author-banner
Yoongina
Yoongina
Author

Novels by Yoongina

ANESTESI RINDU

ANESTESI RINDU

Menjadi residen bedah bukan hanya soal berpacu dengan maut di meja operasi, tapi juga ujian mental menghadapi dr. Devan. Dia jenius, spesialis bedah paling disegani, dan memiliki wajah yang bisa menghentikan detak jantung. Sayangnya, hatinya sedingin ruang mayat dan mulutnya setajam pisau bedah. ​Bagi Devan, wanita hanyalah pengganggu. Namun, bagi Vanya, sikap dingin itu justru sebuah tantangan. ​Di antara jadwal jaga malam yang gila dan tekanan di ruang operasi, sebuah misi rahasia dimulai. Bukan sekedar mendapatkan persetujuan medisnya, tapi juga meruntuhkan tembok es yang membalut hatinya. Apakah sang residen nekat ini akan berhasil melakukan "bedah hati" pada sang dokter spesialis yang tak tersentuh, atau justru Devan yang akan terjebak dalam perasaannya sendiri, disaat juga harus menghadapi perjodohan dengan wanita pilihan orang tua?
Read
Chapter: BAB 44 PINDAH RUMAH SAKIT
Fajar menyingsing dengan warna abu-abu yang suram, seolah turut merasakan kelelahan jiwa dari penghuni kediaman Alaric. Devan terbangun dengan rasa mual yang melilit perutnya. Setiap jengkal kulitnya terasa kotor, kejadian semalam terasa seperti peristiwa yang menyesakkan paru-parunya. Semalam, ​tanpa sepatah kata pun pada Evelyn yang masih terlelap, ia bergegas meninggalkan apartemen Evelyn dan kembali kerumah tanpa pamit. Devan mengusap kasar wajah nya yang terlihat lelah dan berjalan cepat menuju kamar mandi untuk membasuh semua jejak yang Evelyn tinggalkan di tubuhnya. Teringat akan Vanya, Devan mengakhiri aktivitasnya di kamar mandi dan berpakaian dengan terburu-buru lalu segera melesat menuju rumah sakit tempat Vanya dirawat. Pagi ini, ia akan menemui ibu Kemuning terlebih dahulu untuk meminta persetujuan pemindahan Vanya dari sana. untung saja, jalanan pagi ini tidak terlalu buruk, membuatnya cepat tiba di rumah sakit. Setelah mendapatkan parkir untuk mobilnya yang bukan
Last Updated: 2026-03-27
Chapter: BAB 43 RAGA YANG TERBELENGGU
"Aku mau kamu melupakan Vanya malam ini dan hanya melihatku," bisik Evelyn serak, gairah yang coba ia buat membuat nafas mereka beradu. ​Evelyn kembali mendekatkan tubuhnya, mencari sela untuk membelitkan jemarinya di tengkuk Devan. Ia memberikan kecupan-kecupan kecil di rahang dan leher Devan yang mengeras, berusaha menggoyahkan pertahanannya. ​Devan memejamkan mata rapat-rapat. Jantungnya berdetak cepat, bukan karena cinta, melainkan karena insting seorang laki-laki yang bertarung dengan rasa muak di dalam dadanya. Setiap sentuhan Evelyn telah berhasil membangkitkan gairahnya. Namun, sisi hatinya yang lain, kembali mengingatkan Devan akan bayangan wajah Vanya yang pucat di bangsal ICU dan menunggu pertolongannya. ​"Eve..." geram Devan rendah dengan mata terpejam, sebuah peringatan sekaligus tanda bahwa ia mulai kehilangan kendali atas dirinya sendiri karena gadis itu terus mencium lehernya dan meninggalkan tanda kepemilikan di sana. ​Evelyn menyeringai tipis di balik bahu De
Last Updated: 2026-03-26
Chapter: BAB 42 MENJATUHKAN HARGA DIRI
"Kamu gila, Mas! Bagaimana kalau aku hamil?" Evelyn berteriak sambil mendorong kasar tubuh kekar laki-laki yang masih berada tepat di atasnya. Napasnya memburu, karena kepanikan yang tiba-tiba menyergap setelah gairah yang baru saja tercipta. ​"Kenapa waktu itu kamu tidak menikah denganku saja, Eve? Aku benar-benar mencintaimu," sahut laki-laki itu dengan suara serak, matanya menatap Evelyn dengan pemujaan yang mendalam. ​"Sinting!" Evelyn mendesis, segera meraih pakaian miliknya yang berserakan di lantai marmer apartemen mewah itu. "Lebih baik kamu pergi sekarang. Sebentar lagi tunanganku akan datang, dan aku tidak mau dia melihatmu di sini!" ​Laki-laki itu bangkit, menatap punggung cantik Evelyn dengan kilat amarah di matanya. Dengan gerak gontai, ia memungut kemejanya yang tergeletak di lantai, lalu melangkah mendekati Evelyn yang sedang sibuk merapikan diri di depan cermin besar. ​"Apa lagi? Cepat pergi sekarang!" bentak Evelyn tanpa menoleh. ​Bukannya melangkah pergi, la
Last Updated: 2026-03-25
Chapter: BAB 41 HARGA SEBUAH PENGORBANAN
"Benar-benar memalukan! Kamu dan kakakmu bersekongkol untuk mempermalukan Papa dan Mama di depan keluarga Harrington!" Teriakan Frans menggema, memecah keheningan ruang kerja kediaman Alaric yang luas. Devan dan Aurel hanya bisa terdiam, tertunduk menerima amukan sang ayah malam ini. ​"Siapa sebenarnya gadis itu?! Sampai kalian berdua bekerja sama hanya untuk menolongnya?" Mata Frans berkilat tajam, tertuju lurus pada Devan. ​"Jawab, Devan!" bentaknya sambil memukul meja kerja dengan keras. Suara hantaman itu membuat Devan tersentak, namun ia perlahan mengangkat kepalanya, menatap wajah murka Frans yang duduk di kursi kebesarannya. ​Devan hanya menatap dingin sang ayah. Bibirnya terkatup rapat seolah terkunci, namun deru napasnya yang naik-turun menandakan ia sedang berjuang hebat mengatur gejolak emosi di dadanya. ​"Apa dia itu 'Rossa' kedua? Gadis miskin itu kekasihmu, hah?" desak Frans sinis, tak sabar karena Devan terus bungkam. ​Mendengar hinaan yang keluar dari mulut papany
Last Updated: 2026-03-24
Chapter: BAB 40 KEMUNING DAN KETAKUTANNYA
"Dokter Devan, saya mau mengucapkan terima kasih untuk semuanya." Ucap ibu Kemuning lembut saat Aurel dan Devan membawanya ke kantin rumah sakit agar Kemuning bisa sedikit saja mengisi perutnya setelah beberapa jam menegangkan di ruang ICU. "Sama-sama bu Kemuning. Ini sudah menjadi kewajiban saya." Jawab Devan tertunduk sambil menikmati teh hangat di tangannya yang terasa beku. Hilangnya memori Vanya cukup membuat hatinya membeku seakan terkena obat Anestesi rindu yang membuatnya kehilangan gadis itu. Aurel menyadari kesedihan yang Devan alami. Dengan lembut ia mengusap pelan punggung adiknya dengan penuh kasih sayang. "Devan, makanlah sedikit. Kamu belum menyentuh makananmu sejak tiba di sini," ujar Aurel lembut, suaranya penuh rasa khawatir. Ia tahu persis bahwa di balik wajah dingin adiknya, ada badai yang sedang berkecamuk. ​Devan hanya mengangguk samar, namun matanya tetap tertuju pada uap teh yang membubung tipis. Pikirannya melayang kembali ke bangsal nomor dua. Bayangan
Last Updated: 2026-03-23
Chapter: BAB 39 AKU MERINDUKANMU
Suasana hangat yang baru saja tercipta antara Devan dan Ibu Kemuning mendadak membeku. Kehadiran Evelyn di ambang pintu ICU bagaikan badai yang menghempas ketenangan ruangan yang steril itu. Dengan langkah yang angkuh dan sepatu hak tinggi yang berbunyi tajam di atas lantai, Evelyn mendekat, menatap ke arah ranjang Vanya. ​"Keluar, Evelyn. Ini ruang ICU," desis Devan, suaranya penuh penekanan. ​Evelyn tertawa hambar, sebuah suara yang terdengar sumbang di tengah bunyi mesin pemantau jantung. "Aku datang hanya ingin mengingatkan fakta. Surat pemindahan tugasmu ke Wellness Hospital sudah ditandatangani Papa. Secara administratif, kamu tidak punya hak akses di sini, apalagi menangani pasien." ​Vanya, yang masih dalam kondisi bingung dan lemah, tampak semakin ketakutan. Ia mencengkeram pinggiran selimutnya, matanya bergerak gelisah menatap Evelyn yang tampak sangat membencinya meski ia sendiri tidak tahu mengapa. Bunyi beep pada monitor jantung Vanya mulai bereaksi, menandakan detak ja
Last Updated: 2026-03-22
Cinta Gita

Cinta Gita

Di koridor sekolah, nama Andreas adalah sebuah legenda. Tampan, berkarisma, dan dipuja hampir setiap mata. Namun, bagi Andreas, dunianya hanya berporos pada satu titik, Gita. Gadis sederhana yang berhasil mengunci seluruh perhatian sang idola dengan ketulusannya. Hubungan mereka bukan sekadar cinta monyet, itu adalah ikatan yang begitu kuat, hingga semua orang percaya mereka takkan terpisahkan. ​Sampai pada kelulusan SMA membawa mereka pada sebuah perpisahan. Memaksa keduanya melepas genggaman tangan dan melangkah ke arah yang berbeda. Perpisahan yang membawa mereka bertemu dengan lingkungan baru, dan orang-orang baru yang mulai masuk ke dalam kehidupan mereka. ​"Cinta bukan tentang siapa yang paling lama berada di sampingmu, tapi tentang siapa yang hatinya tidak pernah pergi meski raganya menjauh." - Gita -
Read
Chapter: BAB 17 SOSOK ANDREAS
"Ayo dong, Git. Masa nggak mau ikut. Lumayan gue ada temennya di bangku penonton." Desak Azizah sore itu saat kami baru saja selesai mengikuti kuliah Jurnalistik Umum."Itu ada Nila. Lagian jangan lupa, lusa kita ketemuan sama Widi dan Ipul katanya mau ke dufan." Tolakku yang tidak mau menemani Azizah menyaksikan turnamen sepak bola yang diikuti Bian dan Ale."Gue nggak bisa besok, udah ada janji sama nyokap ke rumah tante." Jawab Nila sambil menikmati mie ayam favoritnya."Tu kan, Nila nggak bisa." Azizah mulai mendorong-dorong pelan bahuku agar aku luluh dan mau menemaninya. "Ayo, dong, Git. Kali ini aja." Desaknya sekali lagi.Aku menghembuskan nafas kasar, " Iya udah oke!terakhir loh yaa!" jawabku tak tega."Yeay!lo emang best friend banget, Git. Besok gue suruh kak Ale jemput lo ya. Nggak apa-apa kan?""Eh, jangan!" sergahku cepat, nyaris tersedak air mineral yang baru saja kuteguk.​Azizah menghentikan aksi joget kemenangannya dan menatapku bingung. "Kenapa? Kak Ale sendiri yang
Last Updated: 2026-03-27
Chapter: BAB 16 MEMBUKA HATI
​"Sudah siap?" Yoga tersenyum menatapku. Riasan naturalku pagi ini tampaknya sukses membuat laki-laki itu tidak mengalihkan pandangannya sedikit pun.​Aku mengangguk pelan. Hari ini, untuk pertama kalinya sejak kami menginjakkan kaki di dunia perkuliahan tiga tahun lalu, aku menerima tawaran Yoga untuk mengantarku ke kampus.​"Cantik banget, Git," ujar Yoga tulus. ​Aku hanya tersenyum tipis sebagai jawaban. Sudah hampir tiga tahun sejak kepergian Andreas yang tanpa kabar, dan jujur saja, kekosongan itu masih sering terasa. Sulit bagiku untuk benar-benar jatuh cinta lagi. Entahlah, mungkin aku hanya trauma, takut kalau laki-laki yang kuberikan hati akan menghilang tiba-tiba tanpa pamit, persis seperti yang dilakukan Andreas.​Mobil sedan hitam Yoga mulai membelah jalanan ibu kota yang padat. Di dalam kabin, kami hanya terdiam. Hening di mobil Yoga terasa sangat berbeda dengan keheningan yang dulu sering kubagi bersama Andreas. Bersama Andreas, diam adalah kenyamanan. Namun bersama Yog
Last Updated: 2026-03-26
Chapter: BAB 15 KEPERGIAN ANDREAS
Sore itu seharusnya menjadi kemenangan kecil bagi hubungan kami. Pelukan Andreas di depan pagar rumahku terasa seperti janji bahwa tidak akan ada lagi masa lalu yang bisa menyelinap masuk. Dan cita-cita Andreas yang ingin menjadikan aku istrinya kelak. Namun, siapa sangka bahwa pelukan hangat itu adalah kepingan terakhir yang bisa kusimpan dalam ingatan.​Keesokan harinya, Andreas tidak menjemputku. Pesan singkatku hanya berujung centang satu. Panggilanku masuk ke kotak suara. Awalnya aku pikir dia hanya kelelahan karena demam seperti waktu itu, atau mungkin ponselnya rusak. Namun, saat dua hari berganti menjadi seminggu, kecemasan mulai menggerogoti kewarasanku. ​Aku nekat mendatangi rumahnya. Namun, jantungku seakan merosot ke lantai saat melihat pagar asri itu kini dirantai rapat. Tidak ada lagi motor Yamaha R1 hitam di halaman. Tidak ada Fahri yang jahil. Bahkan gorden jendela rumahnya sudah dilepas, menyisakan kekosongan yang dingin. Tetangga sekitar hanya bilang kalau keluarga
Last Updated: 2026-03-25
Chapter: BAB 14 HARI TERAKHIR
"Siapa, yang?" tanya Andreas. Matanya yang tajam langsung menangkap perubahan ekspresi di wajahku.​Aku mencoba menarik ponselku menjauh, tapi gerakanku yang gugup justru membuat Andreas semakin curiga. Dalam satu gerakan cepat yang tidak sempat kuhindari, ia meraih ponsel dari tanganku.​Wajah Andreas yang tadi tenang, seketika berubah mengeras. Rahangnya mengatup rapat sampai otot-otot di lehernya terlihat menegang. Matanya terpaku pada layar, membaca pesan singkat dari Yoga yang mengaku sedang berada di depan rumahku.​"Dia benar-benar nggak punya malu ya," ucap Andreas dengan suara rendah yang sangat dingin, suara yang selalu muncul tepat sebelum badai emosinya meledak.​"Yang, biarin aja. Kita jangan pulang sekarang kalau gitu, kita ke tempat lain aja ya?" bujukku panik. Aku menarik lengan jaketnya, mencoba mengalihkan perhatiannya.​Andreas tidak bergeming. Ia justru menghidupkan mesin motornya dengan sekali sentakan. Suara knalpot motor besarnya menderu lebih keras dari biasany
Last Updated: 2026-03-24
Chapter: BAB 13 SI PANTANG MENYERAH
Hari ini genap sepuluh bulan hubungan ku dengan Andreas berjalan dengan baik-baik saja. Semakin lama, rasa cemburuku terkikis karena pembuktian dari sikap Andreas yang benar-benar menunjukkan cintanya hanya padaku. Dia tidak pernah lagi membalas pesan dari cewek manapun kecuali soal pelajaran sekolah.Ditambah sebentar lagi, hari kelulusan akan tiba. Andreas mengatakan belum terpikir untuk ambil kuliah jurusan apa dan dimana. Sama sepertiku, aku sudah menyerah untuk mendaftar PTN, aku cukup menyadari kapasitas otakku yang biasa-biasa saja. Walaupun selalu masuk peringkat 10 besar tapi aku tetap tidak percaya diri untuk bisa lolos PTN di Jakarta karena aku tidak mau tinggal sendiri di luar kota kalau harus memilih PTN di daerah. Jadi aku lebih baik memilih universitas swasta agar tetap di Jakarta bersama keluargaku dan bersama Andreas tentu saja.Saat ini kami semua berkumpul di tempat makan belakang sekolah. Aku ikut nongkrong karena menunggu Andreas menjemput."Aduh, gue kayaknya ngg
Last Updated: 2026-03-24
Chapter: BAB 12 HATIKU HANYA UNTUKMU
Layar ponsel itu terus menyala, menampilkan rentetan pesan yang seolah menari-nari mengejekku. Aku sempat menangkap sekilas nama-nama itu sebelum Andreas membalikkan ponselnya dengan gerakan malas.​"Kenapa berhenti? Gue masih lapar," ucap Andreas datar, matanya masih terpejam seolah tidak peduli dengan notifikasi yang baru saja lewat.​Aku menelan ludah, mencoba menenangkan gemuruh di dadaku. Sabar, Git. Kamu ke sini buat ngerawat dia, bukan buat interogasi, bisikku dalam hati. Aku kembali menyodorkan sendok terakhir bubur itu ke mulutnya.​"Siapa, Ndre?" tanyaku akhirnya, tak tahan juga untuk tidak bertanya setelah bunyi notifikasi itu kembali terdengar.​"Enggak tahu. Males baca," jawab Andreas malas, meski hatiku rasanya ingin sekali merebut ponsel miliknya dan melihat apa isi pesan dari perempuan-perempuan itu.​Andreas membuka matanya, menatapku dengan sudut bibir yang sedikit terangkat. "Penasaran ya?nggak ada yang penting kok."​"Kalau penting juga nggak apa-apa, silakan dibal
Last Updated: 2026-03-23
You may also like
Dibayar Satu Miliar
Dibayar Satu Miliar
Romansa · Syarlina
248.6K views
Pelakor Itu Pembantuku
Pelakor Itu Pembantuku
Romansa · Helminawati Pandia
248.0K views
DILAMAR PRIA YANG PERNAH MENOLAKKU
DILAMAR PRIA YANG PERNAH MENOLAKKU
Romansa · ET. Widyastuti
247.7K views
DITALAK SUAMI GARA-GARA MAKE UP PUCAT
DITALAK SUAMI GARA-GARA MAKE UP PUCAT
Romansa · Lia M Sampurno
244.4K views
SURAT WASIAT NENEK
SURAT WASIAT NENEK
Romansa · Tha Kusuma
242.9K views
ENAK, PAK DOSEN!
ENAK, PAK DOSEN!
Romansa · OTHOR CENTIL
242.1K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status