Terikat Tatapan Pak Dosen

Terikat Tatapan Pak Dosen

last update최신 업데이트 : 2026-01-13
에:  NaoMiura방금 업데이트되었습니다.
언어: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
평가가 충분하지 않습니다.
12챕터
14조회수
읽기
서재에 추가

공유:  

보고서
개요
목록
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.

Mao, mahasiswi ceria dan lembut, suka duduk di bangku paling belakang. Di sana, dia mengamati Khai, dosen muda yang tenang dan berwibawa. Tidak ada silabus yang mengatur perasaan, tidak ada aturan yang membimbing tatapan yang diam-diam terlalu panjang. Di antara kelas, catatan, dan senyum yang jarang diucapkan, hati mereka belajar hal-hal yang tidak ada di buku panduan. “Silabus yang Tak Pernah Ditulis” adalah kisah tentang rindu yang tumbuh di tempat yang seharusnya profesional—tentang cinta yang harus tetap diam, namun tidak bisa diabaikan.

더 보기

1화

Pria Berhoodie

Satu-satunya penunjuk waktu yang dipercayai Maorielle saat ini hanyalah jam di pergelangan kirinya yang terus berdetak tanpa ampun. Detaknya beradu dengan suara napasnya yang memburu. Maorielle masuk ke ruang kelas mata kuliah umum bahasa Indonesia dengan langkah berat. Rambutnya yang tadi pagi rapi kini sudah sedikit berantakan.

Matanya menyapu deretan mahasiswa, mencari seseorang. Di barisan tengah, seorang gadis mengangkat tangannya tinggi-tinggi, memberi isyarat 'aku ada di sini'.

"Aku hampir menyerah menjaganya untukmu," Erina menyeringai, lalu menyodorkan susu cokelat pada temannya yang sudah duduk di sampingnya. "Ini mata kuliah terakhir. Semangat, semangat!"

Maorielle menerima susu coklat dan segera meminumnya. "Aku harus bertahan," gumamnya pelan lalu menyedot isinya hingga tandas.

Erina terkekeh melihat wajah sahabatnya. "Lagian kamu aneh. Kenapa nekat ambil empat mata kuliah maraton di hari Senin? Kamu mau menguji batas kesabaran nyawamu?"

Maorielle mengembuskan napas panjang, terdengar sangat menderita. "Kamu pikir aku mau? Waktu aku mau ambil kelas yang sama denganmu, kuotanya sudah penuh. Aku terpaksa ambil mata kuliah ketiga hari ini. Jadinya ya begini, terjebak di kampus dari pagi sampai sore tanpa jeda."

Maorielle melirik Erina dengan tatapan iri. "Kamu sih enak bisa pulang ke kos lebih dulu," sindir Maorielle lemas. Ia kemudian teringat sesuatu dan meraih lengan Erina dengan sisa tenaga yang ada. "Mana burger yang aku pesan?" rengek Maorielle.

Sang penyelamat, Erina, akhirnya menyodorkan bungkusan burger hangat yang dipesan. "Cepat dimakan. Kelas dimulai dalam waktu lima menit lagi"

Maorielle menyambar burger itu seolah nyawanya bergantung pada asupan karbohidrat tersebut. "Aku harus makan kalau tidak mau pingsan," gumam Maorielle lemas. Ia segera membuka bungkusan burger itu dengan tangan yang sedikit gemetar karena kelaparan.

Aroma daging panggang dan saus barbekyu langsung menyeruak, membuat perut Maorielle berbunyi nyaring seolah memberikan tepuk tangan. Tanpa memedulikan citra dirinya sebagai mahasiswi psikologi yang biasanya rapi, ia menggigit burger itu dengan beringas. Pipinya menggembung penuh. Untuk beberapa detik, ia merasa dunianya kembali berwarna.

"Pelan-pelan, Mao. Nanti tersedak," Erina tertawa kecil sambil menyodorkan air mineral.

Erina melihat ke arah jam tangannya. Sudah pukul 13.00 tepat. "Sudah jam satu. Entah kenapa dosennya belum juga datang. Sepertinya terlambat. Aku lihat di SIAKAD sih dosen senior"

"Siapa pun dosennya aku tidak peduli," sahut Maorielle setelah berhasil menelan gigitan pertamanya. Ia bicara dengan suara tertahan agar tidak menarik perhatian mahasiswa lain. "Jam satu siang di hari Senin begini. Siapa pun yang berdiri di depan sana dengan materi tata bahasa adalah musuhku. Aku cuma ingin makan, checklist presensi, dan kalau bisa tidur."

Di sisi kanan Maorielle, sisi yang bukan ditempati Erina, seorang pria dengan hoodie abu-abu sejak tadi duduk diam dalam tudungnya. Dia tiba-tiba menghentikan gerakan pensil di atas buku sketsanya. Pria itu sedikit memiringkan kepala, melirik ke arah tangan Maorielle yang sedang makan dengan nikmat.

"Kalian tahu siapa dosen mata kuliah ini?" tanya pria itu datar.

Suaranya rendah dan tenang, namun cukup untuk membuat Maorielle tersentak hingga nyaris tersedak potongan acar. Maorielle buru-buru menyeka sudut bibirnya dengan tisu, lalu menoleh dengan tatapan heran ke arah pria misterius di kanannya.

"Kami tidak tahu, di jadwal KRS ada namanya. Siapa Erina?" Tanya Maorielle pada Erina agar ikut membantu menjawab.

Erina menghentikan aktivitasnya merapikan alat tulis. Ia ikut menoleh pada pria misterius di sebelah Maorielle. "Ehm, kalau tidak salah namanya Pak Bambang. Kenapa, Mas?" tanya Erina dengan nada penasaran yang kental.

Pria berhoodie abu-abu itu tidak langsung menjawab. Ia hanya menatap buku sketsanya yang kini tertutup, seolah sedang menimbang-nimbang sesuatu. "Saya dengar dia orangnya cukup detail. Terutama soal ketertiban kelas," jawab pria itu pendek.

Maorielle yang baru saja berhasil menelan potongan terakhir burgernya, mendengus pelan. "Detail itu bahasa halus untuk 'rewel', kan? Duh, Erina, firasatku makin tidak enak. Sudah jam satu siang, dosen rewel, mata kuliah umum pula. Paket lengkap penderitaan hari Senin."

Maorielle kembali melirik pria di sebelahnya dengan tatapan menyelidik. "Bagaimana kamu tahu? Kamu kenal dosennya?"

Pria itu hanya memberikan gumaman samar yang tidak bisa diartikan sebagai ya atau tidak. Ia kemudian memasukkan buku sketsanya ke dalam tas ranselnya, lalu berdiri. Kursi lipatnya berdentang pelan, menarik perhatian beberapa orang di sekitar mereka.

"Mau ke mana? Dosennya sebentar lagi masuk, lho," Erina mengingatkan, mengira pria itu ingin bolos sebelum kelas dimulai.

Pria itu tidak menjawab. Ia justru melangkah tenang ke depan kelas. Maorielle mengawasinya dengan alis bertaut, memperhatikan punggung berbalut hoodie abu-abu itu yang berjalan lurus menuju meja dosen di depan sana.

Begitu sampai depan, pria itu bukan hanya meletakkan tas, tapi juga melepas jaket hoodie-nya dan menyampirkannya di kursi dosen, menyisakan kemeja gelap yang membungkus tubuh tegapnya. Maorielle dan Erina kompak menahan napas.

Ruangan yang tadinya riuh mendadak sunyi senyap seolah oksigen di sana baru saja ditarik paksa. Beberapa orang mengamati apa yang dilakukan pria itu, termasuk Maorielle dan Erina. Mereka penasaran apa yang dilakukannya.

Pria itu melirik jam tangannya dengan gerakan presisi, lalu mengedarkan pandangan tajamnya ke seluruh penjuru kelas.

"Sudah pukul 13.05," ujarnya dengan suara rendah yang menggema di ruang yang hening.

"Bisakah kita mulai kelas sekarang, atau masih butuh waktu untuk menyelesaikan urusan pribadi?" lanjutnya.

Tidak ada jawaban. Hanya keheningan yang bisa diartikan persetujuan untuk memulai kelas. Dia terlihat mengambil spidol hitam, lalu menuliskan satu nama dengan karakter tegas dan besar di papan putih: KHAI.

Dia membalikkan badan, menumpu kedua tangannya di pinggir meja dosen sambil menatap ke arah kerumunan mahasiswa. Matanya yang tajam langsung mengunci pandangan pada satu titik di barisan tengah.

"Selamat siang semuanya," suara rendah dan tenang itu kini bergema melalui pengeras suara ruangan, terdengar jauh lebih berwibawa.

"Saya Khairen, kalian bisa memanggilku Khai. Dosen yang menggantikan pak Bambang mengajar kalian mata kuliah Bahasa Indonesia selama satu semester ke depan."

Ia menjeda kalimatnya, membiarkan keterkejutan menyelimuti kelas itu selama beberapa detik yang terasa sangat lama. Semua orang berbisik riuh. Memang benar mereka tidak mengenal dosen bernama pak Bambang karena ini mata kuliah umum. Tapi, penggantinya adalah dosen muda yang terlihat tampan dan menarik.

"Saya mencoba berbaur dengan kalian di kelas pertama ini," ujar Khai sambil mengangguk kecil, seolah sedang mengevaluasi hasil eksperimen sosialnya sendiri.

Khai kemudian melipat tangan di depan dada, menatap deretan mahasiswanya dengan senyum tipis yang sulit diartikan. "Kelas yang unik," tambahnya singkat.

펼치기
다음 화 보기
다운로드

최신 챕터

더보기

독자들에게

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

댓글 없음
12 챕터
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 책을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 책을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status