin tersebut, terikat sebuah tali nilon yang te
Last Updated: 2026-05-09
Chapter: BAB 85 CEO MERLION CAPITAL"Bagaimana menurutmu? Putraku meminta agar Vanya sembuh total dan benar-benar bisa menerima statusnya sebagai putri kandungmu sebelum mereka melangsungkan pernikahan. Lagipula, masalah putri pertamaku dengan suaminya pun belum menemukan titik temu." Henry meletakkan cangkir porselen mewah itu di atas tatakannya dengan denting pelan yang terdengar elegan. "Aku setuju dengan Devan," ucap Henry sambil menyandarkan punggungnya pada sofa yang empuk. "Sampai saat ini pun, aku masih tidak tahu bagaimana caranya membuat putriku mau memelukku dan memanggilku Papa," lirihnya sedih, mengusap titik air mata yang merembes di sudut matanya. Frans bergeser mendekat. Tangannya terangkat, mengusap punggung Henry dengan gerakan perlahan guna menyalurkan kekuatan bagi calon besannya itu. "Aku pun merasakannya, Henry. Melihat Aurel menderita di tangan Farel saja sudah cukup membuatku merasa gagal sebagai ayah," sahut Frans dengan suara yang berat oleh rasa bersalah. "Kita terlalu sibuk memba
Last Updated: 2026-05-08
Cinta Gita
Di koridor sekolah, nama Andreas adalah sebuah legenda. Tampan, berkarisma, dan dipuja hampir setiap mata. Namun, bagi Andreas, dunianya hanya berporos pada satu titik, Gita. Gadis sederhana yang berhasil mengunci seluruh perhatian sang idola dengan ketulusannya.
Hubungan mereka bukan sekadar cinta monyet, itu adalah ikatan yang begitu kuat, hingga semua orang percaya mereka takkan terpisahkan.
Sampai pada kelulusan SMA membawa mereka pada sebuah perpisahan. Memaksa keduanya melepas genggaman tangan dan melangkah ke arah yang berbeda. Perpisahan yang membawa mereka bertemu dengan lingkungan baru, dan orang-orang baru yang mulai masuk ke dalam kehidupan mereka.
"Cinta bukan tentang siapa yang paling lama berada di sampingmu, tapi tentang siapa yang hatinya tidak pernah pergi meski raganya menjauh."
- Gita -
Read
Chapter: BAB 65 CINCIN BERLIANMataku menatap pedih genggaman hangat Ibunda Ale pada jemari Sandra. Hingga tiba-tiba, tatapanku tertuju pada kemilau berlian yang melingkar di jari manis Sandra. "Cincin berlian itu..." gumamku pelan. Perasaan sesak dan amarah yang kupendam sejak tadi akhirnya meledak. Aku tidak bisa lagi menahan diri, aku melangkah lebar mendekati mereka dan berhenti tepat di hadapan Sandra. "Tante, maaf, tapi Gita perlu bicara dengan Sandra," ucapku dengan suara sedikit meninggi, berusaha mengalahkan dentuman lagu romantis dari speaker yang mengiringi prosesi pertunangan Andreas dan Salsa. "Nanti saja, Gita. Acara inti sedang dimulai," jawab Ibunda Ale dengan nada memperingatkan. "Maaf Tante, tapi Gita perlu bicara sekarang juga!" Tanpa menunggu izin lebih lama, aku menarik kasar tangan Sandra, membawanya paksa menuju area belakang venue. "Apa-apaan sih, Gita!" Sandra menghentakkan tangannya hingga cengkeramanku terlepas saat kami sudah berada di balik panggung. Di saat yang bersa
Last Updated: 2026-05-13
Chapter: BAB 64 PERTUNANGAN ANDREASMinggu pagi telah tiba. Matahari yang bersinar terik di langit Jakarta sama sekali tidak mampu menghangatkan hatiku yang terasa membeku. Kantung mataku tampak menghitam, jejak malam panjang yang habis untuk menangis dan terjaga. Semalam, aku sempat berpikir untuk melarikan diri ke rumah Kak Ana di Bogor, namun niat itu kuurungkan. Aku telah membulatkan tekad untuk menghadapi hari ini.Semalaman aku berpikir untuk mengakhiri semua drama ini dan memilih kesendirian. Tapi, rasanya tidak akan semudah itu karena hubunganku dengan Ale telah melibatkan dua keluarga dengan rencana pernikahan kami. Tapi, aku ingin mempertahankan karir. Andreas benar, aku harus mengejar cita-citaku. Hari Senin besok, aku memutuskan untuk tetap pergi ke Harian Nasional, memulai hari pertama magangku, apa pun risikonya. Aku berjalan menuju lemari pakaian. Di hadapanku, gaun sifon berwarna peach itu tampak indah terpapar kilau cahaya matahari dari jendela kamar. Aku menyentuh kain halus itu dengan hati-hati,
Last Updated: 2026-05-12
Chapter: BAB 63 PERINTAH ALEKeesokan harinya, suasana Jakarta terasa lebih kelabu dari biasanya. Jumat pagi ini langit mendung, seakan menggambarkan suasana hatiku. Aku terbangun dengan mata sembab dan kepala yang berdenyut, mungkin efek menangis dan kurang tidur semalam. Pesan dari Ale tadi malam terus terngiang, membuatku sulit tidur. Aku bergeming di atas tempat tidur, hanya menatap layar ponsel, menunggu keberanian yang tak kunjung datang untuk menghubungi Ale. Hingga sebuah pesan masuk mengejutkanku, yang ternyata bukan dari Ale, melainkan dari Azizah. "Git. Lo pasti udah tahu gue mau bicara apa. Atas nama Bian gue minta maaf, dia udah marah banget sama lo dan Andreas soal kejadian kemarin, jadi dia langsung menghubungi Kak Ale. Sori ya Git, gue nggak bisa jelasin apa-apa ke dia karena dia udah nggak mau dengar. Dan Bian melarang gue buat main lagi sama lo. Gue harus gimana, Git?" Jantungku berdegup kencang membaca pesan dari Azizah. Larangan Bian, cukup membuatku sakit hati. Aku tidak menyangka, ka
Last Updated: 2026-05-11
Chapter: BAB 62 BADAI DI TENGAH OMBAK"Halo, Andreas, kamu di mana?" Suara Salsa terdengar samar dari speaker ponsel yang digenggam Andreas. Laki-laki itu mengusap kasar sisa air mata di wajahnya sebelum mencoba menenangkan suaranya untuk menjawab. "Aku sudah bilang, kan, kalau aku pergi dengan Gita?" "Iya, aku tahu. Tapi apa yang kamu lakukan di kampus Gita? Berkelahi?" Andreas tertegun sejenak, matanya yang memerah menatapku yang tengah ikut menyimak pembicaraan itu. Wajahku menegang. Dalam hati aku bertanya-tanya, bagaimana Salsa bisa tahu secepat itu? Bian tidak mengenal Salsa, jadi tidak mungkin dia yang melaporkannya secara langsung. "Bagaimana kamu tahu—" "Kak Ale yang memberitahuku. Dia memarahiku habis-habisan karena mengizinkanmu pergi dengan kekasihnya. Dan sampaikan pada Gita agar segera mengaktifkan ponselnya. Ale hanya punya waktu sebentar sebelum harus menyerahkan ponselnya kembali ke pengawas karantina." Potong Salsa cepat. Aku tersentak dan bergegas meraih tas yang tergeletak di atas
Last Updated: 2026-05-10
Chapter: BAB 61 KALAH OLEH KEADAANSosok itu kembali mendekati Andreas. Ia mencengkeram kuat kerah kaos oblong putih milik Andreas dan sudah bersiap melayangkan pukulan kedua. Mataku yang sembab karena kelelahan menangis, belum menyadari siapa sebenarnya laki-laki yang saat ini berdiri membelakangiku dan memukul Andreas untuk kedua kalinya. Darah mulai mengalir dari sudut bibir Andreas yang pecah. Namun, Andreas hanya diam mematung, seolah sengaja membiarkan sosok itu terus menghujamnya hingga pukulan ketiga. Suasana parkiran mendadak riuh, semua mahasiswa yang berada di sana kini telah mengalihkan pandangan ke arah kami, menyaksikan keributan yang semakin tak terkendali. "Lo benar-benar cowok brengsek! setelah ninggalin Gita begitu aja, sekarang lo enak-enakan meluk dia! lo tahu nggak Gita sudah punya pacar sekarang. Dan pacarnya itu teman gue! Kali ini nggak akan gue biarin lo ngerebut Gita lagi dari teman gue, cukup Yoga, tapi nggak untuk Ale!" teriakan itu membuat aku menyadari siapa sosok itu. "Bian!" je
Last Updated: 2026-05-10
Chapter: BAB 60 INGIN MENGULANG MASA LALUDua bulan telah berlalu sejak deru mesin mobil Ale membelah kesunyian malam di depan rumahku. Jakarta masih sama, sibuk, panas, dan menyesakkan. Namun duniaku terasa seperti kaset yang diputar dalam gerakan lambat. Ale benar-benar pergi menjalani karantina atletnya sebagai persiapan menuju kompetisi kejuaraan di Spanyol, meninggalkan aku dalam ruang hampa yang ia sebut sebagai "kesempatan untuk merenung." Aku duduk di sudut kantin kampus, menatap layar laptop yang menampilkan draf terakhir skripsiku yang sudah hampir selesai. Lembaran kertas yang dua bulan lalu ditandatangani oleh Andreas kini sudah terpampang di lampiran skripsiku. Lembaran itu terasa berbeda, seperti memberiku kekuatan untuk terus maju dan mengejar karir sesuai yang aku tuangkan dalam skripsiku. Andreas memahami itu. Memahami kalau aku sangat ingin menjadi seorang Jurnalis yang sukses. Aku tidak menyangkal kalau Ale juga memiliki pemahaman yang sama, hanya saja, ia berubah. Sejak kehadiran Andreas dalam hidupku
Last Updated: 2026-05-09