Share

BAB 125

Penulis: iindwi_z
last update Tanggal publikasi: 2026-08-21 09:06:40

Hari itu, aku ikut mengantarkan Nicolas ke sekolah barunya. Javier pun sama, jadi kami menuruti keinginan Nicolas untuk pergi ke sekolah bertiga.

Kedua tangan Nicolas menggenggam erat tanganku dan tangan Javier. Kami berjalan bersama untuk mengantarnya bertemu sang guru.

“Selamat pagi, Nicolas,” sapa salah satu guru Nicolas, lalu menatapku seraya tersenyum ramah. Namun saat beralih menatap Javier, pandangannya mendadak berubah.

Ah, pantas saja Nicolas tidak menyukainya, karena memang cara wanit
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Cinta Terlarang Untuk Kakak Angkatku    Bab 127

    POV Camila“Kamu tunggu di sini saja, ya. Aku ada rapat sebentar,” bisik Javier saat kami sudah berada di dalam ruang kerjanya.“Apakah lama?” tanyaku memastikan.Javier mendekat, menarik pinggulku hingga posisi kami makin rapat. Tangannya terulur merapikan anak rambutku yang berantakan terkena angin.“Aku usahakan tidak lama. Tapi kalau kamu bosan, kamu bisa minta sopir untuk mengantarmu pulang, atau kamu bisa istirahat di sini saja sambil menungguku,” jawabnya seraya mengedipkan sebelah mata.Aku terkekeh pelan. Tanganku terulur merapikan dasinya yang sebenarnya sudah sangat rapi, lalu mengelus jas hitam yang dikenakannya untuk memastikan tidak ada debu yang menempel.“Aku bosan di rumah. Aku ingin menunggumu di sini saja, bagaimana?”“Baiklah, aku akan segera kembali. Tapi sebelum itu, berikan aku vitamin dulu,” pintanya.Aku kembali terkekeh mendengarnya, apalagi saat Javier memajukan bibirnya seraya menunjukkan apa yang ia maksud dengan 'vitamin'.Aku berjinjit pelan, lalu mengal

  • Cinta Terlarang Untuk Kakak Angkatku    Bab 126

    POV AuthorSetelah Javier dan Camila meninggalkan area sekolah Nicolas, seseorang terlihat turun dari sebuah mobil yang terparkir tak jauh dari sana. Dia adalah Adriana. Wanita itu menggunakan jaket hitam yang menutupi kepalanya serta kacamata hitam pekat agar tidak ada seorang pun yang mengenali wajahnya.“Jadi di sini anak itu sekolah? Lihat saja nanti, apakah kalian masih bisa tersenyum bahagia kalau aku membuat anak kalian mati!” gumamnya penuh dendam, lalu kembali melangkah masuk ke dalam mobil.Mobil itu bukan miliknya, melainkan mobil sewaan dengan pelat nomor palsu. Adriana sengaja merencanakan aksi nekat untuk menghabisi Nicolas untuk aksi balas dendam pada kedua orangtuanya, jadi ia sudah mempersiapkan segala hal secara terencana.Untuk saat ini, ia hanya akan mengamati situasi terlebih dahulu. Begitu situasi lengah, Adriana akan langsung melancarkan aksinya, agar Camila dan Javier mendirita. Lalu ia akan pergi meninggalkan negara ini, mulai hidup baru di negara yang kecil t

  • Cinta Terlarang Untuk Kakak Angkatku    BAB 125

    Hari itu, aku ikut mengantarkan Nicolas ke sekolah barunya. Javier pun sama, jadi kami menuruti keinginan Nicolas untuk pergi ke sekolah bertiga.Kedua tangan Nicolas menggenggam erat tanganku dan tangan Javier. Kami berjalan bersama untuk mengantarnya bertemu sang guru.“Selamat pagi, Nicolas,” sapa salah satu guru Nicolas, lalu menatapku seraya tersenyum ramah. Namun saat beralih menatap Javier, pandangannya mendadak berubah.Ah, pantas saja Nicolas tidak menyukainya, karena memang cara wanita ini menatap Javier sangat berbeda. Ada binar kerinduan yang tersirat di sana—seperti seseorang yang sudah lama mendambakan Javier.“Selamat pagi, Tuan Javier,” sapanya lagi. Padahal di situ ada aku berdiri di sampingnya, tetapi kenapa aku sama sekali tidak disapa?Javier hanya diam menanggapi. Ia melepaskan genggaman tangan Nicolas, lalu mengelus lembut kepala putranya.“Sekarang Nico sekolah dulu, ya. Yang pintar di kelas, Sayang. Oke?”Nicolas mengangguk penurut, lalu beralih menatapku. “Nic

  • Cinta Terlarang Untuk Kakak Angkatku    Bab 124

    “Javier, jangan di kolam renang! Nanti ada yang lihat!”Javier menghentikan langkahnya. Aku tahu sebenarnya dia bisa memerintahkan semua pelayan agar tidak mendekat ke arah kolam renang—meminta mereka menemani Nicolas di kamar dan tidak keluar sampai hukuman yang dimaksud selesai.Namun, aku tetap berharap kami tidak melakukannya di kolam renang. Sungguh, aku tidak ingin sampai ada orang lain yang melihat aksi kami.“Tidak akan. Mereka tidak akan berani mendekat,” katanya terkekeh pelan. Aku bisa melihat sepasang matanya sudah menggelap, diselimuti kabut gairah yang tebal.“Kenapa tidak di kamar saja? Atau di ruang kerjamu?” kataku mencoba menggoda.Sudut bibir Javier melengkung ke atas. Kepalanya mengangguk setuju dengan ide yang kulontarkan. “Baiklah, ayo kita lakukan di ruang kerja.”Kaki Javier yang tadinya hendak melangkah menuju area kolam renang mendadak urung. Dengan tubuhku yang masih berada dalam gendongannya, ia membawaku masuk ke dalam ruang kerjanya yang luas.Ia langsung

  • Cinta Terlarang Untuk Kakak Angkatku    Bab 123

    POV CamilaAku mendengarkan Nicolas bercerita dengan antusias tentang siapa saja temannya di kelas dan siapa gurunya. Wajahku ikut cemberut saat dia cemberut, terus juga ikut tersenyum saat Nicolas menceritakan dengan senyuman manisnya. Tidak lupa aku bahkan ikut tertawa kalau ada yang lucu di ceritanya. “Hm, tadi gurunya menatap Ayah tidak berkedip, Ibu! Terus aku maju, kan? Aku bilang kalau Ayah itu sudah punya Ibu, jadi Bu Guru tidak boleh menatap Ayah seperti itu!”Aku tertawa terkekeh mendengarnya, tidak menyangka kalau Nicolas bisa seposesif itu pada ayahnya. “Tapi Nico tidak boleh begitu, kan Bu Guru lagi bicara sama Ayah.”“Iya, Ibu … tapi Nico tidak suka! Tadi saja saat mau pulang, Bu Guru bilang begini, 'Nicolas, apa kamu dijemput Ayah atau Ibu kamu?'”Aku kembali tertawa mendengar pengakuannya seraya mengelus kepala Nicolas dengan penuh kasih sayang. “Wajar kalau Bu Guru bertanya seperti itu, Nak. Kan beliau cuma mau tahu.”“Pokoknya Nico tidak suka kalau Ayah mengantar te

  • Cinta Terlarang Untuk Kakak Angkatku    Bab 122

    POV Javier“Saya melihat Anda sekarang sangat bahagia, Tuan. Saya senang melihat perubahan Anda,” ucap Alex mengejutkanku.Aku menatap Alex sejenak, lalu menganggukkan kepala pelan. Aku memang tidak bisa menyembunyikan rasa bahagiaku lagi. Aku sudah menderita selama lima tahun, dan aku tidak ingin merasakan penderitaan itu lagi.“Karena aku sudah menemukan duniaku kembali, Lex.”“Saya ikut senang, Tuan.”“Terima kasih,” jawabku tulus. Namun, raut wajahku mendadak berubah serius saat teringat bagaimana cara Arlo menatap Camila waktu itu.Aku tahu betul siapa dia dan bagaimana kelakuannya dengan perempuan di luar sana. Bahkan aku tahu, pria yang tidur dengan Adriana saat itu juga adalah dia.Dulu aku menerima kerja sama dengannya murni karena profesionalitas kerja, meskipun saat itu dia sudah tidur dengan calon istriku. Lagipula, aku sedikit merasa lega karena berkat kejadian itu, aku jadi memiliki alasan kuat untuk membatalkan pernikahan dengan Adriana.Namun sekarang, aku harus ekstra

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status